
Kedatangan Milea disambut pelukan hangat dari Mikha dan Millie. Kedua wanita itu memeluk Milea sambil menumpahkan air matanya.
"Maafin Mommy ya Sayang karena sudah membuat kamu kecewa " ucap Millie diantara tangisnya.
"Mamih melakukan ini karena tidak mau jauh dari kamu Sayang.. maafkan Mamih " Mikha pun tampak terisak sambil menciumi kepala Milea.
"Iya aku mengerti " jawab Milea lirih.
Jika Mikha dan Millie tidak dapat menyembunyikan tangis nya maka lain halnya dengan Adam dan Wisnu, kedua pria itu tampak lebih bisa mengendalikan emosi atas kepulangan Milea.
"Jangan suka kabur-kaburan lagi " pesan Adam setelah Milea lepas dari pelukan Mikha dan Millie dan kini berada dalam dekapan hangatnya.
"Aku tidak janji " jawab Milea.
Adam tertegun mendengar jawaban kesayangannya, itu membuktikan jika Milea masih menyimpan kekecewaan kepadanya.
Selama ini Adam selalu mengabulkan semua keinginan Milea dan hanya keinginan kuliah di Kanada saja yang tidak ia kabulkan dan itu rupanya sangat membekas di hati Milea.
"Tidak boleh seperti itu, kamu harus menghargai keputusan yang kami buat demi kebaikan kamu " nasehat Wisnu dengan suara tegas.
"Iya Dad " jawab Milea.
Adam menghela nafas berat, sepertinya butuh waktu untuk membuat si Gemoy melupakan kekecewaannya.
*
Setelah satu Minggu tidak masuk sekolah Milea pun kini mulai kembali masuk sekolah. Beruntung Milea memiliki lima teman yang begitu peduli membantu pelajaran sekolahnya yang sempat tertinggal selama ia kabur.
Disaat Milea mulai kembali masuk sekolah, Abimanyu dan keluarganya diam-diam mulai melakukan persiapan untuk melamar Milea.
Keluarga Bagas berencana untuk langsung menjadikan Milea menjadi menantunya setelah anak nakal itu lulus SMA dan Abimanyu semakin memperketat pengawasan nya kepada Milea. Bahkan tanpa sepengetahuan Milea Abimanyu mengaktifkan aplikasi yang akan memudahkan dirinya mengetahui keberadaan dimanapun gadis nakalnya itu berada.
Seperti hari ini, Milea dan teman-temannya yang pulang lebih cepat dari biasanya karena gedung sekolahnya akan dipakai kegiatan guru langsung dapat diketahui oleh Abimanyu ketika keenam remaja itu pergi nongkrong di sebuah coffee shop.
Tidak ingin Milea keluyuran yang tidak jelas Abimanyu pun langsung menyusul Milea ke coffee shop tempatnya nongkrong bersama kelima temannya.
Milea yang sedang mengobrol sambil tertawa cekikikan kaget ketika Abimanyu tiba-tiba muncul di depannya.
"Kak Abi ?" keenam remaja itu bengong mendapati Abimanyu yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Kok bisa sih kebetulan ketemu disini ?" tanya Milea sambil menggeser duduknya memberi ruang kepada pria tampan itu duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Bukannya menjawab Abimanyu malah menatap tajam keenam remaja itu dengan tatapan menyelidik.
"Kenapa jam segini kalian malah nongkrong bukannya seharusnya kalian ada di sekolah ?" tanya Abimanyu.
"Kelasnya mau dipakai kegiatan guru kak jadi kita pulang lebih cepat " Samuel yang menjawab.
"Kalian tidak sedang berbohong kan ?"
"Tidak kak " jawab keenam remaja itu kompak
"Kak Abi mau pesan apa? biar aku pesankan " tanya Samuel.
"Kopi saja " jawab Abimanyu.
Samuel memanggil pelayan kemudian memesan satu kopi untuk Abimanyu.
Setelah pesanan Abimanyu datang pria tampan itu tampak anteng menikmati kopinya, ia tampak santai diantara keenam remaja yang sedang mengobrol sambil cekikikan.
Abimanyu hanya sesekali berbicara dengan keenam remaja berseragam putih abu itu. Tanpa Milea sadari sebetulnya Abimanyu sedang mencaritahu perguruan tinggi mana yang akan mereka incar setelah lulus SMA yang tinggal sebentar lagi.
Kelima remaja itu tampak kompak akan masuk ke perguruan tinggi yang sama, hanya Milea yang tampak belum menentukan pilihan setelah keinginan nya untuk kuliah di Kanada ditolak keluarganya. Sepertinya gadis cantik itu memang tidak berminat untuk melanjutkan kuliah seperti keputusannya yang ingin nikah muda.
