My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menengok Calon Mantu


__ADS_3

Keputusan Adam untuk mengirim Marvin ke Kanada tentu saja mengejutkan semua keluarga.


Wisnu yang sudah sering keluar kota dengan Marvin untuk urusan pekerjaan langsung protes kepada mertuanya.


"Kenapa Marvin dikirim ke Kanada Pih padahal proyek Palembang belum selesai. Aku enak kerja sama dia anaknya pinter " Wisnu seperti yang keberatan Marvin pergi ke Kanada.


"Di Kanada Papa sedang ada projek besar jadi Papih sengaja kirim Marvin kesana untuk bantu Papa sekalian untuk mengasah kemampuan dia.. lagian dia disana cuma satu tahun " jawab Adam.


Mendengar penjelasan Adam Wisnu pun mengerti. Apa yang diputuskan oleh mertuanya adalah untuk kebaikan dan kemajuan adik iparnya dan Wisnu pun akhirnya mendukung keputusan Adam.


Reaksi serupa juga Adam dapat dari Maura. Gadis remaja itu langsung ngambek kepada Adam.


Bahkan Maura tidak mau datang ke rumah Adam pada saat Marvin akan berangkat.Padahal rencananya Adam dan Mikha akan mengajak Maura mengantarkan Marvin ke Kanada.


Marvin tidak mengatakan kepada Maura jika Mamih dan Papihnya sudah mengetahui mengenai hubungan mereka, dan kepergiannya kali ini adalah demi mendapat restu dari mereka.


"Baguslah kamu ke Kanada..biar cepat move-on dari Nisa. Kakak dengar Nisa sudah punya pacar lagi.. kamu juga jangan kalah Vin..disana kan banyak bule yang cantik-cantik " seloroh Millie.


"Aku tidak suka bule.. aku seleranya yang lokal saja kak " jawab Marvin sambil menggerek kopernya dan dimasukkan kedalam mobil.


"Kalau kamu pergi Maura pasti akan kehilangan kamu " Wisnu menepuk bahu Marvin. Marvin hanya tersenyum kecut.


Dalam perjalanan ke bandara Marvin mengirimkan pesan kepada Maura.


Om pergi dulu kakak baik-baik di Bandung dan tunggu Om pulang


Tidak lama kemudian Maura pun membalas pesannya


Iya..aku akan tunggu Om pulang


Setelah mendapatkan balasan dari Maura Marvin pun menyimpan ponselnya didalam tasnya.


Mikha dan Adam melirik kearah Marvin. Sebetulnya Adam dan Mikha juga berat mengambil keputusan ini. Namun demi kebaikan Marvin dan Maura Adam terpaksa mengambil keputusan itu.


Adam yakin Marvin akan baik-baik saja di Kanada karena ada dalam pengawasan Mama dan Papanya.


*


Setelah kepergian Marvin ke Kanada Maura mulai jarang pulang ke Jakarta.Kini Millie dan Wisnu lah yang lebih sering pergi ke Bandung untuk menengok Maura.


Jumat malam Wisnu dan Millie sedang bersiap untuk pergi ke Bandung ketika Adam dan Mikha datang.


"Mamih dan Papih mau ikut kita ke Bandung ?" tanya Millie


"Iya..kita mau ikut ke Bandung, kangen sama Maura " jawab Mikha.


Karena Adam dan Mikha akan ikut ke Bandung akhirnya Wisnu memutuskan memakai mobil yang lebih besar agar mereka bisa pergi dengan menggunakan satu mobil.


Sebelum pergi Mile merengek ingin duduk di depan dengan Adam. Namun karena Mile sudah terlalu besar akhirnya Malik lah yang duduk bersama Adam.


"Kak kenapa sekarang Maura jarang pulang ke Jakarta ?" tanya Adam.

__ADS_1


"Maura sibuk bimbel Pih..sebentar lagi dia kan ujian " jawab Millie.


"Paling cuma tinggal hitungan bulan saja ujiannya Pih " Wisnu menambahkan.


"Sudah ada gambaran mau kuliah dimana ?" tanya Mikha.


"Dulu sih pernah bilang sama kakak mau kuliah di Bandung saja " jawab Millie.


"Lebih baik kuliah di Jakarta saja..tidak enak pisah terlalu lama sama anak " ucap Adam.


"Aku juga maunya Maura kuliah di Jakarta saja. Tapi kalau Maura tetap ingin kuliah di Bandung aku juga tidak keberatan..biar sekalian menemani Ibu dan Bapak " ujar Wisnu.


"Kalau aku kuliahnya mau di luar negri seperti Om Marvin " celetuk Malik.


"Kalau aku mau di Jakarta saja soalnya aku tidak mau jauh dari Papih dan Mamih " ujar si Gemoy.


"Kamu itu anak Mommy dan Daddy atau anak Papih dan Mamih sih ?" ucap Millie.


"Anak Mommy dan Daddy " jawab Mile sambil tertawa.


Setelah menempuh perjalanan dua jam lebih mobil Wisnu pun tiba di rumah orangtuanya.


Sore itu Maura masih belum pulang dari bimbel nya. Menurut Ibu biasanya Maura pulang dari bimbel sekitar jam tujuh malam.


