
Hampir satu jam Marvin mengerjakan tugas kuliah Maura sementara Maura sudah berada diatas kasur tidak bergerak sama sekali.
Setelah selesai Marvin pun mematikan laptop dan membereskan modul yang berserakan diatas meja kemudian ia pun naik keatas ranjang menyusul Maura yang sudah lebih dulu tertidur.
"Sudah selesai tugas kuliahnya Sayang ?" tanya Maura mengejutkan Marvin.
"Sayang kirain sudah tidur ?"
"Belum..kakak kan nungguin kamu " jawab Maura memeluk perut Marvin dengan manja.
"Sudah tidak marah ?" Marvin menjawil dagu Maura.
Marvin pikir Maura masih marah kepadanya ternyata ia salah. Maura tampak bersikap manja seperti biasanya dan seperti yang tidak terjadi apa-apa.
"Kakak kesel karena kamu tidak jujur..tapi kakak juga sangat menghargai usaha kamu untuk menyenangkan kakak walaupun dengan cara berbohong " ujar Maura.
"Terimakasih Sayang..kamu memang istri yang solehot " lagi-lagi Marvin menjawil dagu Maura.
"Solehah Sayang " ralat Maura.
"Solehot..Solehah dan hot " jawab Marvin sambil melepas kacamata Maura kemudian diletakan diatas nakas.
"Oh itu maksudnya " Maura terkekeh baru mengerti arti ucapan Marvin.
*
Hari ini Milea pulang sekolah tidak dijemput oleh pak Muh karena Pak Muh mengantar Malik ke acara perlombaan yang diikuti Malik di sekolah lain.
Karena semua sedang sibuk akhirnya Milea pun terpaksa pulang dengan ojek online.
Beberapa menit yang lalu Milea sudah memesan ojek online dari aplikasi namun mereka monolak karena alasan yang tidak jelas.
Milea kembali mencoba memesan ojek online sambil berdiri di depan gerbang sekolahnya.
Ketika Milea sedang anteng dengan ponselnya tiba-tiba ada sebuah motor yang berhenti tepat di depannya.
Mata Milea langsung melotot begitu menyadari siapa pengendara motor yang ada di depannya itu.
"Kak Abi ?"
"Belum dijemput ?" tanya Abimanyu dari atas motornya.
Sekolah Abimanyu memang berada tidak jauh dari sekolah Milea. Remaja tampan itu sering melihat Milea setiap hari selalu diantar jemput oleh Sopir nya.
"Hari ini aku tidak dijemput makanya sekarang sedang pesan ojek online tapi belum dapet " jawab Milea.
"Tidak usah pesan ojek online, kamu kakak antar saja " Abimanyu memberi kode dengan matanya agar Milea naik ke Motornya.
__ADS_1
"Apa tidak merepotkan ?" tanya Milea.
"Tidak " jawab Abimanyu sambil memberikan helmet kepada Milea.
"Kakak bawa helm nya dua ?" tanya Milea.
"Iya..tadi kakak pergi sama teman " jawab Abimanyu sambil melajukan motornya meninggalkan sekolah Milea.
Sejak motor Abimanyu meninggalkan sekolah Milea mereka tidak banyak berbicara.
Sebetulnya Milea yang cerewet masih ingin bertanya banyak hal kepada Abimanyu namun terpaksa ia tahan karena melihat Abimanyu yang tidak banyak bicara.
Ditengah perjalanan Abimanyu terpaksa menepikan motornya ketika hujan tiba-tiba turun dengan cukup deras.
"Sebaiknya kita berteduh dulu " ajak Abimanyu sambil turun dari motornya dan merekapun berteduh di dekat sebuah warung bakso.
Wangi bakso langsung menguar di Indra penciuman Milea membuat perutnya seketika menjadi lapar. Milea yang sedikit kedinginan memeluk tas punggungnya di dadanya.
Karena hujan masih belum juga berhenti dan Milea sudah tidak bisa menahan godaan dari semangkuk bakso panas di dekatnya ia pun nekad mencolek-colek tangan Abimanyu yang sedang anteng dengan ponselnya.
"Ada apa ?" tanya Abimanyu tanpa menoleh sedikitpun kepada Milea
karena sedang anteng dengan ponselnya.
"Kakak..aku lapar " jawab Milea.
