My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menantu Kurang Ajar


__ADS_3

Sudah dua hari ini Abimanyu selalu melambatkan laju motornya ketika melewati sekolah Milea berharap dapat melihat gadis belia itu seperti dua hari sebelumnya namun tidak berhasil.


Dari keterangan teman Milea yang ia tanyai Abimanyu baru mengetahui jika ternyata Milea sudah dua hari tidak masuk sekolah karena sakit.


Di hari berikutnya pada saat pulang sekolah Abimanyu terlihat lega ketika akhirnya ia bisa melihat kembali gadis belia itu.


Meskipun hanya sekilas pada saat pulang sekolah Abimanyu sempat melihat Milea naik kedalam mobil jemputannya.


Sejak mengembalikan helmet Abimanyu dan berakhir dengan kehujanan Milea tidak lagi membuat kebohongan dengan mengatakan akan pergi kerja kelompok di rumah


temannya.


*


Sepulang sekolah Milea berdiri di depan gerbang sekolah menunggu pak Muh menjemputnya.


Beberapa menit yang lalu pak Muh mengirimkan pesan kepada Milea jika ban mobilnya bocor, jadi ia akan sedikit terlambat menjemput Milea.


Disaat Milea sedang menunggu pak Muh tiba-tiba Abimanyu yang juga akan pulang sekolah menepikan motornya di dekat Milea.


"Mau kakak antar pulang ?" tanya Abimanyu kepada gadis berseragam putih biru itu.


"Tidak kak..aku sedang menunggu jemputan " jawab Milea.


"Tumben jemputannya telat ?" tanya Abimanyu.


"Pak Muh nya sedang ganti ban dulu " jawab Milea.


"Ooh "


"Kakak Abi mau pulang ?" tanya Milea.


"Ya.. setelah jemputan kamu datang " jawab Abimanyu.


Meskipun Abimanyu menemani Milea, namun remaja tampan itu tidak turun dari motornya. Ia duduk diatas jok motornya sambil anteng memainkan ponselnya.


Abimanyu baru mengangkat kepalanya ketika mobil jemputan Milea datang.


"Kakak Abi terimakasih ya sudah menemani " ucap Milea sambil melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil.


"Iya " jawab Abimanyu singkat.


Abimanyu melanjutkan perjalanan pulang setelah mobil jemputan yang membawa Milea mulai bergerak meninggalkan gerbang sekolah.


"Neng..yang tadi itu siapa ?" tanya pak Muh kepada Milea yang duduk disebelah nya.


"Tadi itu kakak Abi pak Muh..dia itu yang dulu tidak sengaja aku tabrak " jawab Milea.


"Oh..yang anaknya teman Papih itu ya ?" tanya pak Muh.


"Iya Pak " jawab Milea.

__ADS_1


"Anaknya ganteng ya..terus tadi sedang apa ada di sekolah neng Mile " tanya pak Muh penasaran.


"Dia sedang menemani aku dijemput " jawab Milea.


"Sudah ganteng baik lagi " puji Pak Muh.


"Tapi dia itu pendiam pak Muh.. menemani aku tapi tidak mau ngajak ngobrol..aku itu seperti ditemani sama patung saja " jawab Milea sambil terkikik.


"Tidak apa Neng..daripada neng Mile menunggu sendirian " pak Muh ikut tertawa.


"Iya juga sih " jawab Milea.


*


Marvin yang sedang fokus pada laptopnya mengambil.ponselnya ketika terdengar ada notifikasi pesan yang masuk.


Marvin menggaruk pelipisnya ketika Maura mengirimkan beberapa daftar makanan yang sedang diinginkannya.


Akan aku Carikan tapi kalau tidak ketemu semua jangan marah ya Sayang


Marvin membalas pesan dari Maura.


Iya jawab Maura.


Meskipun berusaha menyanggupinya namun sebetulnya Marvin bingung dimana mendapatkan semua makanan permintaan istrinya yang sedang mengidam itu.


Marvin mematikan komputer lipatnya kemudian beranjak keluar dari ruang kerjanya dan pergi menuju ruangan kerja kakaknya.


"Tidak..baru selesai ngobrol sama Mas Wisnu " jawab Millie sambil menyimpan ponselnya diatas meja kerjanya.


"Ada apa ?" Millie menatap wajah tampan adiknya yang duduk sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Maura sedang ingin ini..aku tidak tau dimana belinya " Marvin meneruskan pesan Maura ke nomer kakaknya.


"Oh ini..semua ada di toko kue langganan kakak " jawab Millie setelah melihat pesan dari Marvin.


