
Ketika di dalam pesawat Selina sempat bertanya kepada Maura tentang kecurigaannya kepada Maura dan Marvin.
"Jujur sama kakak..ada hubungan apa kamu sama kak Marvin ?" Selina menatap curiga kearah Maura.
"Ya hubungan Om dan keponakan kak..kakak itu aneh deh nanya nya " jawab Maura.
"Maura..kamu itu jangan bohong dari kakak..kakak curiga kalau kalian itu pacaran. Ngapain coba kak Marvin bela-belaan datang dari Kanada cuma untuk nemenin kamu pemotretan " tanya Selina.
"Kan Om Marvin bilang sedang ada urusan di Singapura " kilah Maura.
"Iya..urusannya nungguin kamu pemotretan " tebak Selina.
"Mendingan jujur saja Ra..kalau kamu pacaran sama Om Marvin bilang sama kakak..biar nanti kakak bilang sama Zico agar jangan dekati kamu lagi..kakak lihat Zico masih berharap loh sama kamu dan dia seperti yang menyesal udah mutusin kamu " bujuk Selina.
Maura terdiam, ucapan Selina ada benarnya juga. Namun ia ragu jika harus jujur kepada Selina kalau ia sebetulnya memang pacaran dengan Marvin.
"Ra...!" Selina menatap dalam mata Maura.
"Kakak janji tidak akan bilang siapa-siapa " Selina mengacungkan dua jarinya.
"Kakak beneran janji ya tidak akan bilang siapa-siapa !" ucap Maura lirih. Selina mengangguk.
"A..aku sama Om Marvin memang pacaran " akhirnya Maura jujur kepada Selina.
"Berarti waktu kejadian di villa kak Nisa itu benar kalian kepergok sedang pacaran ?" tanya Selina.
"Tidak...aku baru pacaran sama Om Marvin setelah mereka putus..aku juga tidak mau jadi pelakor " jawab Maura sambil cemberut karena merasa Selina sedang menyalahkan dirinya atas putusnya hubungan Marvin dengan Nisa.
"Apa kak Millie dan Mas Wisnu tau kalau kalian pacaran ?" tanya Selina
"Semua tidak ada yang tau kecuali kak Selin " jawab Maura.
Maura yang polos tidak menyadari jika bukan hanya Selina yang mengetahui hubungannya dengan Marvin..tapi ada orang lain juga yang mengetahui hubungannya dengan Marvin yaitu Adam, Mikha dan juga Seno.
"Berarti kamu itu calon kakak sepupu kak Selin " Selina memeluk bahu Maura membuat gadis itu tersipu.
"Karena kakak orang pertama yang mengetahui hubungan kalian kakak akan bicara pelan-pelan sama Zico agar dia jangan berusaha mendekati kamu lagi " ujar Selina.
"Terimakasih kak..tapi ini rahasia ya " pinta Maura.
__ADS_1
"Rahasia kamu aman di tangan kakak " jawab Selina.
Beberapa bulan kemudian.
Mendekati waktu ujian akhir sekolah Marvin menyuruh Maura untuk menghentikan sementara kegiatan Maura di dunia modeling, begitu juga dengan Wisnu dan Millie juga Adam dan Mikha.
Maura yang akan menyelesaikan SMA nya sebentar lagi dengan kata lain Marvin pun akan pulang ke Indonesia tidak lama lagi.
Hal itu membuat Adam dan Mikha dilanda kegamangan karena mereka belum berhasil membuat Wisnu dan Millie merestui hubungan Maura dengan Marvin.
"Kak..Papih dan Mamih berencana menjodohkan Maura dengan Marvin setelah Maura lulus SMA " ucap Adam pada suatu malam ketika Millie dan Wisnu juga anak-anak nya sedang menginap.
"Papih jangan becanda ah " ucap Millie.
"Serius kak Papih tidak becanda " jawab Adam.
Melihat wajah Adam dan Mikha yang tampak serius Wisnu dan Millie baru percaya jika Papihnya itu tidak sedang becanda.
"Ini bukan zaman Siti Nurbaya Pih.. mereka tidak akan mau dijodohkan " ucap Millie.
"Kalau ternyata mereka mau bagaimana ?" tanya Mikha.
"Kakak yang tidak mau Mih " jawab Millie kekeh. Adam dan Mikha saling tatap keduanya terlihat bingung.
