My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Apakah Ini Kencan ?


__ADS_3

Setelah menghabiskan makannya mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Opa. Kedatangan Abimanyu yang untuk pertama kalinya itu disambut hangat oleh Opa dan Oma Milea.


Oma sudah menyiapkan kamar tamu untuk Abimanyu. Meskipun baru pertama kali bertemu dengan Abimanyu namun Opa dan Oma yakin jika pria pilihan cucu nya itu tidak lah salah. Selain tampan Abimanyu juga sangat sopan meskipun sedikit irit bicara seperti yang Milea katakan.


Abimanyu yang masih kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya tertidur sangat pulas di kamar tamu.


Ketika hari mulai mau magrib Oma menyuruh Malik untuk membangunkan Abimanyu.


"Kak Abi..kata Oma bangun, ini sudah mau magrib " Malik mengguncang-guncang tubuh Abimanyu.


"Iya " Abimanyu pun membuka matanya dan tersenyum kepada Malik yang masih duduk di sisi ranjang.


"Kak Milea sedang apa ?" Abimanyu bukannya bangun malah menanyakan Milea.


"Lagi disuruh mandi sama Oma, abisnya dia itu malas mandi kalau disini..alasannya dingin " jawab Malik membuat Abimanyu terkekeh.


"Kamu sendiri sudah mandi belum ?" tanya Abimanyu sambil menaruh kedua tangannya dibelakang kepalanya dan menjadikannya bantal.


"Sudah dong..aku mandinya pake air hangat " jawab Malik.


"Yaaah curang " Abimanyu mengacak rambut Malik.


"Kata kak Mile kamu koleksi komik Jepang ya ?" tanya Abimanyu.


"Iya..sejak dilarang beli mainan aku selalu beli komik Jepang " jawab Malik.


"Kakak juga punya banyak di rumah , nanti kakak kasih ke kamu " ujar Abimanyu.


"Beneran kak ?" Malik melotot tak percaya.


"Beneran dong..koleksi komik kakak lumayan banyak karena sering dibelikan sama kak Kenzo "


"Asiik.. terimakasih kak " ucap Malik senang.


Setelah Malik keluar dari kamar, Abimanyu pun bangun kemudian beranjak menuju kamar mandi. Setelah mandi Abimanyu pun keluar dari kamar.Pada saat keluar dari kamar ia berpapasan dengan Milea yang juga baru keluar dari kamar.


"Kita jalan yuk " ajak Abimanyu dengan suara pelan.


"Kemana ?" tanya Milea.


"Bagaimana nanti saja " jawab Abimanyu. Milea pun mengangguk.


Selepas magrib Abimanyu minta ijin kepada Opa dan Oma untuk membawa Milea jalan-jalan. Setelah diijinkan mereka pun pergi dengan menggunakan mobil Maura pemberian Opa yang memang tidak dibawa ke Jakarta.


"Kita mau kemana kak ?" tanya Milea karena sejak mereka pergi Abimanyu tidak memberitahu kemana tujuan mereka.


"Kamu maunya kemana ?" bukan menjawab Abimanyu malah balik bertanya.


"Aku tidak tau..kan kak Abi yang ngajak " jawab Milea.


Setelah berputar -putar kota Bandung sambil sesekali memperhatikan ponselnya akhirnya atas rekomendasi Sadewa Abimanyu membawa Milea ke sebuah kafe yang ada di daerah Antapani.


Abimanyu puas akan saran dari Sadewa karena kafe yang mereka kunjungi sangat nyaman. Bagian outdoor kafe ini menawarkan suasana yang santai, sejuk, dan nyaman karena di sekitar tempat tersebut terdapat area hijau yang luas dan terdapat tanaman sehingga menambah suasana semakin segar.


"Kak Abi sering kesini ?" tanya Milea setelah mendapatkan meja yang nyaman.


