My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Penyusup


__ADS_3

Saat pertama kali menginjakkan kaki di cottage terapung di Pulau Putri, Maura langsung menyaksikan pemandangan laut yang indah dan angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi.


Sambil membaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya Maura langsung menghubungi Marvin untuk mengabari jika ia sudah tiba di Pulau Putri dengan selamat.


Marvin yang sedang berada di kantornya dan terlihat sedang sibuk menjadi tenang setelah mengetahui jika Maura sudah sampai di pulau Putri.


Selamat bersenang-senang Sayang


Marvin mengirimkan pesan kepada Maura sebelum pria tampan itu kembali tenggelam dengan pekerjaannya.


Setelah beristirahat selama dua jam, Maura dan rombongannya memulai menjelajahi keindahan pulau Putri dengan dipandu oleh tourguide.


Mereka menjelajahi sebagian spot yang ada disana dan berakhir setelah matahari mulai tenggelam.


Jika Maura sedang bersenang-senang dengan rombongannya di pulau Putri, lain lagi dengan Marvin. Pria tampan itualah terlihat sibuk dengan pekerjaan yang sengaja ia bawa dari kantor.


Marvin baru mengalihkan matanya dari laptopnya ketika Maura mengirimi banyak photo liburannya di pulau Putri.


Marvin menatap kagum photo-photo Maura yang tampak begitu cantik meskipun dilihat dari sudut manapun.


Marvin menyimpan ponselnya diatas meja kemudian ia beranjak menuju kamarnya.


Disana Marvin mengambil tas kemudian memasukkan beberapa bajunya.


Pria tampan itu tiba-tiba mengambil keputusan untuk menyusul Maura ke pulau Putri besok pagi.


*


Pagi ini setelah selesai sarapan Maura dan rombongannya bersiap untuk kembali menjelajahi keindahan pulau Putri yang belum sempat mereka jelajahi kemarin.


Hari ini mereka akan menikmati pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan juga berbagai jenis ikan cantik dengan snorkeling.


Ternyata Aquarium under water yang mereka kunjungi sehari sebelumnya membuat mereka ingin menikmati keindahan bawah laut secara langsung dengan snorkeling.


Rombongan para model itu kembali ke cottage ketika waktu menunjukkan jam empat sore.


Ketika Maura akan masuk ke kamarnya ia sedikit kaget ketika mendapati pintu kamarnya dalam keadaan tidak terkunci.Maura yakin jika ada pencuri yang masuk ke kamarnya.


Namun keyakinan Maura langsung sirna ketika mendapati ada sosok pria tampan yang sedang tertidur pulas diatas ranjangnya.


"Sayaaaang..kapan datang ?" Maura langsung berlari memburu Marvin kemudian meloncat dan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Marvin.


Marvin yang sedang tertidur pulas tentu saja kaget ketika ada benda berat yang tiba-tiba menimpa tubuhnya.


"Kakak sudah pulang ?" tanya Marvin begitu menyadari jika yang menimpa tubuhnya adalah Maura yang kini sudang duduk manis diatas perutnya.


"Sayang kenapa tidak bilang kalau mau nyusul ?" tanya Maura sambil menciumi seluruh wajah Marvin membuat pria tampan itu meringis kegelian.


"Aku tidak tahan jauh dari kakak " jawab Marvin lirih sambil mengelus paha mulus Maura yang berada disisi kiri dan kanan pinggangnya.

__ADS_1


"Hhmm..baru dua hari juga..kan kakak sudah bilang tunggu kakak pulang..orang cuma tiga hari " Maura mencubit ujung hidung Marvin.


"Dia yang sudah tidak tahan kangen sama kamu makanya langsung nyusul kesini " Marvin menekan bokong Maura kearah tongkat saktinya yang sudah menyesakan celananya sejak Maura duduk diatasnya.


"Dasar mesuum " Maura lagi-lagi mencubit ujung hidung Marvin ketika merasakan tongkat sakti suaminya yang menekan bagian intimnya.


"Kalau datang daritadi kenapa tidak nyusul malah tiduran di kamar ?" tanya Maura sambil mengelus rambut Marvin.


"Tadi pusing banget..mabuk laut padahal perjalanan cuma satu jam makanya langsung tidur " keluh Marvin.


"Kamu mabuk laut..ya Tuhaan kasian sekali " Maura memijit kepala Marvin agar meredakan pusingnya.


"Untung ada Bang Ihsan yang kasih kunci cadangan kamar kakak jadi bisa istirahat " ujar Marvin sambil memejamkan matanya menikmati pijitan jari Maura di kepalanya.


Maura menghentikan pijitannya ketika Marvin mengaku jika kepalanya sudah tidak terlalu pusing.


"Sayang.. sebentar lagi matahari akan tenggelam, aku ingin melihatnya sama kamu " Maura menarik tangan Marvin agar bangun.


Sore itu Marvin dan Maura menikmati matahari tenggelam dari depan kamar mereka sambil saling berpelukan.


