
Sepulang kuliah Maura mampir ke sebuah restoran, disana Maura membeli makanan untuk Marvin.
Rencananya ia akan mampir ke kantor Marvin dan membawa makanan itu agar suaminya itu senang.
Sejak usia kehamilannya menginjak usia empat bulan Maura akui jika hubungannya dengan Marvin sedikit merenggang karena pengaruh ngidam.
Meskipun Marvin terlihat mengerti jika itu disebabkan oleh hormon kehamilan namun Maura tetap dilanda rasa ketakutan jika Marvin akan mencari pelampiasan di luar sana.
Pada saat selesai membeli makanan dan hendak keluar Maura berpapasan dengan Abimanyu bersama seorang wanita sebayanya , sepertinya mereka akan makan disana.
"Abi..mau makan disini juga ?" sapa Maura kepada kedua remaja itu.
"Iya kak " jawab Abimanyu seraya menyalami Maura, teman perempuan yang bersama Abimanyu pun ikut menyalami Maura.
"Kakak duluan ya..mau nganterin makanan ini dulu ke kantor suami kakak " Maura pamit kepada kedua remaja itu.
Setelah Maura berlalu teman perempuan yang bersama Abimanyu yang tidak lain adalah Alyn langsung bertanya.
"Kakak cantik yang barusan itu kan kak Maura yang model itu " ujar Alyn.
"Lo tau kak Maura ?" tanya Abimanyu.
"Tau dong..siapa sih yang tidak kenal sama model cantik itu..eh aku baru tau ternyata dia sekarang lagi hamil " jawab Alyn menatap punggung Maura yang berjalan semakin menjauh.
"Ngomong-ngomong kok bisa sih kak Maura kenal sama Lo ?" tanya Alyn penasaran.
"Dia itu kakaknya Milea " jawab Abimanyu.
"Milea..anak perempuan yang nabrak Lo itu ?" Alyn langsung melotot.
"Iya " jawab Abimanyu.
"Pantas anak itu cantik ternyata dia adiknya kak Maura..tapi adiknya keliatan tomboy tidak seperti kakaknya " Alyn terkikik membayangkan bocah sekecil Milea yang sudah bisa membawa motor sendiri.
"Walaupun tomboy tapi cantik " puji Abimanyu.
"Jangan bilang kalau Lo naksir sama bocah itu " Alyn menoyor kepala Abimanyu.
"Tidak..masa gw pacaran sama anak baru kencur " jawab Abimanyu.
"Sekarang masih bau kencur tunggu beberapa tahun lagi gw jamin dia itu akan menjelma menjadi gadis yang cantik " ujar Alyn.
Obrolan kedua remaja itu semakin heboh ketika Azriel sepupu mereka datang.
__ADS_1
"Kebiasaan Lo telat " omel Alyn begitu Azriel duduk di depan mereka.
"Gw disuruh Mama dulu beli kue soalnya mau ada tamu " jawab Azriel sambil meneguk minuman milik Alyn.
Meskipun minumannya diminum oleh Azriel namun Alyn sama sekali tidak marah.
Sambil makan mereka tampak serius membicarakan rencana mereka setelah lulus SMA.
Abimanyu, Azriel dan Alyn sepakat untuk melanjutkan kuliah di Bandung.
Ketiga saudara sepupu yang selalu kompak sejak dari kecil itu menolak ketika orangtua mereka menawarkan untuk melanjutkan sekolah di luar negri.
Abimanyu, Azriel dan Alyn akan tinggal di rumah Luna jika mereka kuliah di Bandung.
Bagas, Dio dan Ezra pun setuju dengan keputusan ketiga anak itu. Dengan kuliah di Bandung memudahkan mereka untuk menengok ketiga buah hati mereka.
*
Setelah membeli makanan di restoran Maura melajukan mobilnya menuju kantor Adam untuk menemui Marvin.
Setibanya di ruangan kerja Marvin ternyata Marvin sedang berada di Meeting room bersama Adam dan Millie. Mereka sedang ada rapat penting dengan para kepala divisi.
Sambil menunggu Marvin selesai rapat ia memilih beristirahat di ruangan khusus tempat Marvin beristirahat di ruangan kerjanya.
Setelah beberapa jam berlalu Marvin yang baru keluar dari Meeting room diberitahu oleh sekertaris nya jika ada Maura di ruangan kerjanya dan sudah menunggu cukup lama.
