
Sepulang kuliah Samuel menuruti keinginan Milea untuk mengantarnya ke kantor Abimanyu. Namun sebelumnya Milea membeli kue terlebih dahulu di toko kue langganannya. Selain membeli untuk Abimanyu Milea juga membeli untuk Mama Samuel.
"Ini buat Tante..awas jangan Lo makan di jalan !" pesan Milea sebelum turun dari mobil Samuel setelah mereka sampai di kantor perusahaan Bagas.
"Iya..dasar pelit Lo " jawab Samuel sambil menggerutu.
Milea hanya tertawa sambil buru-buru masuk ke lobby kemudian menuju lift yang akan membawanya ke lantai tempat ruangan suaminya berada.
Setibanya di ruangan kerja Abimanyu ternyata ada Nakula disana.Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang penting.
"Kamu tidak kuliah ? jangan bilang bolos !" Nakula menatap curiga kearah Milea yang baru datang.
"Sudah pulang kak, hari ini aku hanya satu makul jadi pulang lebih cepat " jawab Milea.
"Awas saja kalau masih suka bolos " ujar Nakula.
"Tidak dong kak..aku sudah insaf" jawab Milea.
Berbicara kepada Nakula tidak setegang dengan Sadewa. Nakula terlihat lebih santai dibanding saudara kembarnya.
Setelah pembicaraan antara Abimanyu dan Nakula usai, Nakula pun kembali ke ruangannya.
"Kakak..ini buat cemilan " Milea memberikan kotak kue yang tadi dibelinya kepada Nakula.
"Kamu tau saja kalau kakak sedang lapar.. terimakasih ya " ucap Nakula sambil keluar dari ruangan Abimanyu.
"Kamu beli apa untuk aku ?" tanya Abimanyu sambil menepuk pahanya menyuruh Milea duduk disana.
"Aku beli cake coklat dan kopi tapi aku kasih kak Nakula barusan " jawab Milea.
"Lalu aku kamu kasih apa ?" tanya Abimanyu.
"Aku pesan saja ya " Milea mengambil ponselnya hendak memesan makanan lagi di toko yang tadi.
"Sudah tidak usah " larang Abimanyu.
Milea menatap Abimanyu penuh rasa bersalah. Seharusnya makanan tadi tidak usah ia berikan kepada kakak iparnya..dasar bodoh ! Milea merutuki dirinya sendiri.
"Kak Abi tidak marah kan sama aku ?" tanya Milea.
"Tidak " jawab Abimanyu sambil mengambil berkas di meja dan memeriksa nya dengan Milea masih dalam pangkuannya.
Abimanyu tampak sesekali menimpali ocehan Milea yang menceritakan kegiatannya di kampus hari ini.
Sepertinya Milea sudah mulai menikmati statusnya sebagai seorang mahasiswi baru yang awalnya sempat ia tolak mentah-mentah.
Dari semua cerita Milea hari ini Abimanyu sering sekali mendengar Milea menyebut nama Ega dan Abimanyu tidak suka mendengarnya. Abimanyu tiba-tiba merasa jika Ega adalah ancaman untuknya.
"Apakah Ega itu tampan ?" tanya Abimanyu.
"Lumayan..tapi lebih tampan suami aku.Tapi dia itu lucu dan suka becanda tidak seperti kak Abi yang pelit bicara " tanpa sadar Milea membandingkan Abimanyu dengan teman barunya yang bernama Ega itu.
"Kamu menyukai pria seperti itu ?" Abimanyu menghentikan pekerjaannya kemudian beralih menatap Milea.
"Hanya sebagai teman, aku lebih menyukai suami aku yang pelit bicara dan tidak romantis ini " jawab Milea sambil mencubit kedua pipi Abimanyu dan menggoyangkan kekiri dan ke kanan dengan gemas.
"Tapi aku itu pemaksa " gumam Abimanyu.
"Tidak apa " jawab Milea sambil iseng mengelus dagu Abimanyu yang ditumbuhi sedikit bulu kasar karena belum cukuran.
"Tidak apa-apa tapi kamu suka ngamuk-ngamuk tidak terima " Abimanyu menyentil kening Milea membuat gadis dalam pangkuannya itu tertawa malu.
"Aku turun ah..lama-lama ga enak duduk disini " Milea beringsut turun ketika merasakan bagian bawah suaminya yang menegang karena ia duduki.
