My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Marahnya Awet


__ADS_3

Akhir-akhir ini Wisnu dan Millie menangkap ada sesuatu yang aneh pada diri Maura.


Setiap kali diajak menginap di rumah Adam Maura selalu menolak dengan berbagai alasan. Jika mau ikut pun Maura selalu mengurung diri di kamar.


Tidak ada lagi Maura yang selalu menjadi bayangan Marvin kemanapun Marvin pergi.


"Kak..temani Mamih belanja yuk !" ajak Mikha ketika Maura ikut menginap karena dipaksa oleh Millie dan Wisnu.


"Iya Mih " jawab Maura. Gadis itu tidak pernah berani menolak atau membantah ajakan Mikha.


Meski enggan Maura pun terpaksa keluar dari persembunyiannya di kamarnya.


"Sudah menetas telurnya kak ?" sindir Adam ketika melihat Maura keluar dari kamarnya. Maura hanya tersenyum simpul.


Ketika keluar Maura langsung melengos ketika melihat Marvin sudah menunggu di mobil. Rupanya Marvin yang akan mengantar mereka belanja.


Maura buru-buru masuk ke kursi belakang sebelum Mikha menyuruhnya duduk di depan seperti biasanya. Akhirnya Mikha lah yang duduk di kursi depan bersama Marvin.


"Mau belanja kemana Mih ?" tanya Marvin sambil fokus mengemudi.


"Supermarket biasa Vin, tapi sebelumnya mampir dulu di toko kue langganan Mamih..Milea dan Malik ingin cake coklat " jawab Mikha.


"Iya Mih " jawab Marvin sambil mengarahkan mobilnya menuju toko kue langganan Mamihnya.


Setelah mobil Marvin berhenti di depan toko kue langganannya Mikha buru-buru turun.


"Kalian tunggu saja sebentar..Mamih tidak akan lama " ucap Mikha sebelum turun.


Setelah Mikha turun Marvin menatap Maura melalui Central mirror di depannya.


"Kakak masih marah ya sama Om ?" tanya Marvin lirih.


Maura diam tidak bergeming, ia anteng menunduk sambil mengotak-atik ponselnya.


"Kakak..jawab dong !"


"Kakak..Om minta maaf ya..Om janji tidak akan marahin kakak lagi seperti kemarin " ucap Marvin.


Marvin berhenti berbicara karena Mikha masuk kedalam mobil sambil membawa kotak cake coklat pesanan Mile dan Malik.


"Kita langsung ke supermarket saja Vin " ucap Mikha sambil menyerahkan kotak kue kepada Maura.


Tanpa membantah sedikitpun Marvin pun melajukan mobilnya menuju supermarket yang biasa Mikha kunjungi.


Setelah memarkirkan mobilnya Marvin mengikuti Mikha dan Maura yang sudah lebih dulu masuk kedalam supermarket.


Marvin langsung mengambil alih troli dari tangan Maura ketika benda itu mulai penuh oleh belanjaan.


Mikha kali ini khusus belanja untuk keperluan dapur dan susu untuk anak-anak.


Maura dan Mikha sibuk mencari barang yang dibutuhkan sementara Marvin dengan setia mengikuti langkah kedua wanita itu sambil mendorong troli yang sudah mulai penuh.

__ADS_1


Marvin sesekali mengajak Maura bicara namun gadis itu terus mengabaikannya.


Ketika Mikha sedang sibuk memilih telur dan posisi Maura agak jauh dari Mikha, Marvin menarik tangan Maura menuju lorong tempat susu bayi.


"Om apa-apaan sih..lepasin " Maura berusaha menepiskan tangan Marvin yang sedang mencengkram tangannya.


"Om baru akan lepaskan kalau kakak bilang mau maafin Om " ucap Marvin tanpa melepaskan cengkraman tangannya.


"Tidak mau.." jawab Maura ketus.


"Kenapa tidak mau..Om kan sudah minta maaf "


"Om itu sekarang jadi galak ke aku, suka marah-marah..Om sudah tidak sayang lagi sama aku " jawab Maura sambil buru-buru pergi setelah berhasil melepaskan diri dari cengkraman tangan kekar Marvin.


Marvin termangu menatap Maura yang pergi meninggalkan nya


"Om marah-marah sama kakak bukan karena Om tidak sayang lagi sama kakak..justru Om sayang banget sama kakak " batin Marvin.


Marvin tidak menyangka jika rasa sayangnya kepada Maura malah diterima kebalikannya oleh gadis itu.


Sepertinya Marvin telah salah mengekspresikan rasa sayangnya kepada Maura sehingga gadis itu malah beranggapan kebalikannya.


