
Abimanyu yang baru membuka matanya kaget ketika mendapati Samuel tengah tidur sambil memeluknya padahal semalam Abimanyu ingat betul jika ia tidur sambil memeluk Milea.
Pletak..satu jitakan mendarat di kening Samuel membuat remaja itu membuka matanya sambil meringis.
"Kak Abi kenapa menjitak kepala aku ?" keluhannya sambil mengusap keningnya.
"Ngapain tidur disini ? pake peluk-peluk segala " omel Abimanyu.
Samuel akhirnya tau jika Abimanyu kesal karena ia telah memisahkan Abimanyu dengan Milea semalam.
"Belum halal kak.. takutnya Khilap " jawab Samuel sambil kembali memejamkan matanya memunggungi Milea yang masih tertidur pulas.
"Dasar anak nakal " gumam Abimanyu kesal.
Tapi tunggu.. sepertinya Abimanyu keliru. Bukannya sebetulnya justru dirinya lah yang mulai nakal? tanpa disadari sudut bibir Abimanyu menyungging senyum tipis sambil melirik Samuel yang kembali tertidur lelap memunggungi Milea.
Abimanyu yang terbiasa bangun pagi bangun kemudian beranjak menuju mobilnya untuk membawa baju ganti dan peralatan mandinya yang belum sempat ia turunkan dari mobil semalam.
Tidak sulit untuk Abimanyu menemukan kamar mandi di villa milik Samuel. Setelah setengah jam mandi dengan air hangat Abimanyu pun keluar dengan tubuh yang sangat segar.
Karena keenam remaja itu masih tertidur pulas, Abimanyu memilih duduk di teras sambil menikmati secangkir kopi buatan pelayan di villa Samuel.
Disaat Samuel menikmati kopi panasnya satu-satu remaja itu pun bangun sepertinya karena mencium aroma kopi milik Abimanyu.
"Kalian mandi sana !" perintah Abimanyu ketika tiga remaja itu mendekat kearahnya dan bergabung di teras.
"Dingin kak..nanti saja mandinya jam 11 an " jawab Leon sambil menekuk lutut dan memeluknya.
"Pakai air hangat " titah Abimanyu.
Tidak ingin Abimanyu terus mengoceh ketiga remaja itu pun pergi ke kamar mereka untuk mandi.
Tidak lama kemudian Milea, Rima dan Mona juga bangun. Setelah membereskan bekas tidur mereka ketiga gadis remaja itu pun beranjak ke kamar mandi masing-masing untuk mandi.
Setelah semua mandi suasana menjadi ramai karena keenam remaja itu mulai berebut makanan yang ada di meja makanan.
"Kalian itu rusuh sekali " Abimanyu yang merasa pusing akhirnya menuntun Milea meninggalkan meja makan.
"Mereka memang biasa begitu, tapi mereka tidak benar-benar bertengkar " ucap Milea.
"Iya aku tau " jawab Abimanyu sambil membawa Milea duduk di teras belakang karena tempat itu lumayan aman dari kerusuhan yang terjadi di ruang makan.
Abimanyu dan Milea memilih duduk di sebuah bangku panjang yang ada disana.
"Dalam waktu dekat ini aku akan sangat sibuk jadi kemungkinan kita tidak akan bertemu untuk beberapa waktu " ucap Abimanyu dengan pandangan lurus ke depan kearah kolam ikan koi.
__ADS_1
"Ke Kalimantan lagi ?" tanya Milea sambil memiringkan wajahnya menatap wajah tampan Abimanyu.
"Ya " jawab Abimanyu.
Abimanyu terpaksa berbohong kepada Milea. Sesungguhnya ia berniat menjaga jarak dengan Milea menjelang hari pernikahan mereka yang kurang dari sebulan lagi.
"Kalau telpon boleh kan ?" tanya Milea sambil mengerjapkan matanya.
"Tidak " jawab Abimanyu.
"Ck..sesibuk apa sih sampai telpon saja tidak boleh " Milea mencebikan bibirnya.
Abimanyu menoleh kearah Milea kemudian mengacak rambutnya dengan gemas. "Kalau urgent boleh " jawabnya.
"Baiklah " jawab Milea lesu.
Namun sejurus kemudian senyum nakal terbit di wajah cantiknya. Selama Abimanyu sibuk ia memiliki waktu banyak untuk bermain sesuka hatinya, apalagi ujian yang sudah selesai jadi Milea memiliki waktu banyak untuk bermain tanpa diganggu oleh Abimanyu.
"Jangan coba-coba merencanakan sesuatu !" Abimanyu menyentil kening Milea.
"Kak Abi itu seperti cenayang saja " sungut Milea sambil mencubit perut Abimanyu.
"Seumur hidupku Mommy tidak pernah sekalipun memukul atau mencubit, aku cuma mendapatkan nya dari kamu " keluh Abimanyu.
"Biarin..habisnya kak Abi itu sangat menyebalkan " jawab Milea.
"Lalu kenapa kamu tidak pernah menolak jika pria menyebalkan ini menciumu ?" bisik Abimanyu.
"I..itu.. karena terpaksa saja " jawab Milea sedikit gugup.