__ADS_1
"Iya sebaiknya kamu duduk disana saja " Abimanyu menyuruh Milea duduk di sofa yang ada di ruangan kerjanya. Ia khawatir tidak bisa mengendalikan diri dan menerkam istri nakalnya itu di ruang kerjanya.
Milea turun dari pangkuan Abimanyu kemudian duduk disofa dan mulai menyibukkan diri dengan ponselnya agar tidak merasa bosan ketika menunggui suaminya menyelesaikan pekerjaannya.
Beruntung hari ini Abimanyu tidak memiliki banyak pekerjaan jadi ia memutuskan pulang lebih cepat.
Abimanyu menggenggam jemari Milea ketika keluar dari kantornya. Dari kantor Abimanyu melajukan mobilnya menuju rumah Adam.
Di jalan mereka menyempatkan diri mampir di toko kue untuk membeli kue kesukaan Mikha dan adik-adiknya.
"Pengantin baru datang " Maura dan si kembar menyambut kedatangan Milea dan Abimanyu.
Dika dan Rani langsung berebut ingin digendong oleh Milea dan Abimanyu. Kedua bocah berpipi bulat itu pun langsung berada dalam gendongan Abimanyu dan Milea.
"Kakak Mile kenapa tidak pulang-pulang ?" tanya Rani yang berada dalam gendongan Milea. Bocah itu tentu saja heran karena sudah lama tidak melihat Milea pulang.
"Kakak diculik sama kak Abi " jawab Milea sambil menunjuk kearah Abimanyu dengan dagunya.
"Kakak Abi nakal ?" mata Dika langsung melotot kearah Abimanyu.
"Tidak dong..kak Abi sayang sama kak Mile makanya mulai sekarang kakak yang akan menjaga dia " jawab Abimanyu sambil mencolek ujung hidung Dika.
"Jangan suka ngomong sembarangan kepada anak kecil " bisik Abimanyu mengomel.
"Aku cuma becanda " jawab Milea sambil nyengir.
Abimanyu dan Milea langsung dicecar dengan pertanyaan mengenai pengalaman bulan madunya keliling Indonesia oleh Maura dan Mikha.
Milea langsung mengoceh menceritakan perjalanan bulan madu mereka yang mereka sebut berpetualang.
Abimanyu hanya mendengarkan dengan perasaan was-was khawatir Milea tidak bisa mengerem mulutnya sehingga menceritakan secara detil apa yang mereka lakukan setiap harinya.
Semua ocehan Milea terhenti ketika Adam dan Marvin pulang dari kantor. Milea memberikan Rani kepada Maura kemudian berlari menghambur memeluk Adam dengan penuh kerinduan.
"Kapan datang kesayangan Papih ?" tanya Adam sambil mencium puncak kepala Milea.
"Baru saja " jawab Milea langsung nempel kepada Adam dan melupakan Abimanyu yang mulai terlihat mengobrol dengan Marvin.
Disaat mengobrol dengan Marvin diam-diam Abimanyu memperhatikan interaksi antara Milea dengan Adam.Abimanyu mulai faham jika Milea mempunyai kedekatan emosional dengan kakek sambungnya itu. Dan sepertinya ia harus meniru cara Adam memperlakukan Milea agar istrinya itu benar-benar merasa nyaman bersamanya.
"Apakah Milea sudah bisa mengurus suami dengan baik ?" tanya Adam kepada Abimanyu.
"Sudah Pih " jawab Abimanyu.
"Belum Pih " aku Milea jujur.
Adam menatap Milea dan Abimanyu bergantian. " kenapa bisa beda jawabannya ?"
"Maksudnya Milea sudah mulai belajar Pih " jawab Abimanyu.
"Iya dong..kamu harus belajar mengurus suami, jangan malas!" nasehat Adam.
"Tapi justru kak Abi yang lebih banyak mengurus aku loh Pih, setiap pagi dia yang bangunin aku " Milea malah mengatakan kejelekannya sendiri membuat Abimanyu bingung sendiri.
"Ya ampun sayang tidak boleh begitu !" Adam langsung melotot kepada Milea.
"Sebagai istri yang baik justru harusnya kamu yang lebih duluan bangun sebelum suami kamu " nasehat Mikha.
"Tapi aku itu selalu susah bangun, Mamih kan tau sendiri " bela Milea.
"Tapi kalau sudah menikah harus berubah dong sayang "
"Baiklah..mulai besok aku akan berubah " jawab Milea.
__ADS_1
Karena Milea malah membocorkan kejelekan nya sendiri akhirnya Abimanyu pun hanya membiarkan saja ketika Adam dan Mikha menceramahi Milea.
