My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Bolos Berjamaah


__ADS_3

Maura dan Marvin terkapar dengan tubuh bermandikan peluh dan napas yang tersengal-sengal.


Mereka baru saja menyelesaikan ritual acara penjengukan si kembar.


Jika biasanya Marvin tidak pernah puas hanya satu ronde, semenjak Maura hamil ia tidak pernah minta tambah apalagi minta paket combo.


Marvin sangat berhati-hati ketika melakukan hubungan intim dengan istrinya karena ia tidak mau sampai membahayakan kedua buah hatinya yang ada dalam kandungan istrinya.


Marvin dan Maura baru keluar dari kamar ketika Malik memanggil mereka untuk makan malam karena disuruh oleh Mikha.


Maura memakai baju yang sedikit tertutup dibagian lehernya untuk menyembunyikan kissmark yang menghiasi leher putih mulusnya.


"Vin besok sepertinya kamu harus ke Bandung sama Wisnu !" titah Adam pada saat mereka makan malam.


"Iya Pih " jawab Marvin.


"Kita disana paling dua hari Vin " ucap Wisnu yang sudah tau jadwal keberangkatan mereka sejak beberapa hari yang lalu.


"Kita menginap di rumah orangtua Mas Wisnu saja seperti biasa " ada penekanan di akhir kalimat yang membuat Marvin langsung mengerti.


"Kalau kalian keluar kota bareng pasti malamnya begadang main PlayStation " tebak Millie.


"Kamu tau saja Sayang " Wisnu terkekeh.


"Tau lah..orang kalian itu satu server gila main PlayStation " jawab Millie.


"Tidak apa-apa kak cuma gila main PlayStation..asal jangan gila main perempuan " ujar Mikha.


Adam yang merasa tersindir langsung terdiam dengan wajah masamnya.


Mikha yang tidak bermaksud menyindir Adam menjadi merasa tidak enak hati ketika melihat wajah tampan Adam yang berubah menjadi masam.


Sampai makan malam selesai Adam masih berwajah masam dan tidak banyak bicara.


"Sayang..maaf ya atas ucapan aku tadi..aku hanya menasehati anak-anak..sama sekali tidak bermaksud menyindir " ucap Mikha ketika mereka sudah berada di kamar.


"Iya..Abang tau kamu tidak bermaksud menyindir..Abang saja yang merasa tersindir " jawab Adam.


"Jangan marah dong..maafin aku ya !" pinta Mikha sambil memeluk perut Adam dari belakang.


"Kamu tidak usah minta maaf..kamu tidak salah..Abang juga tidak marah sama kamu " Adam membalikan badannya kemudian merengkuh tubuh Mikha kedalam pelukannya.


"Kalau tidak marah jangan cemberut dong..akunya jadi sedih "


Adam tersenyum sambil merangkum wajah Mikha kemudian melu mat bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


Mikha yang mulai larut dalam ciuman maut Adam melingkarkan tangannya dileher Adam membuat ciuman mereka semakin dalam.


Namun beberapa saat kemudian mereka saling melepaskan diri ketika terdengar suara pintu kamarnya diketuk dari luar.


Begitu Mikha membukakan pintu tampak Malik tengah berdiri di depan pintu kamar sambil memeluk bantalnya.


"Mamih..aku ingin tidur dengan kalian " pinta Malik manja.


"Sini jagoan Papih...tidur sama Papih " Adam melambaikan tangannya mengajak Malik naik keatas ranjangnya.


Malik pun langsung berlari dan menjatuhkan tubuhnya dikasur empuk milik Adam dan Mikha yang nyaris akan menjadi arena pertempuran jika saja bocah tampan itu tidak datang.


*


Marvin menatap heran pada koper kecil yang teronggok di sudut kamar.


Tidak biasanya Maura menyiapkan baju dan semua keperluannya lebih banyak dari biasanya.


"Ini sepertinya kebanyakan Sayang aku kan cuma dua hari di Bandung nya " Marvin mengingatkan Maura.


"Ini koper isinya selain baju kamu tapi baju kakak juga.. kakak kan mau ikut ke Bandung " jawab Maura.


"Kakak mau ikut ke Bandung ? berarti bolos dong kuliahnya ?" tanya Marvin.


"Iya " jawab Maura santai.


"Boleh dong Sayang..masa tidak boleh " Marvin buru-buru merengkuh Maura kedalam pelukannya sebelum cairan bening itu luruh membasahi pipi mulusnya.


