
Maura yang tengah tertidur lelap terbangun ketika ponselnya terus berbunyi.
Maura yang masih terkantuk-kantuk terpaksa mengambil ponselnya. Ternyata yang menelpon tepat jam 12 malam itu adalah Marvin.
"Ada apa Om malam-malam begini telepon..Om itu ganggu aku tidur saja " Maura menggerutu.
"Om cuma mau mengucapkan Selamat Ulangtahun buat pacar Om yang cantik, yang judes..yang ngangenin.."
"Ya ampun iya sekarang kakak ulangtahun " Maura baru ingat akan hari ulangtahun nya.
"Sekarang ucapannya dulu..kadonya nanti nyusul..soalnya pagi ini Om sama Daddy mau ke Palembang lagi "
"Iya tidak apa-apa " jawab Maura.
"Ya sudah sekarang kakak tidur lagi nanti bangunnya kesiangan !" titah Marvin.
"Iya Om " jawab Maura kemudian mereka pun mengakhiri panggilan. telepon.
Tidak lama kemudian Millie dan Wisnu menelpon mengucapkan selamat ulangtahun kepada Maura.
Millie dan Wisnu meminta maaf karena tidak bisa ke Bandung karena Wisnu akan pergi ke Palembang dengan Marvin pagi ini.Maura pun maklum dan sama sekali tidak keberatan.
"Kakak Mau kado apa dari Mommy dan Daddy ?" tanya Millie.
"Mommy dan Daddy tidak usah kasih kado apa-apa..karena Daddy sudah kasih kado yang paling berharga buat kakak yaitu Mommy..kakak bahagia punya kalian dan adik-adik " jawab Maura.
"Masa Mommy dan Daddy tidak kasih kado apa-apa buat kakak " Millie bingung.
"Kakak bilang tidak usah ya tidak usah Mom " jawab Maura kekeh.
"Ya sudah kalau itu maunya kakak " Millie dan Wisnu pun mengakhiri sambungan telepon.
Keesokannya sebelum pergi ke sekolah Opa memberikan sejumlah uang yang cukup banyak kepada Maura.
"Banyak banget Opa..untuk apa ?" tanya Maura.
"Untuk kakak.. buat traktir teman-teman kakak..Opa yakin teman-teman kakak pasti akan minta traktir jika tau hari ini kakak ulangtahun " jawab Opa.
"Terimakasih Opa " Maura memeluk Opanya.
"Oma juga ingin dipeluk dong..itu sebenarnya ide Oma loh " ujar Oma.
"Terimakasih Oma kakak sayang kalian " Maura bergantian memeluk Oma nya.
Setibanya di sekolah Maura dibuat sangat terharu karena semua teman sekelasnya sudah menyiapkan kado untuk Maura.
"Karena kita semua sudah kasih kado jadi Lo wajib traktir kita semua " ucap Weni.
"Baiklah pulang sekolah nanti gw traktir kalian semua makan..kalian tentuin saja tempat yang kalian mau " jawab Maura.
"Kita mau makannya di restoran yang mahal " ucap Weni.
"Baiklah " jawab Maura..beruntung tadi pagi Opanya sudah membekali uang yang cukup banyak untuk Maura.
Sorenya sepulang sekolah Maura dan semua teman sekelasnya pergi ke sebuah restoran.Disana Maura mentraktir semua teman sekelasnya makan sepuasnya.
Setelah mentraktir semua teman sekelasnya selepas magrib Maura baru pulang ke rumah.
Di dalam mobil Maura penuh dengan kado dari teman-teman sekelasnya. Begitu sampai Maura dibuat kaget karena semua keluarganya sedang berkumpul di teras depan menyambut kedatangannya termasuk Wisnu dan Marvin yang semalam mengatakan akan pergi ke Palembang.
__ADS_1
"Selamat ulangtahun kakak " ucap semua serempak.
"Bagaimana bisa kalian semua ada disini ?" Maura melongo.
"Kita nunggu kakak dari sore loh " Wisnu merengkuh kepala putrinya dan menciumi wajahnya. " Selamat ulangtahun Sayang "
"Daddy bohong..katanya mau ke Palembang sama Om Marvin " Maura merajuk.
"Om kamu tuh yang nyuruh Daddy buat bohongin kakak " Wisnu menunjuk kearah Marvin.
"Anak sekolah jam segini baru pulang ?" bukannya mengucapkan selamat ulang tahun Adam marah memarahi Maura.
"Pulang sekolah teman-teman aku minta di traktir Pih..makanya baru pulang " jawab Maura.
"Aih..kenapa aku tidak diajak " Silva langsung cemberut.
"Maaf kak..tadi acaranya dadakan jadi ga sempet ngajak " Maura menangkupkan tangannya di dada.
"Selamat ulangtahun ya cantiknya Mommy..muach..muach.." Millie menciumi seluruh wajah Maura.
"Aku pikir Mommy tidak akan kesini karena sedang sibuk " Maura memeluk Millie dengan erat.
"Mana mungkin tidak kesini.. sedang sibuk pun Mommy pasti akan kabur, paling dipecat sama Papih " Millie mencubit ujung hidung Maura sambil melirik kearah Adam.
"Papih tidak akan berani pecat kamu, yang ada Papih akan ikut kabur juga kesini untuk merayakan ulangtahun kakak " ujar Mikha.
Semua yang ada disana mengucapkan selamat ulangtahun termasuk Marvin yang berada paling pojok bersama Seno.
