
Setelah kelulusan Maura dijemput oleh Millie dan Wisnu ke Jakarta. Mereka memutuskan agar Maura kuliah di Jakarta saja supaya dapat dengan mudah diawasi.
Disaat yang bersamaan Marvin pun pulang dari Kanada. Adam dan Mikha sengaja tidak memberitahu jadwal kepulangan Marvin karena mereka masih kesal kepada Millie dan Wisnu yang kekeh tidak merestui hubungan Maura dengan Marvin.
"Papih sudah berusaha bilang sama kakak dan kakak ipar kamu tapi mereka tetap tidak merestui hubungan kamu dengan Maura " ucap Adam menyesal.
Malam itu Adam dan Mikha sengaja datang ke kamar Marvin untuk membicarakan masalah hubungan Marvin dan Maura.
"Kalau begitu aku akan bicara sendiri sama kak Millie dan Mas Wisnu " ucap Marvin.
"Sebagai laki-laki memang sudah seharusnya begitu..Papih dan Mamih sudah berusaha kini giliran kamu " Adam menepuk pundak putranya.
"Bicara sama merekanya yang sopan ya Vin..kalau mereka marah sama kamu tidak usah dilawan " pesan Mikha.
"Iya Mih " jawab Marvin.
"Dan satu pesan Papih..tolong jangan terlalu sering bertemu dengan Maura. Papih khawatir Kakak dan kakak ipar kamu akan semakin murka kalau kamu dan Maura sering bertemu " pesan Adam.
"Baik Pih..aku akan ikuti semua nasehat Papih dan Mamih " jawab Marvin.
"Semangat ya Sayang " Mikha mencium puncak kepala putra bungsunya.
Marvin yang mengetahui jika Maura sudah ada di Jakarta sengaja tidak menemui Maura di rumahnya.
Marvin memberitahu Maura jika ia sudah ada di Jakarta melalui sambungan telepon.
"Om sudah pulang kenapa tidak bilang..aku kan bisa ikut jemput " Maura langsung merajuk.
"Lebih baik sekarang kita jangan bertemu dulu..soalnya Mommy dan Daddy kakak sudah tau kalau kita pacaran " ucap Marvin.
"Ya Tuhaan..aku takut Om " lirih Maura.
"Makanya kakak di rumah saja, tunggu nanti Om yang menemui Mommy dan Daddy kakak " pesan Marvin.
"Baiklah..tapi apakah Papih dan Mamih sudah tau juga ?" tanya Maura.
"Papih dan Mamih sudah lebih dulu tau..dan mereka tidak masalah kalau kita pacaran " jawab Marvin.
"Jadi aku harus bagaimana Om ?" tanya Maura bingung.
"Kakak bersikap biasa saja anggap saja Mommy dan Daddy tidak tau..tapi kita jangan sering ketemu kalau kangen lewat telepon saja " jawab Marvin.
"Tapi kalau mereka menanyai kakak bagaimana ?" tanya Maura.
"Kalau mereka bertanya katakan saja yang sebenarnya kalau kita pacaran " jawab Marvin.
__ADS_1
"Baiklah " jawab Maura.
Marvin yang berniat hendak menemui Millie dan Wisnu ternyata di dahului oleh Millie dan Wisnu yang langsung mendatangi Marvin di ruangan kerjanya setelah Marvin kembali masuk kantor.
Marvin sudah bisa menebak jika kakak dan kakak iparnya akan membahas masalah hubungannya dengan Maura.
Marvin berusaha menekan rasa gugup yang tiba-tiba datang padahal hanya bertemu dengan kakak dan kakak iparnya.
"Mas sudah dengar mengenai kabar kalian pacaran dari Papih. Waktu pertama kali mendengar jujur Mas dan kak Millie sangat kaget..kalau boleh Mas tau apakah ini juga yang membuat kamu dan Nisa putus ?" tanya Wisnu.
"Tidak Mas..aku dan Maura pacaran setelah aku dan Nisa putus " jawab Marvin.
"Kakak heran sama kamu Vin.. bagaimana bisa kamu pacaran sama keponakan sendiri ?" Millie ikut bicara
"Aku juga tidak tau kak..aku juga sudah berusaha membuang rasa itu tapi tidak bisa " jawab Marvin sambil menunduk.
"Vin..sebelum hubungan kalian semakin jauh..kakak minta sebaiknya kamu jauhi Maura..kakak ingin kamu tetap menjadi adik kesayangan kakak bukan menantu kakak..dan jangan jadikan putri kakak sebagai pacar kamu..cukup jadikan dia keponakan kamu saja " pinta Millie.
Marvin diam tidak bergeming.Ini adalah permintaan yang sulit bagi Marvin.
"Maaf aku tidak bisa kak..aku sangat mencintai putri kalian..dan aku akan berusaha terus sampai kalian merestui " jawab Marvin setelah sekian lama terdiam.
