
Minggu ini Maura pulang ke Jakarta tidak jadi menggunakan travel, ia ikut dengan Seno dan Arin juga Selina dan Silva yang akan ke Jakarta karena Oma dan Opa datang dari Kanada dua hari yang lalu.
Kedua orangtua Adam memang lebih sering tinggal di Kanada sambil mengawasi bisnis mereka yang ada disana.
Dari Bandung mereka langsung menuju rumah orangtua Adam dan Arin karena semua sudah berkumpul disana.
Rumah orangtua Adam dan Arin yang biasanya sepi kini tiba-tiba menjadi ramai, ditambah dengan celotehan Mile, Malik dan Meysha.
"Kakak kenapa biarkan Maura sekolah di Bandung ?" tanya Oma kepada cucu pertamanya.
"Aku sebenarnya tidak kasih ijin..Mas Wisnu tuh yang kasih ijin..aku juga kesel banget " Millie melirik Wisnu kesal. Yang dilirik pura-pura sibuk menyuapi Meysha buah jeruk.
Rumah orangtua Adam dan Arin semakin ramai manakala rombongan dari Bandung datang.
Seno dan Arin turun dari mobil dan diikuti tiga gadis cantik di belakang nya.
"Ya ampun..tiga cucu Oma cantik banget " Mama langsung merangkul Selina, Maura dan Silva.
"Oma..yang satu itu bukan cucu tapi cicit " Adam mengingatkan status Maura yang merupakan cicit Mamanya.
"Biarin..Oma maunya panggil cucu saja " kekeh Mama sambil menciumi pipi ketiga gadis itu bergantian.
"Mama tidak kangen sama aku ?" Arin langsung merajuk karena Mama tidak mempedulikan nya malah sibuk dengan Selina, Maura dan Silva.
"Emang enak dicuekin " Mikha terkikik disamping Adam membuat Arin langsung cemberut.
"Kamu sini Papa saja yang peluk " Papa meraih tubuh Arin kedalam pelukannya.
"Neng geulis kapan datang ?" Marvin yang baru muncul dari kamarnya iseng mencolek dagu Maura.
"Jangan colek-colek " Maura menepiskan tangan Marvin dengan judesnya.
"Ini anak di jalan dikasih makan apa Aunty..judes banget " tanya Marvin.
"Masih jetlag kali Vin " Seno yang menjawab sambil menjatuhkan diri di sofa setelah menyalami kedua mertuanya.
"Iya masih jetlag soalnya Papa bawa mobilnya ngebut " Silva cemberut.
"Jalanan lagi sepi jadi enak ngebutnya " jawab Seno sambil terkekeh.
"Aku saja hampir mau muntah " Selina juga terlihat kesal kepada Papanya.
"Kalau Papa ngebut begitu pulangnya aku mau naik kereta saja atau travel " sungut Silva.
"Atau diantar kak Marvin saja ya " pinta Selina.
"Bagaimana nanti saja " jawab Marvin sambil memberikan satu buah jeruk yang sudah dikupas kepada Maura.
"Biar pusingnya hilang " ucap Marvin.
Maura yang memang merasa sedikit pusing langsung memakan jeruk pemberian dari Marvin.
"Lagi jeruknya ?" tanya Marvin setelah Maura menghabiskan jeruknya. Maura mengangguk. Marvin pun dengan setia kembali mengupaskan satu buah jeruk lagi untuk Maura.
Karena seluruh anggota keluarga sudah berkumpul, malam harinya mereka semua pergi ke sebuah restoran untuk makan malam sambil berkaraoke keluarga.
Mereka pergi selepas magrib. Adam dan Mikha pergi membawa Papa dan Mama juga Mile yang masih tidak bisa jauh dari Adam.
Seno pergi bersama Arin dan kedua putrinya. Maura yang hendak naik kedalam mobil Wisnu tiba-tiba ditarik oleh Marvin.
"Kakak perginya sama Om saja " Marvin menarik tangan Maura agar masuk ke dalam mobilnya.
"Mas..Maura ikut mobil aku ya " ucap Marvin kepada Wisnu.
"Iya hati-hati " jawab Wisnu sambil mengangkat ibu jarinya.