"Kenapa Papih dan Mamih tiba-tiba ingin menjodohkan Marvin dengan Maura ?" tanya Wisnu hati-hati.
Adam dan Mikha saling pandang. Sepertinya sudah saatnya mereka mengatakan yang sebenarnya kepada Millie dan Wisnu.
"Sebetulnya Marvin dan Maura..mereka pacaran " jawab Adam lirih.
"APA..PACARAN ?" Millie langsung melotot.
"Bagaimana bisa mereka pacaran ?" Wisnu pun tidak dapat menyembunyikan kekagetannya.
"Papih juga baru tau belum lama ini " jawab Adam.
"Apakah kerena alasan itu Papih kirim Marvin ke Kanada ?" tanya Wisnu.
"Ya " jawab Adam.
__ADS_1
Wisnu dan Millie saling pandang, keduanya terlihat bingung.
Meskipun Marvin dimata mereka nyaris sempurna namun mereka tidak pernah sedikitpun untuk menjadikan pria itu menantu mereka.
"Aku dan Millie tidak bisa menjawab sekarang Pih..kami harus membicarakan dulu masalah ini berdua " ucap Wisnu akhirnya.
"Ya..Papih tunggu jawaban kalian. Satu pesan Papih..jangan sampai Maura tau jika kalian sudah mengetahui hubungan Maura dengan Marvin..biarkan dia fokus dengan ujian sekolahnya..jangan buat Maura tertekan karena kalian sudah mengetahui hubungannya dengan Marvin " pesan Adam.
"Jadi kita harus pura-pura tidak tau ?" tanya Millie.
"Sebaiknya begitu " jawab Adam.
"Ya..sebaiknya begitu " Wisnu setuju dengan saran Papih mertuanya.
Setelah mengetahui jika putri mereka diam-diam berpacaran dengan Om nya, Millie dan Wisnu malam itu tidak bisa tidur. Mereka termenung sambil berbaring diatas kasur mereka.
"Mas..aku jadi bingung.. bagaimana cara menghadapi Maura dan Marvin..jujur sebetulnya aku kurang setuju kalau mereka pacaran " ucap Millie lirih.
"Mas juga sebetulnya kurang setuju. Selama ini kita telah kecolongan..kita tidak menyadari jika kedekatan Maura dan Marvin dari kecil akan berkembang menjadi hubungan percintaan " jawab Wisnu.
"Apa jangan-jangan Marvin dan Nisa putus gara-gara itu Mas ?" Millie memiringkan tubuhnya menghadap Wisnu.
"Kalau melihat seperti ini sih bisa jadi Yang " jawab Wisnu.
"Dasar Marvinnn.. bagaimana bisa sih dia macarin keponakan sendiri.. seperti tidak ada lagi wanita saja " Millie tampak geram kepada adiknya.
"Yang namanya pacaran itu ada dua pihak yang terlibat..jadi kamu jangan nyalahin Marvin..Maura juga salah " ucap Wisnu.
"Tapi Maura itu masih kecil Mas.. Marvin kan sudah dewasa.. Seharusnya dia bisa memilih mana yang pantas dan mana yang tidak pantas..apa pantas coba dia pacaran sama keponakan sendiri ?" tanya Millie.
"Tapi kenyataannya mereka saling mencintai Yang " Wisnu mengingatkan.
"Sebetulnya Marvin itu selain tampan anaknya juga baik dan pinter , bisa ngemong Maura..tapi karena dia adik kamu jadi rasanya aneh saja jika dia pacaran sama Maura " ujar Wisnu.
"Makanya itu Mas..aku tidak setuju kalau mereka pacaran " ucap Millie tegas.
"Lebih baik kita tunggu Maura lulus SMA.. setelah itu baru kita kasih pengertian pelan-pelan sama Maura untuk jangan meneruskan hubungan nya dengan Marvin..Maura masih kecil jadi dia pasti akan mudah melupakan Marvin " saran Wisnu.
"Iya Mas " Millie setuju dengan saran Wisnu.
__ADS_1
"Aku juga akan bilang pelan-pelan sama Marvin agar menjauhi Maura, semoga saja hubungan mereka masih bisa diperbaiki menjadi layaknya Om dan keponakan " sambung Millie.
"Iya " Wisnu setuju.