
Setelah urusan dengan guru BP selesai Abimanyu pun membawa Milea pulang.
Di jalan Abimanyu menceritakan semua obrolannya dengan pak Wilson mengenai sangsi yang dijatuhkan kepada Milea.
"Ya sudah berarti aku bisa main selama satu Minggu " jawab Milea santai.
"Kamu tidak ingin tau mengenai syarat yang sudah kamu setujui ?" tanya Abimanyu tanpa menoleh sedikitpun kepada Milea.
"Oh iya aku lupa " Milea terkekeh. "Apa syaratnya ?" tanyanya.
"Syaratnya adalah kamu harus mau jadi pacar aku " jawab Abimanyu.
"Whaaat.. kenapa tidak bilang kalau syaratnya itu ? " Milea langsung protes. "Aku tidak mau jadi pacar kak Abi "
"Sudah terlambat..kamu tidak bisa menolak karena semalam kamu sudah setuju " jawab Abimanyu sambil tersenyum tipis penuh kemenangan.
"Kalau aku menolak ?" tantang Milea.
"Aku akan bilang sama Daddy dan Papih kamu bagaimana nakalnya kamu di sekolah. Mereka pasti akan murka apalagi jika mendengar kamu nyaris dikeluarkan dari sekolah karena sering bolos " jawab Abimanyu santai namun penuh ancaman membuat Milea langsung mengkerut.
Abimanyu melirik jam mahal yang melingkar di tangannya. Sekarang baru jam 10 pagi ia harus segera pergi ke kantor. Karena ia tidak mungkin mengantarkan Milea pulang sepagi ini yang pastinya akan menimbulkan kecurigaan keluarga Milea akhirnya Abimanyu memutuskan untuk membawa gadis nakal itu ke kantornya.
"Kenapa aku harus ikut ke kantor kak Abi ?" tanya Milea protes.
"Kalau aku antarkan kamu pulang ke rumah pasti mereka bertanya kenapa kamu pulang lebih awal dan mereka pasti akan curiga " jawab Abimanyu sambil menyuruh Milea duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.
Karena alasan Abimanyu cukup masuk akal akhirnya Milea pun menurut dan memilih menunggu di ruangan kerja Abimanyu yang sangat nyaman.
Selama Milea berada di ruangan kerjanya Abimanyu memberikan beberapa soal matematika untuk Milea kerjakan agar gadis itu berhenti mengoceh dan tidak mengganggu pekerjaannya.
"CK..aku itu seperti sedang dikelas saja " keluh Milea sambil mulai mengerjakan soal yang Abimanyu berikan.
"Kakak Abi pasti pintar ya bisa kuliah di Jepang ?" tanya Milea sambil menggigit ujung pulpennya.
"Tidak usah banyak bertanya..cepat kerjakan !" titah Abimanyu.
"Kakak Abi..apakah mengerti huruf kanji ?" Milea kembali bertanya membuat kepala Abimanyu terasa berdenyut.
__ADS_1
"Milea..aku akan telpon Daddy dan Papih kamu kalau kamu terus mengoceh " Abimanyu mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.
"Jangan..jangan..baiklah aku akan berhenti bicara " Milea melakukan gerakan mengunci bibirnya dengan tangannya.
Setelah satu jam berlalu Milea pun telah berhasil menyelesaikan soal yang diberikan oleh Abimanyu.
"Sudah selesai ?" tanya Abimanyu ketika melihat Milea tidak lagi memegang alat tulisnya.
"Sudah " jawab Milea.
"Sini !" Abimanyu meminta Milea memberikan kertas soalnya kepada Abimanyu. Dengan patuh Milea pun beranjak menuju meja kerja Abimanyu dan menyerahkan kertas itu kepada Abimanyu.
Abimanyu tampak memeriksa hasil kerja Milea dan ia tampak puas karena Milea dapat mengerjakannya dengan benar.
Setelah memeriksa hasil pekerjaan Milea Abimanyu mengajak Milea untuk makan siang. Abimanyu memilih mengajak makan siang di food court yang ada di lantai bawah kantornya.
Di depan Lift Abimanyu sempat berpapasan dengan Nakula yang juga akan makan siang.
"Kamu harus jelaskan sama kakak, jangan bilang kamu mengajak Milea bolos " bisik Nakula bernada peringatan.
