
Rumah keluarga Adam di Bandung yang biasanya sepi kini terlihat ramai karena semua keluarga berkumpul mumpung Papa dan Mama belum kembali ke Kanada.
Diantara semua keluarga hanya Milea dan Abimanyu yang tidak ada. Milea terpaksa ikut pulang ke Jakarta karena Abimanyu ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Si Gemoy mana kak ?" tanya Seno ketika tidak dilihatnya keponakannya yang sedikit nakal itu.
"Milea pulang ke Jakarta tadi pagi karena Abi ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan " jawab Millie.
"Ngomong-ngomong anak itu bisa ngurus suami tidak ya kak ?" tanya Selin kepada Milea.
"Entahlah..kakak juga tidak yakin " jawab Millie sambil terkikik.
"Kamu itu meragukan anak sendiri kak " omel Arin.
"Bukan meragukan anak sendiri Aunty..tapi Aunty tau sendiri bagaimana Milea itu.. sepertinya Abi harus banyak mengusap dada menghadapi anak itu " lanjut Millie.
"Belum tentu seperti itu kak..buktinya setelah beberapa bulan menikah mereka terlihat baik-baik saja, bahkan Mamih lihat mereka semakin mesra " ujar Mikha.
"Iya..Milea juga sekarang terlihat nurut sama Abi " tambah Adam.
"Kalau begitu bagus Bang..Abi bisa membimbing Milea menjadi lebih dewasa " ujar Seno.
"Iya " jawab Adam.
"Akhirnya si Gemoy sudah mendapatkan pawangnya " seloroh Selina sambil tertawa.
"Sudah jangan membicarakan Milea terus, kasian nanti telinganya panas " nasehat Mama.
Disaat semua orang sedang membicarakan Milea, di teras belakang Marvin tampak sedang mengobrol dengan Zico sambil menikmati kopi dan sepiring pisang goreng. Ini adalah untuk yang pertama kali mereka mengobrol sejak saling mengenal satu sama lain.
"Rencananya kalian akan bulan madu kemana ?" tanya Marvin setelah menyesap kopi hitamnya.
"Dua hari lagi kita akan kembali ke Bali. Sedang banyak pekerjaan jadi belum sempat merencanakan pergi bulan madu " jawab Zico.
"Bali juga tempat yang bagus untuk bulan madu " saran Marvin.
"Ya..bulan madu sambil bekerja di rumah sendiri " Zico terkekeh.
Obrolan kedua pria tampan itu terjeda ketika si kembar Dika dan Rani datang menghampiri mereka kemudian berebut naik kepangkuan Marvin.
"Aku mau digendong Ayah " Rani naik kepangkuan Marvin.
"Aku juga " Dika tidak mau kalah, ia berusaha menyingkirkan Rani agar tidak naik kepangkuan Marvin.
"Gini nih kalau punya anak kembar selalu saja berebut " Marvin berusaha melerai si kembar yang mulai bertengkar berebut Ayah mereka.
"Dika duduknya sama Om Zico saja yuk !" Zico membujuk Dika agar mau bersamanya.
Diluar dugaan bocah tampan yang mewarisi ketampanan Marvin itu pun mau duduk dipangku oleh Zico.
Marvin dan Zico pun melanjutkan mengobrol dengan Rani dan Dika dalam pangkuan mereka.
__ADS_1
Saking asiknya mengobrol Marvin dan Zico tidak menyadari jika si kembar tertidur dalam pangkuan mereka.
Menyadari jika si kembar tidur Marvin pun pamit untuk memindahkan mereka ke kamar. Zico membantu menggendong Dika untuk ditidurkan di kamar Marvin.
"Terimakasih " ucap Marvin. Zico hanya mengangguk.
"Kalian mengobrol apa saja sih Yang.. tumben akur " tanya Maura setelah kembali ke kamarnya.
"Obrolan laki-laki " jawab Marvin.
"Aku sampai khawatir takut kalian berkelahi..biasanya kamu kan cemburuan sama kak Zico " Maura mencolek pinggang Marvin.
"Tidak, dia kan sekarang sudah menjadi adik sepupu aku " jawab Marvin sambil tersenyum kecut.
"Berarti aku boleh dong bertegur sapa sama kak Zico ? kita kan sudah menjadi saudara sepupu ?" tanya Maura.
"Seperlunya saja..tidak usah berlebihan " jawab Marvin tegas.
"Ternyata kamu masih cemburuan hahaha " Maura tertawa melihat Marvin yang masih menyimpan rasa cemburu kepada Zico membuat wajah Marvin semakin masam.
