My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Istri Solehah


__ADS_3

Hari ini Wisnu dan Marvin berangkat ke Bandung untuk meninjau proyek yang sedang berlangsung.


Wisnu dan Marvin tidak pergi berdua, tapi Maura, Millie dan ketiga tuyul ikut serta karena kebetulan Milea dan Malik juga Maura sedang libur kenaikan kelas.Oma dan Opa tentu saja sangat senang dengan kedatangan mereka.


"Kakak apakah sudah isi ?" tanya Oma sambil mengelus perut rata Maura.


"Sudah Oma tadi makan bakso di jalan " jawab Maura.


"Maksud Oma..sudah hamil atau belum ?" Oma menjelaskan.


"Oh itu...belum Oma " jawab Maura baru mengerti.


"Kalian tidak sengaja menunda punya anak kan ?" tanya Opa.


"Tidak Opa..malah aku ingin cepat punya momongan " Marvin yang menjawab.


Maura melongo mendengar jawaban Marvin. Ia tidak menyangka jika Om sekaligus suaminya itu ingin segera punya momongan.


"Lebih baik begitu..mumpung masih muda " ujar Opa.


"Iya Kak biar rumah kita semakin rame " timpal Millie.


"Doakan saja Mom " jawab Maura.


Dihari pertama kedatangan mereka ke Bandung Wisnu dan Marvin memilih menghabiskan waktu dengan berkumpul di rumah orangtua Wisnu.


Mereka mengobrol sambil melepas rindu karena sejak menikah ini adalah untuk yang pertama kalinya Maura dan Marvin mengunjungi rumah Opa dan Oma.


"Kalau ada Maura dan kakak kamu kita tidak bisa main PS sampai pagi Vin " bisik Wisnu ketika mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Iya Mas " jawab Marvin dengan suara pelan.


"Kalian ngapain bisik-bisik ?" tanya Millie curiga.


"Kita sedang membicarakan masalah pekerjaan Sayang " jawab Wisnu berbohong.


"Membicarakan masalah pekerjaan masa bisik-bisik." Millie menggerutu.


Marvin dan Wisnu hanya nyengir. Tidak mudah membohongi Millie yang semakin hari menjadi semakin cerewet saja.


"Aku tau kamu mau main PS sama Daddy kan ?" tanya Maura berbisik ditelinga Marvin.


Maura yang duduk di dekat Marvin sempat mendengar apa yang Daddy dan suaminya bicarakan.


"Iya " jawab Marvin pelan.


"Kalau kalian mau main PS kakak tidak keberatan biar nanti Mommy kakak yang urus " bisik Maura.


"Terimakasih Sayang..kamu pengertian sekali " Marvin hendak mencium Maura namun Maura mencubit perut Marvin sehingga pria tampan itu tidak jadi mencium Maura.


Ketika hari beranjak semakin gelap, Millie dan Wisnu sudah masuk ke kamar mereka untuk menidurkan si bungsu Meysha.


Tidak butuh waktu lama si mungil Meysha pun tertidur dalam dekapan Wisnu.

__ADS_1


Tok..tok..


"Moom..Daad..sudah tidur belum " suara ketukan dipintu disusul suara Maura terdengar memanggil Wisnu dan Millie.


"Ada apa kak..kita baru selesai menidurkan Meysha " jawab Millie setelah membukakan pintu kamar untuk Maura.


"Kakak ingin tidur disini..kakak sedang kangen pengen tidur sama Mommy " jawab Maura manja.


"Kakak tidak sedang berantem kan sama Om Marvin ?" Millie menatap curiga kearah Maura.


"Tidak Mom..kakak kangen saja ingin tidur dengan Mommy..waktu kakak tinggal disini kita kan selalu tidur bareng Mom " jawab Maura.


"Ya sudah naik sini !" titah Millie.


Wisnu menyingkir ke sofa karena Maura kini menguasai tempat tidurnya.


Wisnu tampak cemberut karena kedua wanita itu benar-benar tidak menganggap keberadaannya disana.


Namun tidak lama kemudian senyum Wisnu langsung mengembang di sudut bibirnya ketika membaca pesan yang masuk dari menantu sekaligus adik iparnya.


Mas kita main PS di kamar aku mumpung Maura tidur sama kak Millie


Oke Mas kesana sekarang balas Wisnu.


"Mas mau ngobrol sama Marvin dulu ya Sayang " Wisnu pamit kepada Millie.


"Iya Mas " jawab Millie yang sedang anteng mengobrol dengan Maura.


"Terimakasih ya Sayang " bisik Wisnu sambil mencium puncak kepala Maura.


Wisnu keluar dari kamar kemudian beranjak menuju kamar Marvin. Disana Marvin sudah menunggu untuk bermain PlayStation.


