My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Tidak bisa mundur


__ADS_3

Rasa kesal Milea atas kebohongan Abimanyu ia bawa sampai ke rumah. Dan Milea yang bersumbu pendek tidak dapat menunggu esok untuk menunggu penjelasan dari Abimanyu.


"Kak Abi angkat teleponnya ini urgent !" Milea mengirimkan pesan suara kepada nomor Abimanyu.


Mendengar pesan suara dari Milea Abimanyu pun tidak ada alasan untuk mengabaikan nya ketika gadis nakal itu langsung menghubunginya.


"Ada apa ?" tanya Abimanyu.


"Kak Abi jelaskan sama aku kenapa kak Abi bohong. Kak Abi bilang ada kerjaan di Kalimantan dan tidak bisa diganggu.. nyatanya kak Abi ada di Jakarta. Tadi aku lihat kak Abi dan kak Nakula habis makan siang " cerocos Milea.


"Kalau lihat kak Abi kenapa tidak ditegur ?" tanya Abimanyu tanpa merasa berdosa karena telah ketahuan bohong.


"Jawab dulu kenapa kak Abi bohongin aku ?" bentak Milea.


"Ada perubahan jadwal keberangkatan " jawab Abimanyu santai.


"Kenapa tidak bilang sama aku ?" semprot Milea.


"Barusan kakak bilang " jawab Abimanyu.


"Iya bilang setelah ketahuan " kesal Milea.


"Meskipun ada perubahan jadwal keberangkatan ke Kalimantan namun aku masih sibuk jadi belum bisa menemui kamu " jawab Abimanyu.


"Masa segitu sibuknya sampai tidak bisa ketemu aku barang sebentar ?" tanya Milea setengah merengek.


Disebrang sana Abimanyu tampak tersenyum. Mendengar Milea merengek seperti itu tentu saja hatinya senang bukan kepalang.


"Setelah kelulusan kamu aku akan datang. Tunggu saja !" janji Abimanyu.


"Baiklah " jawab Milea sambil mengakhiri panggilan telepon.


*


Setelah hampir dua Minggu berlalu, hari kelulusan Milea pun tiba. Milea tampak cantik mengenakan kebaya berwarna dusty pink yang tampak sangat cantik memeluk tubuh langsingnya.


"Kesayangan Papih cantik banget " Adam tidak bosan-bosannya memuji penampilan si Gemoy kesayangannya.


Hari ini Milea akan pergi ke sekolah untuk merayakan kelulusannya bersama Wisnu dan Millie.


Jika Adam dan Mikha terus memuji penampilan Milea, lain halnya dengan Malik yang terus meledeknya.


"Beneran bisa jalannya tidak kak? awas jatuh loh " ledek Malik.


"Kalau tidak bisa jalannya aku mau minta gendong Daddy saja " jawab Milea santai.


"Iya..Nanti kamu tinggal bilang saja, biar Daddy gendong " jawab Wisnu.


"Emang tidak malu kak sudah tinggi begini minta gendong Daddy ?" tanya Millie sambil memapah Milea menuju mobil.


"Tidak..aku juga suka lihat Mommy digendong sama Daddy " jawab Milea.


"Hust.. jangan keras-keras ngomongnya " omel Millie dengan wajah merah.


Setelah Millie dan Milea masuk kedalam mobil Wisnu pun mulai melajukan mobilnya menuju aula sekolah Milea tempat acara kelulusan putri keduanya.


Millie dan Wisnu duduk diantara barisan para orangtua wali yang tahun ini menyelesaikan sekolahnya.


Sepanjang acara Wisnu tampak menggenggam tangan Millie. Mereka tampak khusyu mengikuti semua rangkaian acara.


Wisnu dan Millie tampak bangga ketika Milea masuk kedalam daftar 10 siswa dengan nilai ujian tertinggi dan di daulat naik ke panggung untuk mendapatkan penghargaan.

__ADS_1


"Sayang..Milea pasti kesusahan naik ke panggungnya " bisik Millie ketika Milea dipanggil untuk naik keatas panggung.


