
Kedatangan Adam dan Mikha di rumah membuat Abimanyu sedikit cemburu karena Milea selalu mencari perhatian Adam dan nyaris melupakan dirinya. Namun Abimanyu tidak mungkin merajuk ataupun marah yang justru akan membuat dirinya terlihat kekanakan didepan Adam dan Mikha.
Namun Adam dan Mikha cukup bijaksana dengan terus memberi nasehat kepada cucu sambungnya yang sangat manja itu agar selalu patuh kepada suami dan menjadi istri yang baik. Adam tidak ingin pengalaman buruknya dalam berumah tangga terjadi pada si Gemoy kesayangannya.
Iya Pih..iya Pih.." hanya itu yang keluar dari mulut Milea sambil menggelendot di pelukan Mikha.
"Apakah masih suka muntah-muntah ?" tanya Mikha sambil mengelus kepala Milea.
"Tidak Mih..aku muntah-muntah pas cium bau bawang saja " jawab Milea.
Milea sengaja tidak menceritakan jika penyebab ia muntah-muntah tempo hari bukan karena mencium aroma bawang saja, namun juga karena dijejali makanan oleh Abimanyu.
Abimanyu diam-diam menatap kearah Milea. Dari tatapannya Abimanyu menyiratkan rasa terimakasih karena Milea menutupi kesalahannya yang mungkin akan memicu kemarahan Adam dan Mikha jika mendengarnya.
Ketika hari semakin siang Adam dan Mikha pamit pulang karena Maura menelpon dan mengatakan jika si kembar rewel karena kehilangan mereka.
"Terimakasih ya Sayang kamu sudah menyelamatkan aku dari kemungkinan amukan Papih jika tau apa yang aku lakukan kemarin "
"Tidak usah berterima kasih, aku juga tidak akan tega membiarkan kamu dimarahin sama keluarga aku " jawab Milea sambil mengusap pipi Abimanyu membuat pria itu tidak bosan-bosannya mengucapkan terimakasih kepada Milea.
Tidak lama setelah Adam dan Mikha pulang, Abimanyu dan Milea kembali kedatangan tamu. Kali ini Sadewa yang datang bersama Shafira.
Sadewa datang dengan membawa Safira karena bocah itu merengek ingin menginap di rumah Om Abi dan Aunty Milea.
"Fira beneran mau menginap disini ?" tanya Milea sambil mendudukkan balita itu dipangkuannya.
"Iya Aunty..aku mau menginap disini " jawab Safira.
"Gimana Bi..boleh Safira menginap disini ?" tanya Sadewa.
"Boleh dong kak..iya kan Sayang ?" Abi melirik kearah Milea.
"Iya kak..kita senang Safira menginap disini. Setiap hari juga tidak apa-apa " jawab Milea sambil mencubit pipi bulat bocah dalam pangkuannya.
"Hanya malam ini saja, kalau setiap hari nanti kalian repot " ujar Sadewa.
"Aku tidak akan merepotkan Aunty Milea dan Om Abi Yah !" ujar Safira.
"Baiklah.. kalau begitu Ayah pulang ya !" Sadewa bangkit hendak pulang. Safira mengangguk.
Abimanyu mengantarkan Sadewa sampai halaman depan. " Kalau Fira nangis ingin pulang kamu bel kakak saja !" pesan Sadewa sebelum naik ke mobilnya.
__ADS_1
"Iya kak " jawab Abimanyu.
Setelah mobil Sadewa meninggalkan halaman rumahnya Abimanyu pun masuk kemudian bergabung dengan Milea dan Safira yang masih berada di ruang keluarga.
"Kalau Fira menginap disini nanti Hira tidak ada temannya dong " Abi mencolek pipi keponakannya gemas.
"Tidak apa-apa..aku kesal karena kami selalu bertengkar " adu Safira .
"Bertengkar karena apa ?" tanya Milea.
"Rebutan mainan, rebutan Ayah dan rebutan Bunda " jawab Safira polos.
Abimanyu dan Milea tertawa. Pusing juga jika yang direbutkan adalah Ayah dan Bunda mereka, apalagi jika mereka sama-sama tidak mau berbagi.
"Aunty..nanti dedek diperut Aunty nya dua ya, biar aku dan Hira tidak berebut " pinta Safira membuat Milea dan Abimanyu tertawa.
