My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Honeymoon Part 3


__ADS_3

Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏


Keesokannya Maura terbangun ketika hidung mancungnya mencium aroma kopi yang sangat wangi.


Setelah matanya terbuka sempurna ternyata Marvin sedang menikmati secangkir kopi sambil duduk di balkon kamar sambil menatap pantai di depannya.


Menyadari hari sudah siang dan matahari mulai naik Maura pun beranjak ke kamar mandi dengan tertatih karena merasakan perih di bagian bawah tubuhnya.


Dikamar mandi Maura merendam tubuhnya dengan air hangat.Setelah beberapa menit kemudian tubuhnya pun mulai terasa rileks meskipun rasa perih dibagian intim nya masih terasa.


Selesai mandi Maura mengenakan baju pantai dengan tali kecil kemudian menghampiri Marvin sambil membawa kamera.


"Om lihat sini dong !" Maura yang berniat mengambil photo pantai di pagi hari malah tertarik mengambil photo Marvin yang sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.


"Tidak mau Kak " Marvin menolak untuk diphoto.


"Ayo dong Om..kalau Om tidak mau diphoto kakak juga tidak mau kalau Om ngajak gituan lagi " ancam Maura.


"Gituan apa maksudnya ?" tanya Marvin sambil tertawa lucu mendengar Maura menamai kegiatan malam panas mereka semalam.


"Ya gituan " jawab Maura sambil menyatukan kedua telapak tangannya membuat Marvin langsung tertawa lucu.


Karena takut tidak diberi jatah gituan akhirnya Marvin pun mau menjadi objek bidikan kamera Maura.


"Om ga bener ah " sungut Maura kesal karena Marvin malah bergaya memanyunkan bibir dan memelet kan lidahnya.


"Om tidak suka diphoto kak..lebih baik kakak saja yang Om photo " ujar Marvin sambil mengambil kamera dari tangan Maura.


Marvin mengambil photo Maura yang sedang berdiri dengan latar laut lepas dibelakangnya.


Pada saat bergaya Maura berusaha menutupi lehernya dengan tangannya agar kissmark nya tidak terlihat.


Maura tidak ingin sampai orang lain melihat hasil keganasan suaminya tadi malam.


Setelah puas mengambil photo Maura, Marvin mengajak Maura makan.


Sebelum Maura bangun pelayan resort sudah mengantarkan makan pagi untuk mereka dan banyak cemilan pesanan Marvin untuk Maura.


Maura makan dengan sangat lahap, tidak bisa dipungkiri jika kegiatan panas mereka semalam cukup menguras energinya.


"Om..apakah kita tidak akan keluar dari resort ini ?" tanya Maura.

__ADS_1


"Tidak..kita akan disini selama satu Minggu " jawab Marvin santai.


"Selama satu Minggu tidak keluar dari resort ?..lalu kita disini ngapain saja ?" Maura langsung melongo.


"Selama seminggu disini kita tidak melakukan apapun selain gituan " jawab Marvin sambil terkekeh.


"Aaah Oom..kakak serius nanyanya " Maura langsung merajuk.


"Becanda Sayang...nanti kita jalan-jalan biar tidak bosan di resort terus " jawab Marvin sambil mengacak rambut Maura dengan gemas. Maura pun tertawa senang.


Setelah selesai makan mereka duduk bersantai sambil menatap hamparan air laut di depan mereka.


Maura yang duduk di pangkuan Marvin samasekali tidak protes ketika tangan Marvin iseng mengelus paha mulusnya ketika baju pantainya tersingkap oleh angin yang cukup kencang.


"Sayang..mulai sekarang jangan panggil Om lagi dong..kita kan bukan Om dan keponakan lagi, tapi kita adalah suami istri !" pinta Marvin sambil mengelus paha mulus Maura.


"Baiklah kalau Om maunya begitu.. kakak akan panggil Om dengan sebutan Sayang saja.. karena itu menurut kakak yang paling mudah diucapkan " jawab Maura.


"Ya.. lebih baik panggil Sayang dari pada dipanggil Om " Marvin senang mendapat panggilan baru dari istri kecilnya.


