My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Panggilan Sayang


__ADS_3

Pagi ini Abimanyu merasa ada yang aneh. Jika biasanya ketika membuka mata ia melihat Milea masih tergolek dalam pelukannya namun pagi ini Abimanyu tidak mendapati Milea dalam pelukannya.


Setelah dicari akhirnya Abimanyu menemukan Milea tengah menyiapkan sarapan bersama Mikha dan Maura di dapur.


Jika saja tidak ada Mikha dan Maura juga pelayan ingin sekali Abimanyu memeluk tubuh Milea dari belakang dan menghadiahinya dengan ciuman karena telah berhasil bangun lebih dulu darinya.


Tidak ingin mengganggu aktivitas Milea di dapur Abimanyu pun memilih kembali ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi Abimanyu kaget ketika mendapati Milea sedang menyiapkan bajunya. Karena hari libur Milea menyiapkan celana pendek dan kaos oblong berikut dalaman untuk Abimanyu.


"Apakah kamu sedang demam ?" Abimanyu meletakan punggung tangannya di kening Milea.


"Ck..kak Abi kenapa sih ?" Milea menepiskan tangan Abimanyu.


"Hari ini kamu aneh sekali, aku jadi khawatir melihatnya" ujar Abimanyu.


"Aneh bagaimana maksud kak Abi ?" dahi Milea mengernyit.


"Pagi ini kamu bangun duluan dari aku..aku juga lihat kamu ikut sibuk bantu Mamih dan kak Maura bikin sarapan di dapur "


"Aku ingin menjadi istri yang baik seperti nasehat Papih dan Mamih semalam " jawab Milea sambil membantu Abimanyu merapikan kaosnya.


Abimanyu menatap Milea tidak percaya.Sebetulnya dengan Milea mau nurut kepadanya saja itu sudah cukup bagi Abimanyu.


"Kak Abi seperti yang tidak senang melihat aku berubah " Milea menatap Abimanyu sambil memberenggut.


"Mana mungkin aku tidak senang, aku cuma masih kaget saja..seperti mimpi saja " jawab Abimanyu


"Aauww..sakit ! kenapa kamu mencubit aku ?" pekik Abimanyu.


"Untuk membuktikan kalau kak Abi tidak sedang bermimpi " jawab Milea. Abimanyu pun tertawa.


"Karena aku sedang bahagia kamu boleh minta sesuatu kepadaku " Abimanyu memeluk pinggang Milea dan mendekapnya erat.


"Sungguh ?" mata Milea membola. Abimanyu menjawab dengan anggukan.


"Aku cuma minta kak Abi jangan panggil aku dengan sebutan anak nakal lagi, karena aku sedang berusaha menjadi istri yang baik " pinta Milea menatap dalam manik mata Abimanyu.


"Aku tidak mau " jawab Abimanyu.


"Kalau kak Abi tidak mau berarti aku akan kembali menjadi anak nakal saja..karena ucapan itu adalah doa "


"Heeeh jangan..baiklah..kamu mau kak Abi panggil kamu apa ?" Abimanyu semakin merapatkan tubuh mereka.


"Sayang..aku mau kak Abi panggil aku sayang !" pinta Milea.


Abimanyu terdiam, sebetulnya ia sudah beberapa kali memanggil Milea dengan sebutan Sayang namun Milea tidak menyadarinya.


"Baiklah..aku akan panggil kamu Sayang..puas anak nakal ?" Abimanyu mencubit ujung hidung Milea dengan gemas.


"Kenapa masih panggil anak nakal ?" Milea langsung protes.

__ADS_1


"Iya kak Abi lupa..maaf ya Sa..yang " jawab Abimanyu.


"YESS.. akhirnya kak Abi bilang sayang padaku " Milea berjingkrak-jingkrak kegirangan saking senangnya.


Abimanyu melongo menatap reaksi Milea ketika ia memanggilnya Sayang..sungguh mengejutkan.


*


Dua hari menginap di rumah Adam membawa perubahan besar pada diri Milea. Kini setiap pagi Milea selalu bangun lebih dulu dari Abimanyu dan rajin membantu Felisha menyiapkan sarapan pagi.


Melihat perubahan pada diri menantunya tentu saja membuat Bagas dan Felisha semakin menyayangi Milea seperti anaknya sendiri.


Pagi ini Milea tidak dapat bangun pagi karena Abimanyu yang tidak mau melepaskan pelukannya.


"Kak..aku mau bangun, lepasin dong !" pinta Milea.


"Sekarang kan hari Sabtu Yang, aku masih ingin peluk kamu " Abimanyu mengeratkan pelukannya di tubuh Milea.


Milea akhirnya mengalah dan balas memeluk Abimanyu sampai pria itu nyaris memejamkan matanya kembali begitu juga Milea.


Dua jam kemudian Abimanyu dan Milea yang kembali tertidur dengan saling berpelukan terpaksa membuka matanya ketika terdengar suara ketukan yang sedikit kencang bahkan terdengar seperti gedoran.


"Om Abiii..aunty Milea..buka dong pintunya !" terdengar suara berisik bocah dari depan pintu kamar pengantin baru itu.


"Anak-anak itu tidak bisa melihat kita senang " keluh Abimanyu yang enggan melepaskan Milea dari pelukannya.


