My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Kita Kawin Lari


__ADS_3

Weekend ini Millie dan Wisnu juga keempat buah hatinya akan berangkat ke Bandung. Mereka akan menghabiskan sisa liburan yang tinggal satu Minggu disana.


Maura sudah bisa dipastikan tidak akan ikut kembali lagi ke Jakarta. Sebenarnya Marvin menginginkan Maura menghabiskan sisa liburannya di Jakarta namun Mile dan Malik ingin pergi liburan ke Bandung karena sudah rindu dengan Oma dan Opanya.


Sebelum berangkat ke Bandung Wisnu sempat mengajak Marvin namun Marvin tidak bisa ikut karena harus menemani Adam menghadiri sebuah acara dengan relasi bisnis Adam di Puncak. Namun Marvin berjanji akan menyusul ke Bandung jika urusannya sudah selesai.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari biasanya karena terjebak macet musim liburan mobil Wisnu pun sampai di rumah megah orangtua nya.


"Omaa..Opaaa..aku datang " Mile langsung berlari memburu Bapak dan Ibu yang sudah menyambut mereka di teras.


"Di jalan tidak mabok kan ?" tanya Ibu sambil memeluk Mile dan Malik.


"Tidak Oma..kami tidak pernah mabuk " jawab Mile.


"Opa..aku mau lihat kelinci " Malik menarik tangan Opanya ke halaman belakang dimana kandang kelinci mereka berada.


"Kelinci aku sudah beranak " Mile yang menyusul langsung girang melihat kelincinya sudah beranak pinak.


"Mile senang banget kelincinya sudah beranak..seperti Mas yang senang melihat kamu sudah beranak pinak " seloroh Wisnu sambil mencolek pinggang Millie.


"Tidak lucu " Millie menepiskan tangan Wisnu sambil melengos sebal.


"Becanda Sayang " Wisnu menggamit pinggang Millie untuk meredakan kekesalan istrinya karena telah disamakan dengan kelinci.


"Daddy sih..masa Mommy dibilang beranak pinak seperti kelinci " Maura mengomeli Daddy nya.


"Iya..Daddy kamu nyebelin. Biar saja nanti malam suruh tidur sendiri..nanti pintu kamar nya kita kunci biar Daddy tidak bisa nyusul " ucap Millie kesal.


"Yeyey..tidur sama Mommy " Maura senang akan tidur dengan Mommy nya.


"Kalian itu selalu kompak bikin Daddy kesal " keluh Wisnu.


"Siapa suruh nyamain aku seperti kelinci " sungut Millie.


"Mas kan cuma becanda Sayang "


Malamnya setelah menidurkan Meysha, Millie pun bersiap untuk pergi ke kamar Maura. Rencananya malam ini ia akan tidur dengan anak gadisnya itu.


"Aku tidur sama kakak Maura ya " ucap Millie.


"Iya " jawab Wisnu.


Millie mengernyit karena tidak biasanya Wisnu tidak menahannya ketika ia akan tidur dengan Maura.


Ketika sampai di pintu barulah Millie sadar jika pintu kamarnya ternyata terkunci, sepertinya Wisnu sudah menyembunyikan kunci kamar mereka entah dimana.

__ADS_1


"Dasar curang " Millie memukuli kepala Wisnu dengan bantal.


"Ampun Yang " Wisnu mengamankan kepalanya dengan tangannya.


Millie baru berhenti memukuli Wisnu ketika terdengar suara pintu kamar mereka diketuk dari luar dan suara Maura memanggil


"Mas..kunci pintu kamarnya mana kakak Maura manggil ?" tanya Millie.


"Ini " Wisnu memberikan kunci kamar yang ia sembunyikan dalam saku piyamanya kepada Millie.


"Mommy..katanya mau tidur sama aku " Maura muncul di pintu setelah Millie membuka pintu kamarnya.


"Tidak jadi kak..dilarang sama Daddy " bisik Millie.


"Ya sudah kalau begitu aku saja yang tidur disini " pinta Maura.


"Iya boleh " jawab Millie.


Setelah mendapat persetujuan dari Mommy nya Maura pun langsung naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya sambil memeluk Meysha yang sudah lebih dulu tertidur.


Wisnu melongo melihat anak gadisnya dan si bungsu menguasai ranjang mereka.


"Sepertinya kita akan tidur di sofa malam ini Yang " bisik Wisnu.


"Tidak masalah..yang penting anak-anak senang " jawab Millie sambil beranjak menuju sofa diikuti oleh Wisnu dibelakangnya sambil membawa bantal dan selimut.


"Kak..angkat dong " gumam Marvin kesal karena Maura tidak juga mengangkat telepon darinya.