"Aku cuma kaget saja..kakak kan tidak bilang sebelumnya kalau mau ikut ke Bandung " kilah Marvin.


"Kakak juga tidak tau kenapa tiba-tiba ingin ikut pada saat paking tadi " ucap Maura lirih.


"Sepertinya mereka tidak mau jauh dari ayahnya " jawab Marvin sambil mengelus perut Maura yang sudah semakin terlihat menonjol karena usia kandungannya yang mulai menginjak empat bulan.


Melihat kakaknya bolos kuliah demi ikut ke Bandung akhirnya Milea dan Malik merengek ingin ikut ke Bandung juga.


"Kalian kan sekolah..nanti saja weekend kita ke Bandung nya " bujuk Millie.


"Aku mau ikut sekarang sama Daddy..kakak Maura juga bolos kuliah " ujar Milea sambil melirik kearah Maura.


"Kakak sih..jadi mereka ikut-ikutan ingin bolos " omel Millie. Maura hanya nyengir sambil menyembunyikan wajahnya dibahu Marvin.


"Ya sudah kalian ikut saja ke Bandung " Adam tidak tega melihat anak-anak terus merengek ingin ikut ke Bandung.


"Tapi Pih..kakak sedang banyak pekerjaan " Millie tampak keberatan.

__ADS_1


"Suruh asisten kakak saja yang kerjain..kasian anak-anak ingin ikut ke Bandung " jawab Adam.


"Bolos berjamaah ini ceritanya gara-gara kamu tuh Sayang " bisik Marvin ditelinga Maura.


"Sekali-kali bolos tidak apa-apa Sayang..asal jangan keseringan " jawab Maura.


"Lebih bagus tidak bolos..kakak saja yang manja pake ingin ikut suami kerja segala " Marvin memiting kepala Maura dengan gemas.


"Kakak dari dulu juga sudah biasa ikut kemanapun kamu pergi..bahkan kamu pacaran pun kakak ikut " jawab Maura sambil tertawa.


Pagi itu Millie langsung menyiapkan semua keperluan keberangkatan mereka ke Bandung yang sangat mendadak.


Selagi Millie menyiapkan semua keperluan keberangkatan mereka, Meysha tampak anteng menunggu dalam gendongan Wisnu sambil disuapi makan oleh Maura.


Tangan mungil Meysha melambai kepada Adam dan Mikha ketika Millie yang sudah selesai paking menggendongnya masuk ke dalam mobil Wisnu. Sementara Maura masuk ke dalam mobil Marvin.


"Kita jalan-jalan sambil menemani Ayah kerja ya dek " Marvin mengusap perut Maura saat pria tampan itu memasangkan seatbelt Maura.


"Hati-hati Vin.. nyetir nya jangan ngebut " pesan Adam sebelum Marvin melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya yang megah.


"Siap Bos " jawab Marvin.


Mobil Marvin dan mobil Wisnu melaju beriringan meninggalkan halaman rumah Adam yang megah.


"Mau kerja saja nyampe rombongan begitu perginya " Adam terkekeh menatap kepergian mereka.


"Kan Abang yang ngijinin anak-anak bolos " ucap Mikha.


"Kamu pikir Abang bisa menolak keinginan anak-anak ?" tanya Adam.


"Tidak mungkin bisa " jawab Mikha sambil tertawa.


Setelah mobil Wisnu dan Marvin menghilang dari pandangannya, Adam menggamit pinggang Mikha dan membawanya ke kamar.


"Abang bukannya mau ke kantor ?" tanya Mikha ketika Adam mendorong tubuh Mikha hingga terjatuh diatas kasur empuknya.


"Hari ini Abang mau ikutan bolos seperti anak-anak..Mau di rumah saja seharian sama kamu mumpung anak-anak tidak ada " jawab Adam sambil beringsut naik keatas tubuh Mikha.


"Kalau ada anak-anak mereka selalu mengganggu " keluh Adam sebelum melahap bibir Mikha dengan rakus.


"Baaang..pintunya kunci dulu " pinta Mikha mendorong dada Adam.


"Tidak perlu..tidak akan ada yang berani masuk " jawab Adam dengan suara yang mulai memburu.


Hari itu Adam benar-benar tidak pergi ke kantor. Ia menghabiskan waktu seharian di kamar bersama Mikha.

__ADS_1


Pria tampan itu tidak mengijinkan Mikha keluar dari kamar mereka. Untuk urusan makan dan minum pun Adam menyuruh pelayannya yang mengantarkan ke kamarnya.


__ADS_2