My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Cemburu


__ADS_3

Weekend ini seluruh keluarga Adam pergi ke Bandung, Nisa juga ikut karena diajak oleh Mikha.Mereka pergi pagi-pagi sekali agar tidak terlalu siang sampai di Bandung.


Mereka pergi dengan dua mobil. Adam, Mikha, Marvin dan Nisa pergi menggunakan mobil Adam. Sedangkan Millie, Wisnu dan anak-anak pergi dengan mobil Wisnu.


Sebelum berangkat Malik tiba-tiba ingin pindah ke mobil Adam.Bocah yang mewarisi ketampanan Wisnu itu duduk manja bersama Adam di kursi depan.


Meski mereka pergi bersama namun setelah sampai di Bandung mereka mengambil jalan yang berbeda.


Marvin melajukan mobilnya menuju rumah mereka sedangkan Wisnu mengambil arah ke rumah orangtuanya.


Millie dan Wisnu akan menginap di rumah orangtua Wisnu.Sedangkan Malik ingin menginap bersama Adam.


Zico yang mengetahui jika Maura akan ke Bandung langsung menghubungi Maura dan mereka berjanji akan pergi nonton nanti malam.


"Mom..aku nanti malam mau nonton sama teman boleh tidak ?" Maura minta ijin kepada Millie.


"Teman yang mana kak..emang kakak punya teman disini ?" tanya Millie.


"Iya Mom..namanya Zico, dia temannya kak Selina " jawab Millie.


Karena Zico merupakan teman Selina maka Millie pun mengijinkan.Namun ada banyak syarat yang harus dipatuhi oleh Maura yang sudah sangat ia hapal di luar kepala.


Setelah magrib Zico datang menjemput Maura. Sebelum pergi Zico terlebih dahulu meminta ijin kepada Millie dan Wisnu untuk mengajak Maura nonton.


Karena Zico terlihat sangat sopan maka Millie dan Wisnu pun mengijinkan Zico membawa Maura pergi.


"Sepertinya anak itu suka sama kakak Maura " bisik Millie setelah mobil Zico berlalu.


"Mas lihat juga sepertinya begitu " jawab Wisnu sambil menggandeng tangan Millie dan membawa masuk kedalam.


"Anak itu sudah dua kali kesini " Ucap Ibu sambil menyuapi Meysha makan.


"Oh ya..kapan Bu ?" tanya Millie


"Waktu kakak Maura dan teman-temannya nginep disini, anak yang bernama Zico itu yang mengantar mereka main " jawab Ibu.


"Oh begitu "


"Tapi Bapak lihat anaknya cukup sopan " puji Bapak


"Iya..ibu juga lihatnya begitu " tambah Ibu.


Mendengar penilaian Ibu dan Bapak mengenai Zico yang cukup baik Wisnu dan Millie pun menjadi tenang.

__ADS_1


"Kita mau nonton film apa ?" tanya Zico ketika mereka sudah sampai di gedung bioskop.


Karena Maura tidak menyukai film horor dan film yang mengandung kekerasan akhirnya mereka memilih film bergenre romantis.


Sebelum masuk mereka terlebih dahulu membeli makanan dan minuman untuk menemani mereka nonton.


Setelah mereka membeli makanan dan minuman tiba-tiba mereka berpapasan dengan Marvin dan Nisa yang juga akan nonton.


"Kakak..tau mau nonton kita pergi bareng " Nisa tampak senang ketika bertemu dengan Maura dan Zico disana.


Reaksi berbeda tampak terlihat dari wajah tampan Marvin.Meskipun Marvin ikut menyapa Maura dan Zico namun wajah tampannya terlihat dingin.


"Kakak nonton film apa ?" tanya Nisa kepada Maura.


Maura memperlihatkan tiket mereka kepada Nisa.


"Sayang sekali sepertinya kita tidak bisa nonton bareng karena Om Marvin ingin nonton film perang " ujar Nisa.


"Aku beli tiket dulu " Marvin meninggalkan Nisa yang sedang mengobrol dengan Maura dan Zico.


Selagi Marvin membeli tiket Nisa pamit untuk membeli makanan dan minuman.


"Kak aku pamit masuk duluan ya " Maura pamit kepada Nisa karena film yang akan mereka tonton sebentar lagi akan diputar.


Setelah menunggu sekian lama akhirnya Marvin pun selesai mengantri.


