
Sore ini Millie ada rapat dengan bagian keuangan sampai sore, sementara Wisnu sedang berada di Bogor untuk urusan pekerjaan.
Seharusnya salah satu diantara mereka ada yang menjemput Maura karena Pak Muh sedang tidak masuk karena ada urusan keluarga.
"Kak..Mommy ada rapat sampai sore jadi tidak bisa jemput, Daddy juga sedang di Bogor dan akan pulang malam.. bagaimana kalau kakak pulang sama Adi saja " Millie terlihat sedang menelpon Maura.
"Adi, Rizki sama Velia hari ini tidak ke sekolah mereka mengikuti lomba paduan suara di sekolah lain Mom " jawab Maura.
"Kalau begitu kakak pulang pakai taksi online saja " saran Millie.
"Baik Mom..kakak pulang pake taksi online saja " jawab Maura.
"Maura biar pulangnya sama aku saja, sekalian aku juga mau jemput Nisa di kampus " Marvin yang mendengar percakapan antara kakaknya dengan Maura mencoba menawarkan diri.
"Ya sudah kalau begitu kamu jemput Maura ya Vin " Millie terlihat lega karena Marvin bersedia menjemput Maura di sekolah.
Millie pun buru-buru menghubungi Maura lagi mengabari jika Marvin yang akan menjemput Maura.
Mendekati waktu Maura pulang sekolah Marvin pun bergegas pergi dengan mobilnya untuk menjemput Maura di sekolah.
Setibanya di depan sekolah Maura ternyata gadis itu belum keluar dari kelasnya. Maura mengabari Marvin jika ia ada pelajaran tambahan selama satu jam.
Marvin pun akhirnya memilih menunggu Maura keluar dari kelasnya.
Setelah satu jam berlalu Maura pun terlihat keluar dari gerbang sekolah dan langsung masuk kedalam.mobil Marvin.
"Maaf nunggu lama Om " ucap Maura karena merasa tidak enak telah membuat Marvin menunggu selama satu jam.
Marvin hanya mengangguk sambil melajukan mobilnya menuju kampus Nisa.
Dijalan wajah Marvin terlihat gusar karena ia terlambat satu jam lebih menjemput Nisa. Ditambah jalanan yang sedikit macet membuat pria tampan itu beberapa kali mengumpat kesal.
Maura yang merasa tidak enak hati hanya diam tidak berani berkata apa-apa.
Jika tau akan membuat Marvin terlambat menjemput Nisa lebih baik ia pulang dengan taksi online daripada di jemput oleh Marvin.
Ketika sampai di kampus Nisa, Maura buru-buru pindah duduk ke kursi belakang.
__ADS_1
Marvin turun kemudian menghampiri Nisa yang terlihat sangat kesal karena Marvin terlambat menjemput hampir dua jam.
"Maaf Nis..aku terlambat karena harus menjemput Maura dulu di sekolah, tadi Maura ada pelajaran tambahan selama satu jam jadi aku menunggu dia dulu " Marvin berusaha menjelaskan alasan keterlambatan nya menjemput Nisa.
"Jadi kamu lebih memilih menunggu Maura disana selama satu jam dan membiarkan aku menunggu disini sendirian ?" semprot Nisa.
"Bukan begitu maksud aku ..kalau aku meninggalkan Maura dan langsung kesini terus kembali lagi ke sekolah Maura itu membutuhkan waktu yang lama " ujar Marvin.
"Kamu itu ternyata lebih peduli sama Maura daripada aku..kamu tidak tega meninggalkan Maura tapi kamu tega membiarkan aku menunggu lama disini " ucap Nisa pedas.
"Sudah tidak usah marah-marah tidak enak kalau didengar oleh Maura " jawab Marvin sambil mengambil tangan Nisa dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Marvin dan Nisa tidak menyadari jika Maura mendengar pertengkaran mereka karena gadis itu membuka jendela kaca mobil Marvin.
"Kak maaf..gara-gara aku kalian jadi bertengkar " ucap Maura lirih ketika Marvin dan Nisa sudah berada di dalam mobil.
Marvin dan Nisa terhenyak karena tidak menyangka jika Maura akan mendengar pertengkaran mereka.
"Tidak apa-apa..kakak mengerti kok " jawab Nisa sambil berusaha tersenyum.
