
Keesokannya sepulang sekolah Milea,Samuel,Mona , Rima, Ari dan Leon pergi ke tempat bimbingan belajar seperti biasa dan mereka pulang ketika waktu hampir magrib.
Begitu sampai di rumah, Milea mendapati mobil Abimanyu sudah ada di depan rumahnya, sepertinya pria gunung es itu sudah pulang dari Kalimantan.
Ketika masuk Milea kaget karena tidak menemukan Abimanyu di ruang tamu.
"Kak Abi nya kemana Mih aku lihat mobilnya ada di depan ?" tanya Milea.
"Abi sedang ngobrol sama Papih di ruang kerja Papih " jawab Mikha.
"Ngobrol di ruang kerjanya Papih? sejak kapan ?" tanya Milea heran.
"Ada satu jam yang lalu " jawab Mikha.
Milea yang penasaran langsung menyusul ke ruangan kerja Adam dimana Abimanyu berada bersama Adam.
"Papih dan kak Abi sedang apa ?" tanya Milea begitu muncul di ruangan kerja Adam.
"Seperti yang kamu lihat.. kami sedang mengobrol " jawab Adam.
"Ngobrol apa sih Pih serius sekali ?" tanya Milea penasaran sambil menggelendot manja kepada Adam.
"Ini urusan laki-laki " jawab Adam sambil mengedip kearah Abimanyu yang tampak santai duduk di kursi di depan meja Adam.
"Tapi aku ingin tau Pih " rengek Milea manja.
"Papih bilang ini urusan laki-laki " jawab Adam tegas.
"Papih tidak asik !" Milea langsung cemberut.
"Loh bukannya yang sering kamu bilang tidak asik itu Abi ya..kenapa sekarang Papih ?" tanya Adam.
Milea melotot karena tidak sempat membuat Adam menghentikan ucapannya. Wajah Milea langsung terlihat panik ketika melihat Abimanyu langsung mengarahkan tatapan tajam kearahnya..mampus gw batin Milea.
"Papih masih mau mengobrol ya sana kak Abi ? kalau begitu aku keluar saja " Milea hendak kabur demi melihat tatapan menghunus Abimanyu.
"Sudah selesai..kalian boleh keluar kok " jawab Adam.
Abimanyu keluar dari ruangan kerja Adam diikuti Milea dibelakangnya yang berjalan sambil menunduk.
Mereka berjalan menuju ruang tamu tempat biasa mereka mengobrol berdua.
"Apa maksud ucapan Papih tadi ?" tanya Abimanyu setelah mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Ucapan yang mana ?" tanya Milea pura-pura tidak ingat.
"Kamu bilang ke Papih kalau aku tidak asik ?" jawab Abimanyu membuat Milea langsung mengkerut ketakutan.
"Maaf " cicit Milea.
"Apakah menurut kamu aku seperti itu ?" tanya Abimanyu sambil menatap dalam wajah cantik Milea yang terus menunduk.
__ADS_1
"Iya..tapi itu dulu waktu awal-awal aku kenal dengan kak Abi..kak Abi kan orangnya jarang ngomong, jadi wajar kalau dulu aku bilang tidak asik " jawab Milea sambil menunduk karena tatapan tajam Abimanyu masih tertuju padanya.
Mendengar jawaban jujur Milea Abimanyu pun mengerti. Bukan salah Milea jika gadis itu berpikiran seperti itu.
Bahkan seluruh keluarga dan teman-temannya sudah hapal akan sipat Abi yang kaku dan jarang bicara bahkan banyak yang mengira jika Abimanyu itu pria yang angkuh.
"Maaf jika aku belum bisa membuat kamu nyaman " ucap Abimanyu membuat Milea langsung melongo. Iya pikir Abimanyu tidak akan menerima dengan pendapatnya barusan.
"Kak Abi tidak marah sama aku ?" tanya Milea.
"Tidak " jawab Abimanyu membuat ketakutan Milea langsung sirna dari wajahnya.
"Selama aku di Kalimantan kamu tidak berulah kan ?" tanya Abimanyu.
"Tidak..aku cuma sering marahin kak Abi saja kalau lupa telpon aku " jawab Milea jujur.
"Itu tidak masalah " jawab Abimanyu dengan wajah datarnya.
Malam itu Abimanyu makan malam bersama dengan keluarga Adam. Pada saat makan malam Abimanyu terlihat lebih banyak mengobrol dengan Adam dan Marvin dibanding dengan Milea.
Mikha, Maura dan Milea hanya menjadi pendengar bagi ketiga pria tampan itu membahas masalah bisnis.
Setelah selesai makan malam Abimanyu pamit pulang dan berjanji untuk menjemput Milea ke sekolah besok.