Marvin bergegas menuju ruang kerjanya dan mendapati Maura sedang tertidur pulas.
Marvin melepas jasnya dan mengurai dasinya sebelum bergabung dengan Maura diatas kasur empuk yang tidak terlalu besar itu.
Maura yang tertidur pulas tidak menyadari jika Marvin berbaring disampingnya dan memeluk tubuhnya hangat.
Setelah beberapa lama akhirnya Maura membuka matanya ketika merasakan ada yang bergerak-gerak mengelus perut buncitnya.
"Sayang sudah selesai meeting nya ?" tanya Maura ketika menyadari jika yang mengelus perutnya adalah Marvin.
"Sudah selesai " jawab Marvin sambil terus mengusap perut Maura.
"Sayang aku beli makanan kesukaan kamu di restoran langganan kita " ucap Maura sambil mengelus kepala Marvin yang berada diatas perutnya.
"Aku tidak mau makan itu..aku maunya makan yang lain " jawab Marvin.
"Kamu mau makan apa ?" tanya Maura sedikit kecewa karena Marvin tidak mau makan makanan yang tadi dibelinya.
__ADS_1
"Aku mau makan kamu saja " jawab Marvin penuh maksud.
"Boleh ya dek..Ayah tengokin kalian.. Ayah kangen sudah satu Minggu lebih tidak tengokin kalian " ujar Marvin diperut Maura.
"Mereka jawab boleh Sayang, mereka bilang katanya sudah kangen sama Ayah " Marvin terus mengoceh membuat Maura tertawa
"Boleh ya Sayang..aku janji cuma satu kali " Marvin memohon sambil mengangkat tiga jarinya.
"Bilang satu kali tapi jarinya tiga " Maura menangkap ketiga jari Marvin dan menggigitnya.
"Boleh ya Sayang " Marvin kembali memohon sambil meringis merasakan gigitan tajam gigi Maura di ketiga jarinya.
"Disini ?" tanya Maura.
"Terserah kamu Sayang..disini atau kita cari hotel terdekat..kalau di rumah kejauhan, dia sudah tidak kuat " Marvin mengambil tangan Maura agar menyentuh benda pusakanya yang sudah menyesakan celananya.
"Ya sudah disini saja " jawab Maura sambil mere mas benda pusaka milik Marvin.
Setelah mendapat lampu hijau dari Maura Marvin berpesan kepada sekertaris nya agar jangan ada yang mengganggunya sampai sore.
"Siap pak " jawab sekertaris Marvin sambil tersenyum menggoda. Wanita yang sudah bertahun-tahun bekerja untuk bos muda itu tentu sudah paham apa yang akan bos dan istrinya lakukan di dalam sana.
Setelah memastikan situasi aman, Marvin pun membuka seluruh pakaian mereka. Namun sebelum memulai ritual mereka Marvin dibuat tercengang ketika Maura mengoleskan minyak telon di sekujur tubuh Marvin.
"Buat apa sih Sayang " Marvin langsung protes.
"Aku suka wangi bayi " jawab Maura.
"Baiklah..sekarang bayi kamu mau menyusu dulu " bisik Marvin sambil melahap pu ting Maura dengan rakus.
"Sayaang mmhh.." Maura melenguh ketika mulut Marvin menghisapnya kuat dan memainkannya dengan lidahnya.Sementara tangan kanannya merambat turun menuju lembah milik Maura yang mulai basah.
Setelah berpuasa selama seminggu lebih akhirnya Marvin pun mengeksekusi istrinya di ruang kerjanya.
Sepertinya Marvin harus mengganti parfumnya dengan minyak telon agar Maura tidak menolak jika ia dekati.
Maura mengerang ketika pinggul Marvin yang berada diantara kedua paha Maura terus bergerak menekan dengan lembut. Tubuh Maura tampak bergerak seirama gerakan yang Marvin ciptakan.
Setelah sekian lama akhirnya mereka pun mencapai pelepasan bersama.
Tidak ingin menindih perut Maura yang sudah semakin membesar Marvin pun buru-buru turun dari atas tubuh Maura.
Ketika hari mulai sore sepasang suami istri itu baru keluar dari kamar dengan rambut yang basah.
__ADS_1
Dan mereka pun langsung pulang ke rumah. Maura meninggalkan mobilnya di kantor karena ia pulang bersama Marvin.