
Baru juga beberapa hari remaja tampan itu kembali melihat Milea di sekolah. Hari ini Abi kembali kehilangan Milea.
Dari teman Milea yang ia tanyai Abimanyu mendengar jika Milea kembali tidak masuk sekolah.
Sepertinya Milea masih sakit hingga kembali tidak masuk sekolah batin Abimanyu sambil melajukan motornya meninggalkan gerbang sekolah Milea dengan wajah yang khawatir.
Keesokannya Abimanyu kembali tidak melihat Milea di sekolah, sepertinya gadis belia itu masih sakit sehingga masih belum bisa masuk sekolah.
Sementara Milea sendiri di Bandung sedang menikmati masa bolosnya dengan bermanja-manja bersama Opa dan Oma nya.
Sebetulnya Wisnu dan Marvin hanya dua hari mengurusi proyek di Bandung.Setelah dua hari mereka memutuskan melanjutkan menginap dan menghabiskan weekend disana.
Selama di Bandung Maura meminta ijin untuk bertemu dengan teman-teman sekolahnya semasa SMA.
Sebagian diantara mereka ada yang tidak mengetahui jika Maura ternyata sudah menikah dengan Om nya sendiri.
Mereka baru mengetahui ketika Marvin mengantarkan Maura ke tempat istrinya itu janjian dengan teman-temannya sebelum ia berangkat ke lokasi proyek.
"Kok bisa sih Ra Lo nikah sama Om Marvin..secara dia kan Om Lo " ucap Weni salah satu teman Maura.
Gadis asal Ciamis itu tampak kaget ketika sempat melihat Maura berciuman bibir dengan mesra sebelum turun dari mobil.
"Ya bisa lah..gw kan sebetulnya cuma keponakan sambungnya " jawab Maura.
"Keponakan sambung ?" dahi Weni mengernyit.
"Jadi gini..setelah Mommy gw meninggal karena kecelakaan Daddy gw menikah lagi sama Mommy Millie..Mommy gw yang sekarang.. dan Om Marvin itu adiknya Mommy Millie " Maura menjawab semua rasa penasaran temannya.
"Oooh begitu..baru paham gw " Weni terkikik.
"Jadi waktu dulu kita ke Pangandaran itu kalian sudah pacaran ?" tanya Weni penasaran.
"Belum..waktu itu gw belum tau kalau dia itu diam-diam cinta sama gw " jawab Maura.
"Gilaa..menarik banget sih kisah cinta Lo..tapi jujur Ra..awalnya gw sempet naksir Lo sama Om Lo itu " ucap Weni jujur.
__ADS_1
"Awas Lo jangan berani-berani deketin dia..Om Marvin sekarang milik gw..dan dia adalah ayah dari calon anak-anak gw " ancam Maura sambil mengelus perutnya yang semakin terlihat menonjol.
"Ga akan lah..mana berani gw gangguin ayah calon keponakan gw " Weni ikut mengelus perut Maura.
"Ngomong-ngomong nikah itu enak ga sih Ra ?" tanya Weni penasaran.
"Nikahnya sih agak ribet..banyak yang harus diurus..gw saja sempat sedikit stress..yang enak itu kawinnya..beuuh..pokoknya gini..gw saja langsung ketagihan makanya perut gw jadi melendung begini " jawab Maura sambil terkikik.
"Serius Ra..?!" Weni langsung melotot kearah Maura.
"Serius..tapi gw saranin Lo kudu nikah dulu biar tau enaknya kawin.. halal dulu.." nasehat Maura.
"Berarti setiap hari Lo harus ngurusin suami ?" tanya Weni
"Iya lah..gw ngurusin dia semuanya " jawab Maura percaya diri.
"Masak juga ?" Weni terus bertanya.
"Kecuali itu " jawab Maura sambil terkikik.
"Dasar Lo..kirain Lo turun ke dapur juga " ujar Weni.
"Iya sih..tapi setidaknya mungkin Om Marvin juga sesekali ingin makan masakan kamu " ujar Weni.
"Iya juga ya " jawab Maura.
Selama ini Maura memang tidak pernah sekalipun memasak untuk suaminya.
Setelah mendengar ucapan Weni tiba-tiba saja keinginan untuk memasak untuk suaminya pun muncul.
Sepulang dari bertemu dengan Weni, Maura langsung pergi ke sebuah supermarket untuk berbelanja bahan makanan.
"Kakak belanja ini untuk apa ?" Millie dan Oma heran melihat kantung belanjaan yang dibawa Maura.
"Ya untuk masak dong Mom..kakak mau belajar masak..ajarin ya Mom " jawab Maura.
__ADS_1
"Mommy sendiri saja tidak bisa masak apalagi ngajarin kakak " jawab Millie.
"Belajar masaknya sama Oma saja !" Ibu menuntun Maura ke dapur.
"Aku juga mau belajar Bu " Millie mengikuti mertuanya ke dapur.
"Kalian itu payah sekali..masa nama bumbu dapur saja banyak yang tidak tau " omel Ibu.
Maura dan Millie tersenyum malu mendapat Omelan dari Ibu. Meskipun mendapat Omelan namun kedua wanita cantik itu sama sekali tidak marah walaupun dibilang payah.
Setelah berjam-jam mengajari masak kedua wanita itu di dapur, akhirnya beberapa menu masakan pun terhidang di meja.
Tidak lama kemudian Wisnu dan Marvin pun datang. Kedua pria tampan itu tampak heran ketika mendapati Millie dan Maura sedang sibuk di dapur.
"Ada angin apa Vin istri dan kakak kamu masuk ke dapur ?" bisik Wisnu.
"Entahlah Mas " jawab Marvin.
"Kalian itu sesekali suruh istri kalian masak..biar turun ke dapur..masa nama bumbu dapur saja banyak yang tidak tau..kemiri dibilang ketumbar..payah " omel ibu.
"Iya Bu " jawab Wisnu sambil berusaha sekuat tenaganya menahan tawanya. Sementara Marvin tampak diam-diam menatap iba kepada Maura yang mendapat Omelan dari Omanya.
Tanpa sepengetahuan semua yang ada di rumah itu, diam-diam Milea sedang membujuk Opanya agar membelikannya motor.
"Opa tidak akan belikan..kamu masih kecil..apalagi Opa sempat denger katanya kamu sempat nabrak orang " Opa menolak membelikan cucunya itu motor.
"Aku nabrak itu karena masih belajar..sekarang aku sudah bisa.. Opa tidak adil..kakak Maura saja dibeliin mobil, masa aku cuma minta dibeliin motor saja tidak mau " bibir Milea langsung mengerucut.
"Opa beliin kakak Maura mobil juga sudah SMA..kamu kan baru SMP " jawab Opa.
"Tapi aku mau motor Opaa " Milea merengek kepada Opanya.
"Kata Opa tidak ya tidak " putus Opa
"Opa pelit " Milea pun langsung ngambek.
__ADS_1
Sebenarnya Milea berharap Opanya akan mendukung semua keinginannya tapi ternyata ia salah.
Ternyata Opa nya sama saja seperti Mamih dan Papihnya juga Mommy dan Daddy nya yang menolak membelikan ia motor.