Keempat mobil mewah itu pun melaju beriringan menuju ke sebuah restoran di selatan Jakarta.
__ADS_1
Sejak dari siang Marvin sudah memesan ruangan khusus untuk keluarga besarnya makan malam bersama disana.
Marvin melirik Maura yang tampak cantik dalam balutan mini dress berwarna biru muda tanpa lengan dengan aksen bunga-bunga kecil.
"Kakak cantik " puji Marvin
"Om juga ganteng.. setelah putus dari kak Nisa pasti Om langsung dapat gantinya " Maura balas memuji membuat Marvin serasa terbang melayang.
"Pacar kakak tau tidak kalau kakak pergi ke Jakarta ?" tanya Marvin. Maura mengangguk.
"Tidak marah ?" tanya Marvin lagi.
"Kalau sampai dia marah hanya karena aku ketemu keluarga akan aku putuskan " jawab Maura tegas.
"Pinter keponakan Om " Marvin menjembel pipi Maura gemas.
Meskipun Maura sudah punya pacar namun kini tidak membuat Marvin meradang. Justru pria tampan itu menjadi semakin terpacu untuk berusaha mendapatkan hati Maura apapun caranya.
Tidak lama kemudian keempat mobil mewah itu pun sudah sampai di restoran tempat mereka akan makan malam bersama.
Mereka digiring menuju sebuah ruangan VIP yang cukup luas. Disana sudah tersedia satu meja besar berisi beraneka makanan yang sangat menggugah selera.
Di dalam ruangan itu tersedia fasilitas karaoke keluarga dengan pemandu lagu seorang wanita yang berpakaian cukup sopan.
Pada saat makan malam Mile dan Malik tidak mau jauh dari Adam dan Mikha. Sementara Meysha tidak mau lepas dari Wisnu. Meysha memang sangat lengket dengan Daddy nya.
Sejak masuk ke ruangan itu Marvin tidak memberikan kesempatan kepada Maura untuk lepas dari genggaman tangannya.
Maura pun seolah tidak keberatan. Bahkan gadis cantik itu tidak lagi canggung menggelendot manja kepada Marvin seperti dulu.
Melihat pemandangan itu sudah tidak aneh lagi bagi keluarga besar Adam. Mereka sudah tau bagaimana manjanya Maura kepada Marvin dari sejak gadis itu kecil.
Mereka semua tidak tau jika Marvin diam-diam mempunyai rasa cinta yang sangat besar untuk Maura..kecuali Seno.
Selesai acara makan malam, mereka melanjutkan dengan berkaraoke bersama.
Millie dan Wisnu mendapat giliran ketiga. Mereka berduet menyanyikan lagu romantis sambil memangku Meysha yang tidak mau turun dari gendongan nya.
"Mommy..aku mau nyanyi " Mile dan Malik tidak mau ketinggalan. Mereka bernyanyi lagu anak-anak sambil berjoged dengan riangnya.
Adam, Seno,Papa dan Wisnu juga Marvin memberikan saweran agar kedua bocah itu terus berjoget.
Mile dan Malik berhenti berjoget setelah mereka mendapatkan uang saweran yang cukup banyak.
"Vin..nyanyi dong !" Papa menyuruh Marvin bernyanyi setelah Malik dan Mile selesai berjoget.
Demi menyenangkan seluruh keluarga nya Marvin pun akhirnya mau menyumbangkan sebuah lagu.
"Temani ya kak " Marvin menggamit pinggang Maura untuk berduet dengannya.
Semua bertepuk tangan ketika Marvin dan Maura yang tampak malu-malu menyanyikan sebuah lagu romantis.
Selama menyanyi tangan Maura tidak sadar terus memeluk pinggang Marvin.
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
__ADS_1
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu
Ketika lagu berjudul Cinta luar biasa itu selesai dinyanyikan oleh Maura dan Marvin semua langsung bertepuk tangan.
Maura tidak menyadari jika sebetulnya lagu itu adalah ungkapan perasaan Marvin yang terdalam untuk Maura.
Sambil nunggu waktunya buka puasa mari kita nyanyi bersama.
Selain nunggu waktu buka puasa Author juga nunggu dukungan readers tersayang loh..
Happy reading 😘😘😘
__ADS_1