
Keesokannya pagi-pagi Zico benar-benar datang menjemput Maura untuk mengajak jalan.
Arin dan Seno memperbolehkan Maura pergi jalan-jalan dengan Zico asal Selina dan Silva ikut. Akhirnya Zico dan Maura pun pergi jalan dengan ditemani oleh Selina dan Silva.
Seharian itu Marvin tidak lagi berusaha menghubungi Maura karena masih kesal setelah seharian kemarin Maura susah dihubungi.
Meskipun kesal namun Marvin tetap memantau Maura melalui Selina. Kekesalan Marvin semakin menggunung manakala Selina memberitahu jika mereka sedang pergi jalan dengan Zico.
Marvin nyaris melemparkan kembali ponselnya begitu Selina mengirimkan photo-photo mereka di sebuah tempat wisata di daerah Ciwidey.
Wajah Marvin terlihat keruh manakala melihat Maura yang mulai terlihat akrab dengan Zico.
Setelah puas seharian main di daerah Ciwidey, jam tiga sore Zico mengantarkan ketiga gadis itu pulang.
Adam dan Mikha juga Milea sudah menunggu di rumah Arin bersiap untuk kembali ke Jakarta sore itu juga.
"Terimakasih ya sudah mau aku ajak pergi " ucap Zico sebelum pulang. Maura hanya mengangguk.
Sebelum kembali ke Jakarta Arin memasukan kue ulangtahun kedalam kotak untuk bekal Milea di jalan.
Arin baru mengetahui jika bocah lucu yang kerap kali dipanggil si Gemoy oleh Abangnya itu ternyata sangat menyukai kue dengan hiasan krim.
Sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta Maura tertidur lelap di kursi belakang bersama Milea.
"Sepertinya Maura kelelahan habis main sama teman barunya " Adam melirik sekilas kearah Maura.
"Aku lihat anak cowok yang tadi sepertinya naksir kakak Maura " ujar Mikha.
"Wajar Maura ada yang naksir..dia kan cantik " jawab Adam.
"Kalau lihat Maura Abang seperti lihat kamu waktu kecil..waktu Abang tinggal sekolah ke Kanada " gumam Adam.
"Waktu Abang pergi ke Kanada dulu kamu sempat ngambek..sama persis seperti Maura yang ngambek waktu Marvin mau berangkat ke Kanada " lanjut Adam sambil terkekeh.
Obrolan suami istri yang masih tetap hot diusia yang terbilang tidak lagi muda itu terjeda manakala Milea terbangun.
"Mamiih..minum " pinta si Gemoy dengan mata setengah terpejam. Mikha pun buru-buru memberikan Tumbler kepada Milea.Setelah menenggak minumnya Milea pun kembali tertidur.
"Kalau mengantuk gantian aku saja yang nyetir " ujar Mikha
"Tidak usah..kamu tidur saja " jawab Adam sambil mengelus kepala Mikha dengan tangan kirinya.
Perjalanan Bandung-Jakarta kali ini memakan waktu hampir tiga jam karena ruas tol yang lumayan padat.
Adam dan Mikha baru membangunkan Maura dan Milea ketika mereka sudah sampai rumah dengan selamat.
__ADS_1
Wisnu menggendong Mile yang masih tertidur di dalam mobil kemudian dipindahkan ke kamar bersama Malik.
Maura yang terlihat lelah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya.
Sambil berbaring ia memeriksa ponselnya. Maura langsung duduk bersila ketika mendapati banyak pesan dan panggilan masuk dari Marvin sejak kemarin.
Maura mencoba beberapa kali menghubungi Marvin namun tidak diangkat. Akhirnya Maura pun mencoba mengirimkan pesan kepada Marvin.
Oom sedang apa kakak kangen
Marvin yang memang sengaja tidak mengangkat telepon dari Maura karena masih kesal langsung loncat dari tempat tidur ketika menerima pesan dari Maura.Marvin langsung menghubungi Maura melalui sambungan video saat itu juga.
"Om kenapa daritadi aku telpon tidak diangkat ?" tanya Maura dengan wajah cemberut.
"Kesal ya.. dari kemarin Om juga telpon kamu tidak diangkat " balas Marvin.
"Oh jadi Om mau balas aku ya..ya sudah kalau begitu aku tutup " ancam Maura mendelik kesal.
"Eeehh jangaaan..tadi bilang kangen
sekarang marah-marah " Marvin menatap Maura.
