
Sepulang dari mengantarkan Nisa pulang Maura langsung pulang ke rumah.
Sore itu rumah Adam terasa sepi karena Millie dan ketiga tuyulnya tidak menginap.
Setelah mandi Maura pun memilih pergi ke kamar Mikha dan tiduran bersama mertuanya.
"Mamih waktu di Raja Ampat kemana saja ? cerita dong sama aku " Maura berbaring diatas kasur dan menggunakan paha Mikha sebagai bantalnya.
"Tidak usah ditanya.. Mamih sebenarnya kesal sama si Papih " jawab Mikha.
"Mamih kesal kenapa ?" tanya Maura penasaran.
"Selama lima hari disana Mamih samasekali tidak boleh keluar kamar sama Papih kamu..kalau mau ngurung Mamih seperti itu tidak usah jauh-jauh ke Raja Ampat..disini saja " sungut Mikha.
"Lalu selama dikurung Mamih ngapain saja ?" tanya Maura penasaran.
"Kakak kan sudah menikah..pasti tau dong apa yang Papih lakukan " jawab Mikha.
"Iya..iya..kakak ngerti " jawab Maura sambil tertawa.
"Mamih disana sempet ngambek karena bosen di kamar terus..Papih janji mau ajak jalan-jalan tapi kita keburu pulang karena si Gemoy kecelakaan " sambung Mikha.
"Yaaah..gagal deh jalan-jalannya " Maura tampak ikut menyesal.
Obrolan Mikha dan Maura terjeda ketika Adam pulang dari kantor.
Begitu Adam datang Mikha langsung menyambutnya dan mereka pun berciuman tepat di depan Maura.Maura pun pura-pura menutup matanya.
Tidak lama kemudian Marvin pun pulang. Maura yang sedang berada di kamar Mikha sayup-sayup mendengar Marvin memanggilnya.
"Lagi ngapain kamu disini ?" tanya Marvin setelah menemukan Maura di kamar orangtuanya.
"Nonton Papih dan Mamih pacaran " jawab Maura sambil terkikik.
"Balik kamar yuk " ajak Marvin.
"Gendong !" pinta Maura manja.
"Ya ampuun..anak ini " Marvin pun memberikan punggungnya untuk Maura naiki.
Adam dan Mikha hanya geleng-geleng kepala melihat ulah Maura yang menurut mereka tidak berubah sama sekali dari sejak ia kecil.
"Bagaimana putra kita tidak kepincut kalau punya keponakan cantik dan manja begitu " ujar Adam.
"Iya Sayang " jawab Mikha sambil tersenyum.
__ADS_1
Ketika sudah sampai di kamar, Marvin menurunkan Maura diatas kasur empuk mereka.
"Kamu habis belanja Sayang ?" tanya Marvin ketika melihat beberapa kantung belanjaan yang tergeletak diatas kasur.
"Iya " jawab Maura sambil membongkar belanjaannya.
"Aku beli parfum untuk kamu Sayang....aku juga beli ce lana dalam " Maura menunjukkan ce lana dalam yang tadi dibelinya kepada Marvin.
"Memang kamu tau ukuran ****** ***** aku ?" tanya Marvin.
"Tau dong..aku sudah hapal diluar kepala ukuran kepunyaan suami aku..termasuk panjang dan diameternya jika sedang bobo cantik ataupun sedang bangun " jawab Maura vulgar.
"Hustt.." Marvin menekan kening Maura sambil terkekeh.
"Kamu beli lingerie juga ?" Marvin menunjuk pada satu paperbag berisi lingerie aneka warna.
"Iya " jawab Maura.
"Nanti malam pake ya !" pinta Marvin
"Iya..mau yang warna apa ?" tanya Maura.
"Merah " jawab Marvin.
"Oke " jawab Maura.
Marvin yang mulai tidak sabar ingin segera melihat Maura memakai baju haramnya menghampiri dan berniat membantunya.
"Kakak ada kesulitan ?" tanya Marvin.
"Iya " jawab Maura sambil menggeserkan laptopnya kearah Marvin.
"Bantuin dong Sayang " pinta Maura manja.
Marvin yang berharap agar Maura cepat menyelesaikan tugas kuliahnya akhirnya membantunya.
Selama Marvin mengerjakan tugas kuliah Maura wanita cantik itu malah iseng mencolek-colek dagu Marvin.
"Kamu ganteng Sayang " Maura mengelus dagu dan rahang Marvin.
"Iya..baru sadar ya kalau suami kamu ini ganteng " jawab Marvin tanpa menoleh sedikitpun kepada Maura karena ia fokus mengerjakan tugas Maura.
"Sudah tau dari aku kecil makanya cinta " jawab Maura. Marvin pun terkekeh.
"Sayaang..tadi aku ketemu kak Nisa di Mall " ucap Maura
__ADS_1
"Oh ya.." hanya itu jawaban Marvin.
"Kamu tidak ingin tau kabar kak Nisa ?" tanya Maura.
"Tidak " jawab Marvin.
"Aku tadi jalan sama kak Nisa..terus makan siang bersama " Maura terus berceloteh meskipun Marvin tampak tidak tertarik dengan cerita Maura.
"Oh ya " jawab Marvin.
"Daritadi oh ya terus jawabnya " Maura tampak kesal.
"Ya harus jawab apa dong.. Lagian kamu bukannya ngerjain tugas malah ngoceh " ujar Marvin.
"Kan kamu sayang yang ngerjain " jawab Maura sambil mengecup pipi Marvin.
Marvin merangkum wajah Maura dan mengecup bibirnya singkat kemudian kembali fokus pada tugas kuliah Maura.
Setelah satu jam lebih tugas kuliah Maura pun dapat Marvin selesaikan.
"Terimakasih Sayang " ucap Maura sambil membereskan laptop dan buku-buku nya.
"Sekarang pake ini " Marvin memberikan lingerie berwarna merah untuk Maura pakai.
"Kirain sudah lupa " Maura bergumam sambil terkikik.
"Kalau untuk urusan begituan tidak akan lupa " jawab Marvin sambil mengerling nakal.
"Anggap saja sebagai upah karena sudah mengerjakan tugas kuliah kakak " ujar Marvin.
"Iya deh " jawab Maura sambil mengambil lingerie itu dan memakainya di kamar mandi.
Selama Maura berada di kamar mandi Marvin duduk disisi ranjang dengan sabar.
Mata Marvin langsung melotot ketika Maura keluar dari kamar mandi dalam balutan lingerie warna merah dan tanpa menggunakan dalaman.
Marvin melongo ketika Maura berjalan seperti model dengan gaya yang sangat sensual kemudian duduk diatas pangkuan Marvin.
Gayanya yang sangat menggoda membuat Marvin tidak dapat menahan diri lagi dan langsung menarik tubuh Maura kemudian menjatuhkannya di kasur empuknya.
Maura tertawa melihat reaksi Marvin melihatnya bergaya sensual.
"Jangan pernah terima jika ada tawaran pemotretan memakai baju seperti ini " pesan Marvin dengan suara berat.
"Iya..kakak cuma pakai ini untuk menyenangkan suami saja " jawab Maura sambil melingkarkan tangannya di leher Marvin dengan manja.
__ADS_1
"Kamu bikin aku gila Sayang " keluh Marvin sebelum Melu mat bibir ranum Maura.
Malam itu Maura harus begadang sampai hampir dinihari untuk membayar upah kepada Marvin karena sudah mengerjakan tugas kuliahnya sampai selesai.