Marvin berusaha bersikap biasa saja di depan seluruh keluarganya. Ia tidak ingin seluruh keluarganya curiga jika ia dan Maura memiliki hubungan spesial yang lebih dari sekedar Om dan keponakan.
Malam itu mereka semua makan malam bersama. Dari sore Ibu dan Mikha juga Millie dan Arin memesan makanan dari restoran langganan orangtua Wisnu.
Setelah selesai makan Maura menurunkan semua kado ulangtahun dari dalam mobil. Mile dan Malik pun langsung sibuk membuka semua kado dari teman-teman Maura.
"Kenapa tidak dibawa kesini saja Pih " Maura langsung merajuk.
"Papih lupa kak " jawab Adam sambil tertawa.
"CK..masa lupa. Papih sepertinya memang belum beli kado buat aku "
"Beneran sudah Kak..tanya saja sama Mommy " jawab Adam.
"Iya sudah kak..Mommy sudah lihat sendiri kado yang dibeli Papih " jawab Millie.
"Om kadonya mentahnya saja ya..buat jajan bakso " Seno mengirimkan bukti transfer ke rekening Maura.
"Om..ini sih bisa buat jajan bakso sekampung " Maura melotot menatap nominal yang tertera di layar ponselnya.
"Terimakasih Om.." ucap Maura.
"Kak Marvin daritadi diam terus, pasti belum kasih kado ya buat Maura " Silva mencolek lengan Marvin.
"Iya belum..belum sempat beli " jawab Marvin.
"Huh alasan " cibir Selina.
Pada saat mereka semua berkumpul tiba-tiba Selina mendapat sebuah panggilan di ponselnya.
"Ra..ini Zico mau ngomong " Selina memberikan ponselnya yang masih tersambung dengan Zico kepada Maura.
__ADS_1
Karena di ruangan keluarga itu cukup berisik Maura pun melipir menuju ruangan tamu. Maura tidak menyadari jika wajah Marvin langsung berubah masam.
"Ra..selamat ulangtahun ya semoga panjang umur dan semua cita-cita kamu tercapai " ucap Zico dari sebrang sana.
"Terimakasih Kak " jawab Maura
"*Kakak daritadi bel ke nomor kamu tapi tidak diangkat makanya kakak nelpon ke nomer Selina "
"Ponsel aku di kamar kak..kita sedang berkumpul keluarga jadi tidak terdengar* " jawab Maura.
"Ya sudah kakak cuma mau bilang itu saja " ucap Zico sebelum mengakhiri sambungan telepon.
Setelah selesai berbicara dengan Zico Maura pun mengembalikan ponsel Selina.
Malam itu Arin, Seno, Selina dan Silva pulang ke rumah mereka karena Silva besok sekolah pagi dan Selina pun harus kuliah. Tinggal Adam, Mikha dan Marvin juga keluarga Wisnu yang tidur di rumah orangtua Wisnu.
Setelah keluarga Arin pulang, satu persatu diantara mereka mulai masuk ke kamar untuk beristirahat.
Oma dan Opa yang pertama pamit karena Mile dan Malik mulai merengek ingin tidur dengan mereka.
Tidak lama kemudian Wisnu dan Millie masuk ke kamar karena Meysha yang sudah tertidur dipangkuan Wisnu.
Setengah jam kemudian Mikha yang masih anteng nonton mulai terganggu ketika Adam mencolek-colek pinggangnya memberi kode mengajak ke kamar.
"Mamih ke kamar dulu ya..Malik dan Gemoy tidak ada malah minta dikelonin " ucap Mikha sambil beranjak menuju kamarnya.
Setelah semua kembali ke kamar masing-masing tinggalah Maura dan Marvin yang masih berada di ruang keluarga sambil menonton tv.
"Om..mau aku buatkan kopi ? " tanya Maura.
"Tidak " jawab Marvin singkat.
"Om kenapa.. daritadi aku lihat cemberut terus " Maura mencolek-colek tangan Marvin.
"Tidak apa-apa " jawab Marvin.
"Ouwh..ya sudah kalau begitu aku ke kamar ya..ngantuk " ucap Maura sambil menguap.
"Heeh mau kemana..duduk dulu sini " Marvin menahan tangan Maura.
"Apalagi sih Om..aku ngantuk tau " Maura kembali menjatuhkan bokongnya disebelah Marvin dengan bibir mengerucut.
"Tadi kakak ngobrol apa saja sama Zico ?" tanya Marvin menatap tajam mata Maura.
"Dia ngucapin selamat ulangtahun " jawab Maura.
"Yakin cuma itu ?" tanya Marvin.
"Iya..cuma itu..memangnya kenapa ?" tanya Maura.
"Om tidak suka melihat kakak masih berhubungan sama Zico " jawab Marvin.
"Om sedang cemburu ya sama Zico ?" Maura balik menatap wajah Marvin.
"Tidak..Om cuma tidak suka saja melihat kakak ngobrol sama Zico pake cari tempat yang sepi segala.. biar Om tidak bisa dengar ya " tuduh Marvin.
"Aku pindah itu karena disini kan berisik..Om kalau cemburu bilang saja tidak usah gengsi " Maura tertawa sambil menjembel kedua pipi Marvin.
"Iya Om cemburu " akhirnya Marvin mengaku.
__ADS_1
"Tuh kan ngaku..Om itu lucu kalau sedang cemburu " Maura terkikik.
"Tapi kakak senang kalau Om cemburu..karena cemburu itu tandanya cinta " ucap Maura senang.