"Habisnya Om nya nyebelin " jawab Maura sambil cemberut membuat Marvin semakin gemas melihatnya.
"Kita pergi ke Ciwidey Om..ke kawah putih " jawab Maura jujur.
"Kakak pacaran sama Zico ?" tanya Marvin.
"Tidak " jawab Maura.
Marvin membuang napas lega, ternyata Maura tidak pacaran dengan Zico..atau mungkin belum.
"Om..sudah dulu ya akunya ngantuk " Maura mulai menguap.
"Ya sudah kakak tidur " ucap Marvin sambil mengakhiri sambungan video.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Maura pun tertidur. Setelah seharian jalan-jalan ke Ciwidey dan dilanjutkan dengan perjalanan pulang ke Jakarta tak urung membuat tubuh gadis remaja itu kelelahan.
Sementara Marvin yang berada nun jauh disana terlihat lebih sumringah dibanding hari sebelumnya.
Oma dan Opa yang selalu memperhatikan cucu lelaki satu-satunya itu hanya geleng-geleng kepala melihat perubahan itu.
Dua Tahun Kemudian
Setelah tiga tahun menimba ilmu di Kanada Marvin yang sudah menyelesaikan kuliahnya akhirnya kembali ke tanah air.
__ADS_1
Papa dan Mama Adam masih akan tinggal di Kanada untuk sementara waktu untuk urusan bisnis.
Begitu tiba di bandara Marvin sedikit kecewa karena hanya Adam, Mikha dan Nisa yang menjemputnya. Sedangkan Millie, Wisnu dan keempat keponakan kesayangannya tidak ada satu pun yang ikut menjemputnya.
"Kak Millie dan anak-anak pada kemana Mih ?" tanya Marvin ketika mendapati rumah dalam keadaan sepi.
"Kak Millie dan Wisnu juga anak-anak pergi ke Bandung semalam, ibunya Wisnu masuk rumah sakit " jawab Mikha
"Pantas sepi " gumam Marvin.
"Rencananya besok kita juga mau menengok kesana "
"Aku ikut kesana..kangen sama anak-anak " ujar Marvin.. terutama Maura batinnya.
Selama tiga tahun menempuh pendidikan di Kanada hanya satu kali Marvin pulang ke tanah air. Lebih banyak Mamih dan Papihnya yang mengunjunginya kesana.
Setiap Mamih dan Papihnya ke Kanada hanya Mile dan Malik yang selalu ikut. Tidak pernah sekalipun Maura ikut ke Kanada untuk mengunjunginya karena setiap liburan Maura selalu pergi berlibur bersama Genk Bintang nya.
Setelah beberapa jam berada di rumah Marvin, sorenya Nisa pulang. Marvin tidak mengantarkan karena Nisa membawa mobil sendiri.
Setelah Nisa pulang Marvin langsung masuk ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuknya.. kasur yang sudah sangat ia rindukan selama bertahun-tahun.
"Vin..makan dulu " panggil Mikha dari arah ruang makan.
Mendengar panggilan dari Mamihnya Marvin langsung loncat turun dari ranjangnya dan beranjak menuju ruang makan.
"Mamih sudah masak semua pesanan kamu..ayam goreng serundeng, tahu, tempe, ikan asin..dan sayur asem..juga lalap dan sambel " Mikha mengabsen masakan dimeja yang semuanya adalah pesanan Marvin Sebelum pulang
Tanpa menunggu lama Marvin pun langsung makan dengan sangat lahap ditemani oleh Adam dan Mikha.
"Tidak ada anak-anak sepi ya Mih " gumam Marvin sambil mengunyah makanannya.
"Iya.. sebetulnya mereka mau ikut jemput kamu di bandara, namun malamnya mereka di telpon katanya Ibunya Wisnu masuk rumah sakit jatuh di kamar mandi " jawab Mikha.
"Mamih suruh kakak kamu pergi berdua saja dengan Wisnu, tapi anak-anak malah ingin ikut..katanya mumpung sedang libur kenaikan kelas lumayan lama.
"Tahun ini Maura masuk SMA ya Mih ?" tanya Marvin.
"Iya " jawab Mikha.
"Tidak terasa sudah besar saja anak judes itu " ujar Marvin sambil tertawa.
"Kamu kalau ketemu Maura pasti pangling..dia sekarang tinggi loh Vin " ujar Adam
"Masa sih Pih..jadi penasaran ingin segera ketemu anak judes itu " ucap Marvin.
__ADS_1