
Maura memasukkan salad buah kedalam kotak makan, diatas meja sudah ada dua kotak yang lain berisi carrot cake dan rendang daging. Hari ini Maura akan berkunjung ke rumah Milea dengan membawa tiga kotak makan itu.
Sudah satu Minggu Milea menjalani cuti kuliah dan semalam adiknya itu mengeluh mulai bosan di rumah.
"Bunda apakah kita jadi pergi ke rumah Aunty Mile ?" tanya Rani.
"Jadi dong..ini bunda sedang siap-siap" jawab Maura.
Hari ini Maura akan pergi ke rumah Milea hanya dengan Rani Karena Dika pagi tadi ikut dengan Marvin ke kantor.
Setelah semua siap Maura pun melajukan mobilnya menuju rumah Milea bersama si kecil Rani yang terus berceloteh sambil memeluk bonekanya.
Hanya memakan waktu setengah jam Maura pun sampai di rumah Milea.
"Hai cantik akhirnya datang juga " Milea hendak menggendong Rani namun dicegah oleh Maura.
"Rani itu berat dek, ingat kamu lagi hamil tidak boleh mengangkat yang berat-berat !" Maura mengingatkan adiknya.
"Habis gemas banget..boleh gigit tidak ?" Milea mendekatkan bibirnya ke pipi bulat Rani.
"Eeeh..enak saja. Kalau mau gigit tunggu Abi pulang kerja saja " Maura menjauhkan Rani dari Milea.
Maura tertawa sebagai gantinya ia pun menciumi pipi Rani dengan gemas.
"Kakak bawa apa itu ?" mata Milea menangkap sesuatu ditangan Maura.
"Ini makanan buat kamu. Ada salad buah, Carrot cake dan Rendang daging " jawab Maura.
Milea langsung mengambil kotak berisi salad buah dan langsung memakannya. Sementara Maura terlihat sibuk menyuapi Rani ice cream yang baru saja ia ambil dari kulkas.
"Dika kenapa tidak diajak kak ?" tanya Maura dengan mulut penuh salad buah.
"Dika ikut Om Marvin ke kantor, dari semalam dia merengek ingin ikut " jawab Maura.
"Apa dia tidak akan nangis di kantor Om Marvin ?" tanya Milea.
"Sepertinya tidak akan, disana ada Papih dan Mommy ini.. Dika pasti anteng " jawab Maura santai.
Selagi Milea menikmati salad buahnya, Abimanyu menghubungi Milea melalui sambungan video. Sejak Milea cuti kuliah setiap jam Abimanyu selalu menghubungi Milea untuk mengecek keberadaan Milea agar tidak melakukan hal-hal yang konyol.
__ADS_1
"Om Abi...aku ada disini !" Rani melambaikan tangannya begitu wajah tampan Abi muncul dilayar ponsel Milea.
"Hai cantik kapan datang ? kamu sedang menemani Aunty Mile ya ?" sapa Abimanyu kepada keponakannya yang menggemaskan itu.
"Iya..aku sedang menemani Aunty Mile biar tidak sedih " jawab Rani.
Sebelum pergi ia sempat mendengar perbincangan antara Maura dengan Mikha yang mengatakan jika mereka akan menemani Milea agar Milea tidak sedih berada di rumah sendirian.
"Terimakasih cantik sudah menemani Aunty Mile..nanti Om kasih hadiah untuk Rani " janji Abimanyu.
"Kalau janji harus ditepati Yang !" Milea muncul dilayar ponsel Abimanyu.
"Iya..aku sebentar lagi pulang, kalian ingin dibelikan apa ?" tanya Abi menatap lembut kearah Milea yang sedang menikmati salad buahnya.
"Om aku ingin birthday cake !" pinta Rani.
"Birthday cake..apakah kamu sedang berulang tahun ?" tanya Abi.
"Tidak " Rani menggeleng.