"Sayang..cantik banget ya " ucap Maura sambil menunjuk langit yang berwarna jingga dan sebentar lagi akan berubah menjadi gelap.


"Iya..kamu cantik banget Sayang " jawab Marvin.


"Sayang..awannya yang cantik " Maura mencubit perut Marvin.


"Iya..iya awannya cantik seperti kakak " Marvin menangkap tangan Maura sambil meringis.


Setelah puas melihat matahari terbenam Marvin dan Maura bergabung dengan rombongan yang sedang bersiap untuk pesta barbeque.


Aneka ikan laut segar menjadi menu utama pesta barbeque itu. Marvin tampak terlibat obrolan serius dengan Bang Ihsan.


Suara musik membuat para model termasuk Maura berjoget dengan lincahnya.


Sambil mengobrol Marvin diam-diam memperhatikan Maura yang sedang berjoget dengan teman-temannya.


"Sayang ayo dong joget jangan ngobrol terus sama Bang Ihsan nanti ketularan gendut kayak Bang Ihsan " Maura meledek sang photografer yang memang bertubuh tambun.


"Awas kamu kak " Bang Ihsan melotot kearah Maura.


Maura hanya nyengir sambil menarik tangan Marvin mengajak untuk berjoged.


"Sayang..aku tidak mau " Marvin menolak namun Maura memaksa.


Suara tepuk tangan langsung terdengar ketika Marvin akhirnya mau menggerakkan tubuhnya seirama dengan musik.


"Sawer dong Bang kapan lagi liat suami aku joget " pinta Maura kepada Bang Ihsan sambil terus berjoged.


"Sawer suami kamu harus pake dolar..ga kuat Abang " jawab Bang Ihsan. Marvin tertawa mendengar jawaban Bang Ihsan.

__ADS_1


Alih-alih minta disawer ujung-ujungnya Marvin lah yang mengeluarkan uang untuk menyawer ketika Bang Ihsan mulai berjoget.


"Lah..uang kamu habis sayang.. nanti kita tidak bisa pulang " Maura melongo ketika melihat dompet Marvin yang habis terkuras untuk menyawer.


"Pake uang kamu dulu ya Sayang nanti aku ganti " jawab Marvin.


Kemeriahan pesta berakhir menjelang dini hari. Marvin dan Maura kembali ke kamar dalam keadaan mengantuk.


Maura langsung terkapar diatas kasur dengan perut yang kenyang begitu juga dengan Marvin.


"Sayang..malam ini seru banget ya " Maura memiringkan tubuhnya kearah Marvin dan menumpukan dagunya di dada Marvin.


"Iya " jawab Marvin.


"Tadi ngantuk banget tapi sekarang kenapa ngantuknya hilang ya " jari lentik Maura iseng membuat pola didada Marvin.


"Kenapa..mau joget lagi ?" tanya Marvin.


"Tidak " jawab Maura sambil menatap Marvin dengan matanya yang sayu.


"Mau sesuatu ?" tanya Marvin penuh makna.


"Terserah kamu Sayang " jawab Maura.


"Jangan terserah dong Sayang.. kalau tidak mau lebih baik kita tidur saja " ujar Marvin.


"Jangan tidur..iya kakak mau " ucap Maura malu.


"Mau apa ?" tanya Marvin menggoda.


Marvin tampak gemas melihat wajah Maura yang tampak merah karena malu.


"Mau ini " jawab Maura sambil mere mas benda pusaka milik suaminya


"Sayang..argh kamu nakal " Marvin pun langsung melahap bibir Maura dan membiarkan tangan mulus Maura mere mas bagian bawah tubuhnya dan mempermainkan nya dengan nakal.


Marvin yang sudah tidak dapat menahan hasratnya buru-buru melepaskan semua baju yang melekat ditubuh mereka sehingga benar-benar polos dan mereka pun saling mencumbu dengan penuh gairah.


Suara deburan ombak bersahutan dengan suara desa han dan erangan yang keluar dari bibir Maura dan Marvin.


Tubuh Maura tampak terguncang ketika tubuh kokoh Marvin yang ada diatas tubuhnya terus bergerak maju mundur dengan tempo yang cepat.


'Sayaaang..lebih cepat arghh.." Maura meracau dengan tubuh terus berguncang.


Keduanya mengerang bersamaan ketika mereka sampai pada puncaknya dan akhirnya tubuh Marvin pun ambruk diatas tubuh Maura.


Ketika matahari mulai terbit, Maura dan Marvin masih bergelung dibawah selimut dengan tubuh yang masih polos.


Pagi itu Maura ditinggalkan oleh teman-temannya yang bersiap akan pulang ke Jakarta.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Maura semalam Marvin meminta ijin kepada pihak manajemen untuk melanjutkan menginap di Pulau Putri sampai beberapa hari kedepan dan pihak manajemen pun mengijinkan.


__ADS_2