My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Salahkan Aku Saja


__ADS_3

Marvin melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kampus Nisa.


Begitu turun dari mobil Marvin langsung menuju ke sebuah meja dimana disana Nisa sudah menunggunya.


"Semalam kamu menginap di Bandung ?" Nisa membuka percakapan dengan pertanyaan yang cukup menohok.


"Tidak..begitu kalian pulang aku juga langsung pulang " jawab Marvin dengan menekankan kata kalian.


"Vin..aku sengaja mengajak kamu kesini aku hanya ingin mengembalikan ini " Nisa melepas cincin yang melingkar di jari manisnya dan di letakan diatas meja di depan Marvin.


"Setelah aku pikir-pikir aku merasa kalau aku tidak cocok memakainya mungkin Maura lah yang lebih cocok memakainya "


"Kenapa sih Nis..kamu selalu membawa Maura dalam masalah kita..Kalau kamu ingin mengakhiri pertunangan kita aku tidak masalah..tapi jangan selalu menyalahkan Maura..kasian dia itu tidak tau apa-apa " ucap Marvin tidak suka.


Nisa terdiam..tidak bisa dipungkiri jika Maura lah satu-satunya wanita yang membuat ia begitu cemburu.


"Kamu selalu cemburu melihat aku dekat dengan keponakanku sendiri, tapi kamu sendiri bisa seenaknya pergi dengan pria lain " sambung Marvin.


"Tapi aku melihat kedekatan kamu dengan Maura itu beda..aku melihat ada cinta dimata kamu setiap kali kamu melihat Maura " ujar Nisa lirih.


"Mungkin Maura terlalu kecil untuk bisa menyadarinya..tapi aku bisa melihat itu dengan jelas dimata kamu walaupun kamu berusaha menyembunyikannya " ucap Nisa lirih.


"Seandainya itu benar cukup salahkan aku saja..jangan menyalahkan Maura " ucap Marvin tegas.


"Selama ini Maura sudah cukup berkorban. Dia rela pindah sekolah dan jauh dari keluarga demi menjaga perasaan kamu..sedangkan kamu bisanya cuma menyalahkan dia.Melihat aku mengantarkan Maura pulang ke Bandung kamu anggap salah..tapi kamu sendiri jalan dengan pria lain. Bahkan kamu berbohong dengan mengatakan pergi dengan teman wanita " ucap Marvin tajam.


"Yudhis itu hanya teman aku " Nisa mencoba membela diri


"Yudhis teman kamu..dan Maura itu keponakan aku..apa bedanya kamu dengan aku ?..dan sadarkah kamu jika aku juga menangkap ada cinta dimata Yudhis setiap kali melihat kamu "


"Jika akhirnya hubungan kita berakhir tolong jangan buat seolah Maura adalah orang ketiga diantara kita..aku harap kamu mengerti " ucap Marvin tegas.


"Iya aku mengerti " jawab Nisa lirih.


Meski hubungan Nisa dan Marvin akhirnya kandas, namun mereka sepakat untuk merahasiakannya dari keluarga besar mereka terutama Maura.


Marvin dan Nisa khawatir Maura akan menyalahkan dirinya sendiri jika mengetahui kalau hubungan Marvin dan Nisa akhirnya tidak bisa dipertahankan lagi.


Marvin dan Nisa sepakat untuk tetap memakai cincin tunangan mereka sampai mereka siap untuk jujur kepada kedua keluarga besar mereka.


Setelah selesai makan dan berbicara Marvin kembali ke kantornya sedangkan Nisa pulang dengan dijemput oleh Yudhis.


*

__ADS_1


Beberapa bulan sejak Maura tinggal di Bandung Opa membelikan Maura mobil baru.


Hampir setiap sore Maura belajar menyetir dengan sopir Opa nya. Kadang-kadang Maura juga belajar dengan ditemani oleh Zico jika pria itu tidak sedang sibuk kuliah.


Setelah lancar menyetir Maura mulai sering pergi jalan dengan Selina dan Silva.


Arin yang melihat Maura mulai membawa mobil sendiri diam-diam melapor kepada Mikha dan Millie.


Mendapat kabar dari Arin jika Maura sering membawa mobil sendiri Millie pun langsung panik dan mengajak Wisnu pergi ke Bandung keesokannya.


Wisnu yang memang sudah tau karena Maura pernah bercerita kepadanya terlihat santai.