Meskipun kesal namun Nisa tidak ingin sampai Maura mendengar pertengkaran mereka, tapi ternyata Maura sudah terlanjur mendengarnya.
Setelah Nisa turun di rumahnya Marvin menyuruh Maura untuk pindah ke depan. Maura pun tidak membantah.
"Jangan diambil hati ya ucapan kak Nisa tadi " ucap Marvin tanpa menoleh sedikitpun kepada Maura.
"Iya Om " jawab Maura lirih.
"Kak Nisa itu bukan marah sama kakak..dia kesalnya sama Om..jadi kakak jangan berpikiran macam-macam oke !" pinta Marvin.
"Iya Om " jawab Maura lagi.
Sepanjang perjalanan tidak banyak yang mereka bicarakan. Maura hanya diam karena merasa tidak enak telah menjadi penyebab Marvin dan Nisa bertengkar.
Sementara Marvin pun merasa tidak enak kepada Maura karena gadis itu telah mendengar pertengkaran dirinya dengan Nisa.
Marvin membawa Maura pulang ke rumahnya sesuai pesan Millie karena Mile, Malik dan Meysha pun ada di sana.
__ADS_1
Setibanya di rumah Adam Maura langsung masuk ke kamarnya. Gadis itu baru keluar dari kamar setelah Millie datang untuk menjemput mereka.
"Tidak tunggu Wisnu dulu kak ?" tanya Mikha.
"Tidak Mih..Mas Wisnu pulangnya pasti malam karena masih di Bogor " jawab Millie sambil menggendong Meysha sementara Maura menuntun Mile dan Malik masuk kedalam mobil.
*
Sejak mendengar pertengkaran Marvin dan Nisa hubungan Maura dengan Marvin menjadi semakin renggang saja.
Maura dan Marvin seolah kompak saling menjaga jarak demi menjaga perasaan Nisa.
Meskipun sering dilanda rasa cemburu kepada Maura namun dari hati yang paling dalam Nisa tidak ingin melihat hubungan Om dan keponakannya itu menjadi renggang.
Nisa ingat betul bagaimana dekatnya hubungan Marvin dengan Maura sejak gadis itu kecil.
Namun rasa cemburunya terhadap gadis yang baru tumbuh menjadi remaja itu telah membuat Marvin dan Maura saling menjaga jarak..sehingga membuat Nisa dihinggapi perasaan bersalah.
Untuk mengurangi perasaan bersalah pada dirinya Nisa berusaha mencoba mendekati Maura dengan cara mengajaknya jalan berdua seperti dulu saat Marvin di Kanada..namun ada saja alasan gadis itu untuk menolaknya..membuat Nisa merasa semakin bersalah.
Tidak tahan menanggung beban itu sendirian Nisa beberapa kali mencurahkan isi hatinya kepada Yudhis.
"Bagaimana bisa kamu cemburu sama anak judes itu..apalagi kamu tau sendiri kalau Maura itu sejak kecil sangat dekat dengan Om nya " ucap Yudhis.
"Sejauh ini tidak ada yang aneh pada diri Maura..dia malah terlihat sedang dekat dengan pria..justru yang aku lihat aneh adalah Marvin..dia itu over protektif kepada Maura. Itu yang bikin aku cemburu "
Mendengar pengakuan Nisa Yudhis pun tertawa.
"Kamu tidak tau ya Nis kalau Maura itu pernah mengancam aku " Yudhis tiba-tiba teringat ancaman Maura ketika pertama kali bertemu.
"Maura mengancam kak Yudhis ?" Nisa langsung melotot.
'Iya..dia mengancam aku agar jangan berani-berani mendekati kamu.. kamu tau apa itu artinya ?..Maura itu ingin kamu dan Marvin bersatu. Jadi sebaiknya buang rasa cemburu kamu pada gadis judes itu " nasehat Yudhis.
Nisa termangu..ia tidak menyangka jika Maura berani mengancam Yudhis seperti itu.
"Dan alasan itu juga kenapa sampai Maura membuat semua ban mobil aku kempes " sambung Yudhis sambil tertawa.
__ADS_1
"Lebih baik kamu perbaiki hubungan kamu sama Maura sebelum semakin memburuk , karena walau bagaimanapun dia itu calon keponakan kamu " nasehat Yudhis.
"Iya Kak " jawab Nisa.