
Akhir pekan ini Felisha, Zhifana,Cindy dan Milea mulai mengikuti kelas memasak seperti yang disarankan oleh Bagas.
Tempat kursus memasak yang mereka ikuti memiliki jadwal kursus yang berbeda setiap harinya.
Di sini mereka bisa memilih jadwal kursus masakan sesuai dengan keinginan dan waktu mereka.
Kursus memasak ini merupakan tempat kursus memasak yang menawarkan berbagai macam kelas kursus untuk pemula.
Di sana mereka belajar membuat masakan asia dan aneka hidangan Indonesia populer seperti siomay dan pempek, hingga masakan rumahan.
Felisha yang pada dasarnya sudah berpengalaman di dapur tampak dengan cepat bisa mengikuti tidak seperti ketiga menantunya yang tampak lebih banyak bengong terutama Milea.
Sebagai pemula tentu banyak sekali yang harus mereka tahu mengenai dapur. Awalnya mereka tidak langsung memasak selayaknya koki yang berpengalaman. Mereka mendapatkan pengetahuan dasar seperti pengenalan alat masak, bahan makanan, dan istilah-istilah dalam dalam memasak.
"Ternyata belajar masak itu susah ya kak " keluh Milea ditelinga Cindy.
"Iya..kakak kira tidak sesusah ini " jawab Cindy. Sementara Zhifana dan Felisha sama sekali tidak terdengar mengeluh bahkan mereka terlihat lebih cepat paham.
Setelah menyelesaikan kelas masak mereka Milea langsung meminta makan kepada mertuanya.
"Kak kita cari makan sekarang kasian Milea sudah lapar " ucap Felisha kepada Cindy yang sedang menyetir.
"Iya Mom " jawab Cindy.
"Kamu mau makan dimana dek ?" tanya Cindy melirik kearah Milea yang duduk di kursi belakang bersama Felisha.
"Apa saja kak " jawab Milea.
Cindy melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran yang sering ia kunjungi bersama ibu-ibu Bhayangkari di kantor Sadewa.
"Disini ayam bakarnya enak loh, aku dan ibu-ibu Bhayangkari sering makan disini kalau selesai giat di kantor " ujar Cindy.
__ADS_1
Setibanya disana mereka berempat pun mencari meja ternyaman untuk tempat mereka makan.
Disana Milea makan dengan sangat lahap. Sejak mengandung selera makan Milea memang meningkat drastis dan itu terlihat dari pipi Milea yang semakin terlihat chaby menggemaskan dan tentunya perutnya yang juga semakin membesar.
Milea sangat beruntung karena semua keluarga Abimanyu sangat perhatian dan menyayanginya sehingga ia tidak merasa berat menjalani kehamilan pertamanya.
Selesai makan mereka pun memutuskan langsung pulang. Cindy dan Zhifana tidak mau meninggalkan anak-anak mereka yang masih kecil terlalu lama.
Cindy membawa Felisha, Zhifana dan Milea pulang ke rumah mertuanya karena suami-suami mereka sudah menunggu disana.
"Bagaimana kelas memasaknya, apakah menyenangkan?" tanya Abimanyu ketika mereka berada di kamar sekembalinya Milea.
"Ya begitu lah " jawab Milea ambigu.
"Maksudnya ?" tanya Abimanyu penasaran.
"Susah " jawab Milea.
"Kan baru sekali pertemuan Moy.. nanti juga pasti mudah " hibur Abimanyu.
"Iya " jawab Milea.
"Sebetulnya aku merasa bosan Yang, tapi aku ingin bisa agar bisa membuat masakan yang enak buat suami dan anak-anak aku " ujar Milea.
"Kalau begitu kamu harus semangat !" Abimanyu memberi semangat kepada istrinya.
"Iya " jawab Milea.
Dulu Milea tidak ada sedikitpun keinginan dalam dirinya untuk bisa masak karena semua sudah ada pelayan yang melakukannya. Namun setelah menikah ada keinginan dalam diri Milea untuk menyenangkan suami melalui masakan yang dibuatnya terlebih setelah kejadian keracunan makanan yang menimpa Abimanyu.
"Hey..kenapa bengong?" Abimanyu menjentikan jarinya didepan mata Milea.
__ADS_1
"Tidak..aku hanya sedang berpikir " jawab Milea.
"Berpikir apa ?"
"Berpikir untuk menjadi istri yang sempurna untuk kamu " jawab Milea.
Abimanyu tertegun, bagaimana istri nakalnya itu bisa punya keinginan seperti itu, sedangkan dirinya saja masih belum bisa menjadi suami yang sempurna untuk Milea.
"Aku tidak butuh istri yang sempurna, yang aku butuhkan hanya kamu " ujar Abimanyu sambil merangkum wajah Milea kemudian menyapukan bibirnya di bibir Milea.
*
Pada pertemuan kedua di kelas memasak, mereka mulai praktek membuat olahan makanan dengan resep sederhana.
Mereka dituntut untuk mempersiapkan semua peralatan masak dan semua bahan makanan sehigienis mungkin.
Semua bahan makanan yang dipakai adalah bahan makanan dengan kualitas terbaik sehingga akan menghasilkan masakan yang sehat.
Memikirkan caranya memasak di rumah yang asal memasukan bahan makanan membuat Milea sadar jika ia telah melakukan kesalahan fatal ketika memasak. Pantas saja Abimanyu sampai keracunan dan Milea sangat malu jika mengingatnya.
Kelas memasak dihari kedua ini Milea mulai bisa mengikuti dan lebih bersemangat dibanding hari pertama. Meskipun pada saat praktek ia sempat mengalami kecelakaan kecil karena jarinya teriris pisau namun itu tidak membuat Milea kapok. Justru ia semakin bersemangat untuk terus mengikuti kelas masak itu sampai ia benar-benar pintar.
Sepulang dari cooking class hari ini Milea tampak bersemangat menceritakan pengalamannya kepada Abimanyu.
"Hey tunggu..hari kamu kenapa ?" Abimanyu menangkap hari telunjuk kiri Milea yang terbalut plester.
'Oh ini..tadi sempat teriris pada saat mengiris bawang..hanya kecelakaan kecil " jawab Milea sambil nyengir.
"Ya ampun Gemoy.. hati-hati dong !" pesan Abimanyu.
"Yang belajar sepeda juga kan harus jatuh dulu kalau mau pinter..anggap saja aku juga begitu..kak Abi tunggu saja sebentar lagi aku pasti akan pintar memasak " jawab Milea dengan berapi-api.
__ADS_1
"Ya tapi tetap harus hati-hati ya Sayang " pesan Abimanyu sambil mengecup jari telunjuk Milea.
"Iya Sayang " jawab Milea.