
Selesai pemotretan Zico mengundang Maura dan Selina untuk makan malam. Selina dan Maura pun menerima undangan dari Zico nanti malam.
Selina yang sangat senang karena bertemu dengan teman sekolahnya melupakan pesan Marvin agar menyuruh Maura menelponnya jika pemotretan telah selesai.
Ada jeda waktu sampai waktu makan malam dipergunakan oleh Maura dan Selina untuk tidur.
Jam tujuh malam Maura dan Selina yang sudah berpakaian rapi untuk menghadiri undangan makan malam dari Zico dijemput oleh orang suruhan Zico dan di bawa ke sebuah tempat yang masih dalam bagian hotel itu untuk makan malam.
"Gila..sudah jadi Bos sekarang Lo " Selina meninju bahu Zico pada saat mereka bertemu untuk makan malam.
"Ini bisnis keluarga..gw hanya menjalankan saja " jawab Zico merendah.
"Tapi tetap kan Lo bos nya " ujar Selina. Zico hanya tertawa.
"Ra..kamu makin cantik saja.. seperti nya aku nyesel sudah memutuskan untuk break dulu " ucap Zico sambil menatap Maura yang terlihat sangat cantik malam itu.
"Kak Zico juga makin ganteng dan keliatan makin dewasa " puji Maura.
"Penyesalan itu memang datangnya belakangan..kalau di awal itu namanya pendaftaran " seloroh Selina .
Meski Maura dan Zico sudah putus namun mereka terlihat akrab seperti biasa dan sama sekali tidak ada rasa benci.
"Setelah kamu lulus SMA aku akan datang ke Bandung " ucap Zico pada saat mereka sedang makan malam.
"Mau ngapain..bukannya Lo menetap disini ?" tanya Selina.
"Buat menemui Maura lah..satu tahun sudah cukup untuk break nya.. takut Maura nya keburu ada yang nyabet " jawab Zico sambil tersenyum.
Jika saja tidak ada Selina disana ingin sekali Maura mengaku kepada Zico kalau ia sekarang sudah punya pacar agar pria itu tidak lagi menaruh harapan kepadanya.
Maura terpaksa mengurungkan niatnya itu karena tidak ingin Selina sampai tau jika ia sekarang berpacaran dengan Marvin.
Jika Selina sampai tau sudah pasti semua keluarga nya akan tau dan ia belum siap untuk itu.
Selesai makan malam Zico tidak menyuruh orang suruhannya lagi untuk mengantarkan Maura dan Selina, namun ia sendiri yang mengantarkan kedua gadis itu sampai masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Ra..kamu nyesel ga udah putus dari Zico ?" tanya Selina ketika mereka sudah berada di dalam kamar hotel
"Tidak " jawab Maura.
"Menurut kakak ya.. sepertinya Zico akan minta balikan deh sama kamu " bisik Selina.
"Kak Selina sok tau " jawab Maura sambil menarik selimut hendak tidur.
Baru saja Maura hendak memejamkan matanya ia baru ingat jika seharian ini ia tidak mengaktifkan ponselnya.
Maura turun dari kasur dengan perlahan karena takut membangunkan Selina yang mulai tertidur disampingnya.
Begitu Maura mengaktifkan ponselnya ada puluhan pesan dan panggilan tidak terjawab di sana dan sebagian besar adalah dari Marvin.
Maura melihat jam di ponselnya sudah jam sepuluh malam jika ia menelpon Marvin berarti di Kanada sekitar jam sepuluh pagi biasanya jika weekend seperti ini Marvin sedang bersantai bersama Opa dan Oma nya.
Maura mencoba menghubungi Marvin dan tidak lama kemudian suara Marvin pun terdengar di sebrang sana.
"Yang sibuk ketemu mantan sampai baru sempat telpon pacar sendiri " Marvin membuka dengan kalimat sindiran.
"Oom kok tau kalau aku ketemu Zico.. pasti kak Selin ya yang bilang ?" tanya Maura.
"Kakak juga tidak tau Om ..kakak taunya waktu sudah di Bali karena Zico datang ke lokasi pemotretan " jawab Maura.
"Tapi kakak senang kan kerja ditemani sama Zico sampai lupa telpon Om padahal Om sudah berpesan kalau pemotretan sudah selesai langsung telpon Om " Marvin terus menyindir Maura.
"Kapan Om bilang begitu.. perasaan Om tidak pernah bilang begitu sama aku " jawab Maura.
"Dari seharian kemarin ponsel aku matikan dan baru aku aktifin sekarang " sambung Maura.
"Kemarin Om berpesan kepada Selina " jawab Marvin.
"Kemarin kak Selin tidak bilang kalau Om suruh telpon aku..mungkin kak Selin lupa " Maura melirik Selina yang sudah tertidur dengan nyenyaknya.
"Dasar anak itu " Marvin bergumam di sebrang sana.
__ADS_1
"Makanya Om itu jangan main marah-marah ga jelas " omel Maura.
"Bagaimana Om tidak marah kalau mendengar kakak ketemu Zico sampai nungguin kakak pemotretan segala..sudah gitu kakak lupa lagi tidak telpon Om " jawab Marvin.
"Om cemburu ya " ledek Maura.
"Iya Om cemburu " jawab Marvin.
"Sudah malam..sekarang kakak tidur Om mau menemani Oma ke supermarket dulu belanja bulanan " ucap Marvin sebelum mengakhiri sambungan telepon.
Setelah mengakhiri sambungan telepon Maura pun tidur di samping Selina.
Keesokannya pagi-pagi Maura sudah bersiap untuk melakukan pemotretan. Ini adalah hari terakhir ia berada di Bali. Maura berharap pemotretan kali ini cepat selesai karena sore ia sudah harus terbang ke Bandung.
"Ra..kemarin kak Marvin suruh kamu telpon dia..dia nyuruh telpon setelah selesai pemotretan tapi kakak lupa bilang ke kamu " ucap Selina.
"Sudah aku telpon semalam..dia marah-marah sama aku " jawab Maura sambil mengerucutkan bibirnya.
"Maaf kemarin kakak lupa bilang..tapi memangnya kenapa dia sampai marah-marah sama kamu ?" Selina jadi penasaran.
"Entahlah..tidak jelas " jawab Maura. Ia tidak mungkin mengatakan kepada Selina jika Marvin marah-marah karena cemburu.
Di hari terakhir Maura melakukan pemotretan Zico kembali datang untuk menemani Maura.
Sebetulnya Maura merasa tidak nyaman dengan kehadiran Zico disana, namun ia tidak mungkin mengusir Zico karena pria itu adalah pemilik hotel yang sedang memakai jasanya.
Beruntung pemotretan kali ini lebih cepat dari perkiraan Maura sehingga pekerjaan Maura pun cepat selesai.
"Aku antar kamu ke bandara ya " Zico menggenggam tangan Maura ketika Maura dan Selina akan kembali ke kamarnya untuk paking.
"Tidak sekalian antar ke Bandung saja ?" seloroh Selina.
"Ke Bandung nya nanti nunggu Maura lulus SMA " jawab Zico...glek..Maura menelan ludahnya.
"Nunggu Maura lulus SMA kelamaan.
__ADS_1
nanti keburu diambil orang loh " ujar Selina.
Dukungannya dong pliiiisss