My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Kena Tilang


__ADS_3

Abimanyu melajukan mobilnya menuju rumah Opa dan Oma Milea. Suasana tampak hening karena mereka tidak ada yang berbicara. Mereka berkomunikasi hanya melalui jemari mereka yang saling bertautan.


"Besok kita akan kembali ke Jakarta jam berapa ?" tanya Abimanyu memecah kesunyian diantara mereka.


"Jam 10 an saja soalnya Malik pasti susah bangun pagi kalau disini, tapi sebelumnya mampir dulu ya ke rumah Mama Arin " jawab Milea.


"Iya " jawab Abimanyu singkat.


"Besok kita pulang pake mobil kak Maura saja disuruh Opa " ucap Milea. Abimanyu hanya mengangguk.


Abimanyu membawa Milea berputar-putar kota Bandung sebelum mereka pulang. Karena Abimanyu yang tidak banyak bicara hanya suara alunan musik saja yang terdengar dari perangkat audio di mobil Maura membuat Milea mengantuk dan akhirnya tertidur.


"Diajak kencan malah tidur " Abimanyu tersenyum simpul melihat Milea yang tertidur pulas di sampingnya. Pria tampan itu tidak menyadari jika saja ia lebih banyak bicara pasti Milea tidak akan tidur di dalam mobil.


Melihat Milea yang tertidur pulas Abimanyu pun langsung membawa Milea pulang.


"Mile..bangun, sudah sampai " Abimanyu menepuk-nepuk pipi Milea lembut.


"Sudah sampai ya ?" Milea membuka matanya kemudian turun dari mobil.


Tanpa menoleh lagi kearah Abimanyu Milea pun langsung masuk ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


Setelah memasukan mobil Maura kedalam garasi Abimanyu pun langsung masuk ke kamarnya dan mulai paking agar besok semua sudah siap.


Setelah selesai paking barulah Abimanyu naik keatas kasurnya dan tidur.


Keesokannya sesuai rencana mereka tepat jam 10 pagi mereka pamit kepada Opa dan Oma untuk pulang ke Jakarta.


"Hati-hati di jalan, tidak usah ngebut " pesan Opa kepada Abimanyu.


"Baik Opa " jawab Abimanyu.


Setelah berpamitan Abimanyu pun melajukan mobilnya menuju rumah Arin sesuai janji Milea yang akan mampir sebelum pulang ke Jakarta.


Mereka hanya sebentar di rumah Arin dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.


Sepanjang perjalanan Abimanyu dan Malik banyak membahas tentang komik Jepang koleksi mereka.


"Nanti kakak titipin kak Milea buat kamu " janji Abimanyu.


"Terimakasih kak " jawab Malik.


"Apa enaknya sih baca komik, lebih asik nonton drakor " gumam Milea.


"Kesukaan laki-laki dan perempuan kan beda kak " jawab Malik. " iya gak kak Abi ?"


"Iya dong " jawab Abimanyu sambil bertos ria ala laki -laki.

__ADS_1


"Hmm..kalian bersekutu melawan aku " cibir Milea.


Malik dan Abimanyu tertawa mengejek membuat Milea menjadi semakin cemberut karena tidak mempunyai sekutu.


Perjalanan mereka tersendat cukup lama karena terjadi insiden tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa mobil.Malik yang merasa bosan akhirnya tertidur di kursi belakang.


"Kalau mengantuk tidur saja !" titah Abimanyu.


"Aku tidak ngantuk " jawab Milea sambil mempermainkan kuku Abimanyu karena jari mereka sedang saling bertautan.


Karena macet yang cukup parah mobil mereka nyaris tidak bisa bergerak, Abimanyu menyandarkan kepalanya disandaran jok mobil tanpa melepaskan tautan tangan mereka.


"Nyampe rumah kapan kalau macet begini ?" keluh Milea yang mulai merasa bosan.


"Sabar !" ucap Abimanyu singkat.


"Mau roti isi ?" tanya Milea.


Sebelum pergi Oma membuatkan roti isi untuk bekal mereka di jalan.


"Ya " jawab Abimanyu.


Abimanyu melepaskan tautan tangan mereka ketika ia memakan roti isinya. Sambil menunggu Abimanyu menghabiskan roti isinya Milea menyiapkan Tumbler berisi minum untuk Abimanyu.


Setelah menghabiskan roti isinya Milea memberikan Tumbler itu kepada Abimanyu dan langsung ditenggak hingga menyisakan setengah isinya.