"Kakak pesankan biar nanti dikirim kesini " ujar Millie.


"Terimakasih Mommy mertuaku yang paling baik dan paling cantik " ucap Marvin sambil menggoda kakaknya.


"Ih..geli kakak dibilang Mommy sama kamu " Millie melemparkan gulungan kertas kearah Marvin.


"Emang seharusnya aku panggil kakak dengan sebutan Mommy kan mengikuti istri aku " Marvin terus menggoda kakaknya.


"Tidak.. tidak..awas saja kalau kamu ikut-ikutan Maura manggil Mommy " Millie mengacungkan kepalan tangannya kepada adik kesayangannya.


"Kalau aku tetap panggil kakak dan Mas takutnya aku dibilang menantu kurang ajar Mom " Marvin belum puas menggoda kakaknya.


"Marviiiin..keluar sana balik lagi sana ke ruangan kamu " Millie nyaris melemparkan sepatunya kearah Marvin jika saja pria tampan itu tidak buru-buru kabur dari ruangan itu.


"Dasar adik kurang ajar " Millie menggerutu.

__ADS_1


Sepertinya wanita cantik itu lupa jika adiknya itu adalah sebetulnya menantunya juga. Dan Marvin tidak salah jika pria tampan itu ingin memanggilnya Mommy.


"Kamu kenapa Vin ?" tanya Adam ketika melihat Marvin keluar dari ruangan kerja Millie sambil tertawa.


"Kak Millie marah karena aku panggil dia Mommy " jawab Marvin sambil tertawa.


"Kamu maklum.saja Vin..kakak kamu itu sebetulnya belum pantas punya menantu..mentalnya belum siap..Dia kan punya menantu lebih cepat karena kamu menikahi putri sambungnya " ujar Adam.


"Iya Pih " jawab Marvin.


"Ikuti saja keinginan kakak kamu.. daripada dia ngamuk dan kamu dipecat jadi menantu " lanjut Adam.


"Iya Pih jangan sampai. .dapat restunya saja susah " keluh Marvin.


"Itu kamu ngerti " jawab Adam.


Setelah satu jam berlalu Millie memberitahu jika semua pesanan makanan untuk Maura sudah datang. Marvin pun kembali bergegas menuju ruangan kerja kakaknya.


Marvin tampak senang ketika melihat semua pesanan Maura sudah tersedia.


"Terimakasih kak " ucap Marvin.


"Iya..maaf ya kalau putri kakak selama ini ngidamnya buat kamu repot " ucap Millie.


"Tidak apa-apa kak..putri kakak kan istri aku..aku akan berusaha memenuhi semua keinginannya karena mendapatkan dia itu susah banget.. demi mendapat restu dari Papih dan Mamih aku harus dikirim ke Kanada selama satu tahun..setelah pulang ke Indonesia pun aku masih harus berjuang mendapatkan restu dari kakak dan Mas Wisnu " jawab Marvin.


"Ya laki-laki harus berjuang dong.. jangan mau enaknya sendiri. Sejak kecil Maura kakak yang urus sudah besar seenaknya saja kamu ambil " Millie menoyor kepala Marvin.


"CK..kakak itu sama adik sendiri hitung-hitungan " keluh Marvin.


"Bukan hitung-hitungan Vin..kakak itu ingin Maura mendapatkan jodohnya yang terbaik. Jadi wajar kakak dan Mas Wisnu mempertimbangkannya dulu matang-matang sebelum menerima kamu sebagai menantu kami " jawab Millie.


"Iya kak " ucap Marvin mengerti.


Setelah mendapatkan semua pesanan Maura dengan lengkap Marvin pun pulang.


Sore harinya setibanya Marvin di rumah wajah Maura tampak berbinar ketika melihat Marvin membawa semua makanan yang diinginkannya.


"Kok pinter sih kamu bisa dapat semuanya " puji Maura.


"Kan aku dibantu kak Millie nyarinya " ucap Marvin jujur.


Marvin tidak mau berbohong lagi seperti tempo hari saat memancing dengan Wisnu.


"Hmmm..pantas dibantuin Mommy " Maura mencubit ujung hidung Marvin.


"Namanya juga usaha Sayang..biar kakak senang dan kedua bayi kita yang ada diperut kakak juga senang " jawab Marvin sambil mengelus perut Maura yang sudah semakin menonjol.


"Iya.. terimakasih Sayang " Maura memeluk leher Marvin dan menciumi seluruh wajahnya dan berakhir dengan ciuman panjang di bibirnya.


"Ke kasur yuk Sayang !" bisik Marvin ditelinga Maura. Maura pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2