
Milea terbangun ketika hari sudah mulai gelap. Begitu matanya terbuka sempurna yang pertama ia lihat adalah Abimanyu yang sedang duduk bersila diatas ranjang dengan laptop dipangkuannya. Sepertinya pria tampan itu sedang sibuk sehingga tidak menyadari jika Milea sudah bangun.
"Kak Abi sedang banyak pekerjaan ya ?" tanya Milea masih dalam posisi berbaring.
"Kamu sudah bangun ?" bukan nya menjawab Abimanyu malah bertanya tanpa menoleh sedikitpun kepada Milea.
"Belum..aku sedang mengigau " jawab Milea kesal. Tentu saja ia sudah terbangun jika belum mana bisa ia bertanya seperti itu kepada Abimanyu.
Mendengar jawaban Milea barulah Abimanyu menoleh kepada Milea sambil tersenyum. " kamu lucu " ucapannya.
Milea bangun dari posisi berbaring nya kemudian duduk bersila di sebelah Abimanyu sambil memperhatikan jari-jari Abimanyu yang lincah bergerak diatas laptopnya.
"Kalau kak Abi sedang sibuk seharusnya tidak usah ikut aku berpetualang " ujar Milea membuat Abimanyu langsung menghentikan pekerjaannya.
"Milea..kamu itu sekarang istri aku, mana mungkin aku biarkan kamu pergi seorang diri " Abimanyu menatap tajam kearah Milea.
"Tapi kak Abi sedang sibuk, aku tidak mau mengganggu pekerjaan kak Abi " jawab Milea.
Abimanyu terdiam sejenak masih menatap dalam wajah Milea. " Kalau kita ringkas perjalanan kita apa kamu tidak keberatan ?" tanya Abimanyu.
"Tidak..aku tidak keberatan. Aku tidak mau menyulitkan kak Abi " jawab Milea.
Abimanyu menatap Milea lembut, ada senyum tersungging disudut bibirnya. Ia tidak menyangka jika istri nakalnya itu ternyata cukup pengertian kepadanya.
"Bagaimana kalau dari sini kita langsung ke Bali, kita menginap di villa keluarga kebetulan sudah lama aku tidak menginap disana " ajak Abimanyu.
"Biar cepat kita pake pesawat, lebih efektif waktu dan tenaga " sambung Abimanyu.
"Lalu mobilnya ?" tanya Milea bingung.
"Besok aku suruh orang ambil kesini, biar mereka bawa pulang mobil kita ke Jakarta " jawab Abimanyu.
"Iya aku mau " jawab Milea.
Setelah Milea menyetujui rencananya Abimanyu pun langsung menghubungi orang suruhannya untuk menyusul ke Jogja dan mengambil mobilnya karena ia dan Milea akan langsung terbang ke Bali dengan pesawat.
"Besok kita bisa langsung terbang ke Bali setelah orang dari Jakarta membawa mobil kita " ucap Abimanyu sambil mematikan laptopnya dan menyimpannya kedalam tasnya.
"Kak Abi..aku lapar " Milea mengusap perutnya yang mulai keroncongan minta diisi. "Tapi aku tidak mau makanan hotel, aku mau makan diluar " pinta Milea.
"Baiklah kita cari makan sekarang " Abimanyu mengambil tas berisi dompet dan ponsel juga kunci mobil yang tergeletak diatas meja.
"Kamu mau makan apa ?" Abimanyu melajukan mobilnya menyusuri jalanan yang ramai namun tidak macet seperti di Jakarta.
"Nasi goreng " Milea menunjuk warung nasi goreng yang mangkal di pinggir jalan yang kebetulan mereka lewati.
Karena sedikit penuh Abimanyu terpaksa memarkir kan mobilnya agak jauh sehingga mereka harus berjalan untuk sampai ke warung nasi goreng itu.
__ADS_1
Milea memesan dua porsi nasi goreng untuk mereka.Khusus untuk Milea ia memesan yang ekstra pedas.
Abimanyu menatap wajah Milea waspada ketika istri nakalnya itu memesan satu porsi nasi goreng ekstra pedas.
"Kamu tidak akan ngerjain aku lagi kan ?" tanya Abimanyu curiga.
"Ya tidak lah..aku pesan yang pedas untuk aku sendiri. Kak Abi itu sudah berprasangka buruk sama aku " cebik Milea kesal.
"Habisnya kamu kan suka jahil " jawab Abimanyu.
"Itu kan dulu, sekarang mana berani aku menjahili suami sendiri..aku takut kualat " jawab Milea.
Kewarasan Milea sedikit-sedikit mulai muncul setelah mendengarkan khutbah nikah pada hari pernikahan mereka.
"Ini baru istri Solehah " puji Abimanyu sambil mengacak rambut Milea.
Abimanyu dan Milea langsung menyantap nasi goreng pesanan mereka dengan lahap.
"Lain kali kamu tidak boleh makan yang terlalu pedas, nanti pencernaan kamu bermasalah " nasehat Abimanyu.
"Kalau tidak pedas itu tidak enak " jawab Milea mulai datang lagi penyakit ngeyel nya membuat Abimanyu geleng-geleng kepala.
"Itu menurut kamu " Abimanyu menyentil kening Milea.
Mendapat sentilan dikeningnya Milea mendelik kearah Abimanyu sambil terus menyantap nasi goreng pedasnya hingga benar-benar tandas tak tersisa.
