My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Mengobati Kerinduan Aluna


__ADS_3

Ketika pagi itu Milea membuka matanya, yang pertama ia lihat adalah sosok pria tampan yang sedang meringkuk dengan kepala tepat berada di dada Milea. Bahkan bibir kenyal itu masih tampak mengulum salahsatu pu ting dada Milea. Sepertinya Abi sampai ketiduran ketika menyusu semalam.


Seperti bayi saja.


Perlahan jemari Milea mengelus rambut tebal Abi membuat pria tampan itu semakin menyusupkan wajahnya didada istri nakalnya yang hangat.


Masih dalam posisi berbaring nya Milea meraih ponselnya yang berada dibawah bantal ketika benda pipih itu bergetar. Ada banyak pesan masuk di ponselnya pagi ini diantaranya adalah dari mertuanya dan dari kelima temannya.


Kak nanti makan siang di rumah ya sebelum kak Luna dan kak Kenzo kembali ke Jepang ( Felisha )


Mil kita pulang duluan ke Jakarta ya. Ijin Lo ke dosen udah gw urus ( Samuel )


Sayang pagi ini kita pulang ke Jakarta karena Daddy sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Jangan bikin Mommy malu dengan kebiasaan kamu yang suka nyubitin Abi apalagi di depan mertua kamu ! (Millie )


Kesayangan Papih mau kado ulangtahun apa dari Papih dan Mamih ? (Adam )


Masih dengan berbaring Milea pun membalas satu persatu pesan yang masuk sambil mengelus kepala Abi yang sesekali bergerak mencari posisi ternyamannya.


Ketika matahari sudah semakin tinggi Abi pun baru terlihat membuka matanya. "Pagi Gemoy sayang " sapanya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Bukan selamat pagi..tapi selamat siang " ralat Milea sambil menunjukkan jam di ponselnya.


"Sudah siang ya.." Abi terkekeh sambil menyusupkan wajahnya didada Milea yang hangat.


" Kalau sudah begini jadi malas bangun " gumamnya sambil kembali mengulum pu ting Milea dan menghisapnya membuat gadis itu menggelinjang kegelian.


"Sudah dong kak..dari semalam loh tidak lepas-lepas " ujar Milea.


"Biarin " jawab Abi sambil menggigit kecil puncaknya yang mungil itu membuat Milea menjerit kecil menahan sakit dan geli yang bercampur jadi satu.


"Sayang..kata Mommy kita disuruh makan siang di villa sebelum kak Luna dan kak Ken kembali ke Jepang " Milea menyampaikan pesan mertuanya sambil menyisir rambut Abi dengan jari lentiknya.


"Hm..iya " jawab Abimanyu dengan mulut penuh.


"Sekarang sudah siang sebaiknya kita siap-siap , jangan sampai semua menunggu kita untuk makan siang " Milea mendorong kepala Abimanyu agar melepaskan kulumannya.


Dengan enggan Abi pun melepaskan Milea karena matahari memang sudah semakin tinggi menandakan hari semakin siang.


"Kita mandi bareng ya Moy " ajak Abimanyu sambil menggendong tubuh polos Milea ke kamar mandi.


Kedua kaki Milea melingkar di perut Abimanyu begitu juga dengan tangannya yang melingkar erat di lehernya ketika mereka berjalan menuju kamar mandi dengan bibir saling bertautan.


Satu jam kemudian mereka pun baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sama-sama basah.


Setelah selesai bersiap-siap mereka pun pergi ke villa dimana seluruh keluarga Abimanyu masih berada disana.


"Om Abi..Aunty Milea..!" semua keponakan Abi menyambut kedatangan sepasang suami istri muda itu.


"Om Abi dan Aunty Milea kenapa tidak menginap disini dengan kita ?" tanya Sahira dengan mata mengerjap lucu.


"Om Abi dan Aunty Milea nya kan sedang bikin adik bayi untuk kalian jadi tidak mau diganggu " jawab Cindy.