Setelah menghabiskan makanan dan minumannya mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
"Iya kak " kelima remaja itu masuk ke mobil Samuel dan mereka pun berpisah.
"Kak Abi kenapa bisa tau kalau aku dan teman-teman sedang ada disini ? jangan bilang kak Abi memata-matai aku ?" tanya Milea curiga.
"Tidak, cuma kebetulan saja " jawab Abimanyu.
"Aku tidak percaya " Milea menatap tajam kearah Abimanyu.
Abimanyu yang enggan mengaku memilih fokus melajukan mobilnya menuju kearah kantornya. Menyadari kemana Abimanyu akan membawanya Milea pun langsung protes.
"Aku tidak mau ikut ke kantor kak Abi, disana membosankan " rengek Milea manja. " Lebih baik kita pergi belanja saja " ajaknya.
"Aku sedang ada pekerjaan, kalau hari ini kamu menemani aku dan bersikap manis besok aku ajak kamu belanja " jawab Abimanyu.
"Baiklah..tapi janji ya besok ajak aku belanja " pinta Milea.
"Iya janji " jawab Abimanyu sambil mengambil tangan Milea kemudian menggenggamnya dan diletakan diatas paha kirinya.
__ADS_1
Setibanya di kantor mereka berpapasan dengan Nakula di lobby.
"Kamu kenapa tidak sekolah, bolos lagi ya ?" Nakula mengulurkan tangannya hendak menjewer Milea namun gadis itu buru-buru menghindar dan bersembunyi dibalik tubuh tinggi Abimanyu.
"Milea hari ini pulang cepat karena kelas nya dipakai kegiatan guru " jawab Abimanyu.
"Awas saja kalau masih suka bolos " ancam Nakula. Meskipun terlihat galak namun itu adalah bukti perhatian pria tampan itu untuk calon adik iparnya yang nakal.
"Tidak akan kak " jawab Milea dari balik tubuh Abimanyu.
"Ck..kak Nakula galak juga " gumam Milea setelah pria tampan itu berlalu dari hadapan mereka.
"Makanya jangan nakal " pesan Abimanyu sambil menggenggam tangan Milea kemudian membawa ke ruangannya.
Setibanya di ruangan kerja Abimanyu yang nyaman Milea langsung menjatuhkan bokongnya diatas sofa empuk di depan meja kerja Abimanyu.
Melihat Milea sudah duduk dengan manis Abimanyu pun mulai terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Pria itu tampak sesekali menatap kearah Milea yang sedang anteng dengan ponselnya.
Semakin dipandang Abimanyu yakin jika kini singa betina itu sudah menjadi kucing yang manis dan sebentar lagi akan menjadi miliknya. Tanpa Milea sadari ada senyum tipis tersungging di sudut bibir pria tampan itu.
"Kamu sudah memutuskan untuk kuliah dimana ?" tanya Abimanyu membuat Milea mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Abimanyu yang sedang menatapnya.
"Aku tidak mau kuliah kalau tidak di Kanada " jawab Milea santai kemudian kembali anteng dengan ponselnya.
Abimanyu bangkit dari kursinya kemudian beranjak menghampiri Milea. " Kamu yakin dengan keputusan yang kamu buat ini ?" tanyanya sambil duduk tepat di sebelah Milea.
"Iya " jawab Milea tanpa mengalihkan tatapannya dari layar ponselnya yang sedang membuka situs layanan belanja online.
"Samuel dan teman-temannya akan kuliah di perguruan tinggi yang sama,kalian biasanya selalu kompak " ucap Abimanyu.
Milea menoleh kearah Abimanyu " Jangan bilang kak Abi disuruh membujuk aku oleh Papih dan Daddy ?" tatapan Milea tajam mengarah ke wajah tampan Abimanyu penuh curiga.
"Tidak.. aku cuma heran saja biasanya kamu dan teman-temanmu selalu kompak " jawab Abimanyu.
Milea hanya terdiam, jika membahas masalah kuliah membuat Milea kembali kesal kepada keluarganya yang tidak mendukung keinginannya.
Abimanyu yang menyadari jika Milea terlihat kembali kesal buru-buru merengkuh kepala gadis itu dan mengecup puncak kepalanya.
"Jangan marah lagi, aku cuma bertanya " ucap Abimanyu.
"Aku tidak mau membahas itu lagi " jawab Milea dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan membahasnya lagi " jawab Abimanyu sambil melingkarkan satu tangannya di bahu Milea.
Milea mengangguk sambil melingkarkan tangannya di perut Abimanyu. Berada di dekat pria gunung es itu membuat Milea menjadi sedikit tenang dan melupakan sejenak kekecewaannya kepada keluarganya.