*
Mendekati waktu ujian sekolah Milea semakin giat belajar. Gadis cantik yang sedikit nakal itu ingin mewujudkan cita-citanya untuk kuliah di Kanada seperti Papih dan Om nya.
Adam dan Mikha baru akan mengatakan pandangan mereka jika Milea sudah mengatakan keinginannya.
Pada suatu malam Adam dan Mikha yang sedang menonton tv di kamarnya tiba-tiba didatangi oleh Milea.
"Ada apa kesayangan Papih kesini hmm ?" tanya Adam ketika Milea duduk diantara Adam dan Mikha.
"Pasti kesayangan Papih ini sedang ada maunya " tebak Mikha.
"Aku mau bilang sesuatu sama Papih dan Mamih " jawab Milea dengan wajah yang ragu.
"Bilang apa ?" tanya Adam sambil mengelus rambut Milea.
"Jangan bilang ingin dibelikan motor karena Papih dan Mamih tidak akan belikan " ucap Mikha yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Milea.
"Aku ingin minta ijin sama Papih dan Mamih untuk kuliah di Kanada seperti Papih dan Om Marvin " ucap Milea membuat Adam dan Mikha langsung saling pandang.
"Sebentar lagi kan aku ujian Pih jadi aku ingin Papih bantu aku untuk mempersiapkan dari sekarang " Milea menatap wajah Adam penuh permohonan.
"Kamu sudah bilang sama Mommy dan Daddy ?" tanya Adam.
"Belum..aku tidak berani " jawab Milea.
"Kuliah di luar negri itu berat sayang ,apa kamu sudah berpikir matang-matang ?" tanya Mikha.
__ADS_1
"Sudah Mih..aku ingin sukses seperti Papih dan Om Marvin " jawab Milea.
"Papih dan Mamih tidak akan jawab sekarang, kami akan membicarakan ini dulu dengan Mommy dan Daddy kamu " putus Adam.
"Iya Pih..tapi Papih harus bantu aku bujukin Mommy dan Daddy ya " Milea memohon dengan menggenggam tangan Adam.
"Ya " jawab Adam.
Tanpa Milea tau sebetulnya justru Adam dan Mikha lah yang paling keberatan jika Milea berniat melanjutkan sekolah di Kanada.
"Terimakasih Pih..Mih..aku sayang kalian " Milea mencium pipi Adam dan Mikha bergantian sebelum keluar dari kamar Adam dan Mikha dan kembali ke kamarnya.
"Bagaimana ini Bang ?" tanya Mikha bingung.
"Kita harus buat Millie dan Wisnu satu kata dengan kita " jawab Adam.
"Iya Bang. Pokoknya aku tidak mau jauh dari si Gemoy " pinta Mikha.
"Iya..Abang juga tidak mau " jawab Adam.
Setelah mendengar keinginan Milea untuk kuliah di Kanada, keesokannya Adam memanggil Wisnu dan Millie ke kantornya.
"Papih ingin membahas tentang Milea " ucap Adam setelah Wisnu dan Millie berada di ruangannya.
"Kenapa dengan Milea Pih..apa dia berulah lagi ?" tanya Wisnu.
"Tidak " jawab Adam.
"Semalam Milea menemui Papih dan Mamih, dua mengatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah di Kanada "
Millie dan Wisnu saling pandang dengan wajah yang sangat kaget.
"Bagaimana menurut kalian ?" tanya Adam menatap kearah putri dan menantunya.
"Milea belum mengatakan apapun kepada kami Pih " jawab Wisnu.
"Dua belum berani bilang ke kalian malah menyuruh Papih untuk bujukin kalian " ucap Adam.
"Anak itu sebenarnya anak kita atau anak Papih sih " kesal Millie.
"Tidak usah menggerutu begitu " omel Adam yang mendengar gerutuan Millie.
"Kami belum tau harus mengijinkan atau tidak Pih , aku dan Millie harus membicarakan dulu berdua " ucap Wisnu.
"Memang seharusnya begitu, tapi Papih harap kamu bisa satu kata dengan Papih dan Mamih " ujar Adam.
"Maksud Papih ?" tanya Millie.
"Papih dan Mamih tidak setuju Milea sekolah di luar negri, apalagi Mamih dia sudah wanti-wanti tidak mau jauh dengan si Gemoy " jawab Adam.
Wisnu dan Millie saling pandang. Mereka tampak bingung sepertinya membahas pun percuma jika Papih nya sendiri sudah membuat keputusan.
__ADS_1
Wisnu dan Millie tidak mau mengambil resiko dengan mengambil keputusan yang akan membuat Papih dan Mamihnya murka.