"Setelah makan siang aku ke ruangan kakak " jawab Abimanyu.
Setelah berbicara dengan Nakula, Abimanyu menggenggam tangan Milea dan menuntun nya untuk mencari meja yang kosong.
"Walaupun kamu sedang di skors tapi aku akan tetap jemput kamu setiap pagi. Kamu tetap pakai baju sekolah tapi kamu akan ikut aku ke kantor " ucap Abimanyu.
"Aku kira hanya untuk hari ini saja " sungut Milea sambil menyantap makanannya.
"Kamu ikut ke kantor aku selama satu Minggu penuh..untuk selanjutnya aku akan antar jemput kamu ke sekolah setiap hari " ucap Abimanyu dengan wajah datarnya.
"Tidak perlu begitu dong kak.. setelah ini aku janji tidak akan nakal lagi..dan untuk kedepannya sebaiknya kita urus saja urusan kita masing-masing " pinta Milea.
"Kamu tidak usah membantah, tugas kamu cukup ikuti perintah aku tanpa banyak protes " jawab Abimanyu.
"Mana bisa begitu kak..emangnya apa hak kakak ngatur-ngatur aku seperti itu ?" Milea yang merasa tersudut mulai terlihat kesal.
"Aku berhak ngatur kamu..karena kamu sekarang pacar aku " jawab Abimanyu santai.
__ADS_1
"Huh..apes gw " keluh Milea sambil menelungkupkan kepalanya diatas meja. Bagaimana ia bisa sebodoh itu sampai bisa terjebak oleh jerat cinta di gunung es.
Milea tidak pernah membayangkan akan menjadi pacar Abimanyu yang seperti gunung es dan selalu ia bilang tidak asik itu.
"Makan yang benar " perintah Abimanyu membuat Milea terpaksa mengangkat kepalanya kemudian meneruskan makannya.
Abimanyu makan dengan santai sambil sesekali menatap Milea yang makan dengan tidak berselera.
Meskipun wajah Milea tampak cemberut namun samasekali tidak mengurangi kadar kecantikan gadis itu.Bahkan Abimanyu dibuat semakin gemas melihatnya.
Setelah selesai makan siang, Abimanyu mengantarkan Milea kembali ke ruangannya.
"Aku akan menemui kak Nakula dulu, kamu tunggu disini dan jangan coba-coba kabur. Kalau sampai berani kabur aku pastikan Daddy dan Papih kamu segera tau mengenai kenakalan kamu " ancam Abimanyu.
"Iya..huh..beraninya mengancam yang lemah " sindir Milea sambil kembali duduk di sofa di ruang kerja Abimanyu.
Abimanyu keluar dari ruangannya kemudian masuk ke ruangan kerja Nakula. Disana Nakula sudah siap menunggu adiknya itu menjawab semua pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
"Ceritakan sama kakak semuanya, jangan ada yang kamu sembunyikan " perintah Nakula.
Abimanyu duduk di kursi yang berada di sebrang meja kerja Nakula dan mulai menceritakan kejadian tadi di sekolah Milea.
Abimanyu tentu saja melewatkan jika ia sengaja memanfaatkan kelemahan Milea untuk memaksanya menjadi pacarnya.
"Ya ampun..nakal sekali anak itu " keluh Nakula.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan pada gadis itu selama satu Minggu mengikuti kamu ?" tanya Nakula.
"Aku akan membuatnya menjadi kucing yang manis " jawab Abimanyu.
"Mana bisa Bi singa betina berubah menjadi kucing yang manis dalam waktu satu Minggu " Nakula tertawa.
"Namanya juga usaha kak " jawab Abimanyu.
"Baiklah..kakak hargai usaha kamu " Nakula menepuk bahu adiknya. " Semoga berhasil "
Setelah selesai berbicara dengan Nakula, Abimanyu kembali ke ruangannya. Disana ia mendapati Milea sedang mengobrol dengan teman seperjuangannya di dunia kenakalan remaja.
__ADS_1
Abimanyu berusaha menahan diri untuk tidak tertawa ketika melihat Milea yang tampak kesal ketika mengetahui kelima temannya sedang mengisi waktu skorsing mereka dengan berlibur ke Bali.
"Malang banget sih nasib gw " keluh Milea sambil menelungkupkan kepalanya diatas meja kerja Abimanyu.