Seharian itu Abi dan Milea menemani Safira bermain. Karena Safira tidak membawa mainannya akhirnya Milea merelakan kosmetik miliknya menjadi mainan bocah berpipi bulat itu.
"Om Abi ayo kita main salon-salonan !" ajak Safira sambil menarik tangan Abimanyu yang sedang berbaring di sofa sambil mengawasi kedua wanita itu yang sedang sibuk di depan meja rias.
"Main salon-salonan nya sama Aunty Milea saja ya " jawab Abimanyu.
"Aku mau Om Abi juga ikutan " Safira memaksa.
"Auww..sakit Sayang " Abi langsung meringis ketika Milea langsung mencubit perutnya.
"Aku maunya main salon-salonan " Safira nyaris menangis karena Abimanyu menolak ikut bermain.
"Sayaaang..mengalah dong, kasian nanti Safira nya menangis " bujuk Milea.
"Baiklah " jawab Abimanyu sambil menyimpan ponselnya kemudian menghampiri Safira.
"Om Abi tiduran saja disitu, aku akan buat Om Abi seperti princess " Safira menyuruh Abi tetap berbaring di sofa.
Setelah Abimanyu membaringkan tubuhnya di sofa, Safira pun langsung naik dan duduk diatas perut Abimanyu.
"Om Abi bobo saja, nanti kalau sudah selesai aku bangunkan !" perintah Safira.
"Baik komandan " jawab Abi pasrah. Ia pun memejamkan matanya dan membiarkan Safira mencoret-coret wajahnya dengan peralatan makeup milik Milea.
Milea dan Safira mendandani Abi sambil sesekali tertawa cekikikan. Abi sudah bisa menebak seperti apa wajahnya sehingga membuat kedua wanita itu tertawa cekikikan.
__ADS_1
Setelah hampir setengah jam kedua wanita itu pun selesai dengan pekerjaannya.
"Om Abi sekarang sudah boleh bangun !" Safira turun dari atas perut Abimanyu.
"Amit-amit jabang bayi " gumam Milea sambil mengusap perutnya.
"Apakah aku menyeramkan?" tanya Abi ketika mendengar ucapan Milea barusan.
"Kamu lihat saja sendiri di cermin " jawab Milea sambil terkikik geli.
Abimanyu yang sangat penasaran dengan wajahnya beranjak menuju cermin dan Ia pun nyaris terlonjak takut melihat wajahnya sendiri.
"Om Abii jangan dihapus " seru Safira ketika Abi hendak membersihkan wajahnya yang coreng moreng.
"Aku sama Aunty Milea sudah susah bikinnya " Safira langsung cemberut.
"Sudah nurut saja, Safira sudah terlihat mengantuk sebentar lagi juga pasti tidur " bisik Milea.
"Oke Om Abi tidak akan hapus, tapi sekarang waktunya kamu tidur !" Abi langsung mengangkat tubuh mungil itu dan menurunkannya diatas ranjang.
"Waktunya kita bertiga tidur siang " Abi juga menarik tangan Milea menyuruhnya untuk tidur.
"Aunty Milea..aku ingin mpup " bisik Safira dengan wajah takutnya.
"Hah..mpup.. gimana ini Sayang ?" Milea tampak bingung.
Abimanyu menggendong Safira ke kamar mandi diikuti oleh Milea dibelakangnya.
"Sayang..aku belum pernah cebokin anak kecil " bisik Milea setelah mendudukkan bocah itu diatas closet.
"Aku juga belum pernah " jawab Abimanyu. Keduanya tampak bingung.
"Aunty sudah selesai " panggil Safira Setelah bocah itu menyelesaikan hajatnya.
Abimanyu dan Milea pun mendekat kemudian keduanya berusaha menceboki Safira.
"Kenapa Om Abi dan Aunty Milea cebokin aku nya tidak sama seperti Bunda ?" tanya Safira setelah keluar dari kamar mandi.
"Apa benar begitu Sayang ?" tanya Milea.
"Iya " jawab Safira sambil mulai memejamkan matanya setelah Milea kembali memakaikan celana pada bocah itu. Tidak lama kemudian Safira pun tertidur setelah Milea mengusap-usap punggungnya.
__ADS_1
"Sayang.. sepertinya kita harus belajar cara mengurus bayi " bisik Milea setelah Safira benar-benar tertidur.
"Iya " jawab Abimanyu.