My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Bertemu Neng Geulis


__ADS_3

Dua hari kemudian Selina dan Zico kembali ke Bali begitu juga dengan keluarga Adam yang kembali ke Jakarta, hanya Mama dan Papa yang masih tinggal di Bandung bersama Arin dan Seno juga Silva.


Rencananya Mama dan Papa akan kembali ke Kanada dua Minggu yang akan datang.


Papa sengaja meluangkan waktu untuk mengabulkan keinginan Mama yang ingin lebih lama tinggal di Bandung sebelum kembali ke Kanada.


Sekembalinya dari Bandung semua kembali sibuk dengan aktifitas masing-masing tak terkecuali dengan Abimanyu dan Milea.


Setiap pagi Abi selalu mengantarkan Milea ke kampus, Abi yang posesif tidak mengijinkan Milea membawa mobil sendiri ke kampus karena ia merasa mampu untuk mengantar jemput istri nakalnya itu.


"Jangan terlalu dekat dengan Ega " pesan Abimanyu sebelum Milea turun dari mobilnya.


"Iya " jawab Milea.


"Samuel,Ari dan Leon juga ?" tanya Milea.


"Kecuali mereka..aku percaya mereka tidak akan mencuri istriku " jawab Abimanyu.


"Huh..dasar cemburuan " cibir Milea.


"Tidak usah mengeluh..ingat pesan suami !" perintah Abimanyu.


"Baik suami " jawab Milea bernada mengejek.


"Jangan nakal " Abimanyu mencubit ujung hidung Milea penuh peringatan.


Sebelum turun Milea mencium bibir Abimanyu sekilas. " Jemputnya jangan telat ya Sayang " pintanya.


"Iya " jawab Abimanyu.


Milea turun kemudian bergegas menghampiri kelima sekawan yang sudah menunggu di gerbang kampus.


"Harusnya ***** basah dulu setiap hari ?" sindir Samuel.


"Ya harus dong " jawab Milea sambil nyengir. " Iri ya ? makanya punya pacar "


Samuel menanggapi ucapan Milea dengan cibiran, namun satu tangannya memeluk pundak Milea dan mereka pun berjalan bersama-sama menuju kelas.


Sebelum Abimanyu melajukan mobilnya, ia sempat melihat Samuel merangkul pundak Milea namun ia sama sekali tidak terlihat marah karena kini ia sudah mengenal kelima sahabat istrinya itu. Menurutnya Samuel teman yang patut dibanggakan karena ia melihat sendiri bagaimana Samuel melindungi Milea ketika mereka menginap di villa milik Samuel di puncak.


Setelah mengantarkan Milea ke kampus, Abimanyu pun melajukan mobilnya menuju ke kantornya. Setibanya di ruangannya pria tampan itu langsung disuguhi sederet jadwal yang lumayan padat. Bahkan ada pertemuan penting dijam yang seharusnya ia menjemput Milea dari kampus.


"Apakah ini bisa ditunda atau dimajukan ?" tanya Abimanyu kepada sekertaris nya.


"Pak Marwan ada waktunya hari ini dan jam segitu pak, karena beliau harus segera ke Bandung " jawab sekertaris nya.


"Apa saya cancel saja Pak ?" tanya sekertaris Abimanyu.


"Tidak usah " jawab Abimanyu. Walau bagaimanapun urusan pekerjaan adalah nomor satu. Abimanyu yakin Milea pasti tidak masalah jika hari ini ia tidak pergi menjemputnya.


Abimanyu mengambil ponselnya kemudian mengabari Milea jika hari ini ia tidak bisa menjemputnya karena sedang ada pekerjaan. Abimanyu menyarankan Milea untuk pulang dengan Samuel dan Milea pun setuju.


"Rumah kak Abi berlawanan arah sama rumah gw, jadi apa timbal baliknya ?" tanya Samuel.


"Hitungan banget Lo sama Gw.. ya udah tar gw ganti uang bensinnya " jawab Milea.

__ADS_1


"Nope ya !" pinta Samuel sambil mengacungkan dua jarinya.


"Cih..pake taksi online saja ga nyampe gocap " sungut Milea.


"Terserah..kak Abi kan nyuruhnya Lo pulang sama gw, mau si gunung es ngamuk kalo lo pulang ga sama gw ? berarti Lo ga nurut perintah suami " ancam Samuel.


"Oke..gw setuju nope. Dasar tukang peras " sungut Milea.


"Yaelah.. kak Abi kan kaya masa cuma nope saja hitungan " cibir Samuel.


Setelah berdebat urusan harga akhirnya setelah mata kuliah selesai Samuel pun mengantarkan Milea pulang.


"Mil..lain kali kalau Mama gw nanya si Alysha udah punya pacar atau belum sebaiknya Lo bilang saja dia udah punya pacar " ucap Samuel ketika mereka dalam perjalanan pulang.


"Memangnya kenapa ?" tanya Milea.