Di Bandung tentu saja Maura tidak mengangkat telepon dari Marvin karena gadis itu sudah tertidur di kamar Mommy dan Daddy nya sambil memeluk Meysha.


"Kamu itu kak susah banget sih angkat telepon padahal Om sudah peringatkan agar jangan susah angkat telepon " gumam Marvin kesal.


Keesokannya Marvin berniat untuk menyusul ke Bandung namun ia urungkan karena Adam kembali mengajak Marvin pergi.


Kali ini Adam mengajak Marvin pergi memancing dengan teman-teman nya.


Sampai Wisnu dan Millie kembali dari Bandung Marvin belum sempat menyusul Maura karena kesibukannya yang lumayan padat


Malik dan Mile membawa beberapa kelinci mereka pulang ke Jakarta.


Untuk menyenangkan kedua bocah itu Adam sampai menyuruh orang untuk membuatkan kandang khusus di halaman belakang rumahnya.


"Kakak Maura tidak tidak ikut ke Jakarta lagi ?" Marvin menanyakan Maura kepada Malik yang sedang sibuk memasukan kelinci-kelinci nya kedalam kandang barunya.


"Tidak Om kan besok sudah mau masuk sekolah " jawab Malik.

__ADS_1


Waktu seminggu berada di Jakarta Marvin tidak sempat mengajak Maura liburan karena kesibukannya.


Tidak terasa sekarang Maura sudah kembali lagi ke Bandung dan mereka akan semakin jarang bertemu lagi.


Marvin sebetulnya sudah menyiapkan hadiah untuk Maura namun belum sempat ia berikan karena Maura keburu pulang dan menghabiskan sisa satu Minggu liburannya di Bandung bersama orangtua dan adik-adiknya.


*


Sejak dimulainya tahun ajaran baru, Maura mengurangi intensitas kepulangannya ke Jakarta. Dengan kata lain intensitas pertemuan nya dengan Marvin pun berkurang.


Maura mulai fokus mengikuti bimbingan belajar untuk mempersiapkan ujian sekolah yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi.


Wisnu dan Millie sangat mendukung dengan keputusan Maura, begitu juga dengan Adam dan Mikha. Hanya Marvin seorang yang terlihat sangat keberatan dengan keputusan Maura.


"Kalau aku sering pulang ke Jakarta yang ada aku diajak pacaran terus sama Om " ucap Maura ketika malam Minggu Marvin datang ke Bandung seorang diri.


"Ya kan kakak pacar Om..kakak juga tidak pernah menolak kalau Om ajak pacaran " jawab Marvin santai sambil mempermainkan jemari Maura membuat gadis remaja itu tersipu.


"Dulu waktu aku masih pacaran sama Zico Om selalu berpesan agar jangan pacaran terus..sekarang malah Om yang sering ngajak pacaran "


"Dulu Om itu cemburu kak " jawab Marvin jujur.


"Masa cemburu sama pacar orang " cibir Maura. Marvin hanya terkekeh.


"Kalungnya jangan dilepas ya..ini tandanya kakak cuma milik Om " Marvin menunjuk kalung berinisial M yang melingkar dileher Maura yang Marvin berikan sebagai hadiah untuk Maura karena sudah mendapatkan nilai terbaik di kelas.


"Iya " jawab Maura sambil memegang liontin kalungnya.


Saat itu Marvin dan Maura sedang nongkrong di sebuah coffee shop menikmati malam Minggu layaknya sepasang kekasih.


"Mamih dan Papih tau tidak kalau Om mau kesini ?" tanya Maura.


"Tau..tapi Om tidak bilang mau ketemu kakak..Om bilang mau ke rumah teman.


"Dasar tukang bohong " Maura tertawa sambil mencubit paha Marvin.


"Om terpaksa bohong karena kakak yang belum siap jujur sama semua orang..kalau Om sih maunya jujur saja biar pacarannya tidak sembunyi-sembunyi seperti ini " jawab Marvin.


"Aku masih takut Om " Maura memeluk lengan Marvin dengan manjanya.


"Takut kenapa ?" tanya Marvin sambil mengecup puncak kepala Maura dengan jemari mereka yang saling meremat diatas paha Marvin.


"Takut Papih dan Mamih atau Mommy dan Daddy tidak setuju " jawab Maura lirih.


"Kalau mereka tidak setuju setelah lulus SMA kita kawin lari saja " ajak Marvin.

__ADS_1


"Ga mau ah capek..kasian lagi nanti penghulunya harus lari-lari " jawab Maura..Marvin terkekeh sambil mencubit pipi Maura.


__ADS_2