"Sudah belikan saja daripada nangis " ujar Milea.
"Sepuluh " jawab Rani sambil mengacungkan lima jarinya.
Disebrang sana Abimanyu menggaruk tengkuknya sambil tertawa. Sepertinya mau lilinnya angka lima atau sepuluh bocah itu tidak masalah.
Setelah sambungan telepon terputus Milea dan Maura tampak tertawa.
"Abi bingung tuh..biar dia belajar cara menghadapi bocah karena sebentar lagi dia akan jadi seorang ayah " ujar Maura sambil tertawa.
Satu jam kemudian suara mobil Abimanyu terdengar memasuki halaman rumah dan Abi pun muncul dengan membawa birthday cake pesanan Rani.
Rani tampak senang melihat pesanannya sudah datang. Untuk urusan lilin Abimanyu yang tidak mau mengambil resiko Rani menangis jika ia salah membeli akhirnya membeli semua angka agar bocah itu bisa memilih sesuai dengan keinginannya.
"Aku lilinnya mau yang ini karena seperti kacamata " Rani mengambil angka delapan.
"Hfft..untung aku membeli semua angka " gumam Abimanyu.
Rani tampak senang mendapat birthday cake dari Om nya. Dengan dibantu oleh Maura bocah cilik itu memotong kuenya dan membaginya kepada Milea, Abimanyu dan Maura.
__ADS_1
Maura dan Rani berada di rumah Milea sampai sore. Mereka baru pulang mendekati waktu Marvin pulang dari kantor.
"Dadah Om Abi..Aunty Mile...aku pulang dulu ya !" Rani melambaikan tangannya ketika mobil Maura melaju perlahan meninggalkan rumah Milea.
"Bunda..nanti aku mau main lagi ke rumah Aunty Mile " pinta Rani.
"Iya Sayang " jawab Maura.
Maura tiba di rumah sebelum Marvin pulang dari kantor. Tidak lama kemudian Adam dan Marvin pun pulang.
Marvin turun dari mobil sambil menggendong Dika yang tertidur. Rupanya bocah tampan itu kelelahan setelah seharian berada di kantor dengan Ayahnya.
"Apakah dia rewel Sayang ?" tanya Maura ketika Marvin menurunkan bocah tampan itu diranjangnya.
"Tidak, jika dia bosan dia pindah ke ruangan kak Millie, lalu pindah lagi ke ruangan Papih " jawab Marvin sambil tersenyum.
"Kamu jadi main ke rumah Mile ?" Marvin meraih pinggang Maura dan mengecup bibirnya lembut.
"Jadi..kami juga baru pulang " jawab Maura sambil membantu mengurai dasi yang melingkar dileher Marvin.
"Apakah hari ini di Gemoy berulah ?" tanya Marvin.
"Tidak..tapi sepertinya dia mulai merasa bosan karena selalu di rumah " jawab Maura.
"Kalau aku di kantor kamu sering-sering saja temani dia, kasian dia pasti bosan di rumah terus " ujar Marvin.
"Siap Boss " jawab Maura.
Marvin sangat peduli kepada Milea sama seperti Maura. Karena bagi Marvin Milea itu bukan hanya saudara iparnya saja tapi Milea juga adalah keponakannya.
"Ayah..tadi aku dibelikan birthday cake sama Om Abi, lilinnya banyaaaak !" Rani mengadu kepada Marvin.
"Oh ya..kamu kan tidak ulang tahun ?" dahi Marvin mengernyit.
"Tidak apa-apa Yah..aku mau " jawab Rani polos.
"Oh iya Sayang " Marvin tersenyum sambil mencium pipi Rani.
"Memangnya ada aturannya birthday cake hanya untuk yang sedang berulang tahun saja ?" tanya Maura.
__ADS_1
"Iya..iya.tidak ada aturan seperti itu ." Marvin tertawa sambil beranjak menuju kamar mandi.