Dihari kedua berada di Raja Ampat Marvin dan Maura mengisi waktu bulan madu mereka dengan berenang di privat poll yang ada disana.Kebetulan cuaca hari itu tidak terlalu panas bahkan cenderung sangat sejuk.


Sebelum Maura menceburkan diri ke kolam renang Marvin tampak terpaku dan menatap kagum pada Maura yang terlihat sangat seksi dan menggemaskan memakai bikininya.


Pada saat berenang Marvin terus menempel kepada Maura. Pria tampan itu tidak membiarkan Maura jauh sedikitpun darinya.


"Sayaaang..kita itu mau berenang atau mau pacaran sih ?" Maura protes ketika Marvin memepetnya ke dinding kolam.


"Berenang sambil pacaran dan gituan " jawab Marvin sambil tersenyum kemudian melu mat bibir Maura dengan rakus dan Maura pun membalasnya.


Dibawah sana Marvin menggesek-gesekan tongkat saktinya kearah goa sempit milik Maura yang masih tertutup bikini super seksi.


"Sayang..kamu itu mesum sekali " keluh Maura ketika Marvin berhasil menarik tali bikininya sehingga dua bukit kembarnya menjadi tidak tertutup apapun.


"Tidak usah protes..nikmati saja " jawab Marvin sebelum melahap bukit kembar milik Maura yang begitu menggiurkan dengan puncaknya yang berwarna merah muda kecoklatan.


Marvin melahap bukit kembar Maura dengan rakus sambil mere mas nya, sementara didalam kolam ia terus menggesek-gesekan tongkat saktinya kepada goa sempit milik Maura.


Meskipun hanya dengan menggesek saja tak urung membuat satu ******* laknat keluar dari bibir mungil Maura.


Om mesumnya itu memang sangat pandai membuat Maura yang masih polos terbang melayang ke langit ketujuh.

__ADS_1


"Uuuuhhh..Sayaang kakak mau " bisik Maura ditelinga Marvin.


"Mau pipis ?" tanya Marvin menggoda.


"Bukaan Sayaaang..kakak mau ini " diluar dugaan tangan Maura masuk kedalam kolam kemudian mere mas benda pusaka milik Marvin membuat pria tampan itu langsung blingsatan.


Marvin tersenyum smirk..ternyata istri kecilnya itu sudah mulai ketagihan tongkat sakti miliknya.


"Kakak mau disini atau dikamar ?" tanya Marvin sambil mengendus leher Maura dan menggigit kecil.


"Emang kalau disini boleh ?" tanya Maura sambil memeluk erat leher Marvin


"Boleh dong " jawab Marvin.


"Ya sudah disini saja " jawab Maura malu-malu.


"Baiklah " jawab Marvin sambil melorotkan celana renangnya kemudian menarik simpul tali bikini Maura membuat mereka berdua menjadi benar-benar polos.


Dari dalam kolam Marvin menuntun tongkat saktinya untuk memasuki goa sempit milik Maura.


Meskipun menyisakan rasa sedikit perih namun Maura menggigit bibir bawahnya ketika rasa perih itu mulai berganti rasa nikmat yang luar biasa ketika Marvin mulai bergerak maju mundur dibawah sana.


Suara burung camar terdengar diantara de Sahan dan erangan kedua mahluk yang sedang asik memadu kasih di kolam renang.


"Sayaaang..aahh..mmhh.." Maura meracau sambil mencengkram rambut Marvin yang berada didadanya karena mulut pria tampan itu sedang mengemut puncak dadanya dan mempermainkan dengan lidahnya.


"Maura..Sayang..argghh.." Marvin meracau sambil mempercepat gerakan maju mundurnya.


"Marr..Vin Sayaaang kakak mau kelua.....aaahhhh " racau Maura.


Marvin dan Maura saling menyebut nama ketika mereka mendapatkan pelepasan bersama.


Maura memejamkan matanya ketika merasakan lahar panas dari tongkat sakti milik Marvin menyembur masuk kedalam rahimnya.


Tanpa melepaskan penyatuan mereka Marvin mencium bibir Maura seraya berbisik " Kamu luar biasa Sayang "



Maura berusaha menutupi lehernya yang dipenuhi kissmark bukti keganasan Marvin


__ADS_1


Gaya Marvin ketika enggan diphoto yang membuat Maura kesal


__ADS_2