
Mulai hari ini Milea kembali pergi sekolah dengan diantar oleh pak Muh.
Meskipun Adam sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya dari Marvin namun Adam sengaja memanfaatkan kejadian kemarin untuk memperketat aktifitas Milea diluaran sana.
Adam sudah sering mendengar tentang kelakuan cucu sambungnya itu diluaran sana yang sering kebut-kebutan bersama teman-temannya yang sebagian besar laki-laki.
Meskipun kesal namun Adam tidak bisa memarahi gadis itu karena ia begitu lemah menghadapi Milea sama seperti ketika menghadapi Mikha.
Adam dan Wisnu sudah berpesan kepada pak Muh agar jangan lalai mengawasi Milea karena gadis itu sedikit berbeda dari Maura.
Sebelum kelas Milea bubar mobil pak Muh sudah berada di depan gerbang sekolah Milea untuk menjemput gadis itu.
Sambil menunggu gadis itu bubar pak Muh menunggu di warung yang berada di dekat sekolah Milea sambil menikmati secangkir kopi.
Pak Muh yang sedang menyesap kopinya kaget ketika ada seorang pria tampan turun dari mobil kemudian menghampiri nya.
Alis pak Muh sedikit mengernyit ketika melihat pria tampan itu yang sedang tersenyum kepadanya. Wajah tampan itu seperti yang tidak asing baginya.
"Apa kabar pak..masih ingat saya ? saya Abimanyu " ucap Abimanyu sopan.
wajah pak Muh langsung tersenyum ketika pria tampan itu menyebut namanya.
"Ya ampuun..den Abi " pak Muh menyalami Abimanyu.
"Pak Muh sampai pangling..den Abi tambah ganteng saja " puji pak Muh.
Abimanyu dan Pak Muh terlibat obrolan serius. Pria paruhbaya itu terlihat mengotak-atik ponselnya ketika Abimanyu meminta nomor telepon Milea.
Beberapa menit sebelum Milea pulang pak Muh malah terlihat meninggalkan halaman sekolah Milea atas permintaan Abimanyu.
Ketika sekolah bubar Abimanyu tampak geleng-geleng kepala melihat Milea yang berlari berhamburan sambil tertawa cekikikan dan saling dorong bersama teman-temannya.
Meskipun sudah berseragam putih abu namun kelakuan Milea masih tetap tidak berubah sama seperti ketika gadis itu masih mengenakan seragam putih biru.
Milea yang sedang celingukan mencari mobil pak Muh terpekik ketika tiba-tiba ada yang menarik tangannya masuk kedalam mobil dengan paksa.
Milea berusaha membuka pintu mobil namun tidak bisa karena Abimanyu langsung menekan central lock.
Karena tidak bisa keluar Milea berusaha menyerang Abimanyu dengan membabi buta. Kuku-kuku tajamnya bergerak liar mencakar tangan dan wajah Abimanyu yang mengenakan masker.
__ADS_1
Ketika tangan Milea berhasil menarik masker Abimanyu Milea tampak melongo ketika mengetahui siapa yang sudah menariknya secara paksa ke dalam mobil.
"Kak Abi..??" Milea menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya.
"Tiga tahun tidak bertemu kenapa kamu berubah menjadi galak begini ?" keluh Abimanyu sambil mengusap tangannya yang terdapat luka cakaran kuku Milea.
"Salah sendiri kenapa bertingkah seperti penculik..masih untung tadi aku tidak teriak. Coba kalau aku teriak pasti kak Abi habis dikeroyok masa " sungut Milea.
"Kamu tidak tanya kapan kakak kembali dari Jepang ?" tanya Abi dengan wajah datarnya setelah beberapa saat berlalu.
"Tidak " jawab Milea singkat.
"Kenapa ?" tanya Abi
"Karena aku tidak ingin tau " jawab Milea sambil berusaha membuka pintu mobil. "Buka dong kak..sebentar lagi pak Muh pasti jemput aku !"
"Pak Muh tidak akan jemput karena kakak sudah suruh dia pulang "
"Apaa..kakak kenapa seenaknya nyuruh dia pulang ?" hardik Milea kesal.
"Karena kamu akan pulang bersama kakak " jawab Abimanyu sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Apakah kamu merasa terganggu ?" tanya Abimanyu.
"Ya..tentu saja " jawab Milea sambil melipat kedua tangannya di dada.
Meskipun Milea mengatakan jika ia merasa terganggu karena kehadirannya namun Abimanyu terlihat santai.
"Mau beli ice cream ?" tanya Abimanyu ketika mereka melewati kedai ice cream yang biasa mereka kunjungi tiga tahun yang lalu.
"Tidak " Milea menolak.
Dengan wajah yang masih cemberut diam-diam Milea melirik tangan kiri Abimanyu yang terdapat luka cakaran kuku tajamnya.
Ada rasa bersalah dalam hati Milea ketika melihat luka itu namun ia enggan untuk meminta maaf..salah sendiri bertindak seperti penculik batin Milea.
Setelah tiga tahun berlalu tidak banyak yang berubah pada diri Abimanyu selain bertambah tampan. Pelit bicara dan wajah datarnya samasekali tidak berubah sedikitpun masih seperti dulu.
Abimanyu menarik sedikit sudut bibirnya ketika melihat Milea diam-diam tengah mencuri pandang kearahnya.
__ADS_1
Meskipun bar-bar namun Milea terlihat seperti kucing yang menggemaskan di mata Abimanyu. Dan kucing menggemaskan itu nyaris membuatnya mati kemarin.
"Mobil kamu bagaimana keadaannya ?" tanya Abimanyu membuat Milea langsung menoleh kearah Abimanyu.
"Mobil aku ?..kakak Abi tau kalau mobil aku.."
"Tentu saja tau..kemarin mobil kamu kan sengaja nabrak motor kakak.. untung kakak sudah turun dari motor " jawab Abimanyu.
"Haaah..jadi yang kemarin itu kak Abi ?" Milea langsung melotot.
"Iya "
"Kenapa tidak bilang ?" omel Milea.
"Mau bilang bagaimana kalau kamu langsung tancap gas nabrak motor kakak dan kabur " jawab Abimanyu.
"Aku pikir kemarin itu perampok " jawab Milea.
"Kak Abi harus tanggung jawab.. gara-gara kakak mobil aku penyok bagian depannya..padahal mobil itu baru dibelikan Papih dua bulan yang lalu " ujar Milea.
"Kenapa kakak yang harus tanggung jawab..kamu sendiri yang nabrak motor kakak..yang ada kamu yang harus ganti rugi karena motor kakak rusak parah " balas Abimanyu.
"Salah siapa motong jalan aku..aku kan jadi berpikiran buruk " timpal Milea.
"Apa jangan-jangan kakak juga yang buntutin aku sehari sebelumnya ?" tanya Milea.
Abimanyu tidak menjawab, dan itu Milea artikan iya.
"Kakak itu kenapa sih suka sekali gangguin aku ?" Milea terus menyerocos.
"Iseng " jawab Abimanyu datar.
"Whaat..iseng ??" Milea langsung melotot.
"Kenapa harus aku yang jadi sasaran keisengan kakak..kenapa bukan pacar kakak saja " semprot Milea kesal.
"Kakak tidak punya pacar " jawab Abimanyu.
"Kakak pikir aku percaya " sungut Milea sambil turun dari mobil ketika mereka sudah sampai di rumah Adam.
__ADS_1