"Kita nontonnya ganti genre karena film yang akan kita tonton tiketnya sudah habis " ucap Marvin sambil menuntun Nisa masuk kearah Maura dan Zico masuk.


Nisa mengikuti langkah kaki Marvin, ia tidak mengerti kenapa Marvin malah memilih film yang sama dengan Maura.


Nisa yakin jika Marvin berbohong mengatakan jika tiket film yang akan mereka tonton sudah habis. Sepertinya Marvin memang sengaja mengikuti Maura dan Zico.


Kecurigaan Nisa semakin besar manakala Marvin terlihat celingukan mencari tempat duduk Maura dan Zico.


"Kamu cari Maura ?..tuh mereka duduk di depan kita " sindir Nisa.


"Aku hanya ingin memastikan dia aman.Kamu jangan berpikiran macam-macam " ujar Marvin menjawab sindiran dari Nisa.


"Vin..Maura itu bukan anak kecil lagi.. dia sudah besar. Aku lihat kamu over protektif kepada Maura " ujar Nisa.


"Siapa bilang..aku hanya menjaga keponakan ku saja " jawab Marvin.


"Maura itu bukan anak kecil lagi Vin , dia bisa menjaga dirinya sendiri " pungkas Nisa.

__ADS_1


"Sudahlah..kita itu kesini mau nonton bukan mau bertengkar " ucap Marvin sambil menatap Maura dan Zico yang sedang asik nonton.


Selama film diputar Marvin sama sekali tidak menyimak. Ia malah sibuk memperhatikan Maura dan Zico. Pria tampan itu tidak menyadari jika Nisa diam-diam memperhatikannya.


Baru setengah jam berada disana tiba-tiba Nisa mengajak Marvin pulang.


"Kenapa..film nya kan belum selesai ?" tanya Marvin.


"Film nya tidak seru " jawab Nisa sambil menarik tangan Marvin keluar dari gedung bioskop.


"Kamu ini kenapa sih aneh sekali?" tanya Marvin setelah mereka berada di dalam mobil.


"Yang aneh itu kamu Vin..mau nonton film atau mau nonton orang pacaran ?" sindir Nisa.


"Mau nonton lah..ngapain nonton orang pacaran, orang aku juga nontonnya sama pacar " jawab Marvin.


"Tapi mata kamu itu tidak lepas dari Maura dan Zico..kita itu mau pacaran atau nonton Maura dan Zico pacaran ?" tanya Nisa dengan suara sedikit tinggi.


"Aku itu aneh liat kamu...kamu itu seperti tidak senang melihat Maura jalan sama Zico..jangan bilang kamu cemburu melihat mereka " Nisa menatap tajam kearah Marvin.


"Ngaco kamu " Marvin mengacak rambut Nisa.


"Sepertinya justru kamu yang cemburu sama Maura " Marvin melirik kearah Nisa yang sedang merapikan rambutnya.


"Wajar aku cemburu kalau cara kamu memperlakukan Maura seperti itu. Cara kamu memperlakukan Maura tidak terlihat seperti seorang paman kepada keponakannya..tapi lebih terlihat seperti seorang pria yang sedang cemburu ketika melihat kekasihnya dengan cowok lain " jawab Maura.


"Sudah ah..semakin ngawur saja kamu " pungkas Marvin.


Mendengar jawaban Marvin Nisa pun terdiam.Nisa akui jika ia merasa cemburu melihat cara Marvin memperlakukan Maura.


Dulu memang ia tidak merasa apa-apa melihat kedekatan Maura dengan Marvin karena Maura masih kecil.


Namun kini Maura sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.


Melihat kecantikan dan kemolekan Maura pasti banyak pria yang menyukainya dan tidak menutup kemungkinan jika Marvin pun akan menyukai Maura.


Apalagi Maura itu hanya berstatus anak tiri Millie. Dan perasaan takut kehilangan Marvin pun tiba-tiba tumbuh subur di hatinya.


"Kenapa melamun ?" tanya Marvin sambil kembali mengacak rambut Nisa.


"Tidak " jawab Nisa


"Maura masih marah sama aku gara-gara kejadian tempo hari..jangan sampai Maura semakin memusuhi aku jika tau kamu cemburu sama dia " nasehat Marvin.

__ADS_1


"Iya " jawab Nisa sambil menyandarkan kepalanya di lengan kiri Marvin.


__ADS_2