"Kamu pikir aku percaya anak nakal ?" ledek Abimanyu sambil memiting kepala Milea.
"Ck..ck..kalian itu pantas tiba-tiba menghilang taunya malah pacaran disini " ledek Leon yang tiba-tiba muncul di belakang Abimanyu dan Milea, disusul keempat temannya dibelakangnya.
"Dasar pengganggu " Abimanyu menggerutu dan terpaksa melepaskan pitingannya.
"Huuuh..untung kalian datang, kalau tidak aku pasti tinggal nama ditangan si gunung es ini " sungut Milea sambil merapikan rambutnya.
"Mana mungkin kita biarin Lo mampus..kita masih sayang sama Lo " Samuel hendak memeluk Milea namun buru-buru dihalangi oleh Abimanyu.
"Jangan berani dekat-dekat Milea " Abimanyu menarik tangan Milea menjauh dari Samuel.
"Cih..kak Abi sama aku juga duluan aku dekat sama Milea " Samuel mendecih melihat sikap posesif Abimanyu kepada sahabatnya.
"Tapi kamu hanya temannya sedangkan aku pacarnya " jawab Abimanyu penuh kemenangan.
__ADS_1
"Kenapa kalian jadi bertengkar ?" Milea melotot kearah Abimanyu dan Samuel.
"Salah mereka mengganggu kita " jawab Abimanyu sambil menuntun Milea menjauh dari kelima remaja itu, namun dengan tanpa malunya kelima teman Milea malah mengikuti kemana Abimanyu dan Milea pergi.
"Benar-benar pengganggu " Abimanyu terus menggerutu.
Setelah menginap lagi semalam, keesokannya pagi-pagi mereka pun pulang ke Jakarta.
Pulangnya Milea tidak ikut mobil Samuel namun ia ikut dengan mobil Abimanyu.
Setelah mengantarkan Milea sampai ke rumah Abimanyu pun langsung pamitan pulang.
"Apakah Abimanyu ikut menginap di villa ?" tanya Adam ketika kesayangannya sudah pulang dari vila.
"Iya Pih " jawab Milea santai.
Adam dan Wisnu saling pandang. Sepertinya keputusan mereka untuk segera menikahkan Milea dengan Abimanyu adalah keputusan yang paling tepat. Mereka tidak ingin sampai kesayangan mereka Khilap sehingga melakukan sesuatu yang dilarang oleh norma Agama. Terlebih Adam yang tidak ingin sampai kesayangannya itu salah langkah seperti dirinya dulu.
*
Sejak kepulangan dari villa Samuel, Abimanyu langsung hilang bagai ditelan bumi. Pria tampan itu tidak pernah datang ke rumah Adam untuk mengunjungi Milea meskipun malam Minggu sekalipun.
Milea percaya saja jika Abimanyu sedang berada di Kalimantan untuk urusan pekerjaan. Gadis itu tidak mengetahui jika sebenarnya Abimanyu sedang sibuk mengurus berkas pernikahan mereka berdua.
Bahkan ketika pada suatu hari Mikha dan Millie mengajak Milea ke sebuah butik untuk fitting kebaya gadis polos itu sama sekali tidak menaruh curiga apapun.
"Mamih dan Mommy tau saja kalau aku sebentar lagi membutuhkan kebaya untuk acara kelulusan " ujar Milea sambil mencoba kebaya berwarna putih yang sangat cantik itu.
"Tapi kebaya nya kenapa warna putih sih Mom, seperti kebaya pengantin saja " Milea sempat protes dengan warna kebaya pilihan Mommy dan Mamihnya.
"Kita kan pesan dua kebaya, putih sama dusty pink " jawab Millie.
Mikha dan Millie memang sengaja memesan dua kebaya karena mereka tau jika Milea juga membutuhkan kebaya untuk acara kelulusan.
"Aku mau pakai yang dusty pink saja, kalau yang putih seperti kebaya pengantin " jawab Milea.
"Iya " jawab Mikha dan Millie.
"Lalu kebaya yang putihnya untuk apa Mom ?" Milea tampak bingung.
"Biar saja..suatu saat juga pasti kepake " jawab Millie sambil mengedip kearah Mamihnya.
Selesai dengan urusan fitting baju kebaya, ketiga wanita cantik itu mampir ke sebuah restoran untuk mengisi perut mereka.
Disana Milea makan dengan sangat lahap. Namun pada saat Milea sedang makan ia tidak sengaja melihat Abimanyu melintas bersama Nakula dan dua orang stafnya yang sudah Milea kenal karena sudah sering bertemu jika ia sedang berada di kantor Abimanyu, sepertinya Abimanyu baru selesai makan siang karena kebetulan memang sedang jam makan siang.
__ADS_1
Milea yang merasa kesal karena merasa telah dibohongi berniat menghubungi Abimanyu. Namun mengingat Abimanyu pernah berpesan agar tidak menghubunginya kecuali urgent akhirnya Milea pun mengurungkan niatnya itu.
Meskipun begitu namun Milea merasa sangat dongkol kepada Abimanyu karena telah membohonginya dengan mengaku akan pergi ke Kalimantan.