Abimanyu menyimpan ponselnya disakunya kemudian ia menuntun Milea masuk ke warung bakso yang ada disana dan memesan dua mangkuk bakso.
"Sambalnya jangan banyak-banyak !" Abimanyu menjauhkan mangkuk sambal dari hadapan Milea ketika gadis belia itu memasukan beberapa sendok sambal kedalam mangkuk baksonya.
"Kalau tidak pedas tidak enak kak " Milea hendak mengambil kembali mangkuk sambal itu namun ia urungkan ketika melihat Abimanyu melotot kearahnya.
Milea yang memang sangat lapar menghabis kan baksonya lebih cepat dari Abimanyu.
"Kakak aku ingin nambah " Milea mencolek-colek tangan Abimanyu.
"Ya " jawab Abimanyu singkat.
"Abaaang baksonya satu porsi lagi " pinta Milea dengan suara lantang.
Gadis yang mulai beranjak remaja itu tampak cuek dan sama sekali tidak merasa malu.
Abimanyu menikmati baksonya dengan tenang dan santai, berbeda dengan Milea yang tampak berkeringat karena ia menambahkan sambal yang cukup banyak di mangkuk baksonya.
"Makanya sambalnya jangan kebanyakan " Abimanyu memberikan tisu kepada Milea untuk mengelap wajahnya yang berkeringat.
"Pedas tapi enak kak " jawab Milea sambil mengelap wajahnya dengan tisu.
__ADS_1
Setelah menghabiskan dua mangkuk bakso Abimanyu dan Milea pun kembali meneruskan perjalanan karena hujan mulai reda.
Sepanjang perjalanan pulang Abimanyu dan Milea tidak ada yang berbicara.
Abimanyu tampak fokus mengendarai motornya sementara Milea sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Rumah kamu disebelah mana ?" tanya Abimanyu ketika mereka sampai di tempat mereka tabrakan motor.
"Disebelah sana " jawab Milea sambil menunjuk ke rumah Adam yang berjarak tidak lebih 100 m dari tempat mereka tabrakan.
Setelah sampai di depan rumah Adam, Milea pun turun dari boncengan motor Abimanyu.
"Terimakasih ya kak sudah nganterin aku " ucap Milea sebelum Abimanyu melajukan motornya meninggalkan rumah Adam.
Setelah Abimanyu berlalu Milea kaget ketika meraba kepalanya ternyata ia masih mengenakan helm milik Abimanyu.
"Ya ampuun bagaimana mengembalikan helm ini " Milea tampak bingung bagaimana cara mengembalikan helm milik Abimanyu karena ia tidak memiliki nomer ponsel Abimanyu.
Dalam kebingungan Milea melepas helm Abimanyu dari kepalanya kemudian ia simpan di kamarnya.
Malamnya Maura yang kebetulan masuk ke kamar Milea tidak sengaja menemukan helm diatas meja belajar adiknya.
"Dek..ini helm siapa ?" tanya Maura.
"Ini punya kak Abi kak..tadi aku tidak sengaja ketemu dia di depan sekolah dan dia nganterin aku pulang..tapi helm nya malah ketinggalan " jawab Milea.
"Ooh " gumam Maura.
"Kakak..tapi aku bingung cara balikinnya soalnya aku tidak punya nomor telepon nya " Milea tampak kebingungan.
"Paling nanti Abi kesini lagi buat ambil helm nya " jawab Maura.
"Jadi tidak usah aku kembalikan ?" tanya Milea
"Emang kamu mau datang ke rumahnya untuk balikin helm Abi ?" Maura balas bertanya.
"Tidak mau aku malu " jawab Milea.
"Ya sudah kalau begitu " jawab Maura sambil buru-buru keluar dari kamar Milea ketika terdengar suara Marvin yang memanggilnya.
"Ada apa sih Sayang.. kakak lagi di kamar Mile " Maura tergopoh-gopoh menghampiri Marvin yang sudah membawa handuk di bahunya.
"Aku mau mandi " jawab Marvin.
"Mau mandi ya tinggal ke kamar mandi saja kenapa harus teriak-teriak nyariin kakak ?" tanya Maura.
"Aku ingin dimandiin sama kamu " jawab Marvin manja.
__ADS_1
"Ya Tuhaaan Sayaang..kamu itu manja sekali " Maura beranjak ke kamar mandi untuk memandikan calon ayah kedua buah hatinya yang tiba-tiba menjadi manja sekali.