"Bun..!!" Sadewa langsung memperingatkan Cindy agar menjaga mulutnya di depan anak-anak.

__ADS_1


"Ups maaf " Cindy buru-buru menutup mulutnya sambil nyengir.


"Mumpung kita semua lagi ngumpul disini bagaimana kalau kita pergi jalan Mom, biar anak-anak sama Daddy mereka " usul Luna.


"Kenapa sih kalian suka sekali merepotkan suami " Sadewa langsung protes.


"Sekali-kali dong kak..mumpung aku sedang ada disini..iya kan Sayang ?!" Luna meminta persetujuan si sipit.


"Iya boleh Sayang " jawab Kenzo.


"Ah..lemah Lo Ken !" Nakula angkat bicara.


"Bukan lemah..gw kasian saja sama bini gw..setiap melihat instastory mereka jalan bareng di Jakarta dia selalu nangis sama gw " jawab Kenzo.


"Kamu selalu nangis Sayang ?" Bagas meraih kepala Luna dan merengkuhnya kedalam pelukannya.


"Iya Dad..aku suka sedih, pengen pulang tapi jauh " jawab Luna manja.


"Ya sudah kalian boleh pergi bersenang-senang biar anak-anak sama bapaknya " putus Bagas.


"Tapi Dad.." Sadewa hendak protes.


"Tidak boleh ada yang berani protes " ucap Bagas tegas.


"Karena aku tidak punya anak jadi aku boleh keluar ya Dad,kebetulan teman-teman kuliah aku masih ada di hotel " ujar Abimanyu.


"Tidak..tidak..kamu bantuin kakak pegang si kembar. Safira dan Sahira selalu bertengkar bikin kakak kewalahan " sambar Sadewa.


"Daddy..aku sama kak Kenan tidak pernah bertengkar " ujar Keana sambil menggelendot manja di tangan Kenzo.


Setelah mendapat persetujuan dari Bagas, Felisha, Luna, Zhifana, Cindy, Milea dan Alysha pun pergi dengan menggunakan dua mobil.


Sebelum pergi Milea sempat membisikan sesuatu ditelinga Abimanyu sambil mencubit perutnya


"Awas saja kalau berani pergi "


"Tidak akan Sayang..kamu tau sendiri jika aku disuruh membantu kak Dewa pegang si kembar " jawab Abimanyu.


Luna dan Cindy bertugas sebagai driver. Kedua mobil mewah itu pun melaju meninggalkan villa menuju ke sebuah tempat perawatan kecantikan dan tubuh yang terkenal di sana.


Setelah berjam-jam melakukan perawatan tubuh, mereka melanjutkan pergi ke tempat yang Luna inginkan.


Felisha, Zhifana, Cindy, Milea dan Alysha sepakat jika mereka akan mengikuti kemanapun Luna mau karena mereka memang berniat memanjakan Luna yang tidak bisa setiap saat ada bersama mereka.


Tujuan kedua mereka adalah sebuah restoran yang menyediakan menu aneka olahan ikan laut.


"Kalau sudah begini aku jadi malas pulang Mom, ingin lebih lama berada bersama kalian " ujar Luna sambil menikmati kepiting saus Padang nya.


"Ya sudah kamu dan anak-anak tinggal lebih lama disini, biar Kenzo pulang sendiri.Nanti pulangnya Mommy dan Daddy antar sama Milea..dia kan belum pernah kesana " ujar Felisha.


"Tapi anak-anak belum libur Mom, ini saja mereka minta ijin kepada guru mereka di sekolah " jawab Luna.


"Memang tidak ada niat untuk kembali dan menetap di Jakarta dek ?" tanya Zhifana.

__ADS_1


"Sementara ini belum kak, entah kalau nanti " jawab Luna.


Sepertinya besar harapan wanita cantik itu untuk menetap kembali di Jakarta suatu saat nanti.