Setelah selesai belanja Marvin memasukan semua belanjaannya kedalam mobil dan mereka pun pulang.


"Mamih mana cake coklatnya ?" Mile dan Malik langsung menanyakan pesanan mereka begitu Mikha dan Maura datang disusul Marvin yang membawa barang belanjaan di belakang mereka.


"Ada dong " jawab Mikha sambil menunjuk kotak kue ditangan Maura.


Disaat semua asik menikmati cake coklat, Maura memilih kembali ke kamarnya begitu juga dengan Marvin.


Adam, Mikha, Millie dan Wisnu menatap kepergian Maura dan Marvin dengan tatapan heran.


"Ada apa dengan mereka..seperti yang sedang berantem ?" tanya Adam.


"Iya..tadi juga waktu belanja Mamih tidak lihat mereka ngobrol " jawab Mikha.


"Aku juga heran Mih..akhir-akhir ini Maura selalu menolak kalau aku ajak kesini " ucap Millie.


"Maura selalu menolak kalau diajak kesini ?" tanya Adam kaget.


"Iya Pih..sekarang dia ikut kesini juga karena aku yang maksa " jawab Millie keceplosan.


"Sayaaang..kalau kakak tidak mau ikut kenapa dipaksa " omel Wisnu.


"Aku tidak tega Mas ninggalin kakak di rumah sendirian " jawab Millie.


"Iya..tapi kakaknya jadi bete " ujar Wisnu.


"Iya maaf..aku tidak tau kalau akan jadi begini " Millie terlihat menyesal telah memaksa Maura ikut menginap.


"Biar Papih tanya ke kakak langsung " Adam beranjak menuju ke kamar Maura, Mikha yang penasaran mengikuti suaminya dari belakang.

__ADS_1


Millie yang hendak mengikuti Adam dan Mikha buru-buru ditahan tangannya oleh Wisnu.


"Kalau kamu ikut nanti anak-anak semua ikut " ucap Wisnu.Millie pun kembali menjatuhkan bokongnya di samping Wisnu.


"Aku penasaran Mas apa benar kakak Maura sama Marvin sedang berantem " Millie tampak sangat penasaran.


"Paling berantem biasa..tidak akan ada yang serius. Kamu tau sendiri bagaimana lengketnya Maura sama Marvin " ujar Wisnu.


"Iya justru itu yang aneh Mas.. biasanya mereka lengket tapi sekarang malah diem-dieman " jawab Millie.


"Nanti kakak kita tanya di rumah " putus Wisnu.


"Ya sudah " jawab Millie akhirnya.


"Mommy..kakak Maura sama Om Marvin sedang berantem ?" Milea yang sedari tadi menyimak akhirnya bertanya.


"Tidak sayang..tadi mereka juga pergi belanja bareng sama Mamih " jawab Millie.


Millie yang sangat penasaran langsung bangun ketika Adam dan Mikha muncul.


"Sudah ditanya Maura nya Pih ?" tanya Millie tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


"Maura nya sudah tidur " jawab Adam.


"Kalau begitu aku tanya Marvin saja " tanpa bisa dicegah Millie pun langsung beranjak menuju kamar adiknya.


Wisnu hanya geleng-geleng kepala melihat Millie yang sangat penasaran ada masalah apa antara Maura dan Marvin.


Marvin yang hendak memejamkan matanya kaget ketika kakaknya tiba-tiba muncul.


"Ada apa kak..bikin kaget saja tiba-tiba masuk ke kamar aku ?" tanya Marvin.


"Kamu sedang ada masalah apa sama Maura ? kakak lihat kalian seperti yang sedang berantem ?" tanya Millie.


"Tidak ada masalah apa-apa kak " jawab Marvin.


"Tidak ada masalah apa-apa bagaimana..orang kalian tidak teguran.. biasanya Maura lengket banget sama kamu " cecar Millie.


"Maura sedang ngambek sama aku " jawab Marvin akhirnya.


"Kenapa ngambek ?" tanya Millie.


"Gara-gara aku marahin waktu kepergok lagi boncengan sama temennya..tidak pake helm lagi " Marvin akhirnya menceritakan kejadian tempo hari yang menyebabkan Maura masih marah kepadanya.


"Beneran cuma itu ?" tanya Marvin


"Iya bener..aku juga sudah minta maaf tapi Mauranya masih ngambek " ucap Marvin lirih.


"Kamu seperti yang tidak tau Maura saja bagaimana judesnya dia " ujar Millie.


"Kalau tau Maura akan marah seperti ini aku juga tidak berani marahin dia " jawab Marvin.

__ADS_1


"Ya sudah..biar nanti kakak kasih pengertian Mauranya " ucap Millie sambil beranjak keluar dari kamar Marvin.


__ADS_2