My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menguping


__ADS_3

Keesokannya Milea menceritakan keisengan nya mengerjai Abimanyu kepada Samuel sambil tertawa cekikikan.


"Wah parah Lo..gimana kalau dia sampai sakit perut dan diare..atau tenggorokannya menjadi radang ?" tanya Samuel.


Tawa Milea seketika berhenti. Jujur ia tidak sempat berpikir sejauh itu. Tiba-tiba ia menjadi khawatir kepada Abimanyu. Milea takut semua yang diucapkan Samuel itu terjadi pada Abimanyu.


Kekhawatiran Milea semakin menjadi manakala pak Muh datang menjemput ketika Milea pulang sekolah.


"Den Abi meminta pak Muh yang menjemput karena den Abi nya sedang sakit perut " ucap pak Muh ketika Milea masuk kedalam mobil.


"Kak Abi sakit perut ? kenapa ia tidak bilang malah bilang kepada pak Muh.. sepertinya kak Abi benar-benar marah " batin Milea.


"Neng Mile kenapa ?" pak Muh menoleh kearah Milea yang duduk di sebelahnya. Pria paruhbaya itu heran karena tidak biasanya mulut Milea berhenti mengoceh.


"Tidak apa-apa pak Muh " jawab Milea.


Rasa puas melihat Abimanyu yang bermandikan peluh diwajahnya dengan bibir yang merah karena pedas hilang seketika berganti rasa bersalah dan khawatir ketika mendengar Abimanyu sakit perut karena ulahnya.


Milea mengambil tisu dan mengelap wajahnya yang tiba-tiba berkeringat. Pak Muh tentu saja heran melihatnya. Bagaimana bisa Milea berkeringat sedangkan AC mobil terasa cukup dingin.


"Apakah AC nya kurang dingin neng ?" tanya pak Muh


"Tidak pak Muh sudah cukup " jawab Milea.


Sampai tiba di rumah pak Muh menangkap ada sesuatu yang tidak beres pada diri nona mudanya.


*


Sudah dua hari pak Muh kembali menjemputnya di sekolah. Selama itu pula Abimanyu tidak pernah menghubungi ataupun mengirim pesan kepada Milea.


Oke fix Milea yakin jika Abimanyu benar-benar marah kepadanya. Milea akui jika ia memang sudah sangat keterlaluan kepada Abimanyu padahal pria itu sudah berbuat baik dengan menjemputnya dan mentraktir nya makan. Ia memang benar-benar gadis yang tidak tau berterimakasih.


Rasa bersalah Milea kepada Abimanyu semakin besar manakala hari-hari berikutnya pria tampan itu tidak lagi menampakkan batang hidungnya lagi. Sepertinya Abimanyu benar-benar kapok berurusan dengan Milea.

__ADS_1


Setelah seminggu berlalu akhirnya Milea bertemu dengan Abimanyu di sebuah Mall. Milea yang kala itu akan pergi ke toko buku bersama teman-temannya tidak sengaja bertemu Abimanyu di depan sebuah restoran Jepang.


Milea sempat terpana ketika melihat Abimanyu yang berpakaian formal tampak keluar dari sebuah restoran Jepang.


Dimata Milea Abimanyu terlihat lebih matang dengan pakaian formal nya. Sepertinya Abimanyu sudah mulai bergabung di Perusahaan Daddy nya, terlihat dari beberapa orang pria yang bersamanya juga berpakaian formal sama seperti Abimanyu.


Milea dan Abimanyu sempat bersitatap sebelum pria tampan itu berlalu dari hadapan Milea tanpa saling bertegur sapa.


Setelah pulang dari toko buku wajah Milea terlihat murung. Adam yang sangat peka akan perubahan gadis itu langsung memanggil ke ruangan kerjanya.


"Ada apa Papih panggil aku ? jangan bilang mau dibuatkan kopi karena hanya kopi Mamih yang menurut Papih paling enak " oceh Milea begitu mendudukan bokongnya di kursi depan meja kerja Adam.