"Kita begadang Mas " ajak Marvin sambil menunjuk beberapa minuman kaleng dan aneka cemilan untuk menemani mereka bermain PlayStation.


"Bagus..bagus " puji Wisnu sambil duduk bersila disebelah Marvin kemudian mereka pun memulai permainan mereka.


Sementara Millie dan Maura yang asik mengobrol akhirnya tertidur sambil memeluk si bungsu Meysha yang tertidur ditengah mereka.


Millie tidak menyadari jika Wisnu diam-diam kabur ke kamar adik sekaligus menantunya untuk bermain PlayStation.


Keesokannya Millie yang baru menyadari jika Wisnu tidak ada di kamarnya langsung mencari ke kamar Marvin.


Setibanya di kamar Marvin Millie langsung geleng-geleng kepala melihat Wisnu dan Marvin tengah tertidur diatas karpet dengan tv yang masih menyala.


Dilantai tampak berserakan kulit kacang dan beberapa minuman kaleng yang sudah kosong.


"Hmmm...habis begadang ya rupanya kalian " Millie tampak geram melihat kelakuan Marvin dan Wisnu.


Meskipun geram namun Millie tidak tega untuk membangunkan kedua pria tampan itu.


Dari nyenyaknya kedua pria itu tidur sepertinya mereka tidak tidur semalaman.


Millie kembali ke kamarnya setelah membersihkan sampah yang berserakan di kamar Marvin kemudian melihat Maura yang juga tampak masih tertidur lelap sambil memeluk Meysha.

__ADS_1


Millie curiga sepertinya Maura ikut dalam konspirasi antara Wisnu dan Marvin, masalahnya sejak Maura dan Marvin menikah Maura tidak pernah meminta ingin tidur dengan Millie.


Namun semalam tiba-tiba saja Maura ingin tidur dengannya dan sialnya semalam ia tidak curiga sama sekali.


Ketika matahari mulai tinggi kedua pria tampan itu baru membuka matanya.


"Vin..kita harus ke proyek hari ini " ujar Wisnu.


"Iya Mas " jawab Marvin sambil mengumpulkan nyawanya.


"Mas siap-siap dulu " Wisnu keluar dari kamar Marvin kemudian kembali ke kamarnya.


"Kenapa bangun..tidur saja terus sampai sore " Millie menyambut Wisnu dengan Omelan.


"Maaf Yang " jawab Wisnu.


"Kamu itu sama Marvin sebelas dua belas tau " Millie menjewer telinga Wisnu.


"Aduuh ampun Sayang " Wisnu meringis sambil memegang telinganya.


Maura yang mendengar keributan kecil antara Mommy dan Daddy nya buru-buru bangun dan hendak kabur.


"Kakaaak..jangan kabur kamu " Millie mengejar Maura dan menjewer telinga Maura hingga wanita cantik itu meringis.


"Kamu malah sekongkol sama Daddy dan suami kamu " omel Millie.


"Kakak kan mau jadi istri yang Solehah Mom..yang mendukung kesenangan suami " jawab Maura sambil meringis.


"Tuh Sayang...anak kamu saja ingin jadi istri yang Solehah dengan mendukung hoby suaminya..masa kamu tidak " Wisnu merasa ada yang mendukung.


Millie termangu mendengar ucapan Maura dan Wisnu kemudian buru-buru melepaskan jepitan tangannya di telinga Maura dan Maura pun langsung kabur ke kamarnya.


"Kamu kenapa Sayang " Marvin yang baru selesai mandi heran melihat Maura yang terburu-buru masuk ke kamar.


"Aku dan Daddy dijewer sama Mommy gara-gara kalian begadang main PS semalam " jawab Maura.


"Kasian " Marvin mengusap telinga Maura dengan lembut.


"Kamu mau pergi ke proyek sama Daddy sekarang ?"tanya Maura.


"Iya Sayang " jawab Marvin sambil memakai pakaian yang sudah Maura siapkan semalam.


Maura sengaja memilihkan kemeja slim fit yang berwarna gelap karena Marvin akan meninjau ke lokasi proyek.


"Hati-hati ya Sayang kerjanya " pesan Maura sambil merapikan kerah kemeja Marvin.


"Iya Sayang " jawab Marvin sambil memeluk Maura dan hendak mencium bibir Maura namun Maura menolak.


"Kenapa tidak mau ?" tanya Marvin.


"Aku belum mandi dan belum gosok gigi " jawab Maura sambil menutup mulutnya.


"Jorok banget sih kamu Sayang " Marvin menyentil kening Maura. Maura hanya nyengir.

__ADS_1


Sebelum pergi Marvin dan Wisnu sarapan terlebih dulu dengan ditemani oleh Millie dan Maura.


Setelah sarapan kedua pria tampan itu pun pergi ke lokasi proyek yang masih berada di wilayah Bandung.


__ADS_2