"Sudah kewajiban bagi seorang istri untuk mendampingi suami dimanapun berada Kak, Jangan meminta sesuatu yang memberatkan suami. Mommy mengerti jika kakak ingin dekat dengan keluarga disini, tapi Kenzo juga mempunyai harapan yang sama seperti kakak..Dia juga ingin dekat dengan keluarganya apalagi Kenzo adalah anak tunggal " nasehat Felisha.


"Iya Mom " jawab Luna.


Milea ikut mendengarkan ketika Felisha menasehati Aluna. Ada banyak petuah yang bisa dipetik oleh gadis itu dalam membina rumah tangga yang jelas -jelas melibatkan dua keluarga.


"Kenapa bengong ?" Cindy mencolek dagu Milea sambil tersenyum menggoda.


"Bukan bengong kak, aku hanya sedang mendengarkan nasehat Mommy " jawab Milea tersipu.


"Nasehat Mommy bukan hanya untuk Luna saja, tapi juga untuk Zhi, Cindy, Milea dan Alysha. Setelah menikah kalian itu mempunyai dua pasang orangtua yang wajib kalian sayangi dan hormati tanpa boleh membeda-bedakan " nasehat Felisha.


"Iya Mom " jawab Zhifana, Luna, Cindy, Milea dan Alysha kompak.


Setelah memberi wejangan kepada kelima perempuan cantik itu mereka pun mampir ke galeri milik keluarga Kenzo sesuai permintaan Luna.


Disana Milea tampak mengagumi satu lukisan abstrak karya Kenzo yang dipajang disana.


"Ini karya kakak Ken ?" tanya Milea sambil terus menatap lukisan itu dengan penuh kekaguman.


"Iya..ini adalah salahsatu lukisan kakak Ken ketika dia tidak bisa kemana-mana karena kecelakaan " jawab Luna.


"Ini adalah salahsatu lukisan yang dilarang dijual oleh kak Kenzo karena menyimpan banyak kenangan di dalamnya " lanjut Aluna.


"Ooh..sayang sekali padahal lukisan ini sangat indah " ujar Milea. Entah mengapa tiba-tiba Milea sangat menyukai lukisan itu dan ingin memilikinya.


"Apakah kamu menyukainya ?" Luna memeluk bahu Milea dengan tangan kanannya.


"Iya kak..aku sangat menyukainya " jawab Milea jujur.


Setelah puas melihat-lihat galeri milik keluarga Kenzo sambil beristirahat mereka pun akhirnya memutuskan kembali ke villa.


Ketika dua mobil mewah yang dikendarai oleh Luna dan Cindy tiba di villa, mereka mendapati semua Daddy sedang asik berenang dengan anak-anak.


"Pantas mereka tidak rewel, ternyata semua sedang berenang " Felisha menghampiri Bagas yang langsung naik begitu melihat Felisha pulang.


"Kamu ingat tidak sayang dulu kamu pernah kehilangan bikini disini ?" bisik Bagas ditelinga Felisha.


"Sst...jangan keras-keras nanti didengar anak-anak " bisik Felisha sambil mencubit perut Bagas.


Setelah seharian membiarkan para wanita bersenang-senang, pada malam harinya Bagas mengajak Nakula, Sadewa, Kenzo dan Abimanyu keluar.


"Awas kalau macam-macam diluar !" ancam Milea sambil merapikan pakaian yang dikenakan Abimanyu.


"Kamu pikir aku bisa macam-macam kalau pergi sama Daddy..aku jamin dalam satu dua jam juga Daddy pasti akan mengajak pulang karena Mommy pasti selalu mengganggu dan menyuruh cepat pulang " jawab Abi sambil terkekeh.


"Begitu ya ?" Milea pun ikut terkekeh membayangkan betapa takutnya Bagas kepada Felisha.


"Kamu jangan dulu tidur ya..tunggu aku pulang !" pinta Abimanyu sambil memeluk pinggang Milea dan mendekapnya erat ketubuhnya.

__ADS_1


"Iya..aku tidak akan tidur sampai kak Abi pulang " jawab Milea.


__ADS_2