
Jam lima sore Marvin dan Wisnu baru pulang dari lokasi proyek. Keduanya terlihat lelah dan langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri.
"Kerjaannya lancar sayang ?" tanya Maura sambil membantu membuka kemeja Marvin
"Ya.. memenuhi target bahkan sangat memuaskan " jawab Marvin.
"Syukurlah..sekarang cepetan mandi gih biar seger !" Maura mendorong Marvin ke kamar mandi.
"Temani ya !" pinta Marvin.
"Kakak sudah mandi Sayang..kalau mandi lagi tidak kuat dingin " Maura menolak diajak mandi lagi karena mandi bersama dengan Marvin pasti akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar.
"Ya sudah..mandi barengnya besok pagi saja " akhirnya Marvin pun masuk ke kamar mandi tanpa Maura.
Selagi Marvin mandi Maura pun menyimpan pakaian kotor suaminya kedalam keranjang cucian kemudian ia menyiapkan baju ganti untuk Marvin dan diletakan diatas kasur.
Tidak sampai setengah jam Marvin pun sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Tetesan air mengucur dari rambutnya yang basah mengenai dadanya.
Wangi sabun mandi dan shampo menguar dari tubuh tegap pria tampan itu.
"Kamu wangi banget Sayang " Maura menghirup dalam-dalam aroma tubuh Marvin yang menyegarkan.
"Kan habis mandi " jawab Marvin duduk disisi ranjang sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Sini kakak saja yang keringkan " Maura mengambil handuk dari tangan Marvin kemudian mulai mengeringkan rambut Marvin yang basah.
Selama Maura mengeringkan rambutnya, kedua tangan Marvin memeluk erat perut Maura dan menciuminya.
"Sayang..diam dong geli tau " omel Maura karena Marvin mendusel-dusel kepalanya di perut rata Maura.
"Lagi cium dedek..siapa tau sudah ada disini " jawab Marvin.
"Belum ada Sayang..kalau sudah ada pasti ada tanda-tanda nya " jawab Maura.
"Emang kakak tau tanda-tanda wanita yang sedang hamil ?" tanya Marvin sambil menengadahkan kepalanya menatap lucu kearah Maura yang berdiri diantara kedua pahanya
"Ya tau dong..biasanya orang hamil itu suka diawali dengan muntah-muntah..itu yang sering kakak lihat di sinetron " jawab Maura.
"Kan tidak semua orang hamil begitu kak " sanggah Marvin sambil tersenyum dan kembali mendusel-dusel kepalanya di perut Maura.
"Iya juga sih " gumam Maura sambil terus mengeringkan rambut Marvin.
Setelah selesai Maura memberikan baju yang teronggok di atas kasur kepada Marvin untuk dipakai, namun pria tampan itu malah menjatuhkan tubuhnya diatas kasur membuat handuk yang ia pakai sedikit tersingkap dan tongkat sakti miliknya sedikit menyembul keluar membuat Maura langsung memalingkan wajahnya.
"Sayang..buruan pake bajunya itu burungnya sudah nongol nanti terbang loh " seloroh Maura.
Marvin tertawa sambil memegang tongkat saktinya yang memang sedikit menyembul dibalik handuknya yang sedikit tersingkap.
"Dia itu ingin dicium sama kakak karena sudah mandi dan wangi " jawab Marvin.
"Diciumnya nanti malam saja " jawab Maura sambil menarik kedua tangan Marvin agar segera memakai bajunya.
"Baiklah " Marvin pun mulai memakai bajunya dihadapan Maura.
__ADS_1
Setelah berpakaian lengkap sepasang pengantin baru itu keluar untuk berkumpul bersama keluarga sambil menonton tv.
Tangan mungil Meysha terulur kearah Marvin meminta digendong. Marvin pun langsung menggendong tubuh mungil itu di dadanya. Sementara Maura sendiri langsung menggelendot di lengan Millie.
"Mom..aku mau jalan-jalan dong sama Malik besok..boleh tidak ?" tanya Milea.
"Kemana ?" tanya Millie sambil menatap wajah putri cantiknya.
"Ke Mall..nanti perginya sama sopir saja " jawab Milea.
"Bagaimana Sayang..apakah mereka boleh pergi ke Mall berdua ?" Millie menatap kepada Wisnu.
"Mending perginya sama kakak saja yuk " ajak Maura.
"Kami ingin belajar pergi berdua Kak..aku kan sudah besar..sudah mau SMP " Milea menolak pergi dengan Maura.
"Dad..boleh ya !" pinta Mile dan Malik.
"Baiklah..tapi kalian perginya sama sopir " Wisnu akhirnya mengijinkan Milea dan Malik pergi berdua.
"Tapi disana kalian harus hati-hati.. tetap berdua jangan pisah " pesan Marvin.
"Iya Om " jawab Milea.
"Kamu kan yang lebih besar jadi harus bisa jagain Malik " pesan Millie.