"Belum pernah, ini rekomendasi dari kak Dewa.kak Dewa pasti hapal tempat yang bagus di Bandung karena dia cukup lama dinas disini " jawab Abimanyu.


"Pantas tadi di jalan kak Abi sibuk buka hape sambil nyetir " ucap Milea sambil memilih menu makanan dan minuman.

__ADS_1


" kak Abi mau pesan apa ?" tanya Milea.


"Terserah kamu " jawab Abimanyu.


"Yakin terserah aku..tidak takut sakit perut lagi ?" tanya Milea.


"Emang kamu tega melihat aku sakit perut lagi ?" Abimanyu balik bertanya.


"Ya tidak tega sih " jawab Milea.


Akhirnya Milea memesan dua lemonade dan croissant untuk mereka berdua.


Selagi menunggu pesanan mereka datang Abimanyu tampak asik dengan ponselnya membuat Milea kesal karena merasa diabaikan.


Keasikan Abimanyu terganggu karena Milea tiba-tiba merebut ponselnya.


"Kenapa ?" tanya Abimanyu tanpa dosa.


"Kak Abi ngajak kesini itu mau nongkrong atau mau main hape ?" tanya Milea.


"Nongkrong sambil main hape " jawab Abimanyu.


"Kalau begitu tidak usah ajak aku, pergi sendiri saja " semprot Milea.


"Ya..maaf " Abimanyu menyimpan ponselnya diatas meja.


Setelah menyimpan ponselnya kini tangan Abimanyu mengambil jemari Milea dan menggenggamnya. "Kan tidak boleh pegang hape, jadi pegang tangan kamu saja "


"Tapi tangan aku bekas ngupil " jawab Milea.


"Ih cuci tangan sana..jorok kamu " Abimanyu langsung melepaskan tangan Milea membuat gadis itu tertawa.


Sepanjang perjalanan memang ia tidak melihat Milea melakukan hal menjijikan itu, rupanya Milea sengaja menggodanya.


"Dasar nakal " Abimanyu menyentil kening Milea kemudian kembali menggenggam jemarinya.


Abimanyu tidak melepaskan genggamannya meskipun pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


"Ini semua aman kan ?" tanya Abimanyu sambil menunjuk semua pesanan Milea.


"Kak Abiii..!" Milea langsung melotot sambil mencubit lengan Abimanyu sampai membiru.


"Kamu itu kenapa sih suka banget nyubit..sakit tau " Abimanyu mengusap tangannya yang berbekas karena cubitan Milea.


"Iya maaf..soalnya kebiasaan " jawab Milea.


"Kebiasaan jelek " ejek Abimanyu. Milea hanya mendelik dengan wajah cemberut.


"Ini hanya sebagian kecil kebiasaan jelek aku, kak Abi tau sendiri aku itu memiliki banyak kebiasaan jelek jadi jangan protes "pinta Milea


"Baiklah aku tidak akan protes lagi " jawab Abimanyu mengalah daripada gadis itu ujung-ujungnya merengek ingin putus.


Meskipun saling menyela namun Abimanyu tidak sekalipun melepas genggaman tangannya di jari Milea dan Milea pun tidak keberatan bahkan terlihat sangat nyaman.


Dalam kenyamanannya Milea berpikir dalam hati apakah saat ini dirinya sedang berkencan dengan Abimanyu seperti pasangan kekasih pada umumnya.Mungkin seperti inilah gaya pacaran Abimanyu dan Milea harus mulai bisa membiasakan diri.


"Kenapa melamun ?" tanya Abimanyu.


"Tidak..siapa yang melamun ?" elak Milea.

__ADS_1


"kamu tentu saja, memang siapa lagi yang duduk bersama aku? " jawab Abimanyu.


Perhatian Milea dan Abimanyu tersita kepada sepasang kekasih yang baru datang dan duduk di meja yang berada tidak jauh dari mereka dan Milea sangat mengenal orang itu adalah Selina dan Zico.


