My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menantu Kurang ajar


__ADS_3

Setelah seminggu berbulan madu di Raja Ampat mereka pun kembali ke Jakarta.


Marvin membawa Maura pulang ke rumah Adam.Millie dan Wisnu tidak keberatan Maura tinggal di rumah Adam karena semua lebih sering berkumpul disana, apalagi Mile dan Malik yang tidak bisa lepas dari Adam dan Mikha.


Dihari kepulangan Marvin dan Maura dari berbulan madu semua menginap di rumah Adam.


"Kakak kan sekarang tidurnya pindah ke kamar Om Marvin, jadi kamar kakak buat aku ya " pinta Mile kepada Maura.


"Iya " jawab Maura sambil mempermainkan rambut Mile yang hitam panjang.


"Kalau sudah punya kamar sendiri berarti tidak boleh tidur sama Papih dan Mamih lagi " pesan Wisnu.


"Tapi aku masih mau tidur sama Papih dan Mamih " Mile tampak keberatan jika dilarang tidur dengan Papih dan Mamih kesayangannya.


"Kamu kan sudah besar..kakak saja saat seusia kamu sudah tidur sendiri " ujar Maura.


"Kakak kadang-kadang masih tidur sama Mommy..aku lihat sendiri Daddy suka marah-marah kalau Mommy tidur di kamar kakak " jawab Mile membuat Wisnu tertawa.


"Ya..kadang-kadang " jawab Maura.


"Aku masih boleh ya Mih tidur sama kalian " pinta Mile manja.


"Tentu boleh dong Sayang " jawab Mikha.


"Kalau kakak ?" tanya Maura tidak mau kalah.


"Boleh..semua boleh tidur dengan Papih dan Mamih " jawab Adam.


"Malam ini kakak mau tidur sama Papih dan Mamih..kamu tidur sendiri ya Sayang " ucap Maura kepada Marvin yang duduk dekat Wisnu sambil memainkan ponselnya.


"Iya " jawab Marvin dengan wajah masam.


"Untung anak-anak semua tidak minta tidur sama kita ya Mas " bisik Millie ditelinga Wisnu sambil terkikik.


"Iya " jawab Wisnu.


"Kalau Meysha sih dikasih susu juga pulas tidurnya " sambung Millie.


"Mas malam main PS yuk " ajak Marvin kepada Wisnu.

__ADS_1


"Tidak boleh..kakak tau kamu ngajak Mas Wisnu main PS karena tidak mau tidur sendiri kan " Millie menoyor kepala Marvin.


"Iya " jawab Marvin sambil nyengir.


"Dasar menantu kurang ajar lu " Millie memukul Marvin dengan bantal kursi.


Malam itu Maura benar-benar tidur di dikamar Adam dan Mikha bersama Mile dan Malik.


Setelah Mile dan Malik tidur Maura bercerita tentang pengalaman bulan madunya di Raja Ampat kepada Adam dan Mikha.


"Nanti kita liburan berdua kesana Sayang..buat bayar utang Abang yang dulu-dulu " ajak Adam kepada Mikha.


Adam menyadari jika diawal pernikahannya ia tidak bisa membuat Mikha bahagia dan ia ingin membayarnya sekarang.


"Kalau kita pergi berlibur bagaimana dengan dua anak ini Bang..bisa kejer mereka jika tidak diajak " Mikha melirik kearah si Gemoy dan Malik yang sudah tertidur pulas.


"Mamih dan Papih tenang saja..dua tuyul ini biar kakak dan Om Marvin yang urus " ucap Maura.


"Tuh kan Maura dan Marvin sepertinya bisa diandalkan mengurus anak-anak..kalau kak Millie kan sibuk di kantor ngurusin duit Abang " ujar Adam sambil tertawa.


"Baiklah.. terserah Abang saja " jawab Mikha akhirnya.


Maura, Adam dan Mikha yang masih mengobrol terkejut ketika Marvin tiba-tiba muncul di pintu kamar.