Namun kekhawatiran Millie dan Wisnu sirna manakala Samuel membantu Milea naik keatas panggung yang langsung mendapat tepukan tangan dari teman-temannya. Meskipun mendapat ledekan dari teman-temannya Milea dan Samuel tampak cuek dan terlihat cekikikan.


"Untung ada Samuel " bisik Millie lega.


Setelah mendapatkan penghargaan ketika akan turun Milea kembali memanggil Samuel dan langsung kembali mendapat tepukan tangan dari teman-temannya.


Millie dan Wisnu yang menyaksikan kejadian itu hanya tertawa. Milea dan Samuel memang sudah akrab dari kecil karena mereka satu sekolah sejak duduk di bangku SD.


"Semoga mereka kuliahnya barengan lagi " bisik Mamih Samuel yang duduk tepat di sebelah Millie.


"Milea sedang ngambek karena tidak diijinkan kuliah di Kanada, dan sekarang dia mogok tidak mau kuliah " jawab Millie dengan wajah sedih.


"Sayang sekali..padahal Milea anaknya pintar " ucap Mamih Samuel sambil mengusap punggung tangan Millie.


Setelah melewati seluruh rangkaian acara Millie dan Wisnu pun pulang membawa Milea.


"Mommy dan Daddy bangga sama kamu " ucap Millie.


"Kamu mau hadiah apa dari Daddy ?" tanya Wisnu.


"Aku mau hadiah keliling Indonesia " jawab Milea.


"Keliling Indonesia ?" tanya Millie.


"Iya Mom " jawab Milea.


"Sama teman-teman kamu ?" tanya Wisnu.


"Tidak Dad..tadinya aku ingin pergi sendiri..tapi kak Abi bilang katanya mau menemani " jawab Milea.


"Sebaiknya memang ditemani Abi.. Daddy setuju kalau ditemani Abi " jawab Wisnu.


Awalnya Milea pikir Mommy dan Daddy nya akan melarang jika ia pergi dengan Abimanyu.


"Ya..Daddy pikir Abi akan bisa menjaga kamu..jadi kita tidak khawatir..iya tidak Mom ?" Wisnu melirik Millie.


"Iya..Mommy setuju kalau kamu ditemani Abi " jawab Millie.


Tanpa Millie dan Wisnu tau Milea yang duduk di belakang tampak mencubit tangannya sendiri.


"Apakah gw sedang bermimpi ?" batin Milea.


Ketika dalam perjalanan pulang Millie terlihat menerima telepon dari Mikha yang menanyakan keberadaannya karena keluarga Bagas sudah ada di rumah mereka.


"Mamih bilang apa Sayang ?" tanya Wisnu melirik kearah Millie.


"Keluarga Abimanyu sudah ada di rumah " jawab Millie.


"Keluarga kak Abi di rumah ? mau ngapain Mom ?" tanya Milea kaget.


"Mau membicarakan masalah pernikahan kalian " jawab Millie.


"Pernikahan ? " Milea langsung melongo.


"Iya..bukannya kamu bilang ingin nikah muda " jawab Millie.


"Tapi Mom..aku tidak sungguh-sungguh " wajah Milea langsung terlihat pucat.


"Sayang..kamu itu bagaimana sih ? jangan bikin malu keluarga kita dong..keluarga Abimanyu sekarang sudah ada di rumah " omel Wisnu.

__ADS_1


"Aduh Dad..kenapa tiba-tiba perut aku jadi mules ya..bisa minta berhenti dulu di pom bensin ?" pinta Milea dengan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


"Jangan coba-coba melarikan diri " ancam Wisnu.


"Tidak Dad..aku benar-benar sakit perut " jawab Milea sambil buru-buru turun kemudian berjalan cepat menuju toilet.


Setelah hampir sepuluh menit berada di toilet pom bensin Milea pun keluar masih dengan wajah pucat nya.


"Mom..apa benar di rumah sudah ada keluarga kak Abi ?" tanya Milea yang masih tidak percaya dengan berita yang didengarnya. Bahkan sebenarnya ia berharap jika yang ia dengar tidaklah nyata.


