
Setelah selesai olahraga pagi sekaligus curhat dengan Om nya Marvin pun langsung pergi ke rumah orangtua Wisnu.
Marvin akan mengikuti nasehat Seno untuk berusaha mendapatkan hati Maura meskipun gadis itu sudah memiliki pacar.
"Maura masih tidur bangunin saja ke kamarnya " Bapak yang sedang menyesap kopinya di teras depan menyuruh Marvin membangunkan Maura.
Marvin pun bergegas menuju kamar Maura untuk membangunkan gadis itu.
Begitu masuk Marvin terkesiap mencium betapa wanginya kamar keponakan cantiknya itu.
"Kakak..bangun " Marvin duduk disisi ranjang dan mencolek-colek hidung Maura.
"Oma..kakak masih ngantuk " Maura menepiskan tangan Marvin tanpa membuka matanya.
"Kakaak bangun..kalau tidak bangun nanti Om cium nih " Marvin kini menjembel pipi Maura.
Merasa terganggu karena Marvin menjembel pipinya akhirnya Maura pun bangun.
"Om Marvin ganggu ih." Maura tampak kesal
"Kapan datang dari Jakarta ?" tanya Maura sambil berusaha untuk bangun.
Marvin membantu dengan menarik tangan Maura sampai gadis itu duduk.
"Semalam..Om menginap di rumah Aunty Arin " jawab Marvin.
"Om ke Bandung sendirian ?" tanya Maura sambil mengucek matanya.
"Iya..Om lagi suntuk di Jakarta " keluh Marvin.
Maura menatap Marvin iba, Maura sudah mendengar dari Mommy nya jika hubungan Marvin dengan Nisa sudah putus dan pasti karena itu lah Om nya itu mengeluh suntuk di Jakarta.
"Om..aku turut prihatin ya atas putusnya Om dan kak Nisa "ucap Maura lirih.
"Iya " jawab Marvin
"Om jangan sedih ya..aku tidak mau melihat Om sedih " tiba-tiba Maura memeluk Marvin sambil terisak membuat pria itu langsung melongo.
"Om yang putus dengan kak Nisa kenapa kakak yang nangis ?" tanya Marvin.
__ADS_1
"Aku sedih mendengar Om dan kak Nisa putus.. sebenarnya kak Nisa itu orangnya baik..dan aku tidak mau kalian putus " Maura memeluk Marvin erat sambil terisak.
Jantung Marvin langsung berdegup sangat kencang ketika tubuh mungil itu kini berada dalam dekapannya.
"Mungkin Om dan kak Nisa tidak berjodoh " ucap Marvin belaga sedih.
"Kalau Om sedang sedih Om sering-sering kesini saja nanti aku akan menghibur Om biar lupa sama kak Nisa " ucap Maura tulus.
"Iya..Om janji akan sering-sering kesini " jawab Marvin senang.
Maura yang polos tidak menyadari jika Marvin sedang menjual kesedihannya atas putusnya pertunangan dengan Nisa demi kembali mendekati Maura.
"Kalau begitu kakak mau tidak menemani Om seharian ini biar tidak terlalu suntuk ? Marvin mulai melancarkan aksi modusnya.
"Mau Om..Om mau kemana hari ini kakak akan temani Om biar tidak sedih lagi " jawab Maura cepat sambil mengusap matanya yang basah.
"Nanti kita pikirkan saja kalau sudah jalan " jawab Marvin.
"Baiklah..sekarang Om keluar sana kakak mau mandi dulu " Maura mengusir Marvin dari kamarnya.
Selagi Maura mandi, Ibu menyuruh Marvin untuk sarapan terlebih dahulu sebelum mereka pergi.
Tidak lama kemudian Maura yang sudah selesai mandi pun ikut bergabung dengan Marvin di meja makan.
Setelah selesai makan Marvin dan Maura pun pergi dengan menggunakan mobil Marvin.
"Kita mau kemana Om ?" tanya Maura.
"Kakak maunya kemana ?" Marvin malah balik bertanya kepada Maura.
"Kenapa balik tanya ke aku..kan hari ini aku yang akan menemani kemanapun Om pergi " Maura terkekeh.
"Temani Om belanja ya..kemarin Om tidak sempat bawa baju ganti " Marvin mengarahkan mobilnya menuju PVJ.
Sesampainya disana Marvin meminta Maura memilihkan t shirt untuknya. Maura yang sudah dari kecil dekat dengan Om nya itu tentu saja sudah sangat hapal selera berpakaian Marvin jadi gadis belia itu tidak kesulitan mencarikan t shirt yang sesuai dengan keinginan Marvin.
Setelah membeli beberapa t-shirt dan kemeja untuk Marvin mereka pun langsung berangkat menuju kearah Pangalengan.
Marvin membawa Maura untuk menjelajahi beberapa destinasi wisata di daerah pegunungan yang berhawa dingin itu.
__ADS_1
Untuk bekal di perjalanan Marvin membeli satu bucket ayam goreng kesukaan Maura.
Sepanjang perjalanan mereka mengobrol sambil menikmati ayam goreng yang berada dalam pelukan Maura.
"Om sudah dong..tinggal sedikit lagi nanti habis " Maura memukul tangan Marvin yang hendak mengambil ayam goreng dalam ember dipangkuannya.
"Pelit banget sih kak..nanti kalau habis kita beli lagi " jawab Marvin.
"Bener ya nanti beli lagi " Maura pun membiarkan Marvin mengambil ayam goreng dalam pangkuannya.
Semenjak Marvin dan Nisa resmi putus sikap Maura kepada Marvin langsung terlihat berubah.
Maura tidak lagi menjaga jarak kepada Marvin. Pria tampan itu sangat bahagia ketika akhirnya ia dapat menemukan kembali keponakannya yang manja dan judes yang sempat menjauh darinya selama hampir dua tahun.
"Kalau Minggu depan Om tidak ke Bandung giliran kakak yang ke Jakarta ya " pinta Marvin.
"Baiklah..aku akan mencoba bawa mobil sendiri ke Jakarta " jawab Maura riang.
"Heeeh..jangan ! awas saja kalau berani bawa mobil ke Jakarta " Marvin langsung melotot kepada Maura.
"Kan biar berani Om..kalau tidak dicoba kapan beraninya " jawab Maura.
"Om bilang tidak boleh ya tidak boleh..kalau begitu biar Om saja yang ke Bandung "
"Ya sudah kalau tidak boleh..aku ke Jakarta nya pake travel saja " jawab Maura dengan wajah sedikit ditekuk.
"Lebih baik pake travel..nanti Om jemput di tempat pool travel " Marvin setuju.
"Tidak usah cemberut..Om melarang karena Om khawatir..kakak kan baru belajar nyetir dan belum punya SIM " Marvin mengacak rambut Maura.
"Iya..iya " jawab Maura.
Setelah puas menjelajahi tempat wisata di Pangalengan sorenya mereka pun pulang.
Selepas magrib mereka sampai ke rumah orangtua Wisnu. Setelah Marvin beristirahat selama satu jam Marvin pun pamit pulang ke Jakarta.
"Sekolah yang bener jangan pacaran terus " pesan Marvin sebelum masuk ke mobilnya.
"Iya Om cerewet " jawab Maura sambil tertawa.
__ADS_1
"Hati-hati Om " Maura melambaikan tangannya ketika mobil Marvin mulai melaju meninggalkan Maura yang masih berdiri sampai mobil Marvin menghilang di tikungan jalan.