My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Kriteria Khusus Calon Istri


__ADS_3

Karena malam semakin larut, mereka pun memutuskan untuk pulang. Begitu sampai di parkiran Yudhis dan Nisa menggerutu ketika mendapati keempat ban mobil Yudhis kempes.


"Dasar anak nakal " umpat Yudhis.


"Kenapa sih selalu harus kempesin mobil aku " kesal Yudhis.


Nisa dan Yudhis sudah bisa menebak ulah siapa yang sudah membuat keempat ban mobil Yudhis kempes.


Nisa merekam kondisi keempat ban mobil Yudhis yang kempes dan ia kirimkan kepada Marvin.


Ulah keponakan kesayangan kamu sudah melabrak aku eh kempesin ban mobil lagi tulis Nisa.


Marvin yang sedang mengobrol dengan Felix kaget mendapat kiriman video dari Nisa.


Suruh Yudhis cari bengkel terdekat saja, repot banget


Biar nanti aku jewer Maura nya balas Marvin.


Biaya bengkel nya nanti kamu ganti ya pinta Nisa.


Iya nanti aku transfer ke rekening kamu balas Marvin.


Marvin geleng-geleng kepala membayangkan betapa jahilnya Maura.


Minggu kemarin ia yang dikerjai dengan berpura-pura kakinya terkilir, sekarang Nisa dan Yudhis yang dikerjai dengan membuat kempes semua ban mobil Yudhis.


Jika saja Maura ada di depannya ingin sekali Marvin menggigit bibirnya yang sering mengerucut menggemaskan.


Beberapa menit kemudian Maura menghubunginya melalui sambungan Video.


Maura yang tampak sudah mengenakan piyamanya mengadu kepada Marvin mengenai pertemuan nya dengan Nisa dan Yudhis di coffee shop.


"Malam ini aku puas banget Om sudah marahin kak Nisa. Masa baru putus belum lama sama Om dia sudah punya pacar lagi " Maura mengadu.


"Ya biarin dong kak..itu kan haknya kak Nisa " jawab Marvin.


" Selain aku marahin aku juga kempesin ban mobilnya " adu Maura.


" Iya Om tau..tadi kak Nisa ngadu katanya kakak nakal ngerjain dia " jawab Marvin


"Biarin..yang penting aku puas " jawab Maura.

__ADS_1


"Lain kali jangan jahil lagi ya kak.. kasian kak Nisa nya kebingungan nyari bengkel apalagi sudah malam begini " nasehat Marvin.


"Om kok ngomongnya begitu..bukan nya bilang terimakasih karena aku sudah belain Om . Aku jadi kesel sama Om "


Marvin melongo ketika Maura langsung mengakhiri sambungan video dengan kesal. Sepertinya ia telah salah bicara pada gadis judes itu.


Marvin kembali mencoba menelpon Maura namun tidak diangkat. Sepertinya gadis itu benar-benar marah kepada Marvin.


Kemarahan Maura masih berlanjut, sampai Marvin pulang dari Surabaya pun Maura masih belum mau menerima telepon dari Marvin.


Jika saja seminggu ini Marvin tidak sibuk dengan pekerjaan, ingin sekali Marvin pergi ke Bandung untuk menemui Maura.


Marvin yang sangat ingin menemui Maura terpaksa harus lebih bersabar lagi ketika Adam menyuruh Marvin pergi ke Palembang bersama Wisnu untuk meninjau proyek yang sedang kakak iparnya itu kerjakan.


Marvin dan Wisnu pergi hari Jumat pagi. Rencananya mereka akan berada di Palembang selama empat hari. Jadi sudah bisa dipastikan jika weekend ini Marvin kembali tidak bisa bertemu dengan Maura.


Jumat siang Marvin dan Wisnu sudah berada di Palembang.Mereka menginap di hotel yang sama bahkan mereka memesan kamar yang bersebelahan.


Hari itu mereka memilih beristirahat sebelum keesokannya akan pergi untuk meninjau lokasi proyek.


Meskipun hari libur kedua pria tampan itu tampak semangat meninjau lokasi proyek yang tetap berjalan meski hari libur.


Jumat malam Wisnu mengajak Marvin untuk mencari tempat nongkrong di luar area hotel.


