My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Persiapan Kelahiran


__ADS_3

Setelah tiga bulan mengikuti kelas memasak dengan Felisha, Zhifana dan Cindy, kini Milea sudah mulai pintar memasak. Ia bahkan mulai menguasai beberapa menu masakan Asia.


Meskipun sudah mulai pintar memasak namun untuk urusan masak di rumah Milea dan Abimanyu tetap menyerahkan sepenuhnya kepada asisten rumah tangga mereka. Milea hanya sesekali saja mempraktekkan kemampuannya jika Abimanyu sedang ada di rumah.


Akhir pekan ini pagi-pagi sekali Milea tampak sudah sibuk di dapur sudah siap dengan aneka bahan makanan yang akan ia masak.


Abimanyu ikut membantu membersihkan sayuran dan daging yang akan Milea masak. Sepasang suami istri itu tampak kompak dengan Apron kembaran.


Asisten rumah tangga mereka memilih menyingkir karena dapur sedang dikuasai oleh majikannya yang sedang memasak sambil sesekali berpelukan dan berciuman diantara kegiatan mereka.. benar-benar membuat iri.


Melihat Milea sudah pintar memasak Abimanyu mengijinkan ketika hari ini Milea berniat mengirimkan makanan hasil masakannya kepada keluarganya yang kebetulan sedang berkumpul di rumah Adam.


Setelah semua masakannya siap Milea memasukkannya kedalam beberapa kotak makanan yang akan ia bawa ke rumah Adam dan Abimanyu memasukan semua kotak makan itu kedalam mobilnya. Setelah siap Abimanyu pun melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota menuju rumah Adam.


Kedatangan Abimanyu dan Milea disambut oleh seluruh keluarga yang sedang berkumpul di rumah itu.


Millie membimbing tangan Milea yang mulai terlihat sedikit lambat ketika berjalan karena perutnya yang semakin besar. Dibelakangnya Abimanyu mengikuti dengan membawa tas Milea dan satu kantung besar berisi beberapa kotak makanan hasil masakan Milea.


"Kalian bawa apa ?" tanya Mikha ketika Abimanyu meletakan semua barang bawaannya diatas meja makan.


"Aku bawa Dimsum, Rendang Padang dan Bebek rica-rica " jawab Milea.


"Heemmm..wangi sekali sepertinya ini enak, kamu beli dimana sayang ?" tanya Adam sambil mencomot Dimsum yang baru Mikha buka kotaknya. " beneran ini enak " puji Adam setelah makanan itu masuk kedalam mulutnya.


"Itu semua aku yang masak " jawab Milea bangga.


"Kamu yang masak ?" Adam langsung berhenti mengunyah. Apa ia tidak salah dengar ?

__ADS_1


"Beneran Pih..itu semua aku yang masak dengan dibantu sama kak Abi..tenang saja Pih semua masakan aku itu aman. Tidak akan ada kejadian keracunan seperti dulu " ujar Milea.


"Serius ini semua kamu yang masak Sayang ?" Wisnu mengikuti Adam kemudian mencomot satu Dimsum dan diikuti oleh Marvin. Semua memuji hasil masakan Milea.


"Kamu kalah pintar masaknya sama Milea Yang " bisik Wisnu ditelinga Millie membuat Millie langsung cemberut.


"Kalau begitu kita juga harus ikut kelas masak Mom seperti Milea " ajak Maura.


"Iya Sayang..Mommy setuju. Bagaimana kalau Minggu depan saja.. bagaimana Mih ?" tanya Millie kepada Mikha.


"Kalian saja yang ikut kelas masak, kalau kalian sudah pintar kan Mamih tinggal menyuruh kalian membuat masakan yang Mamih mau " jawab Mikha santai.


"Pintar kamu Sayang " Adam mencium puncak kepala Mikha.


"Mamih kalau ingin sesuatu bilang saja sama aku, nanti pasti aku buatkan " ucap Milea.


"Iya Sayang " jawab Mikha.


Milea yang merasa jika Abimanyu diam-diam sedang memperhatikan dirinya menjulurkan lidahnya kearah membuat pria tampan itu tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Kalau si Gemoy pintar masak begini siap-siap saja Bi perut kamu ikutan bengkak " canda Marvin.Abimanyu hanya tersenyum mendengar candaan kakak iparnya itu.


*


Disaat hari persalinan yang semakin dekat, Abimanyu menangkap ada yang berbeda pada diri Milea. Jika malam.sebelum tidur Abimanyu beberapa kali mendapati Milea terlihat gelisah.


"Sayang kamu kenapa ?" Abimanyu memiringkan tubuhnya menatap Milea yang sedang terbaring disampingnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa" jawab Milea sambil memeluk Abimanyu dan menenggelamkan wajahnya didada telanjang Abimanyu.


Meskipun mengatakan tidak apa-apa namun Abimanyu tidak percaya begitu saja. Abimanyu yakin jika ada yang sedang Milea sembunyikan darinya.


"Apakah kamu menginginkan sesuatu ?" tanya Abimanyu.


"Tidak " jawab Milea. " Aku sudah mendapat kan semuanya dari kamu


"Atau..kamu sedang merasakan sesuatu ?..ayolah Sayang cerita sama aku. Kamu itu tidak pandai berbohong " bujuk Abimanyu.


Milea tidak menjawab, Ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Abimanyu membuat pria itu yakin jika Milea memang sedang menyembunyikan sesuatu dan sedang tidak baik-baik saja.


Abimanyu menjauhkan kepala Milea agar ia bis menjangkau wajah Milea. Untuk sesaat Abimanyu termangu ketika mendapati mata Milea yang tampak basah.


"Hey Sayaang..kenapa menangis ?" Abimanyu mengusap mata Milea yang basah dengan ibu jarinya.


"Aku sedang merasa takut " jawab Milea lirih.


"Takut apa Sayang ?" tanya Abimanyu.


"Takut menghadapi waktunya melahirkan " jawab Milea.


"Kata orang-orang melahirkan itu sakit sekali, bahkan ada yang sampai meninggal..aku takut sekali " lanjut Milea dengan suara bergetar karena ketakutan.


Abimanyu tidak tau harus berkata apa-apa. Dipeluknya tubuh Milea erat. Abi tidak mau mengatakan kebohongan dengan mengatakan jika melahirkan itu tidak sakit. Meskipun pria tidak pernah mengalaminya namun Abi yakin jika melahirkan itu pasti sangat menyakitkan.


"Kalau kamu takut sebaiknya kita ambil jalan SC saja " saran Abimanyu. Milea mengangguk lemah dalam pelukannya.

__ADS_1


Pada saat pemeriksaan kehamilan Milea dan Abimanyu sudah sepakat untuk mengambil jalan SC pada saat Milea melahirkan nanti dan seluruh keluarga pun setuju.


Diantara kedua keluarga sepertinya hanya Milea yang mengambil jalan SC pada saat melahirkan. Bahkan Luna, Cindy dan Maura pun memilih melahirkan normal pada saat melahirkan bayi kembar mereka.


__ADS_2