My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Aku kepala Keluarganya


__ADS_3

Setelah acara akad nikah selesai, pada malam harinya digelar acara resepsi masih di hotel yang sama.


Maura dan Marvin tidak lama berada disana karena Marvin langsung membawa Maura pergi meninggalkan pesta.


"Sayang kita mau kemana sih ?" tanya Maura Setelah mereka berada di dalam mobil.


"Kita Honeymoon " jawab Marvin.


"Kak Selin yang menikah kenapa kita yang honeymoon " Maura terkekeh sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi mobil. " Kamu iri ya sama mereka ?" tanya Maura.


"Tidak..memang kita harus sering menyempatkan diri pergi berdua biar tidak bosan dengan rutinitas. Kamu juga kan butuh refreshing setelah setiap hari mengurusi anak-anak " jawab Marvin.


"Iya " jawab Maura.


Marvin melajukan mobilnya menuju kearah Lembang. Disana ia sudah memesan kamar hotel untuk mereka menginap malam ini.


Sebelum pergi Marvin dan Maura sudah menitipkan Rani dan Dika kepada kedua baby sitter nya dan pastinya Mamih dan Papihnya akan membantu mengawasi.


Setibanya di kamar hotel Marvin langsung menyekap Maura dan tidak membiarkan wanita cantik itu sedetikpun jauh darinya.


"Dasar Om-om mesum !" sungut Maura karena semalaman Marvin tidak membiarkan nya tidur. Pria tampan itu sepertinya sangat berusaha keras sekali membuat Milea kembali membuncit mengandung benihnya.


*


Setelah menghadiri acara resepsi pernikahan Selina dan Zico, Abimanyu dan Milea tidak pulang ke rumah Opa dan Omanya melainkan mereka pulang bersama Bagas dan Felisha ke rumah mereka di Setiabudi yang dulu pernah ditinggali oleh Sadewa dan Cindy ketika Sadewa masih berdinas di Bandung.


Ini untuk yang pertama kalinya Milea datang ke rumah itu setelah resmi menjadi istri Abimanyu.


"Oh jadi kak Abi kalau ke Bandung itu kesini ?" tanya Milea sambil memperhatikan rumah dua lantai yang terlihat sangat cantik itu.


"Iya..dulu kak Dewa dan kak Cindy pernah tinggal disini sewaktu kak Dewa berdinas di Bandung " jawab Abimanyu. "Malah kak Cindy kuliah disini juga " sambungnya.


"Berarti kak Dewa sering pindah tugas ya ?" Milea tampak penasaran.


"Setelah cukup lama dinas di Bandung kak Dewa pindah ke Sumedang sebelum akhirnya pindah ke Jakarta sampai sekarang " jawab Abimanyu.


"Kalau Polisi sering pindah-pindah tugas ya " gumam Milea.


"Ya " jawab Abimanyu sambil menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuk dikamarnya.


"Sini Moy !" Abimanyu melambaikan tangannya kearah Milea mengajak bergabung diatas kasur empuknya.


"Moy..Moy..terus, kak Abi kan janji mau panggil aku Sayang !" Milea melemparkan bantal sofa kearah Abimanyu sebagai bentuk protesnya.

__ADS_1


"Oh iya..sini Gemoy Sayang !" ralat Abimanyu.


Setelah Abimanyu mengganti panggilannya Milea pun langsung mengambil ancang-ancang untuk menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Abimanyu seperti sengaja meng smaxdown Abimanyu.


Tubuh mereka memantul diatas kasur empuk membuat Abimanyu tertawa tertimpa tubuh Milea.


"Kamu nantang main smaxdown hmm ?" Abimanyu menangkap Milea dan memitingnya. Milea yang masih menggunakan gaun pesta tampak tidak berdaya dalam pitingan Abimanyu.


Menikahi bocah seperti Milea membuat Abimanyu pun akhirnya mengikuti becanda ala bocah.


"Ampun Sayang..ampun " ucap Milea sambil meronta-ronta seperti cacing kepanasan.


Abimanyu melepaskan pitingannya kemudian berganti menjadi memeluknya mesra.Milea dan Abimanyu terdiam dengan mata saling mengunci.


Entah siapa yang memulai tiba-tiba saja bibir mereka saling bersentuhan dan akhirnya saling melu mat satu sama lain.


"Moy..bisa tidak tangannya jangan mencubit " Abimanyu melepaskan pagutan bibirnya karena jari lentik Milea malah mencubit tangannya, benar-benar merusak suasana romantis mereka.


