My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Banyak Yang Naksir


__ADS_3

Selama di Bandung mereka memanfaatkan waktu kebersamaan mereka dengan sebaik-baiknya.


Pada saat malam pergantian tahun tiba, mereka membuat acara barbeque di taman belakang.


Marvin, Seno dan Wisnu terlihat sibuk di depan pembakaran. Sementara Arin, Mikha dan Millie duduk manis sambil memperhatikan si Gemoy yang tidak bisa diam berlari kesana-kemari.


Adam lain lagi pria tampan itu sudah tidak bisa berkutik karena Malik sudah tidak mau turun dari gendongan nya.


Sementara para gadis cantik mendapat tugas menyiapkan piring dan perlengkapan pesta barbeque malam itu.


"Om aku mau sosis tapi dibakarnya jangan terlalu matang " bisik Maura sambil memberikan piring kepada Marvin.


"Oke..kakak tunggu disana saja. Disini panas " jawab Marvin seraya menjauhkan Maura dari pembakaran.


"Iya Om " jawab Maura sambil beranjak menjauh dari tempat Marvin, Seno dan Wisnu yang sedang membakar sosis, daging dan jagung.


Maura kembali bergabung dengan Selina dan Silva yang sedang menyiapkan minuman.


Ketika sebagian daging dan sosis mulai matang Adam terlihat sibuk menyuapi Malik sosis bakar. Sementara Mikha fokus pada si Gemoy yang sempat menangis karena terjatuh.


"Makanya kakak Mile nya jangan lari-lari " Mikha mendudukan Milea dipangkuannya.


"Lutut aku sakit Mamih " Isak Milea ,


Lutut gadis kecil itu memang sedikit memar.


"Sebentar juga pasti hilang sakitnya " Mikha mengusap kepala si Gemoy.


Marvin meninggalkan Seno dan Wisnu yang masih didepan pembakaran untuk menghampiri Maura.


"Ini sosis yang kakak Mau " Marvin memberikan sosis yang dibakar tidak terlalu matang pesanan Maura.


"Terimakasih Om " Maura terlihat senang dan langsung melahapnya.


Setelah menikmati sosis dan daging panggang, Mikha dan Adam pamit kembali ke kamarnya untuk menidurkan Malik dan si Gemoy yang terkulai diatas pangkuan mereka.


"Kak..Malik sama Mile tidur sama Mamih ya " ucap Mikha sambil membawa kedua bocah itu ke kamar.


"Iya Mih " jawab Millie.


"Mamih sama Papih kamu seperti punya mainan baru " ujar Arin sambil tertawa.


"Iya Aunty..semua anak-anak lengket banget sama Mamih dan Papih kecuali Maura yang sudah mulai tidak terlalu manja karena sudah besar " jawab Millie.


"Justru dia manjanya sama Marvin, Maura sempat ngambek waktu tau Marvin mau pergi ke Kanada..tapi sekarang sudah tidak lagi " sambung Millie.

__ADS_1


"Mamih kamu juga pasti tidak akan kasih ijin Marvin kuliah di Kanada kalau Oma dan Opa tidak ikut kesana jagain Marvin " ujar Arin.


"Iya..Aunty. Kemarin juga Mas Wisnu sampai ikut bantu bujukin Mamih " ujar Millie.


"Sebetulnya aku heran kenapa Mamih seperti tidak suka waktu Marvin mau melanjutkan sekolah disana " ujar Millie.


"Mungkin Mamih kamu tidak mau jauh dari anak-anak nya " jawab Arin.


Arin tidak menceritakan alasan Mikha melarang Marvin kuliah di luar negri. Sepertinya Marvin dan Millie tidak perlu tau tentang kelakuan Papih mereka sewaktu tinggal di Kanada.


Arin bersyukur jika Abangnya sekarang sudah benar-benar insaf dan menjalani kehidupan dengan baik bersama keluarga tercinta.


Ketika mendekati detik-detik pergantian tahun, Marvin ,Selin,Maura dan Silva bersiap untuk menyalakan kembang api.


Arin, Seno, Millie dan Wisnu hanya menonton keseruan yang mereka ciptakan. Sementara Adam dan Mikha memilih cara lain untuk merayakan malam pergantian tahun sambil menemani Malik dan Mile tidur.


