
"Kak Mile sepertinya sedang sakit gigi makanya dari tadi diam terus " jawab Abimanyu.
"Whaaat..sakit gigi ? yang ada kak Abi tuh yang sedang sariawan makanya daritadi manyun terus " balas Milea.
"Tuh kan bener..kak Abi sama kak Mile sedang musuhan " Alysha semakin yakin jika Abimanyu dan Milea sedang musuhan.Abimanyu dan Milea pun memilih diam.
"Siapa yang sedang musuhan ?" tanya Felisha yang baru keluar dari kamar bayi bersama Bagas.
"Kakak Mile sama kakak Abi Mom, soalnya dari tadi mereka tidak mengobrol " jawab Alysha.
Felisha langsung mengarahkan tatapan tajamnya kepada Abimanyu.
"Apa benar yang adik kamu bilang ?" tanya Felisha.
"Tidak Mom..kami tidak musuhan Alysha mengira seperti itu karena kami tidak mengobrol " jawab Abimanyu.
"Oh begitu..makanya kalian ngobrol dong biar tidak disangka musuhan sama Alysha " ujar Bagas.
Adam terkekeh begitu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara Abimanyu dan Milea.
"Abi itu replika kamu banget Sayang " bisik Felisha di telinga Bagas.
"Tidak usah dibahas " jawab Bagas dengan suara pelan.
"Sebentar lagi lulus SMA ya Bi..mau melanjutkan kuliah dimana ?" tanya Adam.
"Di Bandung saja Om " jawab Abimanyu.
"Aku tawarkan kuliah di luar negri juga tidak mau, Kenzo menawarkan kuliah di Jepang tetap menolak. Sebagai orangtua aku ikuti saja apa maunya dia " ujar Bagas
"Ada bagus nya kuliah di Bandung biar bisa sering-sering ditengok " tambah Felisha.
Mendengar Abimanyu akan kuliah di Bandung diam-diam Milea melirik kearah remaja tampan berwajah datar itu.
Abimanyu menarik sedikit sudut bibirnya ketika melihat Milea diam-diam melirik kearahnya.
Setelah mengobrol cukup lama, Bagas dan Felisha pun pamit pulang. Sebelum pulang Abimanyu mengirimkan pesan kepada Milea mengajak pulang sekolah bareng besok.
Abimanyu menatap Milea menunggu gadis belia itu membalas pesannya namun Milea terlihat cuek dan tidak ada tanda-tanda akan membalas pesannya. Ketika dalam perjalanan pulang barulah Milea membalas pesannya.
Bagaimana nanti saja
__ADS_1
Meskipun terkesan mengambang namun Abimanyu cukup senang karena Milea mau membalas pesannya.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri ?" Bagas yang sedang menyetir melirik kearah putra tampannya yang duduk di sebelahnya.
"Tidak apa-apa Dad " jawab Abimanyu.
"Daddy..kakak Abi sebaiknya dibawa ke dokter..kasian kata kakak Mile kak Abi sedang sariawan " oceh Alysha.
"Kamu sedang sariawan Bi ? nanti beli vitamin c ya di apotik " Felisha menganggap serius ucapan putri bungsunya.
"Tidak Mom..tadi itu Milea cuma becanda " jawab Abimanyu.
"Tidak becanda Mom..kak Abi sama kak Mile itu musuhan " kekeh Alysha.
Bagas dan Felisha hanya tertawa mendengar ocehan putri bungsu mereka.
"Sekarang kak Abi dan kak Mile sudah baikan " Felisha mengelus puncak kepala Alysha.
"Oh..sudah baikan ya " Alysha manggut-manggut.
*
Sejak memiliki bayi kembar Maura selalu rajin memompa ASI nya dengan breast pump elektrik dan menampungnya dalam botol khusus.
"Sudah lumayan banyak stok ASI nya " Marvin menyimpan botol asi yang sudah penuh kedalam lemari pendingin khusus untuk stok ASI.
Meskipun bertubuh langsing namun stok ASI Maura cukup melimpah karena Mikha dan Millie selalu memperhatikan asupan gizi yang baik untuk Maura.
"Aku itu seperti sapi saja yang diperah susunya " Maura terkikik setelah selesai memompa ASI nya.
"Tidak apa-apa demi anak-anak " jawab Marvin sambil membantu mengancingkan piyama bagian atas Maura.
Marvin tampak ngiler ketika ia sempat melihat kedua dada Maura yang kini semakin membesar.
Dengan hanya melihat saja sudah membuat seluruh tubuh Marvin bereaksi dengan cepat terutama tongkat saktinya yang langsung terbangun dan menyesakkan celananya.
"Sayang kamu mau kemana ?" tanya Maura ketika melihat Marvin membawa bantal ke sofa.
"Aku mau tidur disini saja " jawab Marvin.
"Tidak boleh..kakak tidak mau tidur sendiri..kakak mau dipeluk sama kamu sampai tidur " pinta Maura manja.
__ADS_1
Marvin yang hendak menolak akhirnya merasa tidak tega karena Maura langsung cemberut.
"Baiklah aku temani kakak sampai tidur " akhirnya Marvin kembali ke ranjangnya dan berbaring disamping Maura.
"Awas jangan coba-coba kabur kalau kakak sudah tidur " ancam Maura sambil memeluk erat tubuh Marvin.
"Tidak akan " jawab Marvin.
Marvin berusaha sekuat tenaga menahan hasratnya yang tiba-tiba muncul ketika kedua benda bulat di dada Maura menempel erat di dadanya.
"Kaaak..jangan mancing-mancing dong " omel Marvin ketika bibir mungil Maura iseng mengendus leher Marvin.
Marvin semakin merasa tersiksa ketika kaki jenjang Maura tidak sengaja bergesekan dengan tongkat saktinya ketika wanita cantik itu bergerak.
"Habisnya kamu wangi banget sih Sayang " jawab Maura.
Sejak Maura melahirkan si kembar Marvin sudah tidak memakai parfum minyak telon lagi.
"Iya tapi kamu tidak kasian sama aku..aku kan sedang puasa Sayang " keluh Marvin.
"Oh iya kakak lupa..tapi punya Om sudah bangun loh " tangan Maura mengelus celana Marvin sambil terkikik.
"Jangan nakal " Marvin menyentil tangan Maura yang hendak mere masnya dengan nakal.
Maura tertawa melihat Marvin yang langsung panik ketika ia menggodanya.
"Kalau kakak nakal mancing-mancing terus lebih baik tidur sendiri saja " ancam Marvin hendak turun dari ranjang.
"Eeh jangan Sayaaang..iya aku janji tidak akan nakal lagi " Maura memeluk erat perut Marvin.
"Sekarang kakak tidur dan tangannya jangan gerayangan " titah Marvin.
"Baiklah..tapi kalau peluk boleh kan ?" tanya Maura.
"Hanya peluk saja " jawab Marvin.
Maura memeluk Marvin erat sebelum akhirnya tertidur dengan pulas.
"Kakak..kamu itu nakal sekali sih " keluh Marvin ketika dalam tidur pun tangan Maura merayap kesana kemari dan hendak menyusup dibalik celana Marvin.
khawatir akan Khilap akhirnya Marvin pun memilih tidur di sofa. Namun ketika tengah malam Marvin yang sudah tertidur pulas tiba-tiba terbangun ketika merasa ada benda berat yang menindih tubuhnya.
__ADS_1
"Ya ampun kakak " keluh Marvin ketika melihat Maura yang tertidur diatas tubuhnya dan memeluknya erat.
Marvin memindahkan kembali Maura keatas kasur mereka dan Marvin pun melanjutkan tidurnya disana.