Abimanyu kembali menegakkan duduknya ketika mobil di depannya mulai melaju perlahan dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


Setibanya di rumah Adam, Abimanyu meminta sopir keluarganya untuk menjemputnya di rumah Adam.


"Besok mulai masuk sekolah, belajar yang benar dan persiapkan semua keperluan sekolah kamu dari sekarang !" pesan Abimanyu sebelum pulang.


"Iya " jawab Milea.


"Dan jangan lupa jangan sampai ketinggalan informasi lagi " tambahnya.


"Iya cerewet..lama-lama kak Abi seperti Mommy aku saja " Milea menggerutu sambil mengantarkan Abimanyu ke mobilnya.


*


Hari pertama masuk sekolah Milea tampak sangat semangat. Dari subuh ia sudah bangun dan mempersiapkan semuanya. Bahkan ketika Abimanyu datang menjemputnya Milea langsung masuk kedalam mobil dengan riangnya.


"Hari ini aku senang sekali karena bisa bertemu lagi sama teman-teman aku " oceh Milea ketika berada di dalam mobil.


"Hari pertama masuk biasanya tidak langsung belajar, kemungkinan kita pulang cepat..kalau aku nongkrong sama teman-teman aku boleh ya ?" tanya Milea.


"Ya " jawab Abimanyu.

__ADS_1


Abimanyu tentu saja mengijinkan karena ia sudah mulai mengenal teman-teman Milea yang menurutnya tidak senakal yang dipikirkan.


"Kalau aku pulang cepat berarti kak Abi tidak usah jemput, aku nanti pulangnya minta diantarkan si Sam saja " pesan Milea.


"Ya " jawab Abimanyu lagi.


"Dari tadi jawabnya ya..ya..terus, ga bisa panjangan dikit " sungut Milea.


Abimanyu hanya melirik sekilas kepada Milea kemudian kembali fokus pada jalanan yang mulai padat.


Setelah mobil Abimanyu berhenti di depan sekolah, Milea yang hendak buru-buru turun tiba-tiba tertahan karena Abimanyu menarik tas punggungnya.


"CK.. kebiasaan deh " sungut Milea.


"Main kabur saja " ucap Abimanyu sambil menyodorkan tangan kanan nya. Milea yang mengerti langsung mengambil tangan Abimanyu dan meletakkan ke jidat nya lalu buru-buru pergi sebelum si gunung es itu kembali menarik tasnya.


"Dasar anak nakal masa cium tangannya begitu " gumam Abimanyu sambil mulai melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Milea.


Perkiraan Milea jika hari ini akan pulang cepat ternyata terbukti. Setelah mendapat kelas barunya dan berkenalan dengan wali kelas yang baru semua siswa diperbolehkan pulang karena kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada esok harinya.


"Kita mau kemana sekarang ?" tanya Samuel setelah semua anggota geng nya masuk kedalam mobilnya.


"Cari makan " jawab Milea, Mona, Rima,Ari dan Leon kompak.


"Baiklah " jawab Samuel sambil melajukan mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan.


Rencananya setelah makan mereka akan melanjutkan dengan bermain sepuasnya di sana.


Namun sebelum sampai di tempat yang dituju di jalan mereka malah terjaring razia gabungan.


Samuel yang lupa membawa SIM dan STNK tampak pasrah ketika akhirnya petugas kepolisian yang bertugas merazia memberinya surat tilang.


"Kenapa Lo bisa lupa bawa SIM dan STNK sih Sam ?" omel Milea.


"Gw tadi bangun nya kesiangan. Gw lupa bawa dompet dan kunci mobil yang gw bawa ini kunci cadangan jadi STNK nya ga kebawa " jawab Samuel.


"Lu urusin nih surat tilangnya sama kakaknya si gunung es !" Samuel memberikan surat tilang itu kepada Milea.


"Kenapa dikasih ke gw..yang ditilang kan Lo " Milea menolak.


"Lo ga setia kawan banget sih Mil.. kakaknya si gunung es kan Polisi " jawab Samuel.


Meskipun ragu akhirnya Milea pun terpaksa mengambil surat tilang dari tangan Samuel.


"Kalian tau ga sih sebetulnya gw itu takut sama kak Dewa " cicit Milea.


"Masa sama calon kakak ipar takut " Samuel tidak mau tau.

__ADS_1


Meskipun diwarnai dengan insiden kena tilang namun keenam remaja itu tetap melanjutkan untuk mencari makan di restoran seperti niat awal mereka.


Namun setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang dan Milea meminta Samuel untuk mengantarnya ke kantor Abimanyu.


__ADS_2