Setelah menghabiskan malam pergantian tahun dengan penuh keseruan. Keesokannya Selina, Silva dan Maura mengajak Marvin untuk pergi jalan-jalan.


"Tidak mau ah..Om itu seperti bodyguard kalian saja " Marvin menolak ajakan ketiga gadis itu.


"Ayok dong kak..mumpung lagi disini " Selina memaksa.


Maura yang belum terlalu mengerti tampak bersikap biasa saja. Gadis itu ikut saja kemana Selina dan Silva mengajaknya.


Karena tidak tega menolak ajakan kedua sepupunya akhirnya Marvin mau pergi jalan-jalan dengan ketiga gadis cantik itu


Siang itu mereka pergi ke daerah Lembang untuk mengunjungi tempat Wisata bernuansa alam disana.


Karena hari itu tepat tahun baru hampir seluruh tempat wisata dipenuhi oleh pengunjung.


Pengunjung yang lumayan cukup banyak membuat mereka sedikit berdesak-desakan.


"Amankan tas kalian.Selin..pegang Silva " pesan Marvin.


Selina menuntun adiknya sambil memeluk tas di dadanya sedangkan Marvin dari sejak keluar dari mobil tidak pernah sekalipun melepaskan genggamannya dari tangan Maura.


Ketika mereka sedang menikmati keindahan alam disana sambil berphoto, Marvin melihat ada sekelompok pengunjung seusia Maura yang terlihat terus memperhatikan Maura.


Bahkan salahsatu diantara mereka nekad menghampiri Maura untuk mengajak kenalan.


Belum sempat mereka berkenalan Marvin buru-buru menghampiri Maura dan mengajak pergi dari sana.


"Mau ngapain anak laki-laki itu nyamperin kakak ?" tanya Marvin sambil menuntun Maura menjauh dari rombongan anak laki-laki tadi.


"Aku tidak tau " jawab Maura polos.

__ADS_1


"Hati-hati sama orang yang tidak dikenal " pesan Marvin.


"Iya Om " jawab Maura.


Setelah puas menikmati keindahan alam sambil berpoto mereka pun meninggalkan tempat itu untuk mencari makan.


Mereka mendatangi sebuah restoran yang berada tidak jauh dari tempat wisata yang baru mereka kunjungi.


Begitu mereka masuk Selina disapa oleh beberapa anak laki-laki seusianya. Ternyata mereka teman-teman sekolah Selina yang kebetulan sedang makan di tempat yang sama.


Selagi Marvin, Silva dan Maura memesan makanan, Selina tampak ngobrol sebentar dengan teman-teman nya.


Setelah pesanan mereka datang barulah Selina kembali ke meja mereka.


"Mereka teman sekelas aku kak, habis main dari sana juga " ujar Selina sambil mulai menikmati makanannya.


Tidak lama kemudian teman-teman Selina terlihat bersiap untuk pulang karena mereka telah selesai makan.


Mereka manggut kearah Marvin dengan sopan. Marvin pun balas mengangguk sambil tersenyum.


"Maura..dapat salam dari salah satu teman kakak loh." ujar Selina setelah teman-temannya pulang.


"Haah ?" Maura melongo menatap kearah Selina.


"Teman kakak yang mana yang kirim salam buat Maura ?" Silva terlihat sangat penasaran.


"Yang kaos putih..yang paling ganteng namanya Zico " jawab Selina.


"Aih..kak Zico naksir Maura " Silva langsung heboh. Sementara Maura sendiri terlihat cuek.


"Maura masih kecil belum boleh pacaran " ujar Marvin tegas.


"Kamu juga belum boleh pacaran..kalau kak Selina baru boleh karena sudah SMA " tambah Marvin.


"Iya deh " jawab Silva.


"Kak Marvin kapan balik lagi ke Kanada ?" tanya Selina


"Tiga hari lagi " jawab Marvin.


"Kalau sudah balik lagi kesana aku pesan cowok bule ya satu " pinta Selina.


"Huuuh.. mentang-mentang sudah boleh pacaran.. mau pacarannya sama bule " ledek Silva dan Maura.


"Supaya memperbaiki keturunan dek.. nanti kan anak-anak kakak hidungnya mancung dan kulitnya putih " jawab Selina.

__ADS_1


__ADS_2