"Tapi walaupun aku malas, sekarang aku sudah kuliah Pih " lapor Milea.
"Syukurlah..Papih senang akhirnya kamu sadar kalau pendidikan itu penting " Adam sangat senang mendengar kesayangannya mau kuliah.
"Sebetulnya awalnya aku sempat ngamuk karena kak Abi yang maksa, tapi sekarang aku senang karena semua teman aku kuliah ditempat yang sama dengan aku " oceh Milea.
"Terimakasih ya Bi..Papih percaya kamu bisa membimbing Milea menjadi lebih baik " Adam menepuk bahu Abimanyu.
"Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Milea " jawab Abimanyu.
"Kalau Milea satu kampus dengan teman-temannya jangan sampai nakal lagi " Marvin mengingatkan Abimanyu.
"Tidak kak..aku kenal teman-teman Milea..mereka anak yang cukup baik " bela Abimanyu.
"Syukurlah..tapi tetap harus sering diawasi " saran Marvin.
"Iya kak " jawab Abimanyu.
Malam itu Milea dan Abimanyu memutuskan menginap di rumah Adam. Wisnu dan Millie juga Malik dan Meysha kebetulan sedang di Bandung jadi mereka tidak sempat bertemu dengan pengantin baru itu.
Pada saat Milea sedang mengerjakan tugas kuliah di kamarnya diam-diam Abimanyu menemui Adam di ruangan kerjanya.
Abimanyu sengaja mendatangi Adam untuk mencari tau bagaimana cara Adam memperlakukan Milea sehingga Milea tampak begitu menurut kepada Adam.
"Milea itu anaknya keras namun manja, saran Papih kamu jangan terlalu kaku karena sebelum kalian pacaran Milea selalu mengatakan jika kamu itu seperti gunung es " nasehat Adam.
"Gunung es ?"
"Iya..Milea kan anaknya pecicilan, tentu ia harus banyak menyesuaikan diri dengan kamu yang tidak banyak bicara " lanjut Adam.
"Saya akan ikuti saran dari Papih " jawab Abimanyu.
"Ketika Milea memutuskan menerima lamaran kamu jujur Papih merasa khawatir, Papih takut perbedaan karakter kalian akan mempengaruhi hubungan kalian.. jika ingin berhasil harus ada yang mengalah jika tidak kesannya pasti akan jadi masalah "
"Biar saya yang mengalah dan mencoba memahami dia " jawab Abimanyu.
"Tapi tidak bisa begitu juga Bi..sebagai suami kamu juga harus tegas agar Milea menurut dan patuh kepada kamu " nasehat Adam.
"Jadi apakah Papih tidak marah jika saya sedikit keras kepada Milea ?" tanya Abimanyu.
"Kamu itu suaminya. Baik dan buruknya Milea sekarang tanggung jawab kamu. Papih tidak keberatan jika kamu sedikit keras kepada Milea jika demi kebaikan Milea " jawab Adam.
"Baik Pih saya mengerti " jawab Abimanyu.
"Apakah sudah ada tanda-tanda kalian akan memberikan Papih cucu ?" tanya Adam.
"Maaf Pih..kami sepakat untuk menundanya dulu satu atau dua tahun karena Milea baru 17tahun " jawab Abimanyu.
"Baiklah..Papih mengerti "
Setelah mengobrol cukup lama dengan Adam, Abimanyu pun kembali ke kamarnya.
Setibanya di kamar Abimanyu langsung geleng-geleng kepala mendapati ranjang mereka yang berantakan. Buku dan alat tulis berserakan diatas kasur belum lagi laptop yang masih menyala sementara Milea sendiri tampak sudah tertidur dengan nyenyak.
"Ya ampun sayang tugas kuliah belum selesai malah tidur " gumam Abimanyu sambil merapikan semua buku dan alat tulis yang berserakan di kasur juga mematikan laptop nya dan menyimpannya diatas meja belajar Milea.
Setelah semua tersimpan ditempat yang seharusnya Abimanyu pun naik keatas kasur dan membaringkan tubuhnya disebelah Milea.
"Aku akan berusaha membuat kamu nyaman bersamaku sayang " bisik Abimanyu sambil mengecup bibir Milea dengan lembut.
Jika saja Milea mendengar apa yang baru saja Abimanyu katakan sudah pasti gadis itu akan lompat-lompat kegirangan mendengarnya.
__ADS_1