"Kamu itu jangan cemburuan dong Sayang, kita sudah punya anak dua mana mungkin aku berpaling dari Om ku yang ganteng ini " rayu Maura sambil duduk dipangkuan Marvin.
"Aku tidak senang kamu dekat-dekat dengan Zico " Marvin memperingatkan Maura.
"Iya..aku tau batasannya kok Sayang " jawab Maura seraya mempermainkan kancing piyama Marvin dengan manjanya.
Rasa cemburu Marvin perlahan mulai mereda demi melihat Maura yang sedang berusaha menggodanya.
"Kita main di sofa saja ya Sayang, aku kangen sama kamu " bisik Marvin .
"Memang kalau di kasur kenapa ?" tanya Maura.
"Aku tidak mau mengganggu tidur anak-anak karena kamu itu suka berisik " jawab Marvin sambil terkekeh.
"Enak saja..yang ada juga kamu Sayang yang berisik " balas Maura sambil menggigit dagu Marvin dengan gemas.
Gigitan di dagu Marvin membuat pria itu langsung membalasnya dengan cara menerkam bibir Maura dengan rakus.
"Kamu itu lucu kalau sedang cemburu " ucap Maura pada saat tautan bibir mereka terjeda.
"Aku tidak cemburu " Marvin terlalu gengsi untuk mengakui jika dirinya memang cemburu.
"Masih tidak mau mengaku " Maura terkekeh sambil mencium bibir Marvin dengan gemas.
*
Setelah mengantarkan Dika yang tertidur ke kamar Marvin, Zico pun kembali ke kamarnya karena malam semakin larut.
"Darimana kamu ?" tanya Selina.
Sejak memutuskan menjalin hubungan yang serius mereka tidak lagi memanggil dengan sebutan Lo gue.
__ADS_1
"Kamar Maura " jawab Zico berniat menggoda Selina.
"Whaaat..kamar Maura ?" Selina langsung melotot kearah Zico.
"Tidak usah melotot begitu " Zico terkekeh melihat ekspresi Selina mendengar ia ke kamar Maura. " Aku habis nganterin Dika yang tidur di gendongan aku..kasian kak Marvin kerepotan mindahin dua anak " lanjut Zico.
"Oh..aku kira__"
"Jangan ngaco " pungkas Zico. Ia tau apa yang ada dalam kepala Selina.
"Kak Marvin tadi bertanya kita akan pergi bulan madu kemana " Zico menarik tubuh Selina kedalam pangkuannya.
"Kamu jawab apa ?" tanya Selina sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Zico.
"Aku bilang ke Bali, liburan sambil kerja " jawab Zico.
"Apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi untuk bulan madu kita ?" tanya Zico menatap lembut kearah sahabat sekaligus istrinya itu.
"Untuk saat ini tidak..kamu kan sedang banyak pekerjaan " jawab Selina.
Selina sangat hapal kesibukan Zico karena sudah dua tahun ini ia ikut membantu mengelola hotel milik keluarga Zico.
"Kalau untuk bulan madu aku bisa menyempatkan waktu satu Minggu " ucap Zico.
"Kita tunda saja dulu sampai semua pekerjaan kamu selesai " putus Selina.
"Baiklah..aku nurut apa yang kamu mau karena kamu adalah ratunya " ucap Zico sambil menyatukan bibir mereka.
Selina semakin mengeratkan belitan tangannya di leher Zico membuat ciuman mereka semakin dalam. Ketika ciuman mereka berubah menjadi semakin panas tanpa Selina sadari tangan Zico menyusup kebalik baju tidur Selina dan menyusuri paha Selina sampai ke pangkalnya.
"Jangan kesana " Selina menahan tangan Zico ketika tangan itu nyaris menyentuh area sensitif nya.
"Kenapa tidak boleh ? semua yang ada pada diri kamu adalah punyaku " Zico langsung protes.
"Aku sedang datang tamu bulanan " jawab Selina dengan suara pelan.
"Aargh..dasar tamu tidak sopan " umpat Zico.
"Maaf " cicit Selina.
"Biasanya berapa hari ?" tanya Zico.
"Paling satu Minggu " jawab Selina.
"Sepertinya kita akan melakukannya setelah kembali ke Bali " ujar Zico.
"Iya " jawab Selina.
" Baiklah..kamu punya waktu satu Minggu untuk mempersiapkan diri " ujar Zico. " Aku akan membuat kamu tidak bisa berjalan " bisiknya.
"Oke..siapa takut " tantang Selina.
__ADS_1