Tepat jam tujuh malam mobil Maura pun memasuki halaman rumah orangtua Wisnu.


Gadis itu terlihat senang ketika melihat mobil Daddy nya sudah ada di garasi menandakan Mommy dan Daddy juga ketiga adiknya sudah datang dari Jakarta.


"Tadi sore..Papih dan Mamih juga ikut katanya kangen sama kakak " bisik Millie.


Melihat kehadiran Adam dan Mikha Maura pun langsung mencium tangan keduanya bergantian.


"Mamih kangen banget sama kamu " Mikha menciumi wajah Maura penuh kerinduan.


"Kenapa sekarang kakak jarang pulang ke Jakarta ?" tanya Adam.


"Kakak sibuk Bimbel Pih " jawab Maura.


"Kakak bukan lagi ngambek sama Papih karena Papih kirim Om Marvin ke Kanada kan ?" tanya Adam berbisik.


"Ti..tidak Pih " jawab Maura gugup.


"Sabtu Minggu bimbel pasti libur kenapa tidak pulang ke Jakarta ?" Adam terus menanyai Maura membuat gadis itu merasa sedikit disudutkan.


"Sabtu Minggu kakak ikutan modeling Pih..sebulan yang lalu ada agensi yang ngajak kakak gabung " jawab Maura.


"Anak Mommy mau jadi model ?" tanya Millie.


"Baru belajar Mom..boleh kan ?" tanya Maura.


"Tentu saja boleh Sayang..tapi dengan syarat sekolah tetap nomor satu " Millie mengacungkan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Siap Mom " jawab Maura.


Jika Millie dan Wisnu begitu mendukung kegiatan baru Maura di dunia modeling lain lagi dengan Adam dan Mikha, sepasang suami istri yang selalu terlihat mesra itu tampak dilanda kegamangan karena harus lebih ekstra menjaga calon menantu mereka tanpa sepengetahuan Maura sendiri.


Adam dan Mikha pikir Marvin yang berada di Kanada yang membutuhkan pengawasan ketat, ternyata justru Maura lah yang sekarang menurut mereka harus benar-benar diawasi.


Tidak bisa dipungkiri jika Maura memiliki paras yang sangat cantik ditambah dengan tubuh tinggi semampai dan kulit yang putih bersih , pantas saja Marvin sampai jatuh cinta kepada gadis itu meskipun berstatus keponakan.


Jika setiap ke Bandung Millie yang selalu merengek ingin tidur dengan Maura, malam ini justru Mikha lah yang merengek kepada Adam ingin tidur dengan Maura.


Meski awalnya keberatan namun akhirnya Adam pun mengijinkan. Malam itu akhirnya Adam tidur dengan Malik sementara Mile tidur dengan orangtua Wisnu.


"Kakak..apakah kakak sudah punya pacar ?" tanya Mikha sambil mengelus puncak kepala Maura


"Mamih kenapa nanya seperti itu ?" tanya Maura tersipu.


"Cuma ingin tau saja..waktu Mamih seusia kakak Mamih sudah punya pacar " jawab Mikha.


"Pacar Mamih itu pasti Papih " tebak Maura.


"Heeh jawab dulu pertanyaan Mamih yang tadi " Maura mengingatkan.


Aku sudah pernah pacaran sama temannya kak Selin tapi sekarang sudah putus " jawab Maura.


"Lalu Sekarang ?"


"Ti..tidak punya Mih " jawab Maura berdusta.


Mikha tersenyum lucu melihat wajah Maura yang terlihat gugup karena sedang berbohong..ternyata gadis ini sangat menggemaskan.


"Kakak..menurut kakak Om Marvin itu ganteng tidak ?" Mikha mulai memancing.


"Om Marvin...hhmm ganteng banget.. waktu Om Marvin mengantar aku ke Pangandaran teman-teman aku pada naksir sama Om Marvin " jawab Maura sambil terkekeh.


"Teman-teman kakak pada naksir Om Marvin ?..kalau kakak sendiri ?" tanya Mikha.


"Mamiiih..kenapa sih nanya nya aneh banget " Maura menyembunyikan wajahnya didada Mikha tidak ingin Mamihnya melihat wajahnya yang tiba-tiba memerah.


"Kenapa ngumpet ?" Mikha berusaha mengangkat kepala Maura namun Maura malah semakin menenggelamkan wajahnya di dada Mikha.


"Sudah ah aku tidak mau jawab lagi.. aku ngantuk "jawab Maura.


"Cuma nanya gitu saja malu..ya sudah kakak tidur saja " Mikha mengelus punggung Maura hingga gadis remaja itu akhirnya btertidur.


Setelah Maura tertidur Mikha mengambil ponselnya kemudian mengambil photo Maura yang sedang tertidur sambil memeluk dadanya dan dikirimkan kepada Marvin.


Mamih sedang ngelonin calon mantu Mamih tulis Mikha.


Marvin yang sedang berada di kantornya bersama Opa nya hanya tersenyum melihat photo Maura yang begitu manja pada Mamihnya.


Sepertinya restu dari Papih dan Mamihnya sudah ia dapatkan, kini tinggal berusaha berjuang untuk mendapatkan restu dari Millie dan Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2