Setibanya di hotel mereka langsung masuk ke kamar mereka dengan satu kantung plastik berisi aneka makanan dan minuman ditangan Abimanyu sementara tangan yang lainnya menggenggam erat tangan Milea, mereka berjalan menuju kamar tempat mereka menginap dengan saling bergandengan tangan.
Karena malam yang belum terlalu larut dan mereka belum merasa mengantuk mereka pun memilih menonton film dari atas ranjang mereka.
Milea dan Abimanyu duduk diatas kasur empuk mereka dengan bersandar pada headboard. Keduanya tampak serius menikmati tontonan dari layar lebar yang menempel di dinding kamar hotel tepat didepan kasur mereka.
Milea refleks menutup matanya dengan bantal ketika film itu memperlihatkan adegan ranjang yang sangat fulgar.
"Kenapa ditutup ?" tanya Abimanyu sambil melirik kearah Milea.
"Tidak apa-apa " jawab Milea gugup.
"Tidak ingin meniru seperti mereka ?" pancing Abimanyu yang langsung disambut jepitan tangan Milea di perut Abimanyu.
"Kenapa malah mencubit ?" Abimanyu meraih tangan Milea dan menggenggamnya hangat.
"Kak Abi mesum " jawab Milea.
"Kita sudah suami istri jadi mesum dengan istri sendiri itu tidak dosa " jawab Abimanyu membuat Milea langsung merinding membayangkan mesum versi Abimanyu.
Ketika adegan ranjang dalam film itu semakin panas, Abimanyu tiba-tiba merangkum wajah Milea kemudian menyatukan bibir mereka dan melu matnya dengan lembut.
__ADS_1
Milea yang juga mulai terbawa suasana tidak menolak bahkan berusaha membalasnya meskipun terlihat masih amatiran.
Milea kembali mencubit perut Abimanyu ketika gadis itu merasa kehabisan napas.
"Kamu itu kalau sedang ciuman napas dong..mau mati ya ?" omel Abimanyu ketika melihat Milea megap-megap nyaris kehabisan napas.
"Kak Abi tidak usah ngomel, aku kan tidak terbiasa " jawab Milea.
"Kalau begitu kita coba lagi biar kamu mulai terbiasa " ucap Abi sambil kembali merangkum wajah Milea dan kembali menyatukan bibir mereka. Kali ini Milea terlihat mulai pintar membuat Abimanyu semakin memperdalam ciuman mereka dengan meraih tengkuk Milea.
Milea membiarkan bibir kenyal Abimanyu melu mat bibir atas dan bibir bawahnya bergantian dengan lembut.
Suara lenguhan halus sempat lolos dari bibir Milea ketika bibir Abimanyu mulai turun merambat di kulit lehernya.
Abimanyu tersenyum kemudian kembali melu mat bibir Milea dengan rakus dan Milea membalasnya dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Abimanyu membuat ciuman mereka semakin dalam.
Mereka saling melepaskan tautan bibir mereka untuk saling meraup oksigen yang mulai menipis. Milea tampak tertunduk malu menyembunyikan wajahnya dari tatapan intens Abimanyu.
"Kenapa malu kita kan sudah suami istri , bahkan untuk melakukan lebih dari ciuman pun kita sudah halal " ujar Abimanyu membuat wajah Milea menjadi merah.
Abimanyu dan Milea melanjutkan menonton film yang sempat terjeda beberapa saat. Milea menonton sambil merebahkan kepalanya di paha Abimanyu dengan tangan saling bertautan.
Setelah film usai Abimanyu baru menyadari jika ternyata Milea tertidur lelap dipangkuannya.
"Dasar anak nakal seenaknya saja ninggalin suami tidur duluan " gerutu Abimanyu sambil meletakkan kepala Milea diatas bantal.
*
Mendengar kabar jika Abimanyu akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Bali, Felisha langsung terlihat sibuk menghubungi para pelayannya yang ada di villa nya di Bali.
Felisha menyuruh para pelayan menyiapkan kamar pengantin yang sudah ia konsep sebelumnya dengan Luna,Cindy dan Zhifana. Felisha ingin memberi kejutan untuk Milea dan Abimanyu pada saat nanti mereka tiba di Bali.
"Kamu itu sibuk banget sampai melupakan aku seharian ini " Bagas yang merasa diabaikan langsung melayangkan protes.
"Ini kan untuk Abi dan Milea, aku ingin malam pengantin mereka sangat berkesan " jawab Felisha sambil tersenyum sendiri membayangkan reaksi Abimanyu dan Milea saat melihat kejutan darinya.
"Kira-kira Abi berhasil tidak ya membujuk Milea untuk melanjutkan kuliah tahun ini ?" Bagas malah terlihat mengkhawatirkan yang lain.
Bagas dilanda kegamangan takut Abimanyu tidak bisa menepati janjinya kepada keluarga Milea untuk membuat gadis nakal itu mau masuk kuliah tahun ini meskipun sudah menikah.
"Moga-moga Abi berhasil membujuk nya, kalau tidak nanti aku yang akan turun tangan membujuk anak nakal itu " jawab Felisha.
"Dengan cara apa Yang ?" tanya Bagas.
"Nanti aku pikirkan dulu " jawab Felisha.
Sepertinya dalam hal membujuk menantu nakalnya agar mau kuliah Bagas akan menyerahkan sepenuhnya kepada Felisha. Ia akan memberi wewenang penuh kepada istrinya itu untuk melakukan dengan caranya sendiri.
__ADS_1