"Tidak Pih..aku mau menyusul Maura untuk tidur di kamar aku " jawab Marvin.


"Sayaaang..tadi kan kakak bilang mau tidur disini malam ini " Maura menolak kembali ke kamarnya.


"Kakak..lebih baik kembali sana ke kamar kalian..kasian suami kamu kalau ditinggal tidur sendiri " bujuk Mikha sambil mengelus punggung Maura demi melihat wajah putra bungsunya yang memelas.


"Iya deh " Maura pun turun dari ranjang Mikha kemudian kembali ke kamarnya.


"Tadi katanya boleh tidur sama Mamih dan Papih..eh malah disusul..dasar tidak konsek..mmpptth.." Maura tidak dapat melanjutkan memaki Marvin karena bibir Marvin langsung membungkam mulutnya.


Tanpa melepaskan tautan bibir mereka Marvin menggiring Maura ke ranjang dan menjatuhkannya di atas kasur empuknya.


"Sayaaang aku kan belum selesai bi.." Maura yang masih akan menggerutu kembali diam karena bibir Marvin kembali menyumpal mulutnya.


Meski kesal namun akhirnya Maura membalas ciuman Marvin membuat pria tampan itu tersenyum simpul.

__ADS_1


"Kakak ngapain saja tadi dikamar Mamih dan Papih ?" tanya Marvin setelah menyelesaikan ciuman panjang mereka.


"Sedang bercerita tentang bulan madu kita di Raja Ampat..memang kenapa ?"


"Kakak tidak menceritakan semuanya kan sama Papih dan Mamih ?" tanya Marvin penasaran.


Marvin khawatir Maura menceritakan mengenai prosesi pembobolan benteng pertahanan Maura.


"Semuanya dong " jawab Maura.


"Kakak menceritakan waktu kita gituan sama Papih dan Mamih ?" Marvin langsung melotot.


"Kalau waktu kita gituan tidak kakak ceritakan..malu dong Sayang " jawab Maura membuat Marvin tersenyum lega.


"Sudah ah..kakak ngantuk " Maura menguap kemudian menarik selimutnya namun tangan Marvin dengan cepat menyingkirkannya.


"Siapa suruh kakak tidur sekarang ?" tanya Marvin.


"Aku ngantuk Sayang..besok kan mulai masuk kuliah " Maura menatap Marvin.


"Satu kali saja ya " bujuk Marvin sambil melepaskan satu persatu kancing piyama Maura.


"Tidak ah..kamu suka bohong.. bilangnya satu kali tapi tidak mau berhenti sampai subuh " Maura cemberut.


"Beneran satu kali..kalau keterusan berarti Khilap " jawab Marvin sambil tersenyum.


"Tuh kaaan Sayaaang " Maura merengek.


Meskipun merengek namun Maura tidak protes ketika Marvin melucuti semua pakaiannya hingga benar-benar polos karena ia sudah paham akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri dari ceramah dan nasehat pernikahan pada saat selesai akad nikah.


Jarum jam dikamar hampir menyentuh angka dua ketika Marvin ambruk diatas tubuh Maura entah untuk yang keberapa kalinya.


Maura yang merasa selangkangannya terasa kebas akhirnya mengibarkan bendera putih..menyerah.


"Sayang..sudah dulu begituannya ya..akunya lelah " ucap Maura dengan suara lirih.


"Iya Sayang..sekarang kita tidur " jawab Marvin sambil merengkuh tubuh polos Maura kedalam dekapannya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka pun tertidur dengan posisi saling berpelukan.

__ADS_1


Keesokannya Marvin dan Maura mulai beraktifitas seperti biasanya. Marvin mulai masuk ke kantor setelah dua Minggu cuti dan Maura pun mulai masuk kuliah.


Meskipun sudah menikah namun Maura masih melanjutkan pekerjaannya di dunia modeling karena Marvin tidak melarangnya. Bahkan jika tidak sedang sibuk Marvin selalu ikut menemani Maura ke lokasi pemotretan.


__ADS_2