Milea diam -diam menghampiri mereka dengan berjalan mengendap-endap hendak menjahili Selina yang duduk membelakanginya.


Setelah berada tepat dibelakangnya Milea pun menutup mata Selina dari belakang.


"Siapa sih ini ?" Selina tampak kaget karena matanya ada yang menutup dari belakang, sementara Zico hanya tersenyum melihat ulah Milea yang jahil.


Selina langsung melotot setelah Milea menurunkan tangannya dari mata Selina dan seraut wajah cantik muncul di pundaknya.


"Gemooy..dasar anak nakal !" Selina meraih kepala Milea kemudian mengacak rambutnya dengan gemas. " Sama siapa kesini anak nakal ? jangan bilang sedang kabur "


"Aduuh..kak Selin ampun !"


Selina tau sendiri bagaimana nakalnya Milea, meskipun tinggal di Bandung namun ia sering mendengar kabar tentang kenakalan Milea.


"Aku ke Bandung sama Mommy dan Daddy juga kak Maura dan Om Marvin, tapi mereka sudah pulang. Aku sama Malik masih menginap di rumah Oma " jawab Milea sambil merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah Selina.


"Yang bersama kamu itu siapa ?pacar kamu ya ?" Zico mencolek tangan Milea.


Selina langsung menoleh kearah meja Milea dimana Abimanyu berada. Merasa semua menatapnya Abimanyu pun menghampiri mereka dan menyapa Selin dan Zico.Dan akhirnya mereka pun duduk satu meja.


"Sedang berada di Bandung kenapa tidak mampir ?" Selina kembali mengacak rambut Milea gemas.


"Besok deh sebelum pulang aku mampir ke rumah Mama Arin " jawab Milea sambil melirik kearah Abimanyu.


"Iya " jawab Abimanyu singkat.


Selama mengobrol diam-diam Zico memperhatikan Abimanyu yang tampak tidak banyak bicara. Sebagai seorang pengusaha perhotelan tentu saja Zico tau siapa Abimanyu.


Zico tidak menyangka jika Milea ternyata berpacaran dengan salah satu dari tiga pangeran tampannya pengusaha Bagas Hadi Pranoto yang terkenal itu.


Milea dan Abimanyu yang datang lebih dulu akhirnya pamit pulang lebih dulu karena mereka khawatir akan mendapat Omelan dari Opa dan Omanya jika pulang terlalu malam.


"Hati-hati ya..dan jangan lupa sebelum pulang mampir dulu nanti Mama Arin marah kalau kalian tidak mampir !" pesan Selina.


"Iya kak " jawab Milea.


"Abimanyu itu seperti yang sombong ya " keluh Selina setelah Milea dan Abimanyu pergi.


"Jika dilihat sekilas emang seperti itu..Bapaknya kan juga begitu, selain mewarisi ketampanan dan kesuksesan bapaknya ternyata dia juga mewarisi karakter bapaknya yang dingin seperti gunung es " jawab Zico.


"Kamu tau banyak keluarga Abimanyu, padahal kalian barusan tidak banyak mengobrol ?" tanya Selina heran.


"Siapa sih yang tidak tau keluarga pengusaha itu..Abimanyu itu salah satu dari tiga putranya.Mereka juga punya hotel di Bali makanya aku cukup tau keluarga itu " jawab Zico.


"Oh begitu " ucap Selina.


"Apakah Milea mengikuti jejak kakaknya menjadi seorang model ?" tanya Zico.


"Tidak..dia itu tomboy dan pecicilan tidak seperti Maura " jawab Selina.


"Sayang ya padahal sama-sama cantik dan menunjang untuk menjadi seorang model " ujar Zico.


Mendengar Zico memuji Maura wajah Selina langsung cemberut.


"Kita sebentar lagi akan menikah, jadi jangan cemburuan begitu !" Zico mengacak rambut Selina membuat wajah Selina kembali tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2