Karena tidak berhasil membujuk Marvin agar menjauhi Maura akhirnya Millie dan Wisnu pun keluar dari ruangan kerja Marvin.
*
Perubahan sikap yang terlihat justru dari Millie sendiri. Millie yang sedang berusaha menjauhkan Maura dengan Marvin selalu menolak jika Mile dan Malik ingin menginap di rumah Adam.
"Mommy dan Daddy tidak asik..kenapa sekarang Mommy selalu tidak mau menginap di rumah Mamih ?" Mile dan Malik melayangkan protes karena Mommy nya menolak ketika mereka ingin menginap di rumah Adam.
"Jangan begitu Sayang..kalau anak-anak ingin menginap antarkan saja " ucap Wisnu.
"Setiap kesana aku jadi merasa tidak enak hati Mas sama Papih, Mamih juga Marvin " jawab Millie lirih.
"Setiap keputusan pasti ada resikonya Sayang..tapi kita jangan memutus silaturahmi " nasehat Wisnu.
"Aku ingin nginep di rumah Papih dan Mamih Dad " Mile merengek dengan mata merah menahan tangis.
"Baiklah..kita semua akan menginap disana.. kalian ajak kakak Maura juga " titah Wisnu.
Mile dan Malik pergi ke kamar Maura untuk mengajak kakaknya menginap di rumah Adam. Tidak lama kemudian Mile dan Malik sudah kembali lagi.
"Kakak bilang katanya tidak ingin ikut " ucap Mile sambil mengerutkan bibirnya.
"Kenapa ?" tanya Wisnu.
__ADS_1
"Aku tidak tau Dad " Mile mengangkat bahunya.
Karena Mile dan Malik tidak berhasil mengajak Maura akhirnya Millie dan Wisnu sendiri yang mendatangi kamar Maura untuk mengajak gadis itu menginap di rumah Adam.
"Kakak tidak ikut Mom..mau mempersiapkan keperluan untuk acara pengenalan kampus " Maura menolak untuk ikut.
"Kan bisa besok kak..nanti Mommy bantu " bujuk Millie.
"Maaf Mom..kakak tidak bisa " jawab Maura kekeh.
Karena Mile dan Malik terus merengek dan Maura kekeh tidak ingin ikut akhirnya Millie dan Wisnu pergi menginap tanpa Maura.
"Papiih..Mamiih aku kangen " si Gemoy dan Malik langsung berlari menghambur kedalam pelukan Adam dan Mikha begitu mereka turun dari mobil.
"Kakak Maura kemana ?" tanya Mikha sambil celingukan mencari si cantik kesayangannya.
"Maura sedang mempersiapkan keperluan untuk acara pengenalan kampus Mih " jawab Millie.
"Ooh..padahal Mamih kangen sama anak itu " gumam Mikha.
"Tumben sepi..Marvin kemana ?" tanya Wisnu.
"Marvin ada di kamarnya " jawab Mikha.
Mile dan Malik langsung mencari Marvin ke kamarnya. Diluar dugaan Millie pun mengikuti sambil menggendong Meysha.
"Om Marviin kita dataaang " Mile dan Malik langsung naik keatas kasur dimana Marvin berada.
"Kalian..pantas diluar berisik sekali " Marvin memiting kepala kedua tuyul yang sudah mengganggu tidurnya itu.
"Sudah tau diluar berisik oleh suara anak-anak kenapa tidak keluar..kamu sengaja sedang menjauhi kakak ya ?" Millie menoyor kepala Marvin.
"Tidak kak " jawab Marvin sambil tersenyum getir.
Meski Marvin berusaha bersikap biasa namun Millie masih sempat menangkap kesedihan yang sedang berusaha adiknya itu sembunyikan.
Marvin yang hendak bangun terpaksa duduk kembali karena Mile dan Malik nemplok diatas punggungnya.
Dulu sewaktu kecil Maura lah yang paling suka ia gendong di punggungnya.
Mile dan Malik tertawa cekikikan ketika Marvin membawa mereka diatas punggungnya keluar dari kamar untuk menemui Papih, Mamih dan Wisnu yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Mile.. Malik..kasian Om Marvinnya berat " Wisnu memperingatkan Mile dan Malik.
"Om Marvin tidak bilang berat kok " jawab Malik dari punggung Marvin.
__ADS_1
"Sebetulnya kalian memang berat " ujar Marvin sambil menurunkan kedua tuyul itu di sofa kemudian ia bergabung bersama Adam, Mikha dan Wisnu yang sedang mengobrol disana.
Marvin tidak menanyakan Maura karena ia sudah dikabari oleh Maura jika ia tidak akan ikut dengan Mommy dan Daddy nya juga ketiga adiknya yang akan menginap disana.