"Habisnya gemas " jawab Milea.


Abimanyu pun mengunci tangan Milea sebelum kembali melu mat bibir Milea dengan lembut. Sepertinya Abimanyu benar-benar harus membeli borgol untuk istri nakalnya itu.


"Aku mau ganti baju dulu " Milea melepaskan diri dari pelukan Abimanyu untuk mengganti gaun pesta nya dengan baju tidur, begitu juga dengan Abimanyu yang melepaskan setelan jas nya dengan setelan piyama.


"Mommy sama Daddy memang begitu " jawab Abimanyu, semua sudah maklum akan kebiasaan kedua orangtua mereka.


"Sayang..apakah kamu pernah melihat Mommy dan Daddy bertengkar ?" Milea tampak penasaran.


"Setau aku sih tidak..Daddy itu orang yang tegas dan berwibawa. Semua karyawan segan kepada Daddy..tapi di rumah Daddy itu takut sama Mommy " jawab Abimanyu sambil terkekeh.


"Kalau begitu aku harus berguru sama Mommy bagaimana caranya membuat kamu seperti Daddy " ujar Milea.


"Kamu ingin aku seperti apa ?" tanya Abimanyu memiringkan tubuhnya menghadap Milea sehingga sebagian tubuh Milea berada dalam Kungkungan tubuh kekarnya.


"Aku ingin kak Abi menuruti semua yang aku mau..tanpa terkecuali " jawab Milea.


"Jangan ngaco.. seharusnya kamu yang menuruti semua kemauan suami bukan suami yang menuruti kemauan istri, karena aku kepala keluarga nya " Abimanyu menyentil kening Milea.


"Oh begitu ya " jawab Milea.


"Iya Gemoy sayang " jawab Abimanyu sambil merayap keatas tubuh Milea." Kita main yuk !" ajaknya.


"Main apa ?" Milea melongo menatap wajah Abimanyu yang berada diatas tubuhnya.

__ADS_1


"Main dokter-dokteran atau main kuda-kudaan.. terserah kamu maunya main apa " jawab Abimanyu sambil tersenyum smirk.


"Aku mau tidur saja capek " jawab Milea.


"Itu tidak ada dalam pilihan " ujar Abimanyu.


"Huh..terserah kak Abi saja lah " jawab Milea pasrah karena apapun pilihannya toh permainannya tetap saja sama.


"Pintar kamu !" ujar Abimanyu sambil tertawa.


*


Disebuah kamar hotel di daerah Lembang, Marvin dan Maura tampak baru saja menyelesaikan pertarungan panas mereka.


Tidak ada yang kalah dan menang dalam pertarungan itu, keduanya tampak terkapar tak berdaya dengan peluh membasahi tubuh polos mereka.


Marvin dan Maura yang baru akan terlelap tiba-tiba membuka matanya ketika terdengar suara dering ponsel Maura yang tidak berhenti.


Dengan enggan Maura pun mengambil ponselnya, ternyata yang menghubunginya adakah Mikha.


"Ada apa Mih ?" tanya Maura.


"Kak..bisa ga kalian pulang sekarang soalnya Rani dan Dika ngamuk nyariin kalian. Kita disini tidak ada yang bisa menenangkan mereka " jawab Mikha.


"Baik Mih aku sekarang pulang " ujar Maura.


Setelah mengakhiri panggilan telepon Maura pun langsung mengajak Marvin pulang.


"Jangan pulang sekarang, besok saja ya " bujuk Marvin.


"Sekarang saja Yang..Rani dan Dika ngamuk nyariin kita " jawab Maura.


Mendengar kedua buah hatinya ngamuk Marvin pun buru-buru memakai bajunya yang berserakan diatas lantai dan mereka pun bergegas cek out kemudian pulang ke rumah.


Setibanya di rumah mereka mendapati Rani dan Dika sedang menangis dalam gendongan Adam dan Mikha.


"Tuh Ayah dan Bunda pulang " Mikha tampak lega melihat Marvin dan Maura pulang.


"Ayah sama Bunda kenapa tinggalin aku hiks..hiks " Rani menangis setelah Maura mengambilnya dari gendongan Mikha.


"Aku ingin tidur sama Ayah dan Bunda " Dika merajuk sambil memeluk leher Marvin.


"Iya Sayang..kita tidur sama Ayah dan Bunda " Marvin menggiring istri dan anak-anaknya ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2