"Benar Sayang..mereka sedang menunggu kita di rumah " jawab Millie.


Mendengar jawaban dari Mommy nya tubuh Milea terasa lemas di kursi belakang.


Wajah Milea semakin pucat ketika mobil Daddy nya mulai memasuki halaman rumah Papihnya. Apalagi disana sudah ada tiga mobil yaitu mobil Bagas, mobil Nakula dan mobil Sadewa.


Kedatangan Wisnu, Millie dan Milea disambut hangat oleh semua yang sedang menunggu mereka.


Begitu datang Alysha langsung memberikan satu buket bunga cantik untuk Milea. "Terimakasih " ucap Milea sambil mencubit pipi Alysha gemas.


"Aih..kamu cantik sekali pake kebaya, Tante sampai pangling " puji Felisha menatap kagum kepada si nakal calon menantunya.


"Terimakasih Tante " jawab Milea sambil tersipu. Tidak lupa ia menyalami semua yang ada disana termasuk Abimanyu yang duduk di dekat Daddy nya.


Abimanyu hanya diam sambil menatap Milea yang duduk di dekat Adam membuat Milea menjadi salah tingkah. Dua Minggu tidak bertemu membuat Milea merasa gugup ditatap oleh Abimanyu seperti itu.


Milea semakin gugup ketika semua yang ada disana mulai membicarakan masalah pernikahan.


Milea menatap wajah Abimanyu terlihat bingung. Namun Abimanyu malah terlihat santai dan tidak menanggapi reaksi wajah Milea itu membuat Milea menjadi geram sendiri.


Jika saja Milea punya keberanian ingin sekali ia menolak semuanya. Namun sayangnya Milea tidak mempunyai keberanian itu apalagi disitu hadir juga Sadewa yang menurutnya berwajah galak membuat dirinya semakin mengkerut meratapi kebodohannya yang telah asal bicara ingin nikah muda.


"Bagaimana..apakah kalian tidak keberatan jika untuk acara akad nikahnya hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja ?" tanya Bagas menatap Milea dan Abimanyu bergantian.


Abimanyu dan Milea tampak saling tatap kemudian keduanya mengangguk.


"Yang penting nikah dulu.. setelah itu kita bicarakan lagi untuk acara resepsi nya. Keluarga kami akan mengikuti bagaimana dari pihak keluarga Milea saja " lanjut Bagas.


Setelah semua pembicaraan mengenai pernikahan selesai mereka melanjutkan dengan acara makan siang bersama.


Keluarga Adam yang memang sudah tau jika keluarga Bagas akan datang tampak sudah mempersiapkan banyak makanan di meja makan untuk menjamu tamu mereka.


Pada saat acara makan siang Abimanyu diam-diam memperhatikan Milea yang tampak lebih banyak diam. Rupanya gadis itu masih shock dengan apa yang terjadi secara tiba-tiba.


Dimata Abimanyu Milea tak ubahnya seperti seekor tikus yang tampak pasrah akan nasibnya karena masuk kedalam perangkap.


Setelah acara makan siang usai, keluarga Bagas pun pamit pulang termasuk Abimanyu.


Sambil mengantarkan keluarga Bagas ke mobilnya Milea diam-diam meluapkan kekesalannya dengan mencubit pinggang Abimanyu.


"Milea..sakit " Abimanyu meringis sambil mengusap pinggangnya.


"Siapa suruh datang ga bilang-bilang " jawab Milea geram.


"Aku hanya mengabulkan keinginan. kamu..bukannya kamu yang bilang sama Mommy dan Daddy kalau kamu ingin nikah muda " bisik Abimanyu.


"Tapi aku tidak sungguh-sungguh kak "


"Kalau berani kamu bilang saja sama keluarga kita mumpung belum terlambat " tantang Abimanyu.


"Aku tidak berani.. kalau sudah begini mana bisa mundur " jawab Milea pasrah.

__ADS_1


"Makanya kalau ngomong itu jangan asal " Abimanyu menyentil kening Milea.


"Iya " jawab Milea lirih.


__ADS_2