My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Bau Alkohol


__ADS_3

Maura baru selesai menyusui kedua buah hatinya ketika sore itu Marvin pulang dari kantor.


"Tidur yang nyenyak ya anak-anak Ayah !" Marvin mengusap pipi si kembar dengan ibu jarinya.


Dika dan Rani menggeliat dalam tidurnya ketika merasa ada yang menyentuh pipi mereka.


"Mereka terlihat cepat sekali besar ya Sayang " ujar Marvin sambil menoleh kearah Maura yang duduk di sisi ranjang bayi.


"Bagaimana tidak cepat besarnya orang mimiknya kuat banget apalagi Dika " jawab Maura sambil mencolek pipi bayi tampan yang mulai terlihat semakin mirip dengan Marvin itu.


"Mereka itu ingin cepat besar agar bisa bermain dengan kita..aku tidak sabar menanti mereka memanggil kita Ayah dan Bunda " ucap Marvin.


"Iya Sayang " jawab Maura.


Setelah puas melihat si kembar, Marvin dan Maura meninggalkan kedua bayi mungil itu dalam pengawasan kedua baby sitter mereka.


"Sayang..malam ini aku mau keluar dulu ya " ucap Marvin setelah mereka berada di kamar.


"Mau keluar kemana ?" tanya Maura menatap tajam kearah Marvin yang hendak beranjak ke kamar mandi.


"Mau menemui Felix dia kebetulan sedang berada di Jakarta..boleh ya Sayang " pinta Marvin.


"Iya " jawab Maura.


Setelah mendapat persetujuan dari Maura pria tampan itu pun buru-buru masuk ke kamar mandi untuk bersiap-siap.


Selagi Marvin berada di kamar mandi Maura menyiapkan baju untuk Marvin dan diletakan diatas kasur.


Marvin yang keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya langsung memakai baju yang disiapkan oleh Maura di hadapan wanita cantik itu.


Maura menelan salivanya melihat belalai suaminya yang menggantung diantara pangkal pahanya.


Marvin yang mengetahui arah pandang istri kecilnya itu hanya tersenyum. " Mau pegang ?" tanyanya menggoda.


"Tidak " jawab Maura dengan wajah merah merona.


"Pulangnya jangan terlalu malam aku suka tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk kamu " pinta Maura manja.


"Iya..sudah ketemu Felix juga langsung pulang " jawab Marvin sambil menyisir rambutnya.

__ADS_1


Setelah merasa penampilannya sempurna Marvin pun bersiap untuk pergi menemui Felix.


"Mau kemana Vin ?" tanya Mikha ketika melihat putra bungsunya itu sudah rapi.


"Mau ketemu Felix Mih.. kebetulan dia sedang ada di Jakarta " jawab Marvin.


"Pulangnya jangan terlalu malam.. jangan sampai istri kamu minta tidur sama Papih dan Mamih nanti malam " ancam Adam.


"Iya Pih " jawab Marvin sambil tertawa.


Malam itu Marvin pun pergi menemui Felix di sebuah bar yang berada tidak jauh dari hotel tempatnya menginap.


Suara dentuman musik menyambut kedatangan Marvin disana. Tidak sulit bagi Marvin untuk menemukan pria berwajah oriental itu.


Felix tampak sedang duduk dengan segelas minuman di tangannya. Marvin terlihat heran ketika mendapati wajah Felix yang kusut.


"Kenapa Lo..sedang ada masalah ?" tanya Marvin sambil duduk di sebelah Felix.


"Gw sedang suntuk..Lo harus temani gw malam ini " jawab Felix.


Bau alkohol langsung tercium dari mulut Felix, entah sudah berapa sloki yang sudah ia minum malam ini.


"Suntuk kenapa ?" tanya Marvin.


Mendengar jawaban Felix Marvin pun mengerti, sudah sejak lama sahabatnya itu berusaha menghindar dari perjodohan dan sepertinya sekarang ia sudah tidak bisa menghindar lagi.


"Kalau tidak suka kenapa tidak menolak saja ?" tanya Marvin sambil meneguk jus jeruknya.


"Ga bisa Vin..sebelum gw kawin bisnis kedua orangtua kita sudah lebih dulu kawin " jawab Felix.


"Ya..ya gw mengerti " ujar Marvin.


"Keponakan Lo tau kalau Lo mau menemui gw ?" tanya Felix sambil menenggak habis minuman ditangannya.


"Ya..Maura tau kalau gw akan berte6 Lo " jawab Marvin.


"Gw iri sama Lo Vin..Lo bisa menikah sama orang yang benar-benar Lo cinta..meskipun hubungan Lo sama tu bocil sempat ditentang namun Lo bisa memperjuangkannya..tidak seperti gw..kalau gw nekad menentang perjodohan ini hancur semua bisnis keluarga gw " oceh Felix.


Sebagai sahabatnya Marvin dengan setia mendengar semua keluh kesah Felix.

__ADS_1


"Lo sudah terlalu banyak minum " Marvin menjauhkan gelas berisi minuman memabukkan itu dari hadapan Felix.


"Satu lagi ya Vin " Felix hendak menenggak minumannya namun dilarang oleh Marvin karena Felix sudah mulai mabuk.


"Gw bilang sudah minumnya..lebih baik kita pulang..gw antar Lo ke hotel " Marvin merebut gelas dari tangan Felix dan sialnya minuman memabukkan itu malah tumpah mengenai kemejanya.


Akhirnya Marvin berhasil membawa Felix keluar dari Bar dan mengantarkan ke hotel tempatnya menginap.


Felix yang sudah dalam keadaan mabuk langsung terkapar diatas kasur bersprai putih itu.


Karena malam semakin larut akhirnya Marvin pun meninggalkan Felix setelah pria itu tertidur dengan pulas nya.


Marvin sampai di rumah ketika jarum jam ditangannya menunjukkan angka satu. Dengan berjalan mengendap-endap karena takut membangunkan Maura Marvin masuk ke kamarnya.


Setelah berada di kamarnya Marvin terkejut ketika mendapati Maura ternyata belum tidur.


"Sayang..kenapa belum tidur ?" tanya Marvin.


"Aku tidak bisa tidur kalau tidak dipeluk kamu " jawab Maura manja.


"Ya ampuun kakaaak " Marvin meraih tubuh mungil Maura kedalam pelukannya.


"Kamu bau...kamu habis minum ya ?" Maura tiba-tiba mendorong badan Marvin ketika tercium bau alkohol dari baju Marvin.


"Tidak Sayang..aku tidak minum. tadi itu Felix tidak sengaja menumpahkan minumannya ke baju aku " jawab Marvin.


"Emangnya kalian habis darimana sih ?" tanya Maura menatap tajam kearah Marvin.


"Kita..mm..ketemuan di Bar " jawab Marvin sambil mengusap belakang kepalanya.


"Ooh jadi kalian habis dari Bar..tau gitu aku tidak akan tunggu kamu pulang " omel Maura sambil menjauh dari Marvin.


"Sayang..jangan marah dong " Marvin mengikuti langkah Maura menuju ranjang mereka.


"Kamu bau..aku tidak mau tidur sama kamu " Maura memberikan bantal kepada Marvin.


"Aku ganti baju dulu ya..atau perlu aku mandi dulu " ucap Marvin.


"Terserah..tapi malam ini aku tidak mau tidur sama kamu " kekeh Maura sambil menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Setelah mengganti bajunya Marvin pun mengambil bantal yang diberikan Maura kemudian tidur di atas sofa.


Setelah Maura tertidur dengan lelap Marvin pun pindah ke ranjang mereka bersama Maura.


__ADS_2