"Iya Mom " jawab Mile.
Keesokannya Mile dan Malik benar-benar pergi ke Mall dengan diantarkan oleh sopir Opa nya.
Millie dan Wisnu yang khawatir kepada kedua bocah itu diam-diam menyuruh sopir untuk mengawasi mereka dari jauh.
"Kakak aku ingin beli mainan " Malik menunjuk pada toko mainan yang mereka lewati.
"Boleh tapi jangan banyak-banyak.. kamu sudah besar..kakak juga sekarang sudah tidak suka beli mainan " pesan Mile.
"Iya sekarang kakak sukanya beli kosmetik " cibir Malik. Mile hanya tersenyum.
Di toko mainan mereka tidak hanya membeli mainan untuk Malik saja tapi juga mereka mencarikan mainan untuk Meysha.
Selesai membeli mainan kedua bocah itu pergi ke toko kosmetik. Disana Mile membeli beraneka ragam kosmetik untuk anak seusianya.
Setelah membeli kosmetik kedua bocah itu pergi ke tempat permainan. Mereka tidak menyadari jika sopir mereka mengikuti dan mengawasi dari jauh.
Mile dan Malik mencoba hampir semua permainan. Keduanya tampak berlari kesana kemari dengan riangnya.
Setelah lelah bermain kedua bocah itu merasa lapar kemudian pergi ke gerai ayam goreng yang ada tidak jauh dari sana.
"Kita makan sepuasnya..Opa kasih kita uang yang banyak " bisik Mile kepada Malik sambil terkikik.
"Iya kak " jawab Malik.
Malik duduk di bangku sementara Mile memesan makanan. Meskipun masih kecil namun Mile tampak sangat mandiri dan percaya diri ketika memesan makanan sendiri.
Mile mengeluarkan uang dari tas kecilnya ketika kasir menyebutkan nominal sejumlah uang yang harus Mile bayar.
__ADS_1
"Kakak saja yang bayar " suara orang dibelakangnya mengejutkan Milea.
"Kakak Abi.." Milea langsung melongo ketika orang dibelakangnya itu membayar semua tagihan makanan yang Ia pesan.
"Kamu sama siapa kesini ?" tanya Abi setelah membayar kan makanan Milea.
"Sama Malik adik aku " jawab Milea.
"Hanya berdua ?" Abi melotot.
"Kesini nya sama sopir " jawab Mile.
"Kakak Abi tangannya sudah sembuh ?" sambil berjalan ke meja nya Milea memperhatikan tangan Abimanyu.
"Sudah " jawab Abimanyu.
"Syukurlah " jawab Milea pelan.
"Karena kakak makan sendirian boleh tidak kakak gabung di meja kalian ?" tanya Abimanyu.
"Boleh kak " jawab Milea.
"Kak Mile..kakak ini siapa ?" tanya Malik menatap kepada Abimanyu.
"Kakak ini yang dulu tidak sengaja kakak tabrak " bisik Mile.
"Kalian sedang apa di Bandung ?" tanya Abimanyu sambil mulai makan ketika pesanan mereka sudah datang.
"Kami sedang berlibur di rumah Opa dan Oma..kakak sendiri sedang apa di Bandung ?" Milea balik bertanya kepada Abimanyu.
"Sama..kakak juga sedang berlibur di Bandung sama keluarga " jawab Abimanyu.
Mereka makan sambil mengobrol, ternyata Abimanyu tidak sesombong yang Mile pikir. Meskipun agak pendiam namun remaja tampan itu cukup ramah kepada Milea dan Malik.
"Kalian pesan makannya banyak sekali " ujar Abimanyu sambil tersenyum melihat Millie dan Malik yang sibuk menghabiskan makanannya.
"Kita dikasih uang sama Opa banyak jadi kita makan sepuasnya " jawab Mile dengan mulut penuh makanan.
Abimanyu mengambil tisu kemudian menyusut bibir Milea dan Malik yang belepotan saus.
"Karena kakak Abi yang bayarin makanan kita jadi uangnya bisa kita masukan celengan " sambung Mile sambil menjilat bibirnya.
"Bagus..yang rajin nabungnya ya " nasehat Abimanyu.
"Iya kak " jawab Mile dan Malik.
"Setelah makan kalian mau kemana lagi ?" tanya Abimanyu.
"Kita mau langsung pulang kak " jawab Milea.
"Sebaiknya memang kalian langsung pulang " ujar Abimanyu.
Setelah selesai makan mereka pun keluar dari gerai ayam goreng. Abimanyu menuntun kedua bocah itu menuju parkiran dimana sopir yang mengantar Milea dan Malik sudah menunggu.
"Hati-hati di jalan dan langsung pulang " pesan Abimanyu kepada Milea.
__ADS_1
"Iya kak " jawab Milea sebelum mereka berpisah.
Abimanyu kembali masuk kedalam Mall setelah mobil yang membawa Milea dan Malik berlalu dari parkiran Mall.