"Gara-gara ngeliat adik ipar Lo kemarin Mama sepertinya terobsesi sama bocah itu..dia nanyain terus bikin gw pusing " jawab Samuel.


"Gw ga mau bohong sama Mama Lo takut kualat " tolak Milea.


"Lo tolongin gw please..gw jadi pusing karena mama kesannya nyuruh gw deketin adik ipar Lo itu " wajah Samuel terlihat memelas.


"Lo sebetulnya normal ga sih ? " Milea menatap wajah Samuel curiga. " Lo ga tertarik sama Alysha ? dia kan cantik "


"Gila Lo..gw normal lah. Gw cuma belum pengen pacaran saja. Lagian Alysha nya juga belum tentu mau gw deketin " jawab Samuel.


"Bagus lah nyadar diri, gw juga ogah punya saudara ipar seperti Lo " cibir Milea.


"Sialan Lo " Samuel menoyor kepala Milea.


"Kasih minum dulu kak temannya " titah Felisha kepada Milea.


"Iya Mom " jawab Milea sambil membawa Samuel duduk di ruang tamu.


"Mertua Lo baik ya " bisik Samuel.


"Iya dong..makanya gw beruntung banget jadi menantu di keluarga ini " jawab Milea bangga.


"Kalau begitu gw juga mau deh jadi menantu di keluarga ini " seloroh Samuel sambil nyengir.


"Jangan mimpi..gw ga mau sodaraan sama Lo " Milea menoyor kepala Samuel.


"Tadi mertua Lo nyuruh kasih gw minum, buruan sana bikinin !" Samuel menjauhkan tangan Milea yang menoyor kepalanya.


"Mau minum apa ?" tanya Milea.


"Es jeruk ada ga ? " tanya Samuel.


"Ada dong " jawab Milea.


"Boleh minta yang lain ga ? kebetulan perut gw sedang lapar " pinta Samuel.


"Waaah..dikasih hati minta jantung Lo " Milea berkacak pinggang didepan Samuel.


"Kaaak..masa sama temannya begitu !" omel Felisha yang kebetulan melintas di depan mereka.

__ADS_1


"Dia ini teman durjana Mom " jawab Milea sambil nyengir.


Bagas dan Felisha hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan menantu dan teman kuliahnya itu.


"Gw lagi baik hati..Lo mau makan apa ?" tanya Milea.


" Mie rebus pake telur, pake irisan rawit ya " pinta Samuel sambil nyengir.


"Baiklah..tunggu gw bikinin " Milea beranjak menuju dapur untuk membuatkan pesanan Samuel.


Milea yang sedang sibuk membuatkan mie rebus untuk Samuel kaget ketika tiba-tiba Alysha muncul dibelakang nya.


"Kakak sedang bikin apa ?" tanya Alysha.


"Mie rebus buat teman kakak, katanya dia lapar " jawab Milea.


"Sepertinya enak, aku mau dong kak " Alysha memeluk pinggang Milea merayu.


"Ya sudah kakak buatkan " jawab Milea.


"Terimakasih, aku sayang sama kak Mile " Alysha mencium pipi Milea.


"Hmm..cium kalau ada maunya " cibir Milea.


"Tidak kok..aku juga mau tiap hari cium kak Mile tapi pasti sudah keabisan sama kak Abi " ujar Alysha sambil terkikik.


"Kok kamu tau..suka ngintip ya ?" Milea melotot kearah Alysha.


"Cuma nebak saja " jawab Alysha sambil nyengir.


Setelah mie rebus buatan Milea selesai Milea pun memanggil Samuel ke meja makan.


Beruntung Bagas dan Felisha sudah masuk ke kamar sehingga Samuel tidak terlalu merasa malu ketika harus nebeng makan di rumah itu.


"Eh ada neng Alysha " Sapa Samuel sambil menarik kursi di meja makan.


"Lo ga bikin Mil ?" tanya Samuel sambil mulai menyantap mie rebusnya.


"Tidak..gw masih kenyang. Liatin kalian makan juga perut gw tambah kenyang " jawab Milea sambil menonton Samuel dan Alysha yang sedang menyantap mie rebusnya.


"Jaga mata Lo !" semprot Milea ketika mendapati Samuel diam-diam mencuri pandang kearah Alysha.


"Apaan sih Lo " sungut Samuel.


Alysha menatap heran kepada Milea dan Samuel yang akrab namun sering terlibat adu mulut.


"Kakak ipar kamu galak ya neng geulis " ucap Samuel melirik kearah Alysha.


"Tidak..kak Milea baik kok " bela Alysha.


"Masa baik tapi galak begitu " Samuel menemukan topik pembicaraan dengan Alysha.


"Mungkin kakaknya nyebelin kali " jawab Alysha.


"Betul banget dek..teman kak Mile ini memang nyebelin " sambar Milea. "Masa nganterin pulang saja minta dibayar 200 ribu, terus minta makan pula "

__ADS_1


"Uhuk..uhuk...gw kan becanda Mil " jawab Samuel sambil terbatuk-batuk.


__ADS_2