"Aku saja yang buka " Milea melepaskan diri dari pelukan Abimanyu untuk membukakan pintu.


"Aunty Milea..Om Abiii.. Arsyi dan si kembar Safira dan Sahira langsung menghambur masuk kemudian mereka langsung naik keatas kasur dimana Om nya berada.


"Om banguun..sudah siang !" Arsy mencolek-colek hidung Abimanyu sementara sikembar langsung naik keatas tubuh Abimanyu.


"Kalian disuruh Mama dan Bunda ya gangguin Om sama Aunty Milea ?" tanya Abimanyu setelah membuka matanya.


"Bagaimana Om Abi bisa tau ?" ketiga bocah berpipi bulat itu saling pandang satu sama lain. Berarti benar dugaan Abimanyu jika ibu-ibu mereka yang menyuruh mengganggu tidurnya dengan Milea.


"Karena Om kan sakti " jawab Abimanyu asal.


"Benarkah ?" tanya ketiga bocah itu.


"Bohong..Om Abi becanda " Milea yang menjawab. Abimanyu hanya terkekeh geli.


"Kalian turun dulu, Om Abi dan Aunty Milea nya mau mandi dulu " Abimanyu akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan tidurnya karena ulah tiga pengganggu cilik.


Ketiga bocah perempuan itu pun langsung turun dari ranjang kemudian berlari keluar dari kamar dan melaporkan jika mereka telah berhasil membangunkan Om dan Aunty nya.


"Katanya Om Abi mau mandi dulu sama Aunty Milea nya " ucap Arsy.


"Mentang-mentang pengantin baru mandi saja harus barengan " gumam Sadewa yang langsung mendapat cubitan dari Cindy.


"Kamu juga dulu begitu Yah " bisiknya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Milea dan Abimanyu pun keluar dari kamar dalam keadaan segar dan rambut yang basah habis keramas.


"Keramas terus " ledek Nakula.


"Apaan sih kak " jawab Abimanyu santai, sementara wajah Milea terlihat memerah.


"Tidak usah meledek !" Bagas memperingatkan demi melihat wajah menantu nakalnya yang merah karena malu.


"Dek hari ini kita akan pergi jalan, kamu siap-siap gih !" ucap Zhifana kepada Milea.


"Jalan kemana kak ?" tanya Milea.


"Kita we time..biar anak-anak sama bapaknya " jawab Cindy.


"Kalian tidak bilang sebelumnya mau ajak Milea pergi " Abimanyu langsung protes.


"Rencananya dadakan Bi..tadi pagi Mommy telepon kita " jawab Zhifana.


"Mommy mau bilang tapi kaliannya masih tidur " ucap Felisha.


"Anak-anak ditinggal Mom ?" tanya Abimanyu.


"Ya..kan ada Daddy, Kak Nakula, kak Dewa dan kamu yang jagain mereka " jawab Felisha santai.


"Kamu bantuin kakak pegang si kembar ya Bi..kakak suka keteter kalau mereka berantem " Sadewa menatap Abimanyu memohon.


"Iya kak " jawab Abimanyu.


"Hitung-hitung latihan Bi..biar nanti kalau punya anak sudah terbiasa " Bagas menepuk bahu Abimanyu.


Setelah mendapat ijin dari suamihsuami mereka,kelima wanita cantik itu pun pergi entah kemana.


Alysha ikut karena terus merengek minta diajak.


Setelah Felisha, Zhifana, Cindy, Milea dan Alysha pergi keempat pria tampan di rumah itupun mulai terlihat sibuk mengurus anak-anak yang ditinggalkan pergi oleh ibu-ibu mereka.


Arka dan Satria yang sudah mulai besar tampak anteng bersama Bagas. Sedangkan Arsy, Safira dan Sahira yang masih kecil cukup membuat Nakula ,Sadewa dan Abimanyu kerepotan. Apalagi Safira dan Sahira yang sering bertengkar karena memperebutkan mainan yang sama.


Disaat para pria kerepotan mengurus anak-anak di rumah, lain halnya dengan Felisha, Zhifana, Cindy, Milea dan Alysha. Mereka terlihat sedang memanjakan diri di sebuah salon kecantikan.


Setelah menghabiskan waktu berjam-jam di salon, mereka pun pergi ke sebuah restoran untuk memanjakan perut mereka.


Setelah puas memanjakan tubuh dan perut, kini mereka memanjakan mata dengan berbelanja. Kesenangan kelima wanita itu tanpa sadar telah membuat satu wanita dikeluarkan Bagas yang tinggal nun jauh disana menangis dalam dekapan pria tampan bermata sipit karena rindu.


"Aku kangen sama mereka Yang " Luna terisak dalam pelukan Kenzo.


"Kan sebulan yang lalu kita baru ke Jakarta waktu Abi dan Milea menikah " Kenzo mengusap punggung Luna.


"Iya tapi kita tidak sempat jalan bareng karena Abi dan Milea langsung pergi bulan madu " ujar Luna.


"Sabar ya Sayang..bulan depan kita ke Jakarta lagi. Aku ada kerjaan di Jakarta " ucap Kenzo membuat mata Luna langsung berbinar.

__ADS_1


"Jangan bohong ya Sayang "


"Iya..tidak akan bohong " jawab Kenzo.


__ADS_2