Bagi Wisnu dan Marvin Coffee shop adalah tempat yang cocok untuk pria nongkrong.


"Belum niat cari gantinya Nisa ?" tanya Wisnu ketika mereka sedang menikmati secangkir espresso.


"Belum kepikiran Mas..masih ingin memantapkan hati dulu " jawab Marvin.


"Memang sebaiknya begitu.. mantapkan hati dulu baru melangkah..jangan sampai sudah setengah jalan gagal lagi seperti kemarin.. buang-buang waktu dan tenaga saja " nasehat Wisnu.


"Iya Mas " jawab Marvin.


"Sebelum Mas dan kak Millie memutuskan untuk menikah, kami juga mengalami proses pemantapan hati yang cukup panjang. Bahkan hubungan kita sempat sangat memburuk.. Mas sempat merasa tidak percaya diri untuk menikahi kakak kamu apalagi dengan status Mas yang seorang duda dengan dua anak " Wisnu mengenang awal-awal pernikahannya dengan Millie.


"Tapi seiring berjalannya waktu semua berjalan mengikuti skenario yang Tuhan buat untuk kita..dan Mas bangga bisa menjadi bagian dari keluarga kamu " sambung Wisnu.


"Dan Mas juga berharap kelak anak-anak Mas bisa seberuntung Daddy nya.. mendapatkan jodoh dari keluarga sempurna seperti keluarga kamu "


"Mas yakin..setelah putus dari Nisa, kamu akan mendapatkan pengganti yang lebih baik " Wisnu menepuk pundak Marvin.

__ADS_1


"Aamiin..Mas " jawab Marvin sambil menyesap kopinya.


"Kalau boleh Mas tau..apakah kamu punya kriteria khusus untuk calon istri kamu kelak ?" tanya Wisnu.


"Tidak ada Mas " jawab Marvin.


Meskipun mulutnya berkata tidak ada, namun nyatanya Marvin mempunyai kriteria khusus yang tidak bisa ditawar untuk calon pendampingnya kelak..wanita itu haruslah Maura..tidak ada yang lain.


Pada saat mereka masih berada di coffee shop, Wisnu menyempatkan diri menelpon Maura. Menelpon Maura adalah agenda wajib Wisnu setiap hari.


Marvin hanya diam mendengarkan obrolan antara ayah dan anak itu. Maura yang manja terdengar sedang merengek kepada Wisnu agar diijinkan bawa mobil ke Pangandaran bersama teman-temannya.


"Aku perginya sama teman perempuan Dad..percaya deh sama aku " bujuk Maura.


"Daddy bilang tidak boleh ya tidak boleh " jawab Wisnu tegas.


"Daddy tidak asik..aku mau minta ijin sama Mommy saja " kesal Maura.


"Minta ijin sama Mommy sama saja bohong kak..kan kakak sendiri bilang kalau Mommy kamu itu cerewet sekali " Wisnu terkekeh.


"Kalian tidak asik " Maura semakin kesal.


"Kakak boleh pergi tapi tidak boleh bawa mobil sendiri..kalau pake sopir baru boleh " putus Wisnu.


"Iya nanti aku akan cari sopirnya, soalnya sopir Opa mau mengantar Opa ke Semarang " Maura akhirnya mau memakai sopir demi bisa pergi ke Pangandaran.


Setelah negosiasi selesai Wisnu pun mengakhiri sambungan telepon. Wisnu geleng-geleng kepala sambil tertawa.


"Sudah besar juga manjanya minta ampun..termasuk sama kamu juga " Wisnu terkekeh.


"Kapan kakak Maura akan pergi ke Pangandaran nya Mas ?" tanya Marvin.


"Hari Jumat malam..mereka disana rencananya dua hari..berarti hari Minggu pulang " jawab Wisnu.


"Kalau begitu aku saja yang mengantar kakak Maura ke Pangandaran " Marvin menawarkan diri.


"Serius kamu mau antar Maura ke Pangandaran ?"


"Iya Mas " jawab Marvin.


"Ya sudah..Mas lebih tenang kalau Maura pergi sama kamu " Wisnu setuju.

__ADS_1


Akhirnya ada kesempatan juga untuk bertemu dengan Maura..batin Marvin senang.


Terus dukung ya biar Author semangat nulisnya.. Happy reading 😘😘


__ADS_2