
Abi menatap paperbag berisi telur asin dan bawang merah khas Brebes itu dengan tatapan bingung sambil memburu Milea dan mengusap-usap punggungnya.
"Kamu kenapa Sayang ?" tanya Abi khawatir.
"Aku mual mencium bau bawang merah...howekkk.." Milea kembali muntah-muntah.
Setelah mengeluarkan isi perutnya Milea yang tampak lemas dipapah oleh Abi menuju kamar mereka dilantai atas.
Setelah membaringkan Milea diatas kasur Abi pun langsung menghubungi Mommy nya untuk menanyakan cara menangani orang yang sedang bermasalah dengan lambung.
Menurut Abi Milea sedang ada masalah dengan lambungnya karena hari ini sudah dua kali ia muntah-muntah.
"Sekarang kamu buatkan air rebusan jahe ditambah madu dan jangan diberi obat apapun. Tunggu sampai Mommy datang kesana sekarang !" perintah Felisha diujung telepon.
"Iya Mom " jawab Abi.
Sekarang ini Abi hanya berani mengabari Mommy nya mengenai kondisi Milea. Abi belum berani mengabari keluarga Milea karena takut mendapat amukan dari mereka semua karena awalnya ia telah bersalah memaksa Milea makan sampai akhirnya muntah.
"Sayang minum ini dulu !" Abi memberikan satu gelas air rebusan jahe hangat yang dicampur madu sesuai perintah Felisha tadi.
"Tidak mau " Milea menggeleng dan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Ini perintah Mommy..sebentar lagi dia pasti kesini " Abi sedikit memaksa seperti kebiasaannya.
Dengan enggan Milea pun meminumnya hingga habis. Setelahnya ia pun merasakan perutnya hangat dan tidak bergejolak seperti tadi.
"Enakan ?" tanya Abi . Milea mengangguk.
Tidak sampai satu jam Felisha dan Bagas juga Alysha datang. Felisha membawa bubur yang dibelinya di jalan untuk Milea.
"Bagaimana ceritanya kamu sampai muntah-muntah begini Sayang ?" tanya Felisha sambil mengusap punggung Milea lembut. Dari raut wajah cantiknya terlihat sangat khawatir. Sementara Bagas dan Alysha berdiri tidak jauh dari sana dengan wajah yang sama-sama khawatir.
"Tadi pagi sih aku baik-baik saja Mom, aku hanya sedang malas makan karena tidak selera dengan yang dimasak bibik, aku ingin makan nasi goreng buatan kak Abi tapi malas bilangnya karena kamu sedang musuhan..namun kak Abi maksa menjejalkan makanan ke mulut aku dan akhirnya aku muntah. Dan akhirnya aku hari ini beberapa kali muntah " Milea mengadu panjang lebar tanpa sempat Abi cegah. Namun Milea melupakan jika salahsatu penyebab ia muntah lagi adalah karena ia mencium wangi bawang pemberian Ega.
Setelah Milea selesai mengadu semua mata langsung menatap tajam kepada Abi.
"Kamu ikut Daddy !" Bagas langsung menarik tangan putranya keluar dari kamar.
"Kamu suapi kak Mile makan !" Felisha memberikan mangkuk berisi bubur yang tadi dibawanya kepada Alysha.
__ADS_1
"Iya Mom " jawab Alysha.
Setelah Felisha keluar untuk menyusul Bagas dan Abimanyu Alysha pun mulai menyuapi kakak iparnya.
"Ayo bayi cantik..Aaaa..buka mulutnya !" Alysha menyuapi Milea sambil terkikik.
"Emangnya kakak bayi " Milea membuka mulutnya dan membiarkan adik iparnya yang manja itu menyuapinya.
"Setidaknya aku tidak seperti kak Abi yang memaksa menjejalkan makanan ke mulut kak Mile sampai muntah..dia memang pemaksa " oceh Alysha sambil terus menyuapi Milea.
"Enak ga buburnya kak ?" tanya Alysha.
"Enak..kamu coba saja sendiri " jawab Milea.
Alisha pun memasukan satu sendok bubur ke mulutnya. " Hmmm..benar enak kak "
Karena Alysha juga menyukainya akhirnya mereka pun makan berdua dan bubur dalam mangkuk itu dalam beberapa menit saja langsung habis.
Di lantai bawah Abimanyu tampak menunduk mendapat Omelan dari Bagas dan Felisha.
"Suami macam apa kamu tega memperlakukan istri kamu dengan menjejali dia makanan yang tidak mau ia makan. Wajar ia muntah-muntah karena memang perutnya tidak bisa menerimanya !" omel Bagas.
"Dasar bodoh..justru kalau dipaksa begitu yang ada justru dia akan sakit " Felisha tampak geram dengan cara pikir putranya.
"Daddy tidak bisa bayangkan bagaimana reaksi keluarga Milea jika mereka mengetahui kamu memperlakukan Milea seperti itu " Bagas mengurut pelipisnya. Sementara Abimanyu hanya menunduk.
"Iya aku salah " ucap Abi lirih. Ia memang bodoh tidak tau caranya memperlakukan wanita dengan lembut dan benar.
"Tadi Mommy sempat dengar Milea mengatakan jika kalian sedang musuhan..apakah itu benar ?" tanya Felisha.
"Iya Mom..Milea sedang ngambek sama aku " akhirnya Abimanyu mengaku.
"Ngambek kenapa ? " tanya Felisha.
Abimanyu pun akhirnya terpaksa menceritakan semuanya kepada Mommy dan Daddy nya tanpa berani ada yang disembunyikan sedikitpun.
"Ya ampuuun Abi...kamu itu keterlaluan sekali. Daddy jadi khawatir sepertinya Milea tidak bahagia menikah dengan kamu " ucap Bagas.
"Iya..Mommy juga berpikir begitu. Mommy yakin selama ini Milea tertekan hidup dengan kamu " ucap Felisha sadis.
__ADS_1
Felisha sepertinya merasakan apa yang Milea rasakan saat ini karena diawal pernikahan nya dengan Bagas ia pun merasa tertekan dan tidak bahagia. Ia tidak menyangka jika Abimanyu ternyata memiliki sifat yang sangat mirip dengan Bagas..tidak peka terhadap pasangannya.
Abimanyu mengangkat kepalanya dan menatap Mommy dan Daddynya. Ada ketakutan yang teramat sangat terpancar di wajah tampannya. Benarkah Milea tidak bahagia hidup dengannya ?
Setelah memarahi Abimanyu, Felisha kembali naik ke lantai dua untuk melihat Milea.
"Makannya sudah habis kak ?" tanya Felisha.
"Sudah Mom..kita makan berdua. Iya tidak dek " Milea bertos ria dengan Alysha.
"Hmm..pantas cepat sekali habisnya. Tapi kalau masih mau biar Mommy suruh Abi beli lagi " ujar Felisha.
"Mau Mom " jawab Milea dan Alysha kompak.
Felisha memanggil Abimanyu kemudian menyuruh putranya itu untuk membeli bubur di tempat yang Felisha tunjukkan. Abimanyu pun langsung pergi dengan menggunakan motornya agar lebih cepat.
Bagas dan Felisha terlihat lega setelah melihat Milea kembali ceria. Bahkan mereka sempat mendengar Milea dan Alysha tertawa cekikikan dari dalam kamar entah apa yang sedang mereka bicarakan.
Tidak sampai setengah jam Abimanyu pun sudah kembali dengan menenteng kantung plastik berisi bubur.
Setelah memasukan bubur itu kedalam mangkuk kedua wanita cantik itupun langsung memakannya dengan lahap.
Setelah memastikan Milea menghabiskan buburnya bersama Alysha, Abi turun ke bawah untuk bergabung dengan Bagas dan Felisha di ruang keluarga.
"Siapa yang dari Brebes Bi ?" tanya Felisha ketika baru menyadari ada sebuah paperbag berisi telur asin bakar dan bawang merah khas kota itu.
"Teman Milea Mom..tadi pagi dia memberikannya kesini " jawab Abimanyu.
Melihat ikatan bawang merah yang tampak segar itu tiba-tiba dahi Abimanyu berkerut. Ia pun mengambil ikatan bawang merah itu dan menciumnya...tidak ada yang aneh dengan bawang itu dengan baunya yang khas.
"Kamu itu kenapa sih Bi ? dimana-mana bawang merah ya baunya begitu " Bagas terkekeh melihat tingkah putranya yang menurutnya aneh.
"Aku cuma heran Dad..kenapa tadi Milea langsung muntah-muntah ya setelah mencium bau bawang merah ini " jawab Abimanyu.
"Apakah sebelumnya Milea ada alergi bawang ?" tanya Felisha.
"Tidak Mom..Dia pernah membantu aku ketika membuat nasi goreng " jawab Abimanyu.
Bagas dan Felisha saling tatap. Sepertinya sepasang suami istri itu mencium sesuatu yang mencurigakan pada diri menantunya.
__ADS_1