My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menyusul


__ADS_3

Setelah iklan hotel yang di Bali sukses, kini Zico ingin memakai jasa Maura kembali untuk projek iklan hotel yang di Singapura.


Awalnya Maura tidak akan menerima tawaran itu namun pihak agensi membujuk Maura agar mau menerima.


Sebelum Maura menerima tawaran itu ia meminta ijin terlebih dahulu kepada Marvin dan Marvin pun mengijinkan.


Maura pikir setelah kejadian waktu di Bali kemarin Marvin tidak akan mengijinkan ternyata di luar dugaan Marvin malah sama sekali tidak keberatan.


Marvin sama sekali tidak menyulitkan Maura. Pria tampan itu hanya menanyakan dimana lokasi hotel tempat Maura menginap dan melakukan pemotretan.


Seperti biasa Maura pergi ke Singapura dengan diantarkan oleh Selina. Rencananya mereka akan berada di Singapura selama weekend.


Setibanya di Singapura Maura dan Selina memutuskan untuk beristirahat di kamar hotel karena pemotretan akan dilakukan besok pagi.


Maura yang sedang tertidur bersama Selina terpaksa membuka matanya ketika pintu kamar mereka ada yang mengetuk.


Karena Selina tertidur sangat pulas terpaksa Maura turun dari ranjang untuk membuka pintu.


Begitu pintu terbuka Maura nyaris terpekik ketika melihat orang yang berdiri di depan pintu kamarnya adalah Marvin.


"Om Marvin..." Maura pun langsung menghambur ke pelukan Marvin.


"Kenapa tidak bilang kalau Om mau nyusul kesini ?" tanya Maura masih dalam pelukan Marvin.


"Biar kejutan..biar Zico tidak punya kesempatan untuk dekati kakak lagi " jawab Marvin sambil mengusap-usap punggung Maura.


"Pantas ngasih ijin..taunya mau nyusul " Maura mengangkat kepalanya dari dada Marvin.


Marvin merangkum wajah Maura kemudian melu mat bibir Maura dengan lembut.


Tangan Marvin menahan tengkuk Maura membuat ciuman mereka semakin dalam.


Cukup lama mereka berciuman di depan pintu.Mereka baru saling melepaskan diri ketika ada pengunjung hotel yang lewat di depan kamar.


Setelah ciuman panjang mereka berakhir Maura mengajak Marvin masuk.


"Om menginap disini juga ?" tanya Maura sambil memeluk erat pinggang Marvin dengan manjanya.


"Iya..di kamar sebelah " Jawab Marvin sambil duduk di sofa kecil yang ada di sudut kamar dan tangannya memeluk pinggang Maura yang berdiri tepat diantara kedua pahanya.

__ADS_1


"Om kangen banget sama kakak " Marvin meletakan kepalanya di perut Maura.


"Aku juga kangen " jawab Maura sambil mengelus rambut Marvin yang berada di perutnya.


"Besok Om akan temani kakak pemotretan biar Zico tidak bisa dekati kakak lagi " ujar Marvin lirih.


" Ditemani sama Om aku malah senang " jawab Maura manja.


Marvin dan Maura buru-buru saling melepaskan diri ketika ada tanda-tanda Selina akan terbangun.


"Kak Marvin.. bagaimana bisa ada disini ?" tanya Maura diantara kantuknya.


"Kakak sedang ada urusan disini " jawab Marvin.


Urusan yang Marvin maksud tentu saja mengawasi Maura agar tidak didekati oleh Zico.


"Kak Marvin menginap disini atau hanya mampir ?" tanya Selina lagi.


"Nginep disini..di kamar sebelah " jawab Marvin.


"Kebetulan kita lagi disini mau dong diajak belanja " rayu Selina.


"Kalau tidak mau belanjain kita aku aduin sama Papih Adam loh " ancam Selina.


"Masa tidak mau belanjain adik sepupu sendiri " jawab Marvin.


Malam itu Marvin, Maura dan Selina mengobrol sampai larut malam. Marvin baru kembali ke kamarnya ketika Maura sudah mulai terlihat mengantuk.


Keesokannya Marvin benar-benar menemani Maura di lokasi pemotretan.


Selama menunggu wanitanya melakukan sesi pemotretan mata Marvin tidak lepas menatap Maura yang begitu cantik meski dilihat dari berbagai sudut.


Sesekali Maura tersenyum ketika menyadari Marvin tengah menatapnya dengan penuh kekaguman.


Selina yang juga ada disana mulai menangkap ada sesuatu yang tidak biasa diantara Maura dan Marvin.


Zico yang juga datang ke lokasi pemotretan tidak diberi kesempatan sedikitpun oleh Marvin untuk mendekati Maura.


Bahkan ketika Zico mengajak Maura dan Selina jalan,kedua gadis itu kompak menolak karena mereka sudah ada janji untuk pergi belanja dengan Marvin.

__ADS_1


Sore itu Marvin menemani Maura dan Selina belanja di Marina Bay Sands Mall.Disana adalah mall dengan koleksi barang branded yang cukup lengkap.


Maura dan Selina berbelanja kebutuhan fashion dengan brand terkenal di dunia.


Marvin sama sekali tidak keberatan mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk menyenangkan kedua gadis itu.


Setelah puas berbelanja mereka pun memutuskan untuk pulang ke hotel. Aktifitas hari ini yang cukup melelahkan membuat Maura dan Selina memilih makan di hotel saja meskipun Marvin mengajak mereka makan di sebuah restoran yang cukup terkenal disana.


Sepulang dari belanja mereka bertiga berkumpul di kamar Maura sambil membongkar semua belanjaan.


"Kalian hari ini sudah merampok " Marvin menggerutu karena hari ini ia mengeluarkan uang sampai puluhan juta untuk membayar belanjaan kedua gadis itu.


"Ya ampun kak Marvin pelit banget sih..nanti aku bilangin Opa loh " ancam Selina.


"Belanjain pacar sendiri saja pelit " bisik Maura sambil diam-diam mencubit lengan Marvin.


"Om becanda kaaak " Marvin menangkap tangan Maura dan diam-diam menggenggamnya tanpa sepengetahuan Selina.


"Om mau mengantarkan kita ke Jakarta dulu atau mau langsung pulang ke Kanada ?" tanya Maura.


"Om langsung pulang ke Kanada.. kalian hati-hati ya pulang ke Jakarta " pesan Marvin.


Sebenarnya ia berharap Marvin ikut mengantarkannya ke Jakarta. Namun akhirnya ia harus kecewa setelah mendengar jawaban dari Marvin barusan.


Hati Marvin terasa mencelos ketika menangkap kesedihan dimata Maura.


Marvin baru kembali ke kamarnya setelah Maura dan Selina tertidur.


Keesokannya Marvin mengantarkan Maura dan Selina ke bandara sekalian ia juga akan kembali Ke Kanada. Marvin rela menunggu berjam-jam di bandara karena jadwal penerbangan ke Kanada tiga jam setelah jadwal penerbangan Maura dan Selina ke Jakarta.


Maura yang sedang melakukan pemotretan



Marvin setia menunggui keponakan cantiknya pemotretan



Terus dukung dong pliiiisss..biar Author tambah semangat nulisnya

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘😘


__ADS_2