"Seharusnya Papih yang tanya..ada apa dengan kamu ? akhir-akhir ini Papih lihat kamu sering murung "


"Tidak ada apa-apa Pih..aku baik-baik saja " jawab Milea.


"Kamu tidak bisa membohongi Papih Sayang " ucap Adam tajam menatap Milea.


"Papih itu kenapa sih susah banget dibohongi " keluh Milea membuat Adam menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.


"Iya..iya..aku akan cerita " Milea akhirnya menyerah.Percuma menyembunyikan sesuatu dari Papihnya karena pasti akan ketauan dengan cepat.


Adam memajukan posisi duduknya bersiap mendengarkan cerita si Gemoy kesayangannya.


"Beberapa waktu yang lalu aku melakukan kesalahan " Milea memulai ceritanya dengan suara lirih.


"Kesalahan apa ?" jantung Adam tiba-tiba berdetak kencang. Semoga kesalahan yang dibuat Milea tidak akan membuat jantungnya berhenti seketika.


"Aku telah bertindak keterlaluan kepada kak Abi " lanjut Milea.


"Abimanyu lagi ? setelah kamu menghancurkan motornya sekarang apa lagi yang kamu lakukan kepada dia ?" Adam memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut.


"Papih tau kalau motor yang aku tabrak itu motor kak Abi ?" tanya Milea kaget. Ia pikir semua orang rumah tidak ada yang tau.

__ADS_1


"Iya..Om kamu diberitahu oleh Sadewa..Abimanyu bercerita kepada kakaknya yang polisi itu " jawab Adam.


Mendengar Abimanyu mengadu kepada Sadewa Milea pun langsung mengkerut. Sadewa sudah mengantongi catatan kenakalannya dari sejak ia kecil.


"Papih tanya..sekarang apa yang kamu lakukan kepada Abimanyu ?" tanya Adam.


"Aku sudah menjahili dia sampai dia sakit perut..dan sekarang kak Abi marah sama aku " jawab Milea sambil menunduk.


Adam membuang nafas kasar "Papih tanya sekali lagi sama kamu..memangnya apa yang Abimanyu lakukan sampai kamu tega menjahili dia sampai sakit perut? kalau urusan kamu nabrak motor Abimanyu Papih masih bisa terima karena Papih tau itu hanya salah faham " tanya Adam.


"A..aku juga tidak tau Pih..aku hanya merasa tidak suka saja kak Abi sering jemput aku sedangkan dia itu sudah punya kekasih " jawab Milea.


"Walaupun Abimanyu itu sudah punya kekasih tapi kamu tidak boleh membalas kebaikan dia dengan berbuat jahil padanya apalagi sampai Abimanyu mengalami sakit perut " nasehat Adam.


"Iya Pih " jawab Milea sambil menunduk.


"Sebaiknya kamu segera minta maaf sama Abimanyu " titah Adam.


"Tapi aku malu Pih.. sepertinya dia marah banget sama aku. Tadi saja kita sempat bertemu di Mall dan dia tidak menegur aku " adu Milea.


"Makanya kamu harus minta maaf agar Abimanyu tidak marah lagi "


"Iya Pih nanti aku akan minta maaf " Milea tidak berani membantah perintah Adam.


Setelah obrolan mereka selesai Adam pun memperbolehkan Milea keluar dari ruangannya.


Ketika membuka pintu ruangan kerja Adam Milea mendapati Mikha, Maura dan Marvin sedang mengintip di balik pintu.


"Mamih..kakak..Om Marviin kenapa kalian ngintip ?" Milea langsung ngambek dan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai sambil mengadu kepada Adam.


Adam yang mendengar keributan di depan ruang kerjanya buru-buru keluar untuk mencari tau.


"Papiih..lihat Mamih, kakak dan Om Marvin nguping " adu Milea.

__ADS_1


"Kalian itu seperti anak kecil saja " omel Adam kepada Mikha, Maura dan Marvin.


__ADS_2