"Kamu itu kenapa sih Mas santai banget, kalau ada apa-apa sama Maura bagaimana ?" Omel Millie


"Lagian itu yang dipake mobil siapa ? kenapa kakak berani pake mobil orang sih ?" Millie terus ngomel-ngomel.


"Sudah Yang santai..mending minum dulu " Wisnu memberikan segelas air putih agar Millie lebih tenang.


"Aku tidak mau tau..pokoknya besok aku harus ke Bandung. Kamu juga sih pake kasih ijin Maura tinggal di Bandung..jadi begini kan hasilnya "


Wisnu membuang napas kasar, ternyata satu gelas air putih tidak berhasil membuat Millie berhenti ngomel-ngomel.


"Mptth..mmptthh.." Millie baru berhenti mengomel setelah Wisnu membekap mulut Millie dengan bibirnya.


"Kamu itu Mas..malu tau dilihat anak-anak " umpat Millie setelah Wisnu melepaskan bibirnya dari bibir Millie.


"Makanya jangan ngomel-ngomel terus " jawab Wisnu santai.


"Aku kan khawatir Mas sama kakak Maura " ucap Millie lirih.


"Kakak Maura sudah besar Sayang bukannya kamu juga pernah bilang kalau sudah biasa bawa mobil sejak sekolah..kenapa kakak Maura tidak boleh ?" tanya Wisnu.


"Tapi aku pakenya mobil sendiri Mas, kalau kakak kan pake mobil orang lain " jawab Millie.


"Siapa bilang itu mobil orang lain..itu mobil kakak Maura loh..Bapak yang beliin " ucap Wisnu.


"Kakak dibeliin mobil sama Bapak ?" mata Millie langsung membola.


" Iya..kakak sempat bilang waktu Mas jemput dia dari travel..katanya mau dibeliin mobil sama Opa " jawab Wisnu.


"Kakak kenapa tidak cerita sama aku ?...awas saja anak itu " Millie menjadi geram. Wisnu pun menepuk jidatnya.


"Daddy..kakak Maura dibelikan mobil sama Opa..aku juga mau pindah sekolahnya di Bandung..biar nanti dibeliin mobil sama Opa " Mile menarik-narik tangan Wisnu.

__ADS_1


"Kakak Mile sekolahnya di sini saja ya..cukup kakak Maura saja yang sekolah di Bandung " Wisnu mengelus kepala Mile.


"Kalau kakak Mile pindah sekolah ke Bandung terus dedek Malik juga pasti ingin ikut pindah ke Bandung..kalau semua ingin pindah kesana disini Mommy sama Daddy kesepian dong "


"Iya juga ya " Mile manggut-manggut tanda mengerti.


Karena Millie terus ngomel-ngomel akhirnya keesokannya mereka semua berangkat ke Bandung.


Setibanya di rumah orangtua Wisnu mereka mendapati Maura sedang mencuci mobilnya.


"Kakak..mobilnya bagus " puji Mile dan Malik.


"Iya dong " jawab Maura.


"Kakak Mommy kangen Sayang " Millie langsung memeluk Maura dan menciumi seluruh wajah Maura.


Wisnu yang berada dibelakang Millie sambil menggendong Meysha hanya geleng-geleng kepala melihat istri cantiknya yang melupakan niatnya akan memarahi Maura.


"Dasar perempuan " gumam Wisnu sambil membawa Meysha masuk.


"Opa..nanti aku sama dedek Malik juga ingin dibelikan mobil seperti kakak Maura " Mile dan Malik merayu Opa mereka.


"Iya nanti kalau kalian sudah besar " jawab Bapak.


"Cuma cucunya saja Pak ? menantunya tidak dibelikan juga ?" tanya Millie.


"Kamu itu sudah kaya Kak..lagian masa minta dibelikan sama Bapak.. minta sana sama suami kamu " jawab Bapak.


"Yaah..tidak ada jatah " ujar Millie belaga sedih.


"Kamu mau mobil apa Sayang..besok kita beli " Wisnu memeluk bahu Millie.


"Beneran Mas ?" tanya Millie.


"Beneran dong..tapi nanti malam kita main sampai pagi ya " pinta Wisnu berbisik ditelinga Millie.


"Ogah ah..nanti malam aku mau tidur sama kakak Maura " jawab Millie.


"Eeh..Jangan..disini dingin Sayang "